Hukum

Satu Pelaku Diduga Penyerang Rumah Direktur Galang Press Ditangkap

Friday, 30 Mei 2014 | View : 1034

YOGYAKARTA-SBN.

Kepala Polda (Kapolda) Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) Brigjen. Pol. Drs. R.M. Haka Astana M. Widya, S.H. yang sejak 8 April 2013 menjabat Kapolda DIY menggantikan Brigjen. Pol. Sabar Rahardjo menegaskan, akan sekuat tenaga membela serta memberikan keamanan kepada pekerja jurnalis di DIY.

Alumnus Akpol 1982 tersebut, Kapolda DIY, Brigjen Pol. Haka Astana juga menyatakan akan mengusut tuntas pelaku penyerangan rumah milik Direktur Galang Press dan perampasan handycam serta penganiayaan terhadap wartawan Kompas TV wilayah DIY, Michael Ariawan. “Dari hati paling dalam, saya akan membela mati-matian pekerja media. Termasuk memberikan keamanan ketika menjalankan tugasnya," tegas Kepala Polda DIY Brigjen Pol. Haka Astana saat ditemui di Mapolda DIY, Jumat (30/5/2014).

Alumnus PTIK 1989 ini, Brigjen Pol. Haka Astana menuturkan, berdasarkan keterangan dari para saksi di lapangan, selain melakukan perusakan dan penganiayaan, beberapa pelaku juga sempat memukul serta merampas handycam milik salah satu wartawan Kompas TV.

Terkait hal tersebut, pihaknya memastikan akan melakukan penyelidikan dan mencari pelaku-pelakunya. "Fakta hukum akan kita kejar. Jika beberapa orang terbukti telah memukul dan merampas maka hukum harus ditegakkan, kamera milik wartawan akan kita cari," tandas mantan Irbidjemen SDM Itwil V Itwasum Polri tahun 2011.

Kepolisian selalu berkomitmen memberikan keamanan kepada setiap warga masyarakat, tetapi perlu pula ada koordinasi yang baik. Salah satunya, masyarakat perlu memberikan informasi terkait kegiatan yang dilakukan di kampungnya. Dengan informasi tersebut pihak kepolisian dapat melakukan pengawasan. "Mbok kami diberikan informasi kalau ada kegiatan di kampung, biar bisa melakukan langkah-langkah antisipasi," pinta mantan Karojianstra SSDM Polri tahun 2011 ini.

Selama ini, Polda DIY selalu mengutamakan proses pencegahan awal salah satunya dengan melakukan pendekatan-pendekatan ke warga masyarakat. Namun jika sudah terjadi, maka akan dilakukan penegakan hukum. "Kita akan kembali berkoordinasi dengan pemerintah daerah dan beberapa tokoh masyarakat. Agar peristiwa serupa dapat diantisipasi sehingga tidak terulang kembali," tegas mantan Karo Pers Polda Metro Jaya tahun 2008.

Seperti diberitakan sebelumnya, Kamis (29/5/2014) malam, wartawan Kompas TV wilayah DIY Michael Ariawan menjadi korban pemukulan sekelompok orang yang melakukan penyerangan di rumah Direktur Penerbitan Galang Press Julius Felicianus (54 tahun). Selain dipukul, handycam miliknya dirampas oleh para pelaku penyerangan.

Satu orang yang diduga sebagai salah satu pelaku penyerangan rumah Direktur Galang Press Julius Felicianus (54 tahun), Kamis (29/5/2014) malam, diamankan oleh pihak kepolisian. "Langsung saya perintahkan untuk melacak para pelaku penyerangan dan meminta keterangan para saksi di lokasi," ungkap Kapolda DIY Brigjen Pol Haka Astana saat ditemui di Mapolda DIY, Jumat (30/5/2014).

Kapolda DIY, Brigjen Pol. Haka Astana mengungkapkan, berdasarkan keterangan para saksi dan korban, didapati beberapa nama pelaku penyerangan. Dari keterangan saksi itulah, pada Jumat (30/5/2014) pagi, pihak kepolisian menangkap satu orang yang diduga ikut melakukan penyerangan. "Inisialnya KH, diamankan oleh anggota pagi tadi," tegas mantan Kabag Bangdik Robangpers SDE SDM Polri tahun 2010.

