Hukum

Wartawan Kompas TV Turut Jadi Korban Pemukulan Di Rumah Direktur Galang Press

Friday, 30 Mei 2014 | View : 1689

YOGYAKARTA-SBN.

Sekelompok massa berpakaian gamis menyerang dan merusak rumah warga, Direktur Penerbitan Galang Press Julius Felicianus (54 tahun) yang tengah melakukan ibadah doa rosario di Sleman, Yogyakarta, Kamis (29/5/2014) malam.

Penyerangan terjadi saat rumah tersebut digunakan untuk acara ibadat doa Rosario bersama warga di lingkungan sekitar. Penyerangan terjadi dua kali, yaitu sekitar pukul 20.30 WIB dan 21.20 WIB.

Aksi brutal kelompok orang tak dikenal itu juga menimpa Michael Ariawan, wartawan Kompas TV yang bermaksud meliput insiden tersebut. Selain satu orang luka, Julius Felicianus, pekerja media untuk Kompas TV wilayah DIY, Michael Ariawan yang datang meliput peristiwa itu ikut dikeroyok. Wartawan Kompas TV wilayah DIY, Michael Ariawan, turut menjadi korban pemukulan sekelompok orang yang melakukan penyerangan dirumah Direktur penerbitan Galang Press Julius Felicianus. Kamera milik pekerja media, Michael Ariawan atau sering dipanggil Mika juga sempat dirampas serta ikut dikeroyok. Mika juga terkena pukulan saat menyelamatkan kameranya. Selain mendapatkan penganiayaan, handycam atau kamera video miliknya juga dirampas oleh para pelaku penyerangan. “Kebetulan saya tinggal di dekat lokasi kejadian. Begitu mendengar ada keributan massa, saya langsung mendatangi lokasi. Tapi begitu mengambil gambar, saya dikeroyok dan kamera dirampas," ungkapnya.

Wartawan Kompas TV wilayah DIY, Michael Ariawan menuturkan, setelah mendapat kabar dari rekan-rekan wartawan soal penyerangan di rumah Julius Felicianus, dia langsung mendatangi rumah itu. "Rumah saya kebetulan dekat, jadi lebih cepat. Saat sampai di lokasi, pelaku perusakan sudah pergi. Hanya saya, Pak Julius, dan tiga rekannya di depan rumah," tutur dia.

Rumah Julius Felicianus berlokasi di kompleks perumahan STIE YKPN Nomor 07 Desa Tanjungsari, Kelurahan Sukoharjo Kecamatan Ngaglik, Sleman. Namun, lanjut Michael Ariawan, tak berselang lama, belasan orang yang mengendarai sepeda motor kembali datang ke rumah Julius Felicianus. Massa berpakaian gamis tersebut berteriak-teriak dan menghampiri Julius Felicianus.

Melihat kejadian itu, Michael Ariawan pun mengaku langsung mengambil handycam dan mengambil gambar. Saat itulah, ujar dia, beberapa orang berlari menghampirinya. "Kamu siapa? Wartawan?" ujar Michael Ariawan menirukan bentakan yang dia dapatkan kemudian.

Saat tahu bahwa Michael Ariawan adalah wartawan, empat orang di antara pelaku langsung merampas kameranya dan memukul dia. "Sudah bilang kalau wartawan, tetapi tetap muka saya dipukuli (oleh) sekitar empat orang," cerita Michael Ariawan. Setelah memukuli dirinya dan Julius Felicianus, sambung Michael Ariawan, para pelaku meninggalkan rumah itu.

Tepat pukul 10.00 WIB, wartawan Kompas TV Michael Ariawan yang menjadi menjadi korban pemukulan dan perampasan saat meliput aksi penyerangan di rumah Direktur penerbitan Galang Press melapor ke Mapolda DIY.

Michael Ariawan datang ke Mapolda DIY ditemani oleh Pimpinan Redaksi Kompas TV Yogi Arief Nugraha dan Kabiro Kompas TV DIY-Jateng Daeng Tanto. "Ke sini untuk melaporkan tindak kekerasan yang saya alami tadi malam," beber Michael Ariawan saat ditemui di Mapolda DIY, Jumat (30/5/2014).

