HAM

Sekelompok Pria Bergamis Serang Rumah Direktur Galang Press

Friday, 30 Mei 2014 | View : 1190

YOGYAKARTA-SBN.

Sekelompok orang yang berpakaian gamis melakukan penyerangan rumah Direktur Galang Press, Julius Felicianus (54 tahun), Kamis (29/5/2014) malam sekitar pukul 21.30 WIB di daerah Besi atau Jalan Kaliurang yakni Perum YKPN, Desa Tanjungsari, Kelurahan Sukoharjo, Kecamatan Ngaglik, Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY). Sekelompok pria dengan berpakaian gamis tersebut mengobrak-abrik ketika tengah dilakukan acara doa bersama jemaat umat Katolik Roma, Santo Fransiskus Agung Gereja Banteng, yang digelar di rumah Julius Felicianus, Perum YKPN, Tanjungsari Desa Sukoharjo, Kecamatan Ngaglik, Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), Kamis (29/5/2014) malam.

Massa mengaku sebagai suruhan salah satu pemuka agama Islam.

Penyerangan dilakukan saat itu ibu-ibu sekitar 6 orang sedang menggelar doa rosario di rumah Julius Felicianus. “Kejadiannya berlangsung semalam. Waktu itu ibu-ibu sedang mengadakan ibadah rosario di rumah Julius," Elga Sarapung dari Interfidei Jogja saat dihubungi Okezone, Jumat (30/5/2014).

Tiba-tiba, delapan orang tak dikenal melakukan penyerangan dan mengobrak-abrik motor di halaman rumah Julius Felicianus. "Mereka juga sempat mengobrak-abrik motor-motor jemaat sehingga membuat motor-motor tersebut rusak," pungkas Elga Sarapung.

Informasi yang dihimpun Tribun Jogja (Group Tribunnews.com), kejadian bermula saat jemaat menggelar acara kebaktian rutin sekaligus peringatan Hari Kenaikan Isa Almasih. Sekitar pukul 20.30 WIB, segerombolan orang bergamis dengan mengendarai motor mendatangi rumah Julius Felicianus (54) yang menjadi tempat acara.

Sesampainya di lokasi, massa langsung melempari rumah dengan batu. Massa juga merusak motor milik jemaat yang terparkir di depan rumah. Tak hanya itu, massa kemudian memaksa untuk masuk ke dalam rumah dan bermaksud untuk membubarkan kegiatan doa tersebut.

Setelah puas, massa kemudian bermaksud meninggalkan lokasi. Namun sesampainya di ujung jalan kompleks perumahan, mereka berpapasan dengan pemilik rumah yang kebetulan baru pulang dari kantor.

Melihat pemilik rumah yang akan menuju rumah, massa menghadang dan langsung menghajar korban dengan batang besi dan kayu hingga terjatuh. Korban sempat diancam dengan senjata tajam jika menggelar kembali acara serupa. Beruntung, korban diselamatkan salah satu tetangganya yang mengaku berprofesi sebagai anggota Polda DIY.

Saat kejadian, Julius Felicianus tengah berada di kantornya. Dia segera pulang ke rumahnya ketika mendengar kabar ada penyerangan. "Saat itu saya sedang ada di kantor dan langsung pulang ke rumah," papar Julius Felicianus pada wartawan di rumahnya. "Saya pulang karena diberitahu ada sekelompok orang yang datang ke rumah dan melakukan perusakan. Tapi belum sampai ke rumah, saya sudah dihajar habis-habisan," sambung Julius Felicianus.

Setibanya di rumah, Julius Felicianus justru menjadi korban pengeroyokan. "Ada sekitar delapan orang yang mengeroyok saya, tapi saya lihat ada banyak orang yang menggunakan pakaian serupa dan membawa alat pemukul dan senjata tajam," urainya.

Dia diserang dengan menggunakan besi panjang di bagian bahunya. Akibat aksi brutal tersebut, korban bernama Julius Felicianus (54) menderita luka robek di bagian bahu hingga berdarah setelah dipukul benda keras. Korban juga mengalami luka lebam pada bagian muka dan mata. Akibat penyerangan tersebut, Julius Felicianus dan beberapa warga jemaat mengalami luka serius karena dipukuli dengan besi dan dilempar pot. "Ini tadi penyerangan, ini berdarah," katanya singkat.