Sampai dengan Jumat (30/5/2014) siang ini, pihak kepolisian secara intensif meminta keterangan KH terkait aksi penyerangan di rumah Direktur Galang Press Julius Felicianus di Kompleks Perum STIE YKPN No.07, Desa Tanjungsari, Kelurahan Sukoharjo, Kecamatan Ngaglik, Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), Kamis (29/5/2014) malam. "Masih terus kita mintai keterangan untuk melihat motif dan mengungkap pelaku-pelaku lainnya. Termasuk informasi ada orang yang menyuruh," tandas mantan Kapoltabes Yogyakarta Polda DIY tahun 2006.

Seperti diberitakan sebelumnya, sekelompok pria dengan berpakaian gamis mengobrak-abrik acara doa Rosario jemaat umat Katolik Roma, Santo Fransiskus Agung Gereja Banteng, yang tengah digelar di rumah Direktur Penerbitan Galang Press Julius Felicianus, Perum YKPN, Desa Tanjungsari, Kelurahan Sukoharjo, Kecamatan Ngaglik, Sleman, Yogyakarta, Kamis (29/5/2014) malam. Aksi penyerangan dan perusakan oleh sekelompok orang bergamis tersebut terjadi ketika rumah itu milik Julius Felicianus yang terletak di perumahan YKPN, Tanjungsari, Sukoharjo, Ngaglik, Sleman digunakan untuk melakukan acara ibadah doa Rosario bersama warga di lingkungan sekitar. Penyerangan terjadi sebanyak dua kali. Penyerangan pertama pada sekitar pukul 20.30 WIB dan kedua pada pukul 21.20 WIB. (kom/jos)

See Also

Keterangan Ahli Di Sidang Praperadilan Terkait Eksekusi Penahanan Matheus Mangentang
Peras Mantan Petinggi Polri, Hukuman Sisca Dewi Diperberat
LBH Ansor Jateng Apresiasi Penangkapan Cepat Polres Kebumen Terhadap Pelaku Kekerasan Seksual
Kapolres Bitung Perintahkan Pelaku Kejahatan Ditembak Di Tempat
Reserse Polres Bitung Bekuk Residivis Sadis Pembegal Motor
Satuan Reskrim Polres Bitung Tangkap Dua Tersangka Curanmor
Mahasiswa Unesa Sorot Penggunaan Dana Pembelian Mebel Di Kampus
KPK Tetapkan Dirut PT. Rohde And Schwarz Indonesia Sebagai Tersangka
KPK Akan Segera Periksa Saksi Dan Tersangka Suap KONI
KPK Cekal Robert Tantular Ke Luar Negeri
Tim Resmob Dan Tarsius Bitung Lumpuhkan Pencuri Kambuhan
Mahkamah Agung Hukum Alfian Tanjung 2 Tahun Penjara
Polda Jatim Duga Ada Kesalahan Teknis Proyek Berujung Jalan Gubeng Ambles
KPAI Apresiasi Langkah Cepat Polri Proses Bahar Bin Smith
Polri Sebut Penahanan Tersangka Bahar Bin Smith Murni Kasus Hukum
Polri Koordinasi Dengan LPSK Amankan 2 Remaja Korban Bahar Bin Smith
Usai OTT KPK, Kemenpora Lanjutkan Program SEA Games-Olimpiade
KPK Sita Miliaran Rupiah Terkait OTT Pejabat Kemenpora Dan KONI
Polri Kantongi Bukti Penganiayaan Oleh Bahar Bin Smith
KPK OTT Pejabat Kemenpora Dan Pengurus KONI
Polres Metro Jakarta Selatan Buru Pembunuh Perempuan Muda Di Kebagusan City
Pembunuh Keji Sopir Taksi Online Divonis 10 Tahun Penjara
Uang Pengganti E-KTP, KPK Sita Rp 862 Juta Dari Setya Novanto
Keterangan Ahli Ketua DPD KAI DKI Jakarta Pada Sidang Lanjutan Julius Lobiua
TNI AL Ringkus Pelaku Narkoba Di Tanjung Ahus
jQuery Slider

Comments

Arsip :2019201820172016201520142013
  •    •    •    •  
Copyright © 2013-2014 Siar Batavia News. All rights reserved. Visit: 7.537.471 Since: 05.03.13 | 0.1815 sec