Nasional

Kampung Deret Ala Jokowi Mengundang Decak Kagum

Monday, 26 Mei 2014 | View : 1409

JAKARTA-SBN.

Keberhasilan Gubernur DKI Jakarta Ir. H. Joko Widodo yang akrab disapa ‘Jokowi’ membangun kampung deret mendapat apresiasi dari banyak kalangan. Tidak hanya dari para penghuni dan pengamat tata kota karena ide tersebut dianggap brilian, beberapa kepala daerah juga menyampaikan apresiasinya. “Ini kampung deret menurut saya ide brilian. Karena apa? Karena suatu upaya dalam rangka membenahi keadaan kampung-kampung khususnya di kota Jakarta yang amat padat,” kata Gubernur provinsi Kalimantan Tengah (Kalteng) Agustin Teras Narang, Minggu (25/5/2014).

Gubernur provinsi Jawa Tengah (Jateng), Ganjar Pranowo menambahkan sudah tentu apa yang positif dari pembangunan di suatu daerah, termasuk di Jakarta, bisa menjadi inspirasi bagi daerah lain.

Kampung Deret Petogogan, di Kebayoran Baru Jakarta Selatan adalah salah satu wujud kebijakan Gubernur DKI Jakarta Ir. H. Joko Widodo yang akrab disapa ‘Jokowi’ yang cukup brilian.

Selain di Petogogan, kampung deret juga sudah dibangun di era kepemimpinan Jokowi-Ahok. Khusus Kampung Deret di Petogogan, diketahui terdapat sekitar 134 rumah yang tadinya sebagai pemukiman kumuh.

Lokasi Kampung Deret berada di belakang Kantor Walikota Jakarta Selatan, pemukiman warga yang dihuni empat  Rukun Tangga di wilayah itu berada di tengah-tengah komplek pemukiman warga, dulu terlihat kumuh kini tampak tertata rapih.

Bukan hanya di Petogogan, Gubernur DKI Jakarta Ir. H. Joko Widodo juga berencana membangun sekitar 74 titik kampung deret diseluruh DKI Jakarta. Pembangunan dilakukan dalam rangka menata pemukiman warga yang kumuh menjadi lebih baik, lebih bersih, dan lebih tertata rapih.

Terkait dengan pembangunan kampung deret ini, Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo mengapresiasi sebagian pembangunan kampung deret yang telah rampung di Kelurahan Cilincing, Jakarta Utara. Ia berharap dengan adanya program ini, membuat Jakarta bebas dari pemukiman kumuh. “Semoga di Jakarta tidak ada lagi kampung kumuh,” tutur Ir. H. Joko Widodo atau akrab disapa Jokowi saat memberikan sambutan di depan ratusan warga Cilincing, Jakarta Utara, Kamis (8/5/2014).

Mantan Wali Kota Solo tersebut, Jokowi mengatakan selama ini banyak yang meragukan program kampung deret. Sebab, yang ada di benak warga saat itu ada upaya penggusuran terlebih dahulu sebelum dibangun kampung deret.

“Tahun kemarin waktu kita mau ubah kampung deret. Siapa yang mau daftar? Pada takut kan soalnya pada mikirnya digusur. Padahal mau diperbaiki. Satu rumah dapet Rp 54 juta jadi rumah bagus," ucap mantan Wali Kota Solo ini.

Namun, lanjut Jokowi, setelah program kampung deret itu dilaksanakan, ternyata banyak warga yang mengapresiasi langkah Pemprov mengentaskan pemukiman kumuh di Jakarta itu. Bahkan, Jokowi mengungkapkan banyak warga yang ingin pemukimannya diubah dengan program kampung deret ini.

“Setelah melihat hasilnya, banyak yang marah ke saya. Saya kok tidak diberi pak? Padahal dulu dia yang nolak. Tapi di Cilincing ndak kayak gitu. Mungkin di tempat lain," tutur Jokowi.

Mantan Wali Kota Solo ini, Jokowi sebelumnya mengungkapkan keyakinannya bahwa konsep pembenahan permukiman kumuh menjadi kampung deret dapat diterapkan di provinsi lain di seluruh Indonesia.

Menurut Jokowi, yang perlu diperhatikan adalah kesesuaian antara desain kampung deret dengan karakter serta identitas warga yang tinggal di suatu daerah. Jadi, sambung dia, jangan sampai kedua hal itu diabaikan sehingga tujuan pembenahan permukiman kumuh malah tidak tercapai.

“Misalnya di masyarakat yang hidup dari pertanian desain rumah gimana, yang hidup dari laut gimana. Apa rumah panggung atau tidak, dindingnya tembok atau kayu,” ungkapnya.

Menurut mantan Wali Kota Surakarta tersebut, Jokowi, yang paling penting dari konsep tersebut yakni membawa warga dari yang biasa hidup di tempat yang kumuh dan tidak layak ke tempat bersih, teratur, dan sehat. (mer/jos)

See Also

Seleksi Program Magang Ke Jepang, PPMKP Adakan Pelatihan Petani Muda Di P4S Al Mawaddah
Demi Meriahkan Penutupan TMMD Grup Seni Kentongan Berlatih Hingga Larut Malam
Agar Lebih Dekat Dengan Warga, Satgas TMMD Juga Ikut Ronda Malam
Arswendo Atmowiloto Meninggal Dunia
Ini Talud TMMD Versi Tentara Kodim 0716/Demak
Jalan TMMD Akan Buka Jalur Alternatif Sumberejo
Ketika Para Santri Ikut Bekerja Di Lokasi TMMD
Senang Bisa Bekerja Dengan Pak Tentara
Luangkan Waktu Cek Lokasi TMMD
Terus Didengungkan TMMD Kalikondang Ke Seantero Demak
Tiada Hari Tanpa Sosialisasi TMMD
Progres Pekerjaan Talud TMMD Menggembirakan
Galang Kekuatan Kaum Muda Untuk Sukseskan TMMD Kalikondang
Sortir Material TMMD Dilakukan Sejak Dari Toko
Sudah Tersusun Jadwal Kerja Bhakti Warga Di TMMD
Terima Kasih Sejumlah RTLH Warga Saya Sudah Mulai Dibangun TNI
Terus Dipoles Lapangan Untuk Upacara Pembukaan TMMD
Ajari Anak-Anak Di Desa TMMD Tentang Kebersihan Lingkungan
Permudah Media Akses Berita, Dirikan Posko Penerangan Di Lokasi TMMD
Balai Desa Kalikondang Disiapkan Sebagai Poskotis TMMD Reguler Ke-105
Sosok Tenaga Teknis Yang Akan Menyukseskan TMMD
Maturnuwun Pak Tentara, Jalan Beton Ini Sudah Ditunggu Warga
Excavator Menjadi Pusat Perhatian Anak-Anak Pada TMMD Kodim 0716/Demak
Pedagang Es Tebu Raup Untung, Berkat TMMD
Dibalik Layar TMMD Reg Ke-105 Kodim 0716/Demak
jQuery Slider
Arsip :2019201820172016201520142013
  •    •    •    •  
Copyright © 2013-2014 Siar Batavia News. All rights reserved. Visit: 7.538.561 Since: 05.03.13 | 0.1393 sec