Politik

Tim Pemenangan Nasional Jokowi-JK Terbentuk

JAKARTA-SBN.

Pasangan calon presiden (capres) dan wakil presiden (wapres) Ir. H. Joko Widodo yang akrab disapa ‘Jokowi’ dan Jusuf Kalla alias JK telah membentuk tim pemenangan.

Pasangan yang diusung koalisi Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP), Partai Nasional Demokrat (NasDem), Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), dan Partai Hati Nurani Rakyat (Hanura) itu menggaet nama-nama beken dari berbagai latar belakang untuk duduk di  Tim Kampanye Nasional Jokowi-JK.

Duduk sebagai Ketua Tim Pemenangan Jokowi-JK adalah Sekjen PDIP Tjahjo Kumolo. Ketua tim pemenangan Jokowi-JK akan dibantu Sekretaris Utama yang dipercayakan kepada pengamat politik, Andi Wijayanto.

Selanjutnya, Andi Wijayanto membawahi sejumlah sekretaris I yang berasal dari para Sekjen dari partai pengusung Jokowi. “Kecuali Sekjen PDIP, karena sudah duduk sebagai Ketua tim pemenangan,” ungkap Wakil Sekjen PDIP, Hasto Kristiyanto di kantor DPP Partai NasDem, di Jakarta Pusat,  Jumat (23/5/2014).

Hasto Kristiyanto menambahkan, para Ketua Umum partai politik (parpol) pengusung Jokowi-JK dipercaya untuk duduk dalam Dewan Penasihat. Di antaranya Ketua Umum Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Megawati Soekarnoputri, Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Muhaimin Iskandar, Ketua Umum Partai Hati Nurani Rakyat (Hanura) Wiranto dan Ketua Umum Partai Nasional Demokrat (NasDem) Surya Paloh.

Selain Dewan Penasihat, Tim Pemenangan Jokowi-JK juga dilengkapi dengan tim pengarah. Duduk di jajaran pengarah tim pemenangan antara lain politisi senior PDIP Sidarto Danusubroto, mantan Ketua Umum PBNU K.H. Hasyim Muzadi, Ketua Dewan Syura PKB K.H. Aziz Mansur, ulama kondang K.H. Dimyati Rois, Ketua Fraksi PDIP DPR RI Puan Maharani, serta dua mantan petinggi BIN, yakni A.M. Hendropriyono dan As'ad Said Ali.

Di tim pengarah juga ada nama Wakil Ketua Dewan Pertimbangan (Wantim) Partai Golkar Luhut Binsar Panjaitan, Laksamana (Purn) Tedjo Edi, Letjen TNI (Purn) Farid Zainudin, Marsekal Madya (Purn) Ian Santoso, mantan Sekjen PDIP Pramono Anung, mantan Ketua Umum PAN Sutrisno Bachir, dan Andi Muawiyah.

Dalam tim pemenangan itu juga ada Badan Pemenangan Pemilu Presiden. Puan Maharani yang tercatat sebagai Ketua Badan Pemenangan Pemilu Legislatif PDIP, dipercaya untuk memimpin badan pemenangan pilpres. Bersama Puan Maharani, ada nama Victor Laiskodat, Ketua Fraksi PKB DPR RI 2009-20014 Marwan Jafar, dan mantan Kapolri Chairuddin Ismail di badan pemenangan pemilihan presiden (pilpres).

"Mengingat pergerakan pemenangan itu merupakan kombinasi mesin partai, tim relawan, maka peran badan pemenangan pilpres  sangat penting dan strategis," terang Hasto Kristiyanto.

Tim Pemenangan Jokowi-JK juga menunjuk sejumlah nama sebagai penghubung. Mereka adalah Ahmad Basarah (PDIP), Siti Nurbaya (Partai NasDem), Hanif Dakhiri (PKB), dan Saleh Husein (Partai Hanura).

Untuk penggalangan dana, tim pemenangan mempercayakan pada bekas Wakil Panglima TNI, Jenderal TNI (Purn) Farchrul Rozi. Sedangkan untuk posisi Bendahara tim pemenangan dipercayakan ke Didit MP. Ada pula Wakil Sekjen PDIP Eriko Sutarduga yang memimpin tim bidang koordinator logistik dan relawan.

Tim pemenangan Jokowi-JK juga membentuk tim kreatif yang dipimpin Triawan Munaf. Untuk tim media sosial ada nama Romanus Sumaryo. Sedangkan pengacara kondang Henri Yosodiningrat memimpin tim hukum. Ada pula mantan Kapolri, Dai Bachtiar yang memimpin tim hukum khusus.

