Politik

Pertahankan Tersangka Dugaan Korupsi, Prabowo-Hatta Kena Getah

Sunday, 25 Mei 2014 | View : 1078

JAKARTA-SBN.

Sosiolog Universitas Islam Negeri (UIN) Syarif Hidayatullah Jakarta, Musni Umar miris dengan kasus dugaan korupsi penyelenggaraan ibadah haji tahun 2012-2013 yang melibatkan Menteri Agama (Menag) Suryadharma Ali atau SDA. Kasus ini semakin menambah panjang daftar petinggi partai Islam terlibat rasuah.

Sebelumnya, Presiden Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Luthfi Hasan Ishaaq (LHI) dan Ketua Umum Partai Bulan Bintang (PBB) MS Ka'ban juga tersandung kasus di KPK. Menurut Musni Umar, mayoritas rakyat Indonesia pasti memberi reaksi negatif, karena yang tersangkut para pemimpin partai politik yang berasas Islam.

Menurut Musni Umar, dengan dijadikannya SDA tersangka secara sosiologis pasti memberi pengaruh negatif bagi elektabilitas (keterpilihan) Prabowo Subianto-Hatta Rajasa yang diusung PPP dalam pemilu Presiden (pilpres) 9 Juli 2014. “Para mantan jamaah haji yang jumlahnya puluhan juta orang pasti marah dan bentuk kemarahan mereka diperkirakan akan diluapkan pada saat pemilu presiden dengan tidak memilih calon presiden dan calon wakil presiden yang diusung PPP,” beber Musni Umar kepada wartawan, Minggu (25/5/2014).

Sosiolog UIN Syarif Hidayatullah Jakarta tersebut, Musni Umar menduga, rakyat yang belum lupa kasus korupsi Luthfi Hasan Ishaaq, Presiden PKS saat dijadikan tersangka korupsi, dan MS Ka'ban, tersangka kasus dugaan korupsi Anggoro Widjaja, akan melampiaskan kekesalan dan kemarahan mereka dengan tidak memilih Prabowo Subianto-Hatta Rajasa, yang juga didukung PKS dan PBB. "Revolusi damai dari balik meja dalam pemilu akan kembali dilakukan rakyat Indonesia pada 9 Juli 2014, setelah merevolusi Partai Demokrat yang dipimpin SBY dalam pemilu legislatif 9 April 2014," tandasnya.

Pengamat politik dari Center for Strategic and International Studies (CSIS) James Kristiadi mengritik pasangan calon presiden (capres) dan calon wakil presiden (cawapres) Prabowo Subianto-Hatta Rajasa yang mempertahankan Suryadharma Ali dalam struktur tim sukses mereka.

Menurutnya hal itu menandakan Prabowo Subianto-Hatta Rajasa tidak serius dengan program pemberantasan korupsi yang mereka usung.

Menteri Agama (Menag) Suryadharma Ali (SDA) telah ditetapkan sebagai tersangka oleh lembaga antirasuah, Komisi Pemberantasan korupsi (KPK) dalam kasus dugaan korupsi atau penyelewengan dana penyelenggaraan ibadah haji di Kementerian Agama (Kemenag) tahun 2012-2013. “Katanya mau memberantas korupsi, tapi kok masih mempertahankan Suryadharma Ali yang jadi tersangka korupsi,” kata peneliti senior Center for Strategic and International Studies (CSIS), James Kristiadi  dalam seminar dan deklarasi dukungan alumni Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta untuk calon presiden (capres) Joko Widodo di Surakarta, Minggu (25/5/2014).

Ketua Umum Partai Persatuan Pembangunan (PPP) tersebut juga  diduga menyalahgunakan jabatannya  dengan mengajak kerabat dan orang-orang dekatnya berhaji dengan uang negara.

Dalam pemilihan presiden mendatang, pasangan Prabowo Subianto-Hatta Rajasa didukung koalisi Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra), Partai Amanat Nasional (PAN), Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Partai Persatuan Pembangunan (PPP), Partai Bulan Bintang (PBB), dan Partai Golongan Karya (Golkar).

Sementara itu, terkait dengan ditetapkannya Ketua Umum PPP Suryadharma Ali sebagai tersangka kasus dugaan korupsi dana haji oleh KPK, pasangan Prabowo Subianto-Hatta Rajasa ini mengaku belum lagi berkomunikasi dengan Menteri Agama itu. “Waduh, sudah berapa hari yah, saya sangat sibuk. Belum. Telpon-telpon mungkin, saya cari nanti," terang Prabowo Subianto di tempat yang sama usai berkunjung ke kediaman rumah mantan Wakil Presiden Try Sutrisno di bilangan Menteng, Jakarta, bersama cawapresnya Hatta Rajasa, Jakarta, Jumat (23/5/2014) malam.

