Politik

Nomor Kebaikan Dan Nomor Keharmonisan

Sunday, 01 Juni 2014 | View : 918

JAKARTA-SBN.

Nomor urut pasangan calon presiden dan calon wakil presiden dalam Pemilu Presiden (pilpres) 9 Juli 2014 mendatang telah diresmikan oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU) pada hari Minggu (1/6/2014).

Pengundian nomor urut pasangan calon presiden dan calon wakil presiden yang digelar Komisi Pemilihan Umum (KPU), Minggu (1/6/2014), menjadi tahapan pilpres yang gegap-gempita.

Penetapan nomor urut pasangan capres dan cawapres Minggu (1/6/2014) dilakukan dalam rapat pleno terbuka di Kantor KPU, Jalan Imam Bonjol, Jakarta Pusat.

Gelaran penetapan nomor urut tersebut dipersiapkan secara matang oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU) dengan berkoordinasi dengan Polda Metro Jaya dalam penertiban dan pengamanan.

Pengamanan dilakukan ratusan aparat kepolisian Polda Metro Jaya secara maksimal. Aparat kepolisian tersebut disertai peralatan lengkap, ditambah dengan kendaraan taktis seperti Baracuda dan water cannon.

Jalan Imam Bonjol, alamat Kantor KPU, ditutup sejak pukul 06.00 WIB.

Penutupan tersebut dimaksudkan untuk mengantisipasi ribuan simpatisan Prabowo Subianto-Hatta Rajasa dan Jokowi-Jusuf Kalla (JK) yang memadati jalan tersebut.

Kumpulan massa dua kubu pasangan calon presiden dan calon wakil presiden tersebut juga dipisah untuk menghindari hal yang tidak diinginkan.

Simpatisan pasangan Prabowo Subianto-Hatta Rajasa di belakang Hotel Mandarin, kawasan Bundaran Hotel Indonesia (HI).

Sedangkan, massa pendukung Jokowi-Jusuf Kalla (JK) dipusatkan di Taman Suropati, Menteng, Jakarta Pusat.

Pleno penetapan nomor urut pasangan capres dan cawapres dimulai pukul 14,00 WIB.

Setengah jam sebelum pembukaan pengundian nomor urut pasangan calon presiden dan calon wakil presiden, pasangan Jokowi-JK bersama sejumlah pengurus partai koalisi dan tim kampanye menjadi pihak pertama yang hadir di Komisi Pemilihan Umum (KPU).

Calon presiden yang diusung oleh Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan itu, Gubernur DKI Jakarta ‘non aktif’ tersebut tetap mengenakan kemeja khas kotak-kotak, sementara itu, mantan Wakil Presiden periode 2004-2009, Jusuf Kalla berbaju putih.

Keduanya datang dengan menggunakan bajaj BBG bersama dengan istri masing-masing, Irina Jokowi dan Mufidah Kalla.

Ketika waktu hampir mendekati pukul 14.00 WIB, giliran pasangan calon presiden (capres) yang digadang-gadang oleh Partai Gerindra, Prabowo Subianto tiba bersama-sama dengan iring-iringan massa.

Ketua Dewan Pembina Partai Gerindra, Prabowo Subianto dan Ketua Umum Partai Amanat Nasional (PAN), Hatta Rajasa naik Lexus milik Prabowo Subianto dengan nomor polisi B 17 GRD.

Melalui sunroof yang dibuka, Prabowo Subianto-Hatta Rajasa menyalami ribuan simpatisan yang mengiringi keduanya bersama sejumlah pengurus partai di Koalisi Merah Putih.

Elite dan pesohor negeri yang mengantarkan kedua pasangan capres ke KPU, tegang berujung sorak-sorai saat nomor yang ditunggu-tunggu dibuka.

KPU menyediakan dua kotak kaca. Satu kotak berisi sepuluh bola-bola plastik bening berukuran kecil. Kotak lainnya berisi dua gulungan batik berbentuk tabung.