Selain itu, Tim Pemenangan Jokowi-JK juga dilengkapi lima Juru Bicara antara lain Rektor Universitas Paramadina Anies Rasyid Baswedan, Ph.D., Abdul Kadir Karding, Drs. Ferry Mursyidan Baldan, H. Sarifuddin Sudding, S.H., M.H., dan Hasto Kristiyanto. Sedangkan Dra. Khofifah Indar Parawansa karena pertimbangan strategis tak masuk dalam struktural tim. “Mbak Khofifah secara khusus sudah disebut Jokowi sebagai Juru Bicara. Tapi dengan pertimbangan strategis tidak masuk dalam tim kampanye," jelas Hasto Kristiyanto.

Tim pemenangan Jokowi-JK juga dilengkapi tim ahli yang dipercayakan kepada Sukardi Rinakit dan bapak Alutsista Dr. Andreas Hugo Pareira.

“Ada juga tim debat yang anggotanya Maruarar Sirait, Helmi Faisal Zainy, Poempida Hidayatullah,” papar Hasto Kristiyanto.

Tim pemenangan Jokowi-JK juga dilengkapi bidang penggerak pemilih. Nama yang duduk di dalamnya antara lain Bambang Wuryanto, Abdul Munir, Imam, Izul Muslimin dan lainnya.

Sedangkan untuk urusan media diserahkan kepada Saur Hutabarat dan Aria Bima. "Ini perlu untuk menyampaikan gagasan, maupun visi misi pasangan calon," sambung Hasto Kristiyanto.

Hasto Kristiyanto mengatakan Tim Kampanye Jokowi-JK gabungan dari partai pengusung juga diperkuat tokoh-tokoh non-parpol. “Pertimbangannya aspek pengalaman, elektoral dan kesukarelaan dalam memberikan dukungan kepada pasangan calon presiden dan wakil presiden Jokowi-JK,” tambah Hasto Kristiyanto.

Tim Pemenangan Nasional pasangan calon presiden (capres) Ir. H. Joko Widodo (Jokowi) dan calon wakil presiden (cawapres) Jusuf Kalla (JK) adalah sebagai berikut:

Penasihat:

Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri, Ketua Umum Partai NasDem Surya Paloh, Ketua Umum PKB Muhaimin Iskandar, dan Ketua Umum Partai Hanura Wiranto.

Pengarah:

Sidarto Dhanusubroto, K.H. Hasyim Muzadi, Abdul Azis Mansyur, Dimyati Rais, Puan Maharani, Jenderal TNI (Purn) A.M. Hendropriyono, As'ad Said Ali, Jenderal TNI (Purn) Luhut Pandjaitan, Laksamana (Purn) Tedjo Edi Purdijatno, Letjen TNI (Purn) Farid Zainuddin, Marsekal Madya (Purn) Ian Santoso, Pramono Anung, Sutrisno Bachir, dan Andi Muawiyah Ramli.

Ketua Tim:

Sekjen DPP PDIP Tjahjo Kumolo.

Badan Pemenangan Pemilu Presiden:

Puan Maharani, Victor B. Laiskodat, Marwan Jafar, Chairuddin Ismail.

Sekretaris:

Andi Widjajanto, Sekjen DPP Partai NasDem Patrice Rio Capella, Sekjen DPP PKB Imam Nachrowi, dan Sekjen Partai Hanura Dossy Iskandar.

Penghubung Partai:

Ahmad Basarah, Siti Nurbaya, Hanif Dhakiri, Saleh Husin.

Bendahara:

Didit MP.

Juru Bicara:

Hasto Kristiyanto, Abdul Kadir Karding, Anies Rasyid Baswedan, Drs. Ferry Mursyidan Baldan, Dra. Khofifah Indar Parawansa, dan H. Sarifuddin Sudding, S.H., M.H.

Tim Ahli:

Sukardi Rinakit, Dr. Andreas Hugo Pareira, Arie Sumarmo, Arief Budimanta, Ady Prasetyono, Heri Achmadi, Ida Fauziah, M. Prakosa, Muhtosim Arief, Musdah Mulia, Pataniari Siahaan, Rizal Sukma, Syaifullah Mashum, Sakti Wahyu Trenggono, Sihar Sitorus, Silverius Sonny.

Tim Survei:

Dolfie, Abdul Malik Haramain, Chris Watubun, M. Fariza Y. Irawady, Harry Ashar, Hendra Kusumah, Sarwoto, Susaningtyas Nefo Handayani Kertopati, dan Yunandar Perwira.

Tim Debat:

Maruarar Sirait, Akbar Faisal, Helmi Faisal Zaini, Poempida Hidayatullah, dan Samuel Wattimena.

