Politik

Anies Baswedan Gabung Tim Jokowi-JK

Saturday, 24 Mei 2014 | View : 736

JAKARTA-SBN.

Salah satu mantan peserta konvensi presiden Partai Demokrat (PD), Anies Rasyid Baswedan, Ph.D. resmi mendukung pasangan capres-cawapres Joko Widodo alias ‘Jokowi’ dan Jusuf Kalla dalam Pilpres 9 Juli mendatang. Anies Baswedan menyatakan turut bergabung dengan tim bakal calon presiden (capres) yang diusung oleh Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP), Gubernur DKI Jakarta, Ir. H. Joko Widodo yang akrab disapa ‘Jokowi’ dan bakal calon wakil presiden (cawapres) yang mantan Wakil Presiden Republik Indonesia (RI) periode 2004-2009, Jusuf Kalla. Anies Baswedan bergabung untuk mendukung Ir. H. Joko Widodo alias Jokowi dan Jusuf Kalla sebagai bakal pasangan capres-cawapres 2014.

Anies Baswedan menyatakan ia menyetujui undangan tersebut sebagai sebuah ikhtiar untuk mendorong orang baik mengelola pemerintahan. Menurut dia, dirinya menerima undangan untuk bergabung dengan tim Jokowi-JK sebagai ikhtiar turun tangan untuk mendorong orang baik dalam mengelola pemerintahan.

Penggagas Gerakan TurunTangan, Anies Baswedan mengatakan dirinya diundang oleh Tim Jokowi dan Jusuf Kalla untuk pemilihan presiden mendatang. Penggagas Gerakan TurunTangan, Anies Baswedan mengaku menerima undangan dari Tim Jokowi dan Jusuf Kalla untuk pemilihan presiden mendatang. “Saya menerima undangan dari Tim Jokowi-Jusuf Kalla untuk pilpres mendatang. Baik Pak Jokowi dan Pak JK masing-masing menghubungi saya untuk kepentingan tersebut," terang Anies Baswedan dalam keterangan siaran pers tim relawan yang dibentuknya "TurunTangan" di Jakarta, Kamis (22/5/2014).

Anies Baswedan mengaku keikutsertaannya dengan pasangan bakal capres-cawapres yang didukung Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP), Partai Nasional Demokrat (NasDem), Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), dan Partai Hati Nurani Rakyat (Hanura) itu, merupakan ikhtiar untuk mendukung pasangan yang dia nilai tepat untuk memimpin pemerintahan. Anies Baswedan menyetujui undangan tersebut sebagai sebuah ikhtiar untuk mendorong orang baik mengelola pemerintahan. "Saya mengiyakan undangan tersebut sebagai sebuah ikhtiar turun tangan ikut mendorong orang baik mengelola pemerintahan," jelasnya melalui siaran pers yang diterima wartawan, Kamis (22/5/2014).

Rektor Universitas Paramadina ini juga menyatakan alasannya menyanggupi undangan pasangan tersebut. Penggagas Gerakan Indonesia Mengajar ini mengatakan bahwa persetujuannya menerima undangan tersebut didasari oleh beberapa alasan yang menurutnya penting bagi kemajuan Republik ini.

Rektor Universitas Paramadina ini juga beralasan, dukungan ke Jokowi-JK karena pertimbangan negara ini membutuhkan suasana baru yang dimulai oleh tokoh baru yang dapat mengubah peta perpolitikan Tanah Air.

Tokoh kebaruan itu, sambung Anies Baswedan, ada pada sosok Jokowi. Jokowi, lanjut Anies Baswedan, akan padu jika dipasangkan dengan tokoh senior dan berpengalaman seperti Jusuf Kalla. "Saat ini yang dibutuhkan negeri ini adalah suasana kebaruan. Wajah baru yang dapat mengubah perpolitikan Indonesia,” ungkap moderator debat capres pada Pemilu 2009 lalu.

Salah satu peserta konvensi calon presiden dari Partai Demokrat Anies Baswedan mengatakan Joko Widodo dan Jusuf Kalla merupakan pasangan yang lebih tepat dalam menghadirkan kombinasi kebaruan dan terobosan. “Pasangan Jokowi-JK, Pak Jokowi adalah baru dan walau berpasangan dengan tokoh senior, (Jokowi-JK) adalah kombinasi pasangan yang lebih berpotensi menghadirkan kebaruan dan terobosan," tuturnya melalui siaran pers yang diterima wartawan, Kamis (22/5/2014).

Rektor Universitas Paramadina ini berpendapat bahwa hal yang paling dibutuhkan Indonesia pada saat ini adalah kebaruan apalagi setelah reformasi Indonesia telah berjalan lebih dari 15 tahun. Menurut Anies Baswedan setelah 15 tahun lebih reformasi berjalan, Indonesia memerlukan penyegaran. Perlu cara pandang baru, semangat baru, pendekatan baru, cara kerja baru, dan bahkan orang baru.

Baru memang bukan soal usia, walau memang usia muda sering diasosiasikan dengan baru. Kepemimpinan di pemerintahan perlu kebaruan.

Anies Baswedan melihat unsur kebaruan ini diperlukan untuk membuat terobosan dan membongkar berbagai kemacetan dalam pengelolaan negara ini.

Alasan Anies Baswedan memilih Jokowi-JK karena Indonesia perlu sosok pemimpin baru yang jejak rekamnya (track record) baik. Anies Baswedan juga menegaskan bahwa pilihannya tersebut juga didasari oleh pemikirannya bahwa unsur yang dibutuhkan saat ini adalah penegakan hukum. Anies Baswedan menambahkan, pilihannya itu juga karena pertimbangan bahwa karakter pemimpin yang dibutuhkan Indonesia saat ini adalah penegakan hukum seadil-adilnya. Bagi Anies Baswedan pilar penegakan hukum menjadi prioritas utamanya dalam menentukan pilihan.

