Internasional

Raja Spanyol Turun Takhta

Monday, 02 Juni 2014 | View : 1254

MADRID-SBN.

Raja Juan Carlos (76 tahun) dari Spanyol akan turun takhta setelah hampir 40 tahun memimpin dan berkuasa. Raja Spanyol tersebut mengumumkan turun tahta pada Senin (2/6/2014).

Raja Juan Carlos, 76 tahun, yang naik takhta setelah kematian penguasa militer Spanyol, Jenderal  Francisco Franco pada tahun 1975. Juan Carlos dinobatkan sebagai raja pada 22 November 1975 atau dua hari setelah kematian diktator Francisco Franco. Tapi, sang diktator sudah menyebutkan Juan Carlos sebagai kepala negara berikutnya pada tahun 1969.

Di luar tugasnya dalam hal-hal seremonial, Juan Carlos berperan sangat besar dalam membentuk Spanyol modern. Juan Carlos menentang harapan rezim Francisco Franco untuk melanjutkan kekuasaan otokratis.

Tak lama setelah bertahta, Juan Carlos menjalankan sejumlah reformasi untuk melucuti rezim Francisco Franco dan memulai transisi Spanyol menuju demokrasi. Raja yang naik takhta setelah kematian diktator Jenderal Francisco Franco dianggap memiliki jasa besar dalam mengarahkan transisi Spanyol menuju demokrasi.

Juan Carlos berperan membantu Spanyol memasuki era demokrasi. Langkah itu berujung pada disetujuinya Konstitusi Spanyol 1978 lewat referendum, yang menandai awal dari monarki konstitusional. Juan Carlos malah menciptakan sistem monarki parlementer, dengan konstitusi baru yang disetujui lewat referendum pada 1978.

Juan Carlos juga berperan besar dalam menghentikan upaya kudeta pada tahun 1981. Dalam hal ini, Juan Carlos dipuji karena membantu menangkis upaya kudeta pada Februari 1981.

Upaya ini dilakukan sejumlah tentara, yang merangsek ke Gedung Parlemen, menembaki, dan menyandera para anggota parlemen selama berjam-jam.

Kemunculan Juan Carlos di TV dan mendesak dukungan bagi pemerintahan demokratis sangat krusial dalam menggagalkan kudeta tersebut. “Saya tahu para serdadu itu setuju karena Saya ditunjuk oleh Franco. Saya tahu sebagian besar personel militer selama di akademi militer dan saya pernah menjadi komandan tertinggi mereka,” ujar Juan Carlos.

Menyusul pengeboman kereta di Madrid yakni the Cercanías commuter train system of Madrid pada tanggal 11 Maret 2004 pagi hari oleh sel teroris al-Qaeda, Juan Carlos dan istrinya Ratu Sofia juga menafikan protokol istana pada acara penghormatan, dengan langsung menghibur keluarga sekitar 191 korban tewas dan melukai 1,800 jiwa akibat peristiwa tersebut. Insiden pengeboman kereta api Madrid atau lebih dikenal dengan peristiwa 11-M terjadi tiga hari sebelum Pemilu Spanyol dan dua setengah tahun setelah penyerangan 11 September di Amerika Serikat (AS).

Namun dalam beberapa tahun terakhir, popularitasnya menurun. Pengunduran dirinya itu diwarnai oleh masalah kesehatan dan kemerosotan popularitas akibat berbagai skandal yang menyelimuti dia maupun keluarganya. Beberapa tahun terakhir Juan Carlos juga memiliki masalah kesehatan.

Citra keluarga kerajaan juga telah sangat ternoda dengan investigasi kriminal yang sedang berlangsung terhadap menantu Raja, Iñaki Urdangarin, yang dituduh menggelapkan dana publik melalui sebuah organisasi nirlaba. Rumor skandal korupsi juga menerpa Putri Cristina, putri bungsunya, yang bersama suaminya diduga menangani bisnis ilegal dan sedang diselidiki untuk penipuan pajak.

Raja Juan Carlos memutuskan turun takhta pada pekan ini, di tengah berita negatif yang terus diarahkan pada dirinya dan keluarganya. “Saya telah memutuskan untuk mengakhiri kekuasaan pemerintahan saya dan menanggalkan mahkota Spanyol," katanya dalam pidato di televisi pada hari Senin (2/6/2014).

Raja Spanyol, Juan Carlos, mengumumkan turun takhta hari ini, dan menyerahkannya pada putra mahkota Felipe de Borbon. Raja berusia 76 tahun ini mengatakan sudah waktunya bagi generasi muda untuk mengambil peran.

Ia mengatakan anaknya telah siap untuk mengambil mahkota itu dalam apa yang disebutnya 'akan membuka era harapan baru' dengan menggabungkan pengalaman dan semangat generasi baru.

Berbicara dari kantornya di Istana Zarzuela, dia mengatakan sudah waktunya untuk melakukan pembaharuan, mengatasi dan memperbaiki kesalahan, dan membuka jalan untuk masa depan yang jelas lebih baik. “Keputusan ini didorong oleh keinginan untuk mewujudkan pembaruan, mengatasi, dan memperbaiki kesalahan-kesalahan, serta membuka jalan bagi masa depan lebih baik,” tutur Juan Carlos dalam pidato televisi.

Raja Juan Carlos meyakinkan rakyatnya bahwa Pangeran Felipe de Borbon yang berusia 46 tahun akan mampu mewujudkan stabilitas. "Dia memiliki kematangan, persiapan, dan rasa tanggung jawab yang diperlukan untuk menduduki takhta," katanya.

Dia menyatakan sangat bangga mampu menjadi raja selama hampir empat dekade. "Saya ingin yang terbaik bagi Spanyol, di mana saya telah mengabdikan seluruh hidup saya," katanya. (afp/jos)

See Also

Boris Johnson Terpilih Sebagai PM Inggris Baru
Menlu Inggris Ancam Iran
Laut China Selatan Tegang
Presiden AS Pecat Direktur Dinas Rahasia
Kapal China Dekati Pulau Filipina
Thailand Dilanda Badai Pabuk
Warga Kelas Menengah Australia Akan Kian Sulit Dapat Kredit Perumahan
Donald Trump Kunjungi Militer AS Di Irak
Kota Surabaya Raih Guangzhou Awards 2018
Teleskop NASA Temukan 2 Planet Baru
Najib Razak Ditahan SPRM
Mantan PM Malaysia Ditahan
Najib Razak Ditahan KPK Malaysia
Turki Adakan Pemilu Hari Ini
Arab Saudi Resmi Mencabut Larangan Perempuan Menyetir
Gempa Guncang Osaka
Amerika Serikat Keluar Dari Dewan HAM PBB
Suriah Berhasil Usir ISIS
Kementerian Pertanian Cegah Rock Melon Australia Masuk Indonesia
Perwakilan Nahdlatul Ulama Dan Wahid Foundation Temui Dubes Amerika Serikat
Polri Benarkan Penangkapan WNI Isteri Tokoh ISIS Marawi
Sultan Selangor Kecewa Terhadap Mahathir Mohamad Soal Bugis
China Meminjamkan Sepasang Panda Ke Indonesia
Spanyol Buru Sopir Pelaku Teror Di Barcelona
Serangan Teror Di Barcelona
jQuery Slider
Arsip :2019201820172016201520142013
  •    •    •    •  
Copyright © 2013-2014 Siar Batavia News. All rights reserved. Visit: 7.612.969 Since: 05.03.13 | 0.1674 sec