Politik

Juru Bicara Jokowi-JK: Amien Rais Provokasi Gunakan Sentimen Agama Samakan Pilpres Dengan Perang

Thursday, 29 Mei 2014 | View : 803

JAKARTA-SBN.

Ketua Majelis Pertimbangan Pusat Partai Amanat Nasional (PAN) Amien Rais dituding melakukan provokasi dengan menggunakan sentimen agama terkait pernyataannya tentang perlunya semangat ‘Perang Badar’ untuk memenangkan pasangan yang diusung Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra) Prabowo Subianto-Hatta Rajasa dalam pemilihan presiden (Pilpres) 9 Juli 2014 mendatang.

Pernyataan Ketua Majelis Pertimbangan Pusat Partai Amanat Nasional (PAN) Amien Rais yang juga merupakan tim sukses pasangan Capres-Cawapres Prabowo Subianto-Hatta Rajasa soal perlunya menggunakan spirit ‘Perang Badar’ dalam pemilihan presiden (pilpres) mendatang adalah provokasi yang tak pantas karena menggunakan sentimen agama. Sebab, kontestasi dalam pemilihan presiden (pilpres) ini bukanlah perang yang harus ada yang kalah dan terbunuh dan menang lalu pesta dan hura-hura. "Itu adalah provokasi yang tak pantas karena menggunakan sentimen agama, sebab kontestasi dalam pilpres ini bukanlah perang yang harus ada yang kalah dan terbunuh, lalu ada yang menang dan pesta dan hura-hura," kata Juru Bicara Capres-Cawapres Jokowi-JK, Abdul Kadir Karding, melalui pernyataan tertulis yang diterima wartawan di Jakarta, Kamis (29/5/2014).

Seperti dikabarkan sebelumnya, Ketua Majelis Pertimbangan Pusat Partai Amanat Nasional (PAN) Amien Rais mengatakan, PAN akan menggunakan mental ‘Perang Badar’ dalam menghadapi pemilu presiden (pilpres) ini.

‘Perang Badar’ merupakan perang besar pertama antara kaum Muslim yang dipimpin Nabi Muhammad SAW melawan kaum kafir Quraisy di Mekkah pada tahun kedua Hijriah. Kemenangan dalam perang itu menjadi titik tolak perkembangan Islam untuk selanjutnya.

Juru Bicara Capres-Cawapres Jokowi-JK, Abdul Kadir Karding, kepada wartawan di Jakarta, Kamis (29/5/2014), merespon pernyataan Amien Rais tersebut dengan bahasa yang diplomatis.

Abdul Kadir Karding yang juga Ketua DPP Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) itu menyatakan pilpres merupakan kontestasi untuk cita-cita besar membangun bangsa dan negara guna membangun dan meningkatkan kesejahteraan rakyat. Menurutnya, pemilihan presiden (Pilpres) ini bukanlah perang, tapi kontestasi untuk cita-cita besar membangun bangsa dan Negara guna membangun dan meningkatkan kesejahteraan rakyat. Ini adalah fastabiqul khoirot. Jangan menghadap-hadapkan rakyat dengan statement provokasi-provokasi yang mengadu domba rakyat. “Ini adalah `fastabiqul khoirot` (berlomba-lomba dalam kebaikan), bukan perang. Jangan menghadap-hadapkan rakyat dengan statemen provokasi-provokasi yang mengadu domba rakyat," terangnya.

Menurut Juru Bicara Jokowi-JK tersebut, Abdul Kadir Karding, tidak seharusnya Amien Rais yang sudah cukup terkenal menjadi tokoh nasional berfikir sektarian dan berbau SARA. "Karena harusnya semua pihak dan tokoh bangsa ini bisa menjadi katalisator bagi terciptanya suasana kondusif dalam pilpres 2014 mendatang. Apalagi dalam pemilu kali ini memang hanya ada 2 pasangan yang berkompetisi secara ketat," jelas Abdul Kadir Karding.

Apalagi, lanjut Abdul Kadir Karding, dalam pemilu kali ini memang hanya ada dua pasangan yang berkompetisi secara ketat, yakni Prabowo Subianto-Hatta Rajasa dan pasangan Joko Widodo-Jusuf Kalla.

Juru Bicara Jokowi-JK, Abdul Kadir Karding berharap kompetisi dalam pemilihan presiden (pilpres) mendatang berlangsung damai, sejuk dan bersahabat.

Pola-pola pendekatan berbau SARA, black campaign atau kampanye hitam, dan saling serang baik oleh Capres-Cawapres maupun tim sukses masing-masing harus dijauhi. Hal ini penting, sambung Abdul Kadir Karding, agar hasil pilpres mendatang benar-benar bisa menjadi pintu masuk kebangkitan Indonesia, karena berasal dari hasil yang damai dan berkualitas. “Hal ini penting agar hasil pilpres mendatang benar-benar bisa menjadi pintu masuk kebangkitan Indonesia karena berasal dari hasil yang damai dan berkualitas. Lebih baik capres dan cawapres serta para tim suksesnya untuk mengedepankan visi-misi dan gagasan serta komitmen membangun bangsa. Bukan mengedepankan serangan-serangan dan ‘black campaign’ yang tak mendidik dan memanaskan suasana pesta demokrasi kita,” papar Abdul Kadir Karding.

Seperti diberitakan, mantan Ketua Umum Partai Amanat Nasional tersebut, Amien Rais menilai 9 Juli mendatang sebagai Baratayuda politik. Baratayuda adalah istilah yang dipakai di Indonesia untuk menyebut perang besar di Kurusetra antara keluarga Pandawa melawan Kurawa. Perang ini merupakan pemuncak dari kisah Mahabharata dari India. “9 Juli itu semacam baratayuda politik. Serem. Di sini tapi mungkin kecil-kecilan. Tetapi saudara-saudaraku, kita harus khusnul yang bulat dan jangan ragu-ragu," urai Amien Rais dalam tausiahnya di acara Isra Mi’raj di Masjid Al-Azhar, Jalan Sisingamangaraja, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Selasa (27/5/2014).