Komisioner KPU Hadar Nafis Gumay yang memandu proses pengundian nomor urut yang berlangsung dua tahap. Pada tahapan pertama, ia mempersilakan cawapres Hatta Rajasa dan cawapres Jusuf Kalla secara bersama mengambil satu bola-bola plastik. 

Cawapres yang mendapatkan kertas dalam bola dengan angka terbesar, maka capresnya mendapatkan kesempatan pertama mengambil nomor urut. JK ternyata mendapatkan bola-bola dengan kertas bernomor delapan. Sementara Hatta Rajasa mendapatkan kertas dengan nomor empat.

Maka, Ir. H. Joko Widodo yang akrab disapa ‘Jokowi’ menjadi capres pertama yang mengambil nomor urut. Gubernur DKI non-aktif itu tidak langsung serta-merta mengambil gulungan batik berisi nomor urut.

Menggunakan kemeja kotak-kotak yang identik dengan Pilkada DKI, mantan Wali Kota Solo tersebut, Jokowi memilih berdoa terlebih dahulu. Selama beberapa detik, ia memejamkan mata lalu mengambil gulungan batik.

Berbeda dengan Jokowi, Prabowo Subianto dengan cepat langsung mengambil gulungan batik yang tersisa. Setelah kedua-duanya memegang gulungan berisi nomor urut tersebut, Hadar Nafis Gumay mempersilakan keduanya membuka nomor urut secara bersamaan.

Lantai dua KPU mendadak ramai seketika saat kedua pasangan memperlihatkan nomor urut yang mereka peroleh.

Sontak, tim kampanye dan pengurus partai koalisi di setiap kubu mengeluarkan poster yang bergambar wajah pasangan calon lengkap dengan nomor yang sudah dipersiapkan.

Sorakan riuh rendah muncul dari bagian barat ruangan yang dihuni pendukung Prabowo Subianto-Hatta Rajasa.

Kubu barat yang diisi politisi seperti Anis Matta, Taufik Kurniawan, Fadli Zon, Ahmad Yani, MS Kaban, Aburizal Bakrie, Idrus Marham, itu kompak menyanyikan lagu 'Garuda di Dadaku'. Mereka juga meneriakkan angka satu sebagai angka kemenangan.

Kubu bagian timur yang diisi pendukung Jokowi-JK juga tak kalah heboh dan ramai. Beberapa kader koalisi pendukung dengan sigap membagikan logo Jokowi-JK bertuliskan angka 2 dengan tema 'Lebih Cepat Lebih Hebat'.

Elite partai dan pendukung Jokowi-JK seperti Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri, Muhaimin Iskandar, Sutiyoso, Luhut Panjaitan, Fahmi Idris, Teten Masduki, Anies Baswedan langsung berdiri. Dan melambai-lambaikan logo Jokowi-JK tersebut.

Dua pasangan calon kemudian memperoleh kesempatan untuk menyampaikan sambutan singkat. Prabowo Subianto yang mendapat giliran pertama menyampaikan ucapan terima kasih kepada Komisi Pemilihan Umum (KPU) dan menyatakan puas dengan nomor urut satu. “Kami bersyukur dapat nomor urut satu, (itu) simbol yang baik, lambang yang baik," cetus Prabowo Subianto usai penetapan nomor urut.

Ketua Dewan Pembina Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra) tersebut, Prabowo Subianto menyampaikan rasa terima kasih dan rasa syukurnya. Seraya berjanji akan berusaha sekeras mungkin untuk menciptakan perubahan lebih baik bagi rakyat Indonesia. “Kami akan bekerja keras, turun ke rakyat, dan pada akhirnya akan menghormati keputusan rakyat Indonesia,” tambah Prabowo Subianto.

