Hukum

Kasus SDA, Transaksi Mencurigakan

Monday, 26 Mei 2014 | View : 828

JAKARTA-SBN.

Kamis (22/5/2014), Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengumumkan penetapan Menteri Agama (Menag) yang juga Ketua Umum Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Suryadharma Ali sebagai tersangka kasus dugaan korupsi dalam penyelenggaraan haji Tahun Anggaran (TA) 2012-2013.

Menteri Agama (Menag) Suryadharma Ali disangka menyalahgunakan wewenangnya dan diduga memperkaya diri sendiri atau orang lain atau korporasi.

Suryadharma Ali diduga terlibat dalam penyelewengan akomodasi haji dengan total anggaran Rp 1 triliun, yang berasal dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) serta dari masyarakat.

Penyelidikan kasus dugaan korupsi dalam penyelenggaraan haji berawal dari laporan Pusat Pelaporan dan Analisi Transaksi Keuangan (PPATK) terkait transaksi mencurigakan dalam penyelenggaraan ibadah haji tahun 2012/2013 di Kementerian Agama (Kemenag).

Dalam laporan itu, terdapat transaksi mencurigakan atas nama Menteri Agama Suryadharma Ali (SDA), anggota DPR RI, dan sejumlah pejabat di Kementerian Agama (Kemenag). “Diterbitkannya LHA oleh PPATK, tentu ada dugaan TPPU,” kata Wakil Ketua PPATK, Agus Santoso melalui pesan singkat, pada Senin (26/5/2014).

Wakil Ketua PPATK, Agus Santoso menjelaskan LHA yang diserahkan kepada KPK tidak hanya mencakup transaksi mencurigakan pada periode penyelenggaraan haji Tahun Anggaran (TA) 2012-2013, namun juga sejak tahun 2004.

Harta kekayaan Suryadharma Ali melonjak naik setelah menjabat sebagai Menteri Agama (Menag) Republik Indonesia (RI).

Pada September 2012, empat tahun setelah Ketua Umum Partai Persatuan Pembangunan (PPP) itu diangkat Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) menjadi Menteri Agama (Menag), harta kekayaan Suryadharma Ali tercatat melonjak sampai Rp 7 miliar.

Harta kekayaan itu dilaporkan Suryadharma Ali ke Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) pada 4 September 2012. Ketika itu total harta dia mencapai Rp 24 miliar, naik drastis dibanding hartanya pada 2009 yang hanya Rp 17 miliar.

Seperti diberitakan, berdasarkan data Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN) yang dimiliki Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), peningkatan harta kekayaan SDA mencapai Rp 7 miliar. Berdasarkan laporan harta per tanggal 4 September 2012, total harta SDA sebesar Rp 24 miliar. Sedangkan, dari pelaporan sebelumnya tertanggal 17 Desember 2009, harta SDA sebesar Rp 17 miliar.

Kekayaan paling besar yang dimiliki Suryadharma Ali berasal dari harta tak bergerak berupa tanah dan bangunan yang nilainya mencapai Rp 19,8 miliar. Dia punya tanah di Jakarta Selatan, Kabupaten Bekasi, Kabupaten Bogor, hingga di Kabupaten Purwakarta.

Suryadharma Ali juga punya giro setara kas senilai Rp 3,6 miliar. Nilai itu melonjak tajam dibanding 2009 yang hanya Rp 666 juta. Bekas Menteri Koperasi dan Usaha Kecil Menengah itu juga punya pohon buah dan jati senilai Rp 170 juta. Harta senilai Rp 205 juta dia dapatkan dari kepemilikan logam mulia, batu mulia, barang seni dan antik.

Meskipun punya harta hingga Rp 24 miliar, Suryadharma Ali hanya melaporkan punya satu mobil ke KPK, yaitu Honda Jazz keluaran 2011 seharga Rp 190 juta.

Peneliti Pusat Kajian Anti Korupsi (Pukat) Universitas Gajah Mada (UGM), Hifdzil Alim mendesak KPK menjerat SDA dengan UU Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU).

Alasannya, dalam kurun waktu tiga tahun, yaitu tahun 2009-2012, lonjakan harta kekayaan SDA mencapai Rp 7 miliar. “Kami mendorong supaya segera diterapkan UU TPPU terhadap SDA,” ungkap Hifdzil Alim. (mer/jos)

See Also

Bareskrim Polri Tetap Usut Korupsi PD Sarana Jaya
KPK Perpanjang Penahanan Kadis PUPR Mojokerto
Bareskrim Polri Tahan 7 Tersangka Terkait Kasus Praktik Bank Gelap Hanson International
KPK Perpanjang Penahanan Dirut PT. CMI Teknologi Rahardjo Pratjihno
KPK Geledah Rumah Anggota DPRD Tulungagung
Kasus PT. Asuransi Jiwasraya (Persero), Kejagung Periksa 27 Saksi Pemilik Rekening Saham
KPK Geledah Gedung DPRD Tulungagung
KPK Periksa Direktur Utama PT. Antam (Persero) Tbk
KPK Akui Adanya Aturan Melarang Pimpinan Temui Pihak Terkait Perkara
Polda Jatim Segera Ungkap TPPU Kasus Investasi Bodong MeMiles
Polda Jatim Bidik TPPU Kasus Investasi Bodong MeMiles
Reynhard Sinaga Ditahan Di Sel Maximum Security
Universitas Manchester Cabut 2 Gelar Magister Reynhard Sinaga
Kolaborasi Bareskrim Dan BNN Amankan 250 Kg Ganja Di Jakarta
Kasus Investasi Bodong MeMiles Segera Dilimpahkan Ke Kejati Jatim
Kasus Investasi Bodong MeMiles, Polda Jatim Periksa Siti Badriah
KPK Sita Rumah Dan Mobil Mantan Bupati Cirebon
Jaksa Teliti Berkas Tersangka Kasus Novel Baswedan
KPK Periksa Komisioner KPU
Polri Selidiki Negara Rakyat Nusantara
Jaksa Agung Sebut Kasus Jiwasraya Merugikan Negara Rp 13,7 Triliun
Bea Cukai Berkoordinasi Dengan Polda Metro Jaya Tangani Kasus Penyelundupan
Pengacara Yang Sukses Mengadakan MoU Dengan Negara Lain
Polda Metro Jaya Tahan Para Tersangka Kasus Penculikan WN Inggris
Presiden Joko Widodo Resmi Lantik Idham Azis Sebagai Kapolri Baru
jQuery Slider

Comments

Arsip :20202019201820172016201520142013
  •    •    •    •  
Copyright © 2013-2014 Siar Batavia News. All rights reserved. Visit: 8.199.306 Since: 05.03.13 | 0.2443 sec