Hal serupa juga disebutkan Ketua Umum Partai Amanat Nasional (PAN) Hatta Rajasa. Ia mengaku belum berkomunikasi dengan SDA. "Saya belum komunikasi sama beliau," imbuhnya.

Seperti dikabarkan sebelumnya, semua Ketua Umum partai koalisi Merah Putih akan menjadi Juru kampanye. Namun, dengan status tersangka yang disandang SDA, Hatta Rajasa mengaku posisinya sedang dievaluasi oleh Ketua Tim Sukses Nasional Pemenangan pasangan duet capres-cawapres Prabowo Subianto dan Hatta Rajasa, Mahfud M.D. “Pak Mahfud (Timses Prabowo-Hatta) sedang membahas itu," pungkas mantan Menteri Koordinator Bidang Perekonomian (Menko Perekonomian), Hatta Rajasa.

Lembaga antirasuah, KPK telah menetapkan SDA sebagai tersangka kasus dugaan korupsi dalam penyelenggaraan ibadah haji di Kementerian Agama (Kemenag) Tahun Anggaran (TA) 2012-2013. Penetapan itu berdasarkan ekspose atau gelar perkara yang dilakukan KPK beberapa waktu lalu. “Sudah naik penyidikan. Dengan SDA (Suryadharma Ali) dkk sebagai tersangka,” ungkap Wakil Ketua KPK M. Busyro Muqoddas, S.H., M.Hum. melalui pesan singkat di Jakarta, Kamis (22/5/2014) lalu.

Namun, belum diketahui pasti atas perkara apa Suryadharma Ali (SDA) ditetapkan sebagai tersangka. Sebab KPK punya 3 fokus penyelidikan kasus haji.

Sebelumnya, pimpinan KPK lainnya, Wakil Ketua KPK, Dr. Bambang Widjojanto, S.H. pernah menyebut lembaganya sedang fokus pada 3 penyelidikan dugaan korupsi haji. “Pertama berkaitan dengan biaya perjalanan ibadah haji, dana haji, kedua, berkaitan dengan soal komondasi pengadaan, dan ketiga berkaitan dengan orang-orang yang dapat fasilitas-fasilitas untuk pergi ke sana,” beber Wakil Ketua KPK, Dr. Bambang Widjojanto, S.H. beberapa waktu lalu. (mer)

See Also

Ketika Ahli IT Dan Master Di Bidang Hukum Menolak Korupsi
Kami Peduli Kejahatan Pornografi
Ketua MUI Tak Sependapat Indonesia Bubar 2030
Mukernas II PPP Hasilkan Sejumlah Ketetapan
PAN Walk Out Dari Paripurna RUU Pemilu
Pengamat LIPI Sebut Fenomena Ahok Bikin Parpol Panik
Gubernur DKI Jakarta Tunggu Menteri Sebelum Konsep Baru Raperda Reklamasi
Fadli Zon Akan Sidak Lokasi RS Sumber Waras
Mekanisme Pemilihan CaGub Dan CaWaGub DKI Jakarta Dari PDIP
Presiden Joko Widodo Melantik Agus Widjojo Sebagai Gubernur Lemhannas
Ahok Kecam Cuitan Yusron Ihza Mahendra Yang Rasis
Bicara Kalimat Rasis, Kemlu Minta Yusron Ihza Mahendra Fokus Jalankan Tugas
Ahok Hadiri Pelantikan Pengurus Partai NasDem DKI Jakarta
Muhammadiyah Ingatkan Sistem Politik Tidak Boleh Memiskinkan Rakyat
Tujuh Rekomendasi Mukernas PKB
Agung Laksono Tegaskan Munaslub Partai Golkar Harus Oleh Tim Transisi
Setya Novanto Mundur
Mayoritas Anggota MKD DPR RI Putuskan Setya Novanto Langgar Kode Etik
Ibu Yang Dimarahi Ahok Soal KJP Mengadu Ke DPRD DKI Jakarta
MenkoPolhukam Bersaksi
Sejumlah Calon Petahana Menangkan Pilkada
Maroef Sjamsoeddin Ibaratkan Setya Novanto Seperti Henry Kissinger
Prabowo Subianto Juru Kampanye Maya Rumantir/Glenny Kairupan
Tiga Paslon Bupati Dan Wakil Bupati Blora Sampaikan Program Dan Visi Misi
Haedar Nashir Terpilih Menjadi Ketua Umum PP Muhammadiyah
jQuery Slider
Arsip :2019201820172016201520142013
  •    •    •    •  
Copyright © 2013-2014 Siar Batavia News. All rights reserved. Visit: 7.537.482 Since: 05.03.13 | 0.1745 sec