Politik

Mantan Ketua Umum Partai Amanat Nasional Jadi Timses Jokowi-JK

JAKARTA-SBN.

Nama mantan Ketua Umum DPP Partai Amanat Nasional (PAN), Soetrisno Bachir, masuk dalam daftar susunan tim sukses pemenangan calon presiden (capres) Ir. H. Joko Widodo yang akrab disapa ‘Jokowi’ dan mantan Wakil Presiden periode 2004-2009, Jusuf Kalla yang diumumkan pada Jumat (23/5/2014) siang.

Mantan Ketua Umum Partai Amanat Nasional (PAN) Soetrisno Bachir menjadi salah satu anggota tim sukses pasangan Ir. H. Joko Widodo dan Jusuf Kalla, bakal calon presiden (capres) dan wakil presiden (wapres) dari poros partai yang digadang-gadang Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP).

Pengusaha Soetrisno Bachir bergabung dalam tim pemenangan pasangan capres-cawapres Joko Widodo (Jokowi)-Jusuf Kalla (JK). Soetrisno Bachir dipastikan masuk dalam susunan tim pemenangan calon presiden (capres) Ir. H. Joko Widodo yang akrab disapa ‘Jokowi’ dan cawapres Jusuf Kalla. Mantan Ketua Umum DPP Partai Amanat Nasional (PAN) itu ditunjuk menjadi bagian dalam salah satu tim pengarah bersama beberapa tokoh senior nasional maupun politisi senior partai pengusung pasangan Jokowi-JK.

Selain Soetrisno Bachir, nama-nama yang tercantum sebagai tim pengarah dalam tim sukses tersebut adalah Sidharto Danusubroto, K.H. Hasyim Muzadi, Abdul Azis Mansyur, Dimyati Rais, Puan Maharani, Jenderal TNI (Purn) A.M. Hendropriyono, As'ad Said Ali, dan Jenderal TNI (Purn) Luhut Panjaitan.

Disebutkan pula masuk dalam tim tersebut yaitu Laksamana (Purn) Tedjo Edi, Letjen TNI (Purn) Farid Zainuddin, Marsekal Madya (Purn) Ian Santoso, Pramono Anung, dan Andi Muawiyah Ramli.

Padahal, menghadapi Pilpres kali ini, PAN bergabung dalam koalisi Merah Putih yang mengusung pasangan Prabowo Subianto-Hatta Rajasa. PAN bergabung ke poros Partai Gerindra, yang mengusung pasangan Ketua Dewan Pembina Partai Gerindra Prabowo Subianto dan Hatta Rajasa sebagai bakal calon presiden (capres) dan wakil presiden (wapres) pada pemilihan umum presiden (pilpres) 2014. Hatta Rajasa yang besan dari Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) juga adalah Ketua Umum PAN pada saat ini.

Mantan Ketua Umum Partai Amanat Nasional (PAN), Soetrisno Bachir, menyatakan bahwa dirinya memang mendukung pasangan Jokowi-Jusuf Kalla dalam pemilihan presiden (pilpres) 2014 mendatang. Hal tersebut dikatakan Soetrisno Bachir saat dikonfirmasi mengenai keberadaan namanya dalam tim pemenangan Jokowi-JK yang diumumkan hari ini, Jumat (23/5/2014).

Saat dikonfirmasi, Soetrisno Bachir membenarkannya. “Siapa yang beri tahu, iya benar, ya seperti yang ditulis itu ya. Masa mengada-ada," ujarnya saat dihubungi wartawan, Jumat (23/5/2014) petang.

Banyak alasan yang membuat Soetrisno Bachir memilih bergabung dengan pasangan Jokowi-JK. Salah satunya, menurut Soetrisno Bachir, ia bergabung dengan pasangan Jokowi-JK karena sudah lama mengenal Jusuf Kalla dan Jokowi. Soetrisno Bachir mengaku sudah kenal dekat dengan JK karena sering berada di organisasi yang sama. Begitu pula dengan Jokowi, pria yang juga pengusaha ini sudah kenal baik bahkan mereka pernah ceramah bersama di Universitas Muhammadiyah Solo. “Kita sering bersama di beberapa organisasi, kalau di beberapa organisasi itu dia senior saya, jadi ya memang sudah lama dengan JK. Kemudian saya diminta untuk support Jokowi-JK. Kebetulan sudah kenal Jokowi sebelum jadi Gubernur, sudah kenal lama. Jokowi sederhana, jujur, dan nggak neko-neko ya menurut saya dia bukan politikus yang sekarang rakyat ngak suka," urai Soetrisno Bachir.

Tidak hanya itu, Soetrisno Bachir meyakini bahwa pasangan ini akan mampu membawa Indonesia ke arah yang lebih baik. "Dia bisa membawa bangsa ini lebih baik dan merata. Dengan gaya kepemimpinan yang sederhana ini bisa ajak masyarakat kelas bawah berpartisipasi, buat rakyat tidak berbeda dan berjarak, dan partisipasi masyarakat dalam gerakan pembangunan lebih besar. JK juga pengusaha besar tapi tetap sederhana. Saya sudah sederhana tapi masih kalah sederhana dengan JK dan Jokowi," tambahnya.

Kapan penawaran itu diajukan JK? "Sudah lama, kan sering ketemu. Saya diminta Pak JK, sebagai junior dari berbagai organisasi yang saya ikuti, ya saya bantu" imbuhnya.

Saat ditanya apakah pilihannya pada pasangan capres Jokowi-JK untuk menghindari Amien Rais yang mendukung Prabowo Subianto-Hatta Rajasa, dengan tegas dia menjawab tidak. "Saya sudah tidak di partai, saya kan independen sejak 2010, dan saya tidak mau komentari selain Jokowi-JK," tandasnya.