Untuk itu, Anies Baswedan juga meminta masyarakat untuk memilih pemimpin yang memiliki rekam jejak yang baik serta memiliki visi yang baik pula dalam penegakan hukum. “Kita butuh pemimpin yang baru, yang ‘track record’nya (rekam jejak) baik, dan memiliki visi dalam penegakan hukum ke depan karena elemen tersebut yang paling utama saat ini," tegasnya dalam keterangan tertulis yang diterima di Jakarta, Kamis (22/5/2014).

Mantan Ketua Komite Etik KPK ini menegaskan bahwa pilihannya pada Jokowi-JK tersebut juga didasari oleh pertimbangan tersebut. Mantan Ketua Komite Etik KPK ini juga menegaskan bahwa pilihannya pada pasangan Jokowi-JK adalah pilihan pribadinya tanpa tekanan dari pihak manapun. Pilihannya untuk bergabung dengan Jokowi-JK, sambung dia, merupakan pilihannya sendiri serta tidak dapat dikatakan mewakili partai.

Mengenai statusnya sebagai mantan peserta konvensi Partai Demokrat (PD) secara kode etik politik bukan sebuah masalah. Hal ini dikarenakan Anies Baswedan adalah warga negara biasa yang diundang untuk mengikuti konvensi, ia bukan kader dari Partai Demokrat (PD).

Mengenai status dirinya sebagai mantan peserta konvensi Partai Demokrat (PD), Anies Baswedan menggarisbawahi dia tidak pernah menjadi kader partai tersebut. Sehingga, pilihannya untuk mendukung salah satu pasangan pilpres adalah bersifat bebas dan tidak dapat dipermasalahkan.

Sebagaimana diberitakan sebelumnya, pengamat politik dari Center for Strategic and International Studies (CSIS) James Kristiadi menyatakan tokoh pendidikan Anies Baswedan pantas mendampingi bakal capres dari PDIP, Ir. H. Joko Widodo yang akrab disapa ‘Jokowi’. "Jokowi punya platform revolusi mental yang pada intinya membangun watak dan karakter, kuncinya ada di pendidikan kalau begitu. Sekarang siapa yang paling mumpuni soal pendidikan, hanya Anies Baswedan," katanya dalam siaran pers yang diterima di Jakarta, Minggu (18/5/2014).

Menurut peneliti senior Center for Strategic and International Studies (CSIS), James Kristiadi, Anies Baswedan yang juga Rektor Universitas Paramadina merupakan tokoh paling pas mendampingi Jokowi mewujudkan revolusi mental itu.

Sebelumnya, Anies Baswedan mengatakan sudah saatnya pemerintah mengubah konsep pengentasan kemiskinan dengan fokus pada peningkatan kesejahteraan. "Pengentasan kemiskinan itu konsepnya harus diubah, bukan menurunkan kemiskinan, tetapi meningkatkan angka masyarakat sejahtera,” papar Penggagas Gerakan TurunTangan, Anies  Baswedan di Jakarta, Minggu (27/4/2014). Menurut dia, salah satu cara meningkatkan kesejahteraan adalah membantu masyarakat yang saat ini masih miskin dengan memberikan program bersubsidi. (tri/jos)

See Also

Ketika Ahli IT Dan Master Di Bidang Hukum Menolak Korupsi
Kami Peduli Kejahatan Pornografi
Ketua MUI Tak Sependapat Indonesia Bubar 2030
Mukernas II PPP Hasilkan Sejumlah Ketetapan
PAN Walk Out Dari Paripurna RUU Pemilu
Pengamat LIPI Sebut Fenomena Ahok Bikin Parpol Panik
Gubernur DKI Jakarta Tunggu Menteri Sebelum Konsep Baru Raperda Reklamasi
Fadli Zon Akan Sidak Lokasi RS Sumber Waras
Mekanisme Pemilihan CaGub Dan CaWaGub DKI Jakarta Dari PDIP
Presiden Joko Widodo Melantik Agus Widjojo Sebagai Gubernur Lemhannas
Ahok Kecam Cuitan Yusron Ihza Mahendra Yang Rasis
Bicara Kalimat Rasis, Kemlu Minta Yusron Ihza Mahendra Fokus Jalankan Tugas
Ahok Hadiri Pelantikan Pengurus Partai NasDem DKI Jakarta
Muhammadiyah Ingatkan Sistem Politik Tidak Boleh Memiskinkan Rakyat
Tujuh Rekomendasi Mukernas PKB
Agung Laksono Tegaskan Munaslub Partai Golkar Harus Oleh Tim Transisi
Setya Novanto Mundur
Mayoritas Anggota MKD DPR RI Putuskan Setya Novanto Langgar Kode Etik
Ibu Yang Dimarahi Ahok Soal KJP Mengadu Ke DPRD DKI Jakarta
MenkoPolhukam Bersaksi
Sejumlah Calon Petahana Menangkan Pilkada
Maroef Sjamsoeddin Ibaratkan Setya Novanto Seperti Henry Kissinger
Prabowo Subianto Juru Kampanye Maya Rumantir/Glenny Kairupan
Tiga Paslon Bupati Dan Wakil Bupati Blora Sampaikan Program Dan Visi Misi
Haedar Nashir Terpilih Menjadi Ketua Umum PP Muhammadiyah
jQuery Slider
Arsip :2019201820172016201520142013
  •    •    •    •  
Copyright © 2013-2014 Siar Batavia News. All rights reserved. Visit: 7.538.555 Since: 05.03.13 | 0.1793 sec