Nasional

Tak Terima, Pengacara Udar Pristono Geruduk Balai Kota DKI Jakarta

Monday, 26 Mei 2014 | View : 1792

JAKARTA-SBN.

Kedatangan Tim Penasihat Hukum mantan Kepala Dinas Perhubungan (Kadishub) Pemprov DKI Jakarta Udar Pristono dari Eggi Sudjana & Partners Advocates and Counsellor at Law untuk bertemu dengan Wakil Gubernur DKI Basuki Tjahaja Purnama yang akrab disapa ‘Ahok’ tak terpenuhi.

Sebanyak tiga penasihat hukum Udar Pristono, yaitu Razman Arif, Feldi Taha, dan Hasan Basri mendatangi ruang kerja kantor Wakil Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok di lantai 2, Balai Kota DKI, Jakarta. Ketiganya datang sekitar pukul 13.00 WIB, Senin (26/5/2014).

Ketika mereka datang pun, Basuki Tjahaja Purnama sedang memimpin rapat dengan beberapa SKPD Pemprov DKI Jakarta di ruang kerjanya.

Karena tak bisa bertemu, dua pengacara Udar Pristono itu memaksa masuk ke dalam ruang kantor Basuki Tjahaja Purnama. Padahal mantan Bupati Belitung Timur itu masih mengadakan rapat.

Setibanya di depan ruang kerja Wakil Gubernur DKI Jakarta, keduanya langsung dihadang oleh salah satu staf pribadi Basuki Tjahaja Purnama, bernama Sakti Budiono. Ketika diminta untuk bertemu dengan mantan Bupati Belitung Timur, Sakti Budiono menjawab, Wakil Gubernur DKI Jakarta belum bisa menemui mereka karena masih banyak agenda rapat yang harus dipimpinnya. “Bapak masih ada rapat. Kalau mau tunggu silakan," kata ajudan Ahok, Sakti Budiono, Senin (26/5/2014).

Mendengar alasan itu, Razman Arief langsung emosi. "Ini lebih penting ketimbang urusan Ahok. Kalau Warga Negara Indonesia (WNI) dihina saja Presiden harus bertanggung jawab," ucap advokat Razman Arif.

Sontak salah satu penasihat hukum Udar Pristono, Razman Arif menanyakan status Sakti Budiono yang berusaha menghalang-halangi mereka. Razman Arif merasa tersinggung dengan pernyataan staf pribadi Basuki Tjahaja Purnama tersebut.

“Anda ini siapa sih? Anda PNS bukan? Anda tidak berhak melarang kami. Kami hanya mau bertemu dengan Wakil Gubernur yang bernama Ahok,” teriak Razman Arif dengan nada tinggi.

“Saya staf pribadinya. Saya menyampaikan apa yang Bapak (Ahok) katakan kepada saya,” jawab Sakti Budiono.

“Sudah, panggil sana, jangan larang kami masuk,” seru Razman Arif.

Namun tetap saja ketiga penasihat hukum Udar Pristono ini tidak diizinkan masuk. Petugas pengamanan dalam (pamdal) di ruang kerja Wakil Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama tidak mau membukakan pintu kantor Wakil Gubernur DKI Jakarta.

Akibatnya, ketiga penasihat hukum Udar Pristono marah-marah dengan berteriak-teriak. Sedangkan Sakti Budiono dan petugas pamdal lainnya tidak bisa berbuat apa-apa untuk menghentikan kemarahan mereka.

Advokat Razman Arif menegaskan bahwa niat tim penasihat hukum mendatangi Basuki Tjahaja Purnama adalah untuk mengklarifikasi ucapan mantan anggota Komisi II DPR RI tersebut sebelumnya. Dia tak terima dengan penjelasan mantan Bupati Belitung Timur tersebut. "Ahok bilang kalau mau cari ribut saya demen, apa yang dia maksud dengan demen, kita mau dengar penjelasannya," tukas Razman Arif.