Soetrisno Bachir merupakan Ketua Umum DPP PAN pada periode 2005-2010. Dia menggantikan Amien Rais dan menjabat sebelum periode kepemimpinan Hatta Rajasa. Posisinya kemudian digantikan Hatta Rajasa.

Mantan Ketua Umum Partai Amanat Nasional (PAN) Soetrisno Bachir mengaku keputusan untuk keluar dari PAN pasca-Pemilihan Presiden (Pilpres) 2009 adalah PAN untuk kembali ke ‘jalan yang benar’. Setelah tidak lagi berada di PAN, Soetrisno Bachir beberapa kali menyebut belum tertarik kembali ke dunia politik. Ia mengatakan, telah kembali ke ‘jalan yang benar’. “Pokoknya saya kembali ke jalan yang benar, sudah itu saja," katanya seusai diperiksa di Gedung KPK, Jalan H.R. Rasuna Said Kav C-1, Kuningan, Jakarta Selatan, Rabu (16/4/2014).

Soetrisno Bachir enggan lagi bicara soal Partai Amanat Nasional (PAN) yang pernah dinahkodainya selama 5 tahun saat menjadi Ketua Umum partai berlambang matahari itu, periode 2005-2010. “Saya tidak mau berkomentar partai saya, kerena saya sudah keluar dari partai itu. Jadi saya sekarang tidak berpartai lagi dan sudah kembali ke jalan yang benar," kata pria yang akrab disapa Tris ini usai menjalani pemeriksaan oleh penyidik KPK, Rabu (16/4/2014).

Usai memberikan keterangan untuk tersangka Tubagus Chaery Wardana alias Wawan yang adalah adik Gubernur provinsi Banten Ratu Atut Chosiyah dan suami dari Wali Kota Tangerang Selatan Airin Rachmi Diany, Tris yang saat ini mengaku tak terjun atau terikat partai manapun mengatakan, pemilihan calon legislatif (pileg) yang baru dihelat beberapa hari lalu penuh dengan politik pragmatis transaksional.

Soetrisno Bachir berpendapat pemilu saat ini hanya urusan pragmatisme dan transaksional yang tidak akan membawa bangsa ke arah lebih baik. Meskipun sudah tidak aktif lagi di ranah parpol, namun ia mengaku masih melihat politik uang menjelang helatan besar pemilu. Permainan korupsi yang biasanya dilakukan jajajaran tingkat tinggi, kini rakyat biasa pun bisa menikmati dan memainkannya, melalui politik uang para caleg kapitalis yang menaburkan uang demi membeli suara rakyat untuk melenggang ke Senayan atau DPRD.

Masifnya korupsi dan bukan lagi 'permainan' kelas tinggi, membuat Tris demikian Soetrisno Bachir akrab disapa mengusulkan agar KPK juga dibentuk di sejumlah daerah mengingat sudah kronisnya praktik kotor ini.

Saat ditanya soal penetapan anggota Dewan Pertimbangan Presiden sejak 25 Januari 2010 yang juga mantan Menteri Kesehatan RI ke-17 dalam kabinet Indonesia Bersatu yang menjabat sejak 21 Oktober 2004 hingga 22 Oktober 2009, Dr. dr. Siti Fadilah Supari, Sp.JP(K), tersangka kasus dugaan korupsi alat kesehatan (alkes), "Ya..., ya seperti ini kan, saya saksi. Itukan tugasnya kalau bisa membantu KPK." (jos)

See Also

Ketika Ahli IT Dan Master Di Bidang Hukum Menolak Korupsi
Kami Peduli Kejahatan Pornografi
Ketua MUI Tak Sependapat Indonesia Bubar 2030
Mukernas II PPP Hasilkan Sejumlah Ketetapan
PAN Walk Out Dari Paripurna RUU Pemilu
Pengamat LIPI Sebut Fenomena Ahok Bikin Parpol Panik
Gubernur DKI Jakarta Tunggu Menteri Sebelum Konsep Baru Raperda Reklamasi
Fadli Zon Akan Sidak Lokasi RS Sumber Waras
Mekanisme Pemilihan CaGub Dan CaWaGub DKI Jakarta Dari PDIP
Presiden Joko Widodo Melantik Agus Widjojo Sebagai Gubernur Lemhannas
Ahok Kecam Cuitan Yusron Ihza Mahendra Yang Rasis
Bicara Kalimat Rasis, Kemlu Minta Yusron Ihza Mahendra Fokus Jalankan Tugas
Ahok Hadiri Pelantikan Pengurus Partai NasDem DKI Jakarta
Muhammadiyah Ingatkan Sistem Politik Tidak Boleh Memiskinkan Rakyat
Tujuh Rekomendasi Mukernas PKB
Agung Laksono Tegaskan Munaslub Partai Golkar Harus Oleh Tim Transisi
Setya Novanto Mundur
Mayoritas Anggota MKD DPR RI Putuskan Setya Novanto Langgar Kode Etik
Ibu Yang Dimarahi Ahok Soal KJP Mengadu Ke DPRD DKI Jakarta
MenkoPolhukam Bersaksi
Sejumlah Calon Petahana Menangkan Pilkada
Maroef Sjamsoeddin Ibaratkan Setya Novanto Seperti Henry Kissinger
Prabowo Subianto Juru Kampanye Maya Rumantir/Glenny Kairupan
Tiga Paslon Bupati Dan Wakil Bupati Blora Sampaikan Program Dan Visi Misi
Haedar Nashir Terpilih Menjadi Ketua Umum PP Muhammadiyah
jQuery Slider
Arsip :2019201820172016201520142013
  •    •    •    •  
Copyright © 2013-2014 Siar Batavia News. All rights reserved. Visit: 7.503.307 Since: 05.03.13 | 0.1747 sec