HAM

Tujuh Gereja Di Cianjur Diancam Ditutup Paksa

Tuesday, 03 Juni 2014 | View : 2848

CIANJUR-SBN.

Senin (2/6/2014), Ketua Badan Kerja Sama Antar Gereja-gereja Cianjur Oferlin Hia, melaporkan  Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM), tentang ancaman penutupan terhadap  tujuh Gereja di Cianjur, provinsi Jawa Barat (Jabar). Padahal, keberadaan tujuh gereja di Cianjur itu sudah ada sejak tahun 1977.

Ketua Badan Kerja Sama Antar Gereja-Gereja Cianjur Oferlin Hia mengatakan Gereja Kristen di Cianjur, Jawa Barat, terancam tak bisa dipakai. Padahal, sambung dia, tujuh Gereja di Cianjur itu sudah eksis sejak 1977. Menurut dia, penduduk setempat menggunakan adanya Surat Keputusan Bersama 2 Menteri sebagai landasan untuk melarang kegiatan ibadah. Padahal SKB Dua Menteri keluar pada tahun 2006.

Alasan yang digunakan adalah adanya SKB Dua Menteri. SKB Dua Menteri adalah kesepakatan antara Menteri Agama dan Menteri Dalam Negeri. Dikeluarkan pada 2006, SKB ini mengatur tentang pendirian rumah ibadah. Jika akan mendirikan rumah ibadah, 60 persen penduduk di daerah tersebut harus menyetujuinya.

Menurut Oferlin Hia, ancaman penutupan Gereja di Cianjur tersebut, diprovokasi oleh beberapa ormas Islam yang radikal dan intoleran. Ormas-ormas tersebut memprovokasi agar masyarakat menolak eksistensi Gereja, dengan alasan Gereja dapat merusak stabilitas desa. "Mereka beralasan Gereja dapat merusak stabilitas desa," papar dia.

Bahkan, perangkat Pemda Cianjur pun, karena tekanan ormas-ormas radikal, ikut mempersulit dan ingin agar Gereja dibongkar. "Kami ingin ada perlindungan hukum dalam beribadat," terang Oferlin Hia saat mengadukan kasusnya di Komisi Nasional Hak Asasi Manusia, Senin (2/6/2014). Menurut dia, perangkat pemerintah setempat mempersulit dan ingin agar Gereja dibongkar.

Ancaman yang datang dari warga yang telah terprovokasi tersebut, menjadikan setiap akan beribadah, ada potensi bentrok antara massa ormas Islam dan penganut Kristen serta Barisan Serbaguna (Banser) Ansor yang ada di pihak Kristen. Setiap akan beribadah, lanjut dia, ada potensi bentrokan antara massa ormas Islam dan penganut Kristen. Barisan Serbaguna (Banser) Ansor yang ada di pihak Kristen, imbuh Oferlin Hia, pernah menjamin kebebasan beribadat. "Tapi kami tak mau ada pertumpahan darah," tambah dia.

Oleh sebab itu, menurut Oferlin Hia, Kami ingin ada perlindungan hukum dalam beribadah; kami tak mau ada pertumpahan darah. Kami berjuang lewat jalur hukum. "Kami berjuang lewat jalur hukum," tutur dia.

Menanggapi laporan tersebut, salah satu dari 11 anggota Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) Republik Indonesia (RI) periode 2012-2017, M. Imdadun Rahmat, S.Ag., M.Si. mengatakan, “… memeluk agama dan menjalankan ibadat adalah hak setiap warga negara. "Negara harus memfasilitasi, bukan malah mmpersulit orang beribadah," tegas dia. Persoalan yang dihadapi bangsa dari Aceh hingga Papua, jelas dia, adalah penyakit mayoritas yang ingin menang sendiri.

Di Bali dan Nusa Tenggara mungkin yang terjadi sebaliknya, orang muslim kesulitan membangun Masjid, walau belum ada laporan resminya. Menurut dia, di Bali dan Nusa Tenggara mungkin yang terjadi sebaliknya. "Orang muslim kesulitan membangun Masjid," kata dia.

Oleh sebab itu, lulusan Magister Sains (M.Si.) dari Jurusan Politik dan Hubungan Internasional Timur Tengah, Fisipol Universitas Indonesia (UI) pada tahun 2003, Imdadun Rahmat meminta agar para imam dan pendeta menyampaikan ke umatnya agar tetap hidup harmonis kepada yang lain. "Tak ada agama satupun yang menghalalkan kekerasan," tandas Sekretaris Jenderal (Sekjen) Indonesian Conference on Religions and Peace atau ICRP sejak tahun 2010.

Lulusan Sarjana Agama (S.Ag.) dari Fakultas Tarbiyah Institut Agama Islam Al Aqidah Jakarta pada tahun 2000, M. Imdadun Rahmat, S.Ag., M.Si. berjanji akan segera menindaklanjuti laporan tersebut dan meninjau lapangan. "Jangan mudah putus asa dan terintimidasi kelompok lain," pungkas Wakil Ketua Komnas HAM Bidang Internal (2013-2014). (tem/jos)

See Also

Ridwan Kamil Tegaskan Organisasi Massa Dilarang Halangi Dan Hambat Ibadah
Ridwan Kamil Minta Maaf Soal Penghentian KKR Natal Stephen Tong
Menteri Agama Sayangkan Penghentian KKR Natal Stephen Tong Di Bandung
Teror Bom Di Gereja Katolik Medan
Tempat Ibadah Klenteng Harus Tertib Administrasi
Polisi Tetapkan 4 Tersangka Eksploitasi Anak Di Blok M
Rumah Ibadah Tak Punya IMB, Bukan Alasan Untuk Dibakar
Ormas Islam Bekasi Tolak Pembangunan Gereja Katolik Santa Clara
Ormas Islam Protes Perayaan Paskah Digelar Di Stadion
Pemkot Bekasi Relokasi Jemaat Gereja Beribadat Di Kuburan
Wali Kota Bogor Tegaskan Tidak Ada Pembongkaran Gereja GKI Yasmin
Qaraqosh Kota Kristen Terbesar Irak Dikuasai ISIS
ISIS Singkirkan Salib Dan Bakar Ribuan Manuskrip Kuno
Menteri Agama Sebut Ideologi ISIS Berlawanan Dengan Pancasila
HMI Sebut WNI Pendukung ISIS Adalah Pengkhianat Bangsa
Menteri Agama Minta Muslim Indonesia Tak Terpengaruh ISIS
Lukman Hakim Saifuddin Tak Resmikan Bahai Sebagai Agama
Televisi Lebanon Pakai Huruf Nun Demi Solidaritas Warga Kristen Irak
Militan ISIS Ledakkan Makam Nabi Yunus
Pemerintah Kaji Agama Baru Bahai
Militan ISIS Di Irak Bakar Gereja Berusia 1.800 Tahun Di Mosul
Milisi ISIS Kuasai Gereja Tertua Di Irak
Diultimatum ISIS, Warga Kristen Irak Dipaksa Masuk Islam Atau Dibunuh
Bupati Wonosobo Kritisi Kemenag Soal Kebebasan Beragama
Kapolri Larang Ibadah Di Rumah
jQuery Slider

Comments

Arsip :2016201520142013
  •    •    •    •  
Copyright © 2013-2014 Siar Batavia News. All rights reserved. Visit: 5.821.259 Since: 05.03.13 | 0.2687 sec