Politik

Suhardiman Yakin Jokowi-JK Bawa Indonesia Lebih Baik

Tuesday, 27 Mei 2014 | View : 1339

JAKARTA-SBN.

Calon wakil presiden (Cawapres) yang juga mantan Ketua Umum Partai Golongan Karya (Golkar) dan mantan Wakil Presiden RI periode 2004-2009, Jusuf Kalla secara khususnya berkunjung ke kediaman rumah salah seorang pendiri Partai Golongan Karya (Golkar) dan pendiri Sentra Organisasi Karyawan Swadiri (SOKSI), Prof. Suhardiman untuk bersilaturahmi sekaligus meminta doanya untuk maju sebagai calon wakil presiden (cawapres) berpasangan dengan calon presiden (capres) yang diusung oleh Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP), Ir. H. Joko Widodo.

Salah seorang pendiri Partai Golongan Karya (Golkar) dan pendiri Sentra Organisasi Karyawan Swadiri (SOKSI), Prof. Suhardiman berharap dalam jangka waktu 100 tahun setelah kemerdekaannya, Indonesia bisa kembali kejayaan. Kini tersisa sekitar 30 tahun lagi sebelum ulang tahun kemerdekaan yang ke-100.

Kepada wartawan disela-sela kunjungan Calon Wakil Presiden (Cawapres), Jusuf Kalla, di kediamannya, di Cilandak, Jakarta Selatan, Senin (26/5/2014), Suhardiman menyinggung soal kejayaan Amerika Serikat yang diraih di abad 20 atau sekitar 250 tahun pascakemerdekaannya. Begitu pun sejumlah negara di belahan benua Eropa yang bangkit pasca revolusi Industri. "Indonesia seharusnya tidak butuh dua ratus lima puluh tahun, mudah-mudahan pak JK dan pak Jokowi (Joko Widodo), bisa mewujudkannya," tegasnya.

Dalam kesempatan tersebut, salah seorang pendiri Partai Golkar tersebut, Prof. Suhardiman juga menyatakan dukungannya terhadap pasangan Calon Presiden (capres) Ir. H. Joko Widodo yang akrab disapa ‘Jokowi’ dan Calon Wakil Presiden (cawapres) Jusuf Kalla yang dinilai akan mampu membawa bangsa Indonesia lebih baik dan maju. Salah satu pendiri Partai Golongan Karya (Golkar) tersebut, Prof. Suhardiman mengaku mendukung penuh pencalonan Ir. H. Joko Widodo dan Jusuf Kalla dalam Pemilihan Umum Presiden dan Wakil Presiden, 9 Juli 2014 mendatang. “Saya sebagai pendiri SOKSI dan pendiri Partai Golkar yang masih hidup yakin kalau pasangan capres Jokowi dan Jusuf Kalla bisa membawa bangsa Indonesia menyongsong hari depan yang lebih baik dan maju," kata pendiri Sentra Organisasi Karyawan Swadiri (SOKSI) Prof. Suhardiman saat menerima kunjungan Cawapres Jusuf Kalla di kediaman rumahnya, Jakarta, Senin (26/5/2014).

Prof. Suhardiman menganggap pasangan Jokowi-JK tepat memimpin Indonesia lima tahun ke depan.

Purnawirawan TNI Angkatan Darat itu juga menyatakan harapannya kepada JK, jika pasangan Jokowi-JK menang agar kejayaan itu setidaknya mulai dicicil dalam lima tahun mendatang.

JK yang berada disebelah Suhardiman menyatakan kesediaannya memenuhi permintaan Suhardiman. Ia percaya dengan pengalamannya di pemerintahan sejak era Abrurrahman Wahid (Gus Dur) dengan digabungkan dengan pengalaman Gubernur DKI Jakarta, Jokowi, maka akan membentuk pemerintahan yang berkekuatan.

Mantan Ketua Umum DPP. Partai Golkar itu juga menyebutkan bahwa saat Suhardiman masih aktif berpolitik, pernyataannya ditunggu-tunggu banyak orang karena bisa mempengaruhi kebijakan presiden dan pejabat lainnya. “Pak Suhardiman ini dulu disebut dukun politik," tutur JK dengan nada bercanda.

Suhardiman juga menjelaskan dirinya melihat pasangan Capres Jokowi-JK seperti yang diramalkan oleh Joyoboyo sebagai "Satrio Pininggit". Menurutnya Jokowi yang diusung sebagai calon presiden itu, ciri-cirinya mirip dengan "Satrio Piningit," yang diramalkan Joyoboyo akan memimpin Indonesia. Menurut Suhardiman, Jokowi adalah sosok Satrio Piningit yang diramalkan Joyoboyo dalam karyanya, akan membawa kemajuan bagi Nusantara. “Satrio Piningit itu kan adalah seseorang yang memulai dari bawah. Saya sudah mencari tahu itu dan seperti Jokowi adalah orang yang memulai dari bawah," beber Suhardiman.

