HAM

Katolik Roma Diserang, Ahmadiyah Ikut Khawatir

Friday, 30 Mei 2014 | View : 3420

YOGYAKARTA-SBN.

Suasana aman dan tenang yang selama ini dirasakan warga Ahmadiyah di Kota Yogyakarta terusik dengan peristiwa penyerangan sekelompok massa berjubah gamis terhadap jemaat Katolik Roma yang tengah menggelar doa Rosario bersama di Kabupaten Sleman pada Kamis (29/5/2014) petang.

Peristiwa penyerangan tanpa alasan jelas di rumah Direktur Penerbitan Galang Press itu, Julius Felicianus, mengakibatkan sejumlah orang terluka, termasuk pemilik rumah dan seorang wartawan elektronik dari Kompas TV, Michael Ariawan. Julius Felicianus juga menjadi korban. Kepalanya berdarah-darah. Menurut Julius Felicianus, pemukulan juga terjadi terhadap para peserta kegiatan doa di rumahnya. "Ibu-ibu juga ada yang dipukuli. Total ada 7 korban, salah satunya wartawan," beber dia.

Saat ini, kasus tersebut sudah ditangani kepolisian. Para saksi sudah dimintai keterangan. “Di Yogya, penyerangan itu seperti sebuah gerakan yang makin berani dan nekat jika benar itu dari organisasi radikal keagamaan. Lama-lama ini semakin mengkhawatirkan,” urai Sekretaris Gerakan Ahmadiyah Indonesia Kota Yogyakarta, Mulyono, kepada wartawan, Jumat (30/5/2014).

Sekretaris Gerakan Ahmadiyah Indonesia Kota Yogyakarta, Mulyono menuturkan penyerangan kelompok radikal ke tempat peribadatan selama ini bisa dikatakan jarang terjadi di Kota Yogyakarta, termasuk yang pernah dialami Ahmadiyah. “Karena Kanjeng Nabi pun selalu berpesan pada pasukannya, jangan pernah menyerang orang yang sedang berdoa sekali pun mereka tidak menyembah Allah,” jelas dia.

Namun, dengan peristiwa semalam, Mulyono menyatakan bukan kalangan minoritas atau terpinggir seperti Ahmadiyah saja yang seharusnya khawatir.

Umat mayoritas selayaknya juga merasa cemas lantaran aksi itu sudah brutal dan jauh dari nilai dan ajaran agama mana pun lantaran berani menyerang umat yang sedang beribadah. “Yang dipertaruhkan adalah sisi keamanan Yogyakarta dengan nilai keberagamannya. Hal itu akan ternoda jika peristiwa tersebut dibiarkan tanpa proses hukum,” terang dia.

Ahmadiyah di Yogyakarta sempat beberapa kali mengalami tekanan dari kelompok organisasi keagamaan garis keras, seperti Front Pembela Islam (FPI), dan lainnya. Namun, sejauh ini Mulyono menilai aksi itu tidak sampai mengancam atau berlarut-larut, apalagi sampai menganggu ibadah.

Warga Ahamdiyah berharap keberagaman Yogya dapat terjaga. Pelaku dapat mempertanggungjawabkan perbuatannya serta dapat diproses secara hukum. “Kami pun berharap keraton sebagai penjaga dalam aspek tata nilai kehidupan masyarakat DIY dapat turun tangan mengatasi persoalan agar tak berlarut-larut,” harap dia. (tem/jos)

See Also

Ridwan Kamil Tegaskan Organisasi Massa Dilarang Halangi Dan Hambat Ibadah
Ridwan Kamil Minta Maaf Soal Penghentian KKR Natal Stephen Tong
Menteri Agama Sayangkan Penghentian KKR Natal Stephen Tong Di Bandung
Teror Bom Di Gereja Katolik Medan
Tempat Ibadah Klenteng Harus Tertib Administrasi
Polisi Tetapkan 4 Tersangka Eksploitasi Anak Di Blok M
Rumah Ibadah Tak Punya IMB, Bukan Alasan Untuk Dibakar
Ormas Islam Bekasi Tolak Pembangunan Gereja Katolik Santa Clara
Ormas Islam Protes Perayaan Paskah Digelar Di Stadion
Pemkot Bekasi Relokasi Jemaat Gereja Beribadat Di Kuburan
Wali Kota Bogor Tegaskan Tidak Ada Pembongkaran Gereja GKI Yasmin
Qaraqosh Kota Kristen Terbesar Irak Dikuasai ISIS
ISIS Singkirkan Salib Dan Bakar Ribuan Manuskrip Kuno
Menteri Agama Sebut Ideologi ISIS Berlawanan Dengan Pancasila
HMI Sebut WNI Pendukung ISIS Adalah Pengkhianat Bangsa
Menteri Agama Minta Muslim Indonesia Tak Terpengaruh ISIS
Lukman Hakim Saifuddin Tak Resmikan Bahai Sebagai Agama
Televisi Lebanon Pakai Huruf Nun Demi Solidaritas Warga Kristen Irak
Militan ISIS Ledakkan Makam Nabi Yunus
Pemerintah Kaji Agama Baru Bahai
Militan ISIS Di Irak Bakar Gereja Berusia 1.800 Tahun Di Mosul
Milisi ISIS Kuasai Gereja Tertua Di Irak
Diultimatum ISIS, Warga Kristen Irak Dipaksa Masuk Islam Atau Dibunuh
Bupati Wonosobo Kritisi Kemenag Soal Kebebasan Beragama
Kapolri Larang Ibadah Di Rumah
jQuery Slider

Comments

Arsip :2016201520142013
  •    •    •    •  
Copyright © 2013-2014 Siar Batavia News. All rights reserved. Visit: 7.538.843 Since: 05.03.13 | 0.1445 sec