Saat ini, semua korban sedang dirawat di Rumah Sakit Panti Rapih.

Warga sekitar lokasi merasa resah dan takut atas kejadian tersebut, sehingga sangat membutuhkan pengamanan dari aparat. Sejumlah personel polisi dan TNI menjaga lokasi penyerangan, Jumat (30/5/2014).

Anak dari pemilik rumah, Hendrikus Subandono Wisnu Jatmiko (22) menceritakan, saat kegiatan keagamaan sedang berlangsung, tiba-tiba datang sekelompok orang dengan menggunakan kendaraan bermotor. Mereka kemudian melakukan penyerangan terhadap peserta kegiatan. “Ada 4 orang mengalami luka di antaranya seorang wartawan yang kameranya dirampas. Sementara pemilik rumah, ayah saya, Julius mengalami luka parah di bagian kepala dan saat ini masih di rawat di RS," ungkap Hendrikus Subandono Wisnu Jatmiko ditemui dirumahnya.

Menurutnya, pelaku penyerangan berjumlah sekitar 8 orang. Kondisi rumah terlihat masih berserakan, kaca-kaca jendela yang pecah masih dibiarkan, pot-pot juga dibiarkan berserakan.

Julius Felicianus menduga penyerangan dilakukan oleh orang yang dikenalnya. Menurut Julius Felicianus, ada dua orang yang dikenalnya yang melakukan penyerangan. Sebabnya. dua orang dari penyerang teridentifikasi merupakan warga Ngaglik yang tinggal tidak jauh dari rumah Julius Felicianus di desa tersebut.

Kasus penganiayaan ini tengah ditangani kepolisian. Kejadian tersebut, saat ini masih dalam penyelidikan Polres Sleman. Petugas yang mendatangi lokasi langsung memasang garis polisi. Di teras rumah, warga dan aparat masih berkumpul. (tri/oke/jos)

See Also

Ridwan Kamil Tegaskan Organisasi Massa Dilarang Halangi Dan Hambat Ibadah
Ridwan Kamil Minta Maaf Soal Penghentian KKR Natal Stephen Tong
Menteri Agama Sayangkan Penghentian KKR Natal Stephen Tong Di Bandung
Teror Bom Di Gereja Katolik Medan
Tempat Ibadah Klenteng Harus Tertib Administrasi
Polisi Tetapkan 4 Tersangka Eksploitasi Anak Di Blok M
Rumah Ibadah Tak Punya IMB, Bukan Alasan Untuk Dibakar
Ormas Islam Bekasi Tolak Pembangunan Gereja Katolik Santa Clara
Ormas Islam Protes Perayaan Paskah Digelar Di Stadion
Pemkot Bekasi Relokasi Jemaat Gereja Beribadat Di Kuburan
Wali Kota Bogor Tegaskan Tidak Ada Pembongkaran Gereja GKI Yasmin
Qaraqosh Kota Kristen Terbesar Irak Dikuasai ISIS
ISIS Singkirkan Salib Dan Bakar Ribuan Manuskrip Kuno
Menteri Agama Sebut Ideologi ISIS Berlawanan Dengan Pancasila
HMI Sebut WNI Pendukung ISIS Adalah Pengkhianat Bangsa
Menteri Agama Minta Muslim Indonesia Tak Terpengaruh ISIS
Lukman Hakim Saifuddin Tak Resmikan Bahai Sebagai Agama
Televisi Lebanon Pakai Huruf Nun Demi Solidaritas Warga Kristen Irak
Militan ISIS Ledakkan Makam Nabi Yunus
Pemerintah Kaji Agama Baru Bahai
Militan ISIS Di Irak Bakar Gereja Berusia 1.800 Tahun Di Mosul
Milisi ISIS Kuasai Gereja Tertua Di Irak
Diultimatum ISIS, Warga Kristen Irak Dipaksa Masuk Islam Atau Dibunuh
Bupati Wonosobo Kritisi Kemenag Soal Kebebasan Beragama
Kapolri Larang Ibadah Di Rumah
jQuery Slider

Comments

Arsip :2016201520142013
  •    •    •    •  
Copyright © 2013-2014 Siar Batavia News. All rights reserved. Visit: 7.538.877 Since: 05.03.13 | 0.1468 sec