Menurut Suhardiman ciri-ciri "Satrio Pininggit" adalah orang yang dalam bahasan Jawanya "Kesandung kesampar" yakni orang dari desa yang terlunta-lunta untuk bisa naik menjadi pemimpin. "Jokowi itulah gambaran ‘satrio piningit’ yang ‘kesandung-kesampar’ tadi," terang Suhardiman.

Hal tersebut diungkapkan Suhardiman disela menerima kunjungan Jusuf Kalla di kediamannya, Cilandak, Jakarta, Senin (26/5/2014).

Dalam ramalannya, Joyoboyo mengatakan Indonesia akan dipimpin seorang yang sering keluar masuk penjara, sosok itu adalah presiden pertama RI, Bung Karno. Setelahnya Indonesia akan dipimpin seorang berwibawa, dan sosok itu adalah Soeharto. “Saya mendoakan supaya (Jokowi-JK) sukses bisa membawa Indonesia," tandas Suhardiman yang sempat dijuluki "Dukun Politik" itu.

Lebih lanjut, Prof. Suhardiman menilai pasangan Jokowi-Jusuf Kalla merupakan perpaduan yang pas untuk memimpin bangsa Indonesia.

Suhardiman mengklaim, dukungannya kepada Jokowi-JK akan diikuti kader-kader Partai Golongan Karya (Golkar) lainnya yang loyal kepadanya. Kendati secara organisasi Partai Golkar mendukung pasangan Prabowo Subianto dan Hatta Rajasa. “Biasanya jikalau saya yang pendiri SOKSI dan juga pendiri Golkar sudah mendukung, nanti para kader akan mengikutinya," paparnya.

JK sendiri dalam berbagai kesempatan menegaskan kader Partai Golongan Karya (Golkar) akan mendukung sesama kader partai yang maju dalam pemilihan presiden. “Golkar ya Golkar. Kader Partai Golkar memilih kader Partai Golkar, bekas Ketua Umumnya, bukan memilih Ketua Umum partai lain,” ucap Jusuf Kalla yang pernah menjadi Ketua Umum Partai Golkar.

Sementara dengan cawapres M. Jusuf Kalla, Suhardiman mengaku sudah kenal lama dan sangat mengenal karakter dan pola kepemimpinannya. "Jadi adalah tepat kalau JK berdampingan dengan Jokowi," tandas Suhardiman.

Sementara cawapres Jusuf Kalla mengaku sangat berterima kasih atas dukungan penuh pendiri SOKSI Suhardiman. "Ini memberikan semangat kami (Jokowi-JK) untuk maju, karena tokoh utama Golkar (Suhardiman) telah dengan sepenuh hati mendukung kami. Dan nanti akan diikuti para kader," ucap Jusuf Kalla. (ant/jos)

See Also

Ketika Ahli IT Dan Master Di Bidang Hukum Menolak Korupsi
Kami Peduli Kejahatan Pornografi
Ketua MUI Tak Sependapat Indonesia Bubar 2030
Mukernas II PPP Hasilkan Sejumlah Ketetapan
PAN Walk Out Dari Paripurna RUU Pemilu
Pengamat LIPI Sebut Fenomena Ahok Bikin Parpol Panik
Gubernur DKI Jakarta Tunggu Menteri Sebelum Konsep Baru Raperda Reklamasi
Fadli Zon Akan Sidak Lokasi RS Sumber Waras
Mekanisme Pemilihan CaGub Dan CaWaGub DKI Jakarta Dari PDIP
Presiden Joko Widodo Melantik Agus Widjojo Sebagai Gubernur Lemhannas
Ahok Kecam Cuitan Yusron Ihza Mahendra Yang Rasis
Bicara Kalimat Rasis, Kemlu Minta Yusron Ihza Mahendra Fokus Jalankan Tugas
Ahok Hadiri Pelantikan Pengurus Partai NasDem DKI Jakarta
Muhammadiyah Ingatkan Sistem Politik Tidak Boleh Memiskinkan Rakyat
Tujuh Rekomendasi Mukernas PKB
Agung Laksono Tegaskan Munaslub Partai Golkar Harus Oleh Tim Transisi
Setya Novanto Mundur
Mayoritas Anggota MKD DPR RI Putuskan Setya Novanto Langgar Kode Etik
Ibu Yang Dimarahi Ahok Soal KJP Mengadu Ke DPRD DKI Jakarta
MenkoPolhukam Bersaksi
Sejumlah Calon Petahana Menangkan Pilkada
Maroef Sjamsoeddin Ibaratkan Setya Novanto Seperti Henry Kissinger
Prabowo Subianto Juru Kampanye Maya Rumantir/Glenny Kairupan
Tiga Paslon Bupati Dan Wakil Bupati Blora Sampaikan Program Dan Visi Misi
Haedar Nashir Terpilih Menjadi Ketua Umum PP Muhammadiyah
jQuery Slider
Arsip :2019201820172016201520142013
  •    •    •    •  
Copyright © 2013-2014 Siar Batavia News. All rights reserved. Visit: 7.539.452 Since: 05.03.13 | 0.1983 sec