Hasan Basri, seorang pengacara mantan Kepala Dinas Perhubungan Pemprov DKI Jakarta Udar Pristono mengatakan pihaknya hanya ingin mengklarifikasi apa yang diucapkan Wakil Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama di media. “Kami datang ke sini dengan maksud baik-baik, bukan untuk berkelahi. Kami hanya mau minta waktu lima menit saja, kok. Kami mau tanya, maksudnya dia bilang ‘Gila tuh pengacara. Makin dia mengajak ribut, gue demen’, itu apa? Kami ini pengacara yang ngomong sesuai fakta dan negara. Kok malah dibilang gila sama pejabat negara?” seru Hasan Basri, salah satu penasihat hukum Udar Pristono.

Tim penasihat hukum tersangka kasus dugaan korupsi pengadaan Bus TransJakarta, Udar Pristono, mendatangi Balai Kota DKI Jakarta. Pengacara Udar Pristono, Razman Arif mengatakan, tujuan kedatangannya untuk menuntut Wakil Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok meminta maaf. "Sekarang kami ke Balai Kota. Untuk menemui Ahok. Mau minta klarifikasi langsung kepada Ahok yang menyatakan, Hasan Basri (pengacara Udar) gila dan bilang demen diajak ribut," tukas pengacara Razman Arif, Senin (26/5/2014).

Karena tidak bisa menemui Basuki Tjahaja Purnama, mereka hanya dapat memberikan surat somasi dan klarifikasi terhadap Basuki Tjahaja Purnomo, kepada Sakti Budiono. "Kami mau cek apakah omongan itu betul. Kami sekarang ingin somasi dan klarifikasi," cetus pengacara Hasan Basri di Balai Kota DKI, Jakarta, Senin (26/5/2014).

Wakil Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama akrab disapa Ahok dinilai banyak cakap. Demikian ujar Razman Arif, pengacara mantan Kepala Dinas Perhubungan Pemprov DKI Jakarta, Udar Pristono. "Kami tahu sekarang, beliau ini (Basuki Tjahaja Purnama) hanya banyak cakap," lontar Razman Arif kepada ajudan dan staf yang berdiri di depan ruangan Basuki Tjahaja Purnama, Gedung Balai Kota DKI, Jakarta, Senin (26/5/2014).

Razman Arif juga menyebut mantan Bupati Belitung Timur itu sebagai pejabat yang tidak layak menjadi pemimpin lantaran tidak berani mempertanggung jawabkan ucapannya sendiri. "Inilah potret pemimpin yang tidak bertanggung jawab," bilang Razman Arif dengan suara yang lantang. "Ini membuktikan Ahok cuma pejabat yang hanya berani ngomong, dan tidak berani mempertanggungjawabkan perbuatannya," lanjut Razman Arif.

Razman Arif marah lantaran para ajudan melarangnya menemui Basuki Tjahaja Purnama. Padahal Razman Arif sudah meminta waktu menemui Basuki Tjahaja Purnama paling lama lima menit saja. Lewat ajudannya, Basuki Tjahaja Purnama meminta pengacara Udar Pristono segera melaporkan dirinya ke polisi. "Ini sudah menyangkut jalur hukum, silakan bapak lanjutkan ke jalur hukum," kata seorang ajudan Wakil Gubernur DKI Jakarta.

Advokat Hasan Basri mengatakan, pernyataan Basuki Tjahaja Purnama atau akrab disapa Ahok itu telah menghina profesi dirinya sebagai pengacara atau advokat.

Advokat Razman Arif juga menilai pernyataan Wakil Gubernur DKI Jakarta sudah melecehkan profesi advokat. Karena itu, sebelum melaporkan Basuki Tjahaja Purnama ke Mabes Polri, Razman Arif mengatakan pihaknya akan melakukan klarifikasi lebih dulu.

Dia menambahkan, memberi waktu kepada Basuki Tjahaja Purnama selama 3 hari untuk meminta maaf kepada mereka dan meralat perkataannya terkait advokat Hasan Basri tersebut. "Kami kasih waktu 3 kali 24 jam. Apabila tidak minta maaf secara sadar ke media, kami akan proses hukum. Ke Mabes Polri," tegas advokat Razman Arif.