Michael Ariawan mengungkapkan, selain melaporkan tindak penganiayaan yang dilakukan oleh para pelaku penyerangan, dia juga melaporkan aksi perampasan handycam miliknya. "Tindak perampasan juga saya laporkan," tegasnya.

Sementara itu, Pimpinan Redaksi Kompas TV Yogi Arief Nugraha mengatakan, kedatangannya ke Mapolda DIY untuk melaporkan aksi kekerasan terhadap salah satu wartawan Kompas TV. Pelaporan ini juga sebagai bentuk penolakan aksi kekerasan terhadap wartawan. "Kami secepatnya melapor agar kasus-kasus kekerasan terhadap jurnalis segera diatasi dengan tuntas sekaligus menangkap para pelakunya," ungkap Yogi Arief Nugraha.

Menurut Yogi Arief Nugraha, jika kasus-kasus seperti yang dialami oleh Michael Ariawan tidak segera ditindaklanjuti, maka akan membahayakan bagi kebebasan pers di Indonesia. Fokusnya adalah bagaimana kasus ini segera dibawa ke ranah hukum dan para pelakunya dapat segera terungkap dan diproses sesuai undang-undang. "Aksi kekerasan termasuk terhadap pers harus ditolak dan dilawan," tegasnya.

Sampai berita ini diturunkan, wartawan Kompas TV wilayah DIY, Michael Ariawan masih dimintai keterangan di ruang Dit Reskrim Polda DIY. (kom/jos)

See Also

Bareskrim Polri Tetap Usut Korupsi PD Sarana Jaya
KPK Perpanjang Penahanan Kadis PUPR Mojokerto
Bareskrim Polri Tahan 7 Tersangka Terkait Kasus Praktik Bank Gelap Hanson International
KPK Perpanjang Penahanan Dirut PT. CMI Teknologi Rahardjo Pratjihno
KPK Geledah Rumah Anggota DPRD Tulungagung
Kasus PT. Asuransi Jiwasraya (Persero), Kejagung Periksa 27 Saksi Pemilik Rekening Saham
KPK Geledah Gedung DPRD Tulungagung
KPK Periksa Direktur Utama PT. Antam (Persero) Tbk
KPK Akui Adanya Aturan Melarang Pimpinan Temui Pihak Terkait Perkara
Polda Jatim Segera Ungkap TPPU Kasus Investasi Bodong MeMiles
Polda Jatim Bidik TPPU Kasus Investasi Bodong MeMiles
Reynhard Sinaga Ditahan Di Sel Maximum Security
Universitas Manchester Cabut 2 Gelar Magister Reynhard Sinaga
Kolaborasi Bareskrim Dan BNN Amankan 250 Kg Ganja Di Jakarta
Kasus Investasi Bodong MeMiles Segera Dilimpahkan Ke Kejati Jatim
Kasus Investasi Bodong MeMiles, Polda Jatim Periksa Siti Badriah
KPK Sita Rumah Dan Mobil Mantan Bupati Cirebon
Jaksa Teliti Berkas Tersangka Kasus Novel Baswedan
KPK Periksa Komisioner KPU
Polri Selidiki Negara Rakyat Nusantara
Jaksa Agung Sebut Kasus Jiwasraya Merugikan Negara Rp 13,7 Triliun
Bea Cukai Berkoordinasi Dengan Polda Metro Jaya Tangani Kasus Penyelundupan
Pengacara Yang Sukses Mengadakan MoU Dengan Negara Lain
Polda Metro Jaya Tahan Para Tersangka Kasus Penculikan WN Inggris
Presiden Joko Widodo Resmi Lantik Idham Azis Sebagai Kapolri Baru
jQuery Slider

Comments

Arsip :20202019201820172016201520142013
  •    •    •    •  
Copyright © 2013-2014 Siar Batavia News. All rights reserved. Visit: 8.207.958 Since: 05.03.13 | 0.2298 sec