Namun, Amien Rais tidak menjelaskan siapa Pandawa dan siapa Kurawa. Amien Rais menyebutkan bahwa dalam pemilihan presiden nantinya rakyat bisa melihat sebagai kesempatan untuk berperan dalam perubahan bangsanya. Dia menyerukan untuk memakai mental ‘Perang Badar’, yaitu perang umat muslim terhadap kaum Quraisy. “Kita pakai mental perang Badar, jangan pakai mental perang Uhud. Perang Uhud itu kan wanipiro? Kalau perang Badar nanti, yang penting kita bersatu sebagai bangsa. Siapapun pemenangnya nanti," imbau Amien Rais dalam acara Peringatan Isra Mi'raj di Komplek Masjid Al-Azhar, Jalan Sisingamangaraja, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, DKI Jakarta, Selasa (27/5/2014).

Selain itu, Amien Rais juga mengajak partai-partai Islam untuk duduk bersama. “Ini bukan akal-akalan Amien Rais. Tapi, alangkah indahnya kalau partai-partai Islam ini duduk bersama. Minta tolong masing-masing ulama NU, PKB, PKS, PAN, PPP duduk sebagai akhlakul kharimah untuk membentuk poros Indonesia rakyat yang kuat," tegasnya.

Dalam kesempatan ini juga, Amin Rais sempat memperkenalkan Forum Umat Islam Indonesia (FUII) yang baru dibentuknya. Forum yang menurutnya semacam sarasehan. "Saya dengan teman-teman kira-kira satu setengah jam yang lalu, membuat forum umat Islam indonesia, bukan kajian. Semacam sarasehan," tandasnya.

FUII sendiri menurut Amien Rais, terdiri dari teman-teman dari Partai Persatuan Pembangunan (PPP), Partai Keadilan Sejahtera (PKS), PKB, Partai Bulan Bintang (PBB), kemudian Partai Amanat Nasional (PAN), bahkan Partai Golongan Karya (Golkar). Untuk berkumpulnya, menurut Amien Rais, tempatnya berpindah-pindah.

Dalam peringatan Isra Mi'raj di Komplek Masjid Al-Azhar, Jakarta Selatan, bukan hanya Amien Rais mendampingi Hatta Rajasa saja yang hadir dalam acara Tablig Akbar di Masjid Al-Azhar, Jakarta. Dalam acara peringatan Isra Mi’raj ini hadir pula tokoh-tokoh pendukung bakal pasangan calon presiden (capres)-cawapres Prabowo Subianto-Hatta Rajasa, diantaranya hadir pula Ketua Umum Partai Bulan Bintang (PBB) M.S. Kaban, Ketua DPP PAN Zulkifli Hasan, Kivlan Zen, K.H. Abd Rasyid AS, K.H. Syuhanda Bahri, Habib Muchsin Alatas, K.H. Amliwazir, dan Prof. Dr. K.H. Said Aqil Siradj. Selain dari partai pendukung, ada juga Front Pembela Islam (FPI) dan Pengajian Politik Islam (PPI). (ant/tri/jos)

See Also

Ketika Ahli IT Dan Master Di Bidang Hukum Menolak Korupsi
Kami Peduli Kejahatan Pornografi
Ketua MUI Tak Sependapat Indonesia Bubar 2030
Mukernas II PPP Hasilkan Sejumlah Ketetapan
PAN Walk Out Dari Paripurna RUU Pemilu
Pengamat LIPI Sebut Fenomena Ahok Bikin Parpol Panik
Gubernur DKI Jakarta Tunggu Menteri Sebelum Konsep Baru Raperda Reklamasi
Fadli Zon Akan Sidak Lokasi RS Sumber Waras
Mekanisme Pemilihan CaGub Dan CaWaGub DKI Jakarta Dari PDIP
Presiden Joko Widodo Melantik Agus Widjojo Sebagai Gubernur Lemhannas
Ahok Kecam Cuitan Yusron Ihza Mahendra Yang Rasis
Bicara Kalimat Rasis, Kemlu Minta Yusron Ihza Mahendra Fokus Jalankan Tugas
Ahok Hadiri Pelantikan Pengurus Partai NasDem DKI Jakarta
Muhammadiyah Ingatkan Sistem Politik Tidak Boleh Memiskinkan Rakyat
Tujuh Rekomendasi Mukernas PKB
Agung Laksono Tegaskan Munaslub Partai Golkar Harus Oleh Tim Transisi
Setya Novanto Mundur
Mayoritas Anggota MKD DPR RI Putuskan Setya Novanto Langgar Kode Etik
Ibu Yang Dimarahi Ahok Soal KJP Mengadu Ke DPRD DKI Jakarta
MenkoPolhukam Bersaksi
Sejumlah Calon Petahana Menangkan Pilkada
Maroef Sjamsoeddin Ibaratkan Setya Novanto Seperti Henry Kissinger
Prabowo Subianto Juru Kampanye Maya Rumantir/Glenny Kairupan
Tiga Paslon Bupati Dan Wakil Bupati Blora Sampaikan Program Dan Visi Misi
Haedar Nashir Terpilih Menjadi Ketua Umum PP Muhammadiyah
jQuery Slider
Arsip :2019201820172016201520142013
  •    •    •    •  
Copyright © 2013-2014 Siar Batavia News. All rights reserved. Visit: 7.538.792 Since: 05.03.13 | 0.1807 sec