Politik

Partai Demokrat Sebaiknya Jadi Oposisi

JAKARTA-SBN.

Partai Demokrat (PD) dinilai lebih baik tetap netral atau bahkan mengambil peran oposisi dan tidak memihak kepada salah satu pasangan calon presiden (capres) dalam Pemilu presiden (pilpres) 9 Juli 2014 mendatang. Terlebih lagi, jika mendukung Ketua Dewan Pembina Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra), Prabowo Subianto sebagai calon presiden (capres).

Pengamat Politik dari Universitas Gadjah Mada (UGM) Yogyakarta, Arie Sudjito menilai wacana yang berkembang bahwa Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) dan PD akan merapat ke koalisi yang dibangun pasangan Prabowo Subianto-Hatta Rajasa merupakan sebagai ironi terbesar.

Pengamat Politik dari Universitas Gadjah Mada (UGM) Yogyakarta, Arie Sudjito menyarankan agar Partai Demokrat mengambil peran sebagai oposisi saja.

Pernyataan ini disampaikan terkait dengan wacana akan merapatnya Partai Demokrat (PD) ke pasangan Prabowo Subianto-Hatta Rajasa. Menurut dia, lebih baik SBY konsisten pada pernyataannya yang akan bersikap netral. "Apalagi, SBY sendiri pernah menyatakan kepada publik secara terbuka bahwa partainya siap menjadi oposisi. Ketika itu berubah lagi dan hendak bergabung ke Prabowo-Hatta maka hal itu akan jadi kekalahan selanjutnya, karena akan dinilai inkonsisten," jelas Arie Sudjito, Kamis (29/5/2014).

Arie Sudjito juga menyinggung soal Presiden SBY yang dianggapnya mengetahui tentang pemecatan Prabowo Subianto dari TNI di tahun 1998 terkait pelanggaran aturan kedisiplinan TNI, sebab saat itu Presiden SBY adalah bagian dari Dewan kehormatan Perwira (DKP). Sehingga harusnya Presiden SBY tidak merapat ke Prabowo Subianto. “SBY itu tentara, dia tahu persis bagaimana memegang Konstitusi dan disiplin. Dia tahu Prabowo dipecat. Tapi kok sekarang dia mau dukung Prabowo yang pernah dihukum. Ini ironi bagi SBY sebagai purnawirawan TNI,” tutur Arie Sudjito, Kamis (29/5/2014).

Menurut Arie Sudjito, sebagai seorang mantan prajurit TNI yang memegang teguh prinsip Sapta Marga, seharusnya koalisi PD tidak diarahkan pada capres yang melanggar aturan kedisiplinan. Sebab, Prabowo Subianto pernah dipecat TNI karena melanggar aturan kedisiplinan TNI itu.

Lebih lanjut, Arie Sudjito menyatakan apabila Presiden SBY dan PD mengarahkan koalisi ke pasangan Prabowo Subianto-Hatta Rajasa, maka itu menjadi kekalahan selanjutnya PD dari Partai Gerindra. “Mestinya, PD tak mengambil peran ke Prabowo, tapi kalau mau, konsisten saja netral dan siap menjadi oposisi,” tambah Arie Sudjito.

Apalagi, lanjutnya, SBY sendiri pernah menyatakan kepada publik secara terbuka bahwa partainya siap menjadi oposisi. Ketika itu berubah lagi dan hendak bergabung ke Prabowo Subianto, maka itu kekalahan selanjutnya karena akan dinilai inkonsisten.

Menurutnya, hal itu menandakan PD kembali gagal memiliki orientasi. Bila tak berani menjadi oposisi, imbuhnya, hal itu menandakan Demokrat kembali gagal memiliki orientasi.

Setelah tak laku dengan konvensi capresnya, harusnya saat ini dijadikan partai itu sebagai momentum membenahi partai, dan bukan malah bergabung ke kubu Prabowo Subianto-Hatta Rajasa. Setelah konvensi capresnya tidak laku, sambung Arie Sudjito, harusnya menjadi momentum Partai Demokrat untuk membenahi partai. "Kalau begitu (bergabung ke salah satu pasangan capres, maka citranya makin memburuk. Seharusnya Demokrat berani ambil resiko menguji diri jadi oposisi, dan itu lebih positif. Sudah jelas kok suara mereka mengalir ke Gerindra di Pileg 2014 lalu," tegasnya. (rep/jos)

See Also

Ketika Ahli IT Dan Master Di Bidang Hukum Menolak Korupsi
Kami Peduli Kejahatan Pornografi
Ketua MUI Tak Sependapat Indonesia Bubar 2030
Mukernas II PPP Hasilkan Sejumlah Ketetapan
PAN Walk Out Dari Paripurna RUU Pemilu
Pengamat LIPI Sebut Fenomena Ahok Bikin Parpol Panik
Gubernur DKI Jakarta Tunggu Menteri Sebelum Konsep Baru Raperda Reklamasi
Fadli Zon Akan Sidak Lokasi RS Sumber Waras
Mekanisme Pemilihan CaGub Dan CaWaGub DKI Jakarta Dari PDIP
Presiden Joko Widodo Melantik Agus Widjojo Sebagai Gubernur Lemhannas
Ahok Kecam Cuitan Yusron Ihza Mahendra Yang Rasis
Bicara Kalimat Rasis, Kemlu Minta Yusron Ihza Mahendra Fokus Jalankan Tugas
Ahok Hadiri Pelantikan Pengurus Partai NasDem DKI Jakarta
Muhammadiyah Ingatkan Sistem Politik Tidak Boleh Memiskinkan Rakyat
Tujuh Rekomendasi Mukernas PKB
Agung Laksono Tegaskan Munaslub Partai Golkar Harus Oleh Tim Transisi
Setya Novanto Mundur
Mayoritas Anggota MKD DPR RI Putuskan Setya Novanto Langgar Kode Etik
Ibu Yang Dimarahi Ahok Soal KJP Mengadu Ke DPRD DKI Jakarta
MenkoPolhukam Bersaksi
Sejumlah Calon Petahana Menangkan Pilkada
Maroef Sjamsoeddin Ibaratkan Setya Novanto Seperti Henry Kissinger
Prabowo Subianto Juru Kampanye Maya Rumantir/Glenny Kairupan
Tiga Paslon Bupati Dan Wakil Bupati Blora Sampaikan Program Dan Visi Misi
Haedar Nashir Terpilih Menjadi Ketua Umum PP Muhammadiyah
jQuery Slider
Arsip :2019201820172016201520142013
  •    •    •    •  
Copyright © 2013-2014 Siar Batavia News. All rights reserved. Visit: 7.538.487 Since: 05.03.13 | 0.1395 sec