Sementara itu, Jokowi dengan gaya khasnya menyampaikan pernyataan yang disambut sorak-sorai pendukungnya. Mantan Wali Kota Surakarta tersebut, Jokowi saat menyampaikan sambutan menyebut bahwa nomor dua adalah simbol keseimbangan. Keseimbangan itu terlihat dari sosok capres yang didampingi cawapres, lalu organ tubuh, seperti mata, telinga, tangan, yang memiliki bagian kanan dan kiri. Menurut Gubernur DKI Jakarta ‘non aktif’ ini, hal tersebut merupakan sebuah harmoni. “Angka 2 adalah simbol keseimbangan, ada capres, ada cawapres. Ada mata kanan, ada mata kiri. Ada telinga kanan, ada telinga kiri. Ada tangan kanan, ada tangan kiri. Semuanya harmoni dalam sebuah keseimbangan dan untuk menuju kepada Indonesia yang harmoni yang penuh keseimbangan. Pilihlah nomor dua," tutur Jokowi mengampanyekan nomor urutnya pada pemilihan presiden (pilpres) 9 Juli 2014 mendatang.

Dalam proses pengundian nomor, Prabowo Subianto-Hatta Rajasa memperoleh nomor urut 1, sementara itu Jokowi-JK nomor urut 2. Oleh karena itu, pasangan calon presiden (capres) dan calon wakil presiden (cawapres) Prabowo Subianto-Hatta Rajasa resmi menjadi peserta pemilihan umum presiden (pilpres) dengan nomor urut 1. Pasangan capres dan cawapres Ir. H. Joko Widodo-Jusuf Kalla mendapat nomor urut 2. (jos)

See Also

Ketika Ahli IT Dan Master Di Bidang Hukum Menolak Korupsi
Kami Peduli Kejahatan Pornografi
Ketua MUI Tak Sependapat Indonesia Bubar 2030
Mukernas II PPP Hasilkan Sejumlah Ketetapan
PAN Walk Out Dari Paripurna RUU Pemilu
Pengamat LIPI Sebut Fenomena Ahok Bikin Parpol Panik
Gubernur DKI Jakarta Tunggu Menteri Sebelum Konsep Baru Raperda Reklamasi
Fadli Zon Akan Sidak Lokasi RS Sumber Waras
Mekanisme Pemilihan CaGub Dan CaWaGub DKI Jakarta Dari PDIP
Presiden Joko Widodo Melantik Agus Widjojo Sebagai Gubernur Lemhannas
Ahok Kecam Cuitan Yusron Ihza Mahendra Yang Rasis
Bicara Kalimat Rasis, Kemlu Minta Yusron Ihza Mahendra Fokus Jalankan Tugas
Ahok Hadiri Pelantikan Pengurus Partai NasDem DKI Jakarta
Muhammadiyah Ingatkan Sistem Politik Tidak Boleh Memiskinkan Rakyat
Tujuh Rekomendasi Mukernas PKB
Agung Laksono Tegaskan Munaslub Partai Golkar Harus Oleh Tim Transisi
Setya Novanto Mundur
Mayoritas Anggota MKD DPR RI Putuskan Setya Novanto Langgar Kode Etik
Ibu Yang Dimarahi Ahok Soal KJP Mengadu Ke DPRD DKI Jakarta
MenkoPolhukam Bersaksi
Sejumlah Calon Petahana Menangkan Pilkada
Maroef Sjamsoeddin Ibaratkan Setya Novanto Seperti Henry Kissinger
Prabowo Subianto Juru Kampanye Maya Rumantir/Glenny Kairupan
Tiga Paslon Bupati Dan Wakil Bupati Blora Sampaikan Program Dan Visi Misi
Haedar Nashir Terpilih Menjadi Ketua Umum PP Muhammadiyah
jQuery Slider
Arsip :2019201820172016201520142013
  •    •    •    •  
Copyright © 2013-2014 Siar Batavia News. All rights reserved. Visit: 7.994.269 Since: 05.03.13 | 0.1699 sec