Bahkan, advokat Hasan Basri mengatakan Basuki Tjahaja Purnama telah melanggar sumpah jabatannya sebagai Wakil Gubernur DKI Jakarta. "Ahok sudah terindikasi langgar sumpah jabatan dan bisa diimpeachment. Profesi advokat itu terhormat," pungkas pengacara Hasan Basri.

Setelah itu, Razman Arif dan Hasan Basri pun segera meninggalkan tempat tersebut. Mereka mengaku kecewa dengan sikap Basuki Tjahaja Purnama itu.

Seperti diberitakan sebelumnya, Basuki Tjahaja Purnama sempat geram dengan pengacara Udar Pristono yang melaporkan dirinya ke Mabes Polri terkait pencemaran nama baik. Basuki Tjahaja Purnama menantang balik mantan Kepala Dinas Perhubungan DKI Jakarta Udar Pristono dan tim penasihat hukumnya untuk melaporkan dirinya ke pihak kepolisian, terkait kasus dugaan korupsi pengadaan Bus TransJakarta. Hal itu menyusul pernyataan tim penasihat hukum Udar Pristono yang meminta agar Basuki Tjahaja Purnama turut diperiksa. "Kalau betul pengacara Udar ngomong gitu saya buka tantangan, kapan mau. Silakan gugat kalau mau. Ribut-ribut sama saya. Saya buka tantangan!" tegas Wakil Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama di Balai Kota DKI Jakarta, Rabu (21/5/2014).

Bahkan, Basuki Tjahaja Purnama sempat menyebut pengacara Udar Pristono gila. "Ini yang gila pengacaranya. Saya enggak mau ribut. Tapi kalau mau ajak gue ribut gue paling demen," tutur Wakil Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama, Rabu (21/5/2014). (mer/tri/jos)

See Also

Seleksi Program Magang Ke Jepang, PPMKP Adakan Pelatihan Petani Muda Di P4S Al Mawaddah
Demi Meriahkan Penutupan TMMD Grup Seni Kentongan Berlatih Hingga Larut Malam
Agar Lebih Dekat Dengan Warga, Satgas TMMD Juga Ikut Ronda Malam
Arswendo Atmowiloto Meninggal Dunia
Ini Talud TMMD Versi Tentara Kodim 0716/Demak
Jalan TMMD Akan Buka Jalur Alternatif Sumberejo
Ketika Para Santri Ikut Bekerja Di Lokasi TMMD
Senang Bisa Bekerja Dengan Pak Tentara
Luangkan Waktu Cek Lokasi TMMD
Terus Didengungkan TMMD Kalikondang Ke Seantero Demak
Tiada Hari Tanpa Sosialisasi TMMD
Progres Pekerjaan Talud TMMD Menggembirakan
Galang Kekuatan Kaum Muda Untuk Sukseskan TMMD Kalikondang
Sortir Material TMMD Dilakukan Sejak Dari Toko
Sudah Tersusun Jadwal Kerja Bhakti Warga Di TMMD
Terima Kasih Sejumlah RTLH Warga Saya Sudah Mulai Dibangun TNI
Terus Dipoles Lapangan Untuk Upacara Pembukaan TMMD
Ajari Anak-Anak Di Desa TMMD Tentang Kebersihan Lingkungan
Permudah Media Akses Berita, Dirikan Posko Penerangan Di Lokasi TMMD
Balai Desa Kalikondang Disiapkan Sebagai Poskotis TMMD Reguler Ke-105
Sosok Tenaga Teknis Yang Akan Menyukseskan TMMD
Maturnuwun Pak Tentara, Jalan Beton Ini Sudah Ditunggu Warga
Excavator Menjadi Pusat Perhatian Anak-Anak Pada TMMD Kodim 0716/Demak
Pedagang Es Tebu Raup Untung, Berkat TMMD
Dibalik Layar TMMD Reg Ke-105 Kodim 0716/Demak
jQuery Slider
Arsip :2019201820172016201520142013
  •    •    •    •  
Copyright © 2013-2014 Siar Batavia News. All rights reserved. Visit: 7.539.470 Since: 05.03.13 | 0.1536 sec