Tim Penggalangan:

Jenderal TNI (Purn) Farchrul Rozi, Amelia Yani, Budiman Sudjatmiko (desa), Christine Hakim (budaya), Djafar Badjeber, Edy Junaidi, Franky Sibarani (pengusaha), Iqbal Alan Abdullah, Mindo Sianipar (tani dan nelayan), Puti Guntur Soekarno (guru), Richard Sam Bera dan Utut Adianto (atlet), Rieke Diah Pitaloka (buruh), dan Samuel Koto.

Tim Penggerak Pemilih:

Bambang Wuryanto, Abdul Munir Malkan, Imam Addaraqutni, Izzul Musliman, Willy Aditya, dan Zainul Munasihin.

Tim Saksi:

Djarot S. Hidayat, Drs. Enggartiasto Lukita, Jazilul Fuwaid, Prasetyo.

Tim Kampanye:

Aria Bima, Effendi Simbolon, Fathan Subhi, dan Sri Sajekti Sudjudnadi.

Tim Media:

Saur Hutabarat, Aria Bima, Adi Satryo, Erwin Setiawan, F. Reza, Kiki Taher, Salomo R. Damanik, dan Setia Prijono.

Tim Sosial Media:

Romanus Sumaryo dan Anton D.H. Nugrahanto.

Tim Kreatif:

Triawan Munaf dan Lukmanul Hakim.

Tim Hukum (Umum):

Henri Yosodiningrat, Alexander Lay, Anwar Rahman, Firman Daeli, Gusti Randa, O.C. Kaligis, Riska Mariska, Sirra Prayuda, Susilo A.B, Taufik Basari, Teguh Samudera, dan Trimedya Panjaitan.

Tim Hukum (Khusus):

Da'i Bachtiar, Peter Wattimena, Tritamtomo, dan TB Hasanuddin.

Tim Logistik:

Budianto Tjen, Chusnunia Halim, dan Deddy Patiwiri.

Tim Relawan:

Eriko Sotarduga, Danny Safnawawi, Dedi Ramanta, Eko Sulistyo, Eva Kusuma Sundari, Hasanudin Wahid, Komarudin Watubun, Martin Manurung, Najamuddin Ramly, Sandy Nayoan, Syahrial Yusuf, Teten Masduki, dan Wishnu Dewanto. (jos)

See Also

Ketika Ahli IT Dan Master Di Bidang Hukum Menolak Korupsi
Kami Peduli Kejahatan Pornografi
Ketua MUI Tak Sependapat Indonesia Bubar 2030
Mukernas II PPP Hasilkan Sejumlah Ketetapan
PAN Walk Out Dari Paripurna RUU Pemilu
Pengamat LIPI Sebut Fenomena Ahok Bikin Parpol Panik
Gubernur DKI Jakarta Tunggu Menteri Sebelum Konsep Baru Raperda Reklamasi
Fadli Zon Akan Sidak Lokasi RS Sumber Waras
Mekanisme Pemilihan CaGub Dan CaWaGub DKI Jakarta Dari PDIP
Presiden Joko Widodo Melantik Agus Widjojo Sebagai Gubernur Lemhannas
Ahok Kecam Cuitan Yusron Ihza Mahendra Yang Rasis
Bicara Kalimat Rasis, Kemlu Minta Yusron Ihza Mahendra Fokus Jalankan Tugas
Ahok Hadiri Pelantikan Pengurus Partai NasDem DKI Jakarta
Muhammadiyah Ingatkan Sistem Politik Tidak Boleh Memiskinkan Rakyat
Tujuh Rekomendasi Mukernas PKB
Agung Laksono Tegaskan Munaslub Partai Golkar Harus Oleh Tim Transisi
Setya Novanto Mundur
Mayoritas Anggota MKD DPR RI Putuskan Setya Novanto Langgar Kode Etik
Ibu Yang Dimarahi Ahok Soal KJP Mengadu Ke DPRD DKI Jakarta
MenkoPolhukam Bersaksi
Sejumlah Calon Petahana Menangkan Pilkada
Maroef Sjamsoeddin Ibaratkan Setya Novanto Seperti Henry Kissinger
Prabowo Subianto Juru Kampanye Maya Rumantir/Glenny Kairupan
Tiga Paslon Bupati Dan Wakil Bupati Blora Sampaikan Program Dan Visi Misi
Haedar Nashir Terpilih Menjadi Ketua Umum PP Muhammadiyah
jQuery Slider
Arsip :2019201820172016201520142013
  •    •    •    •  
Copyright © 2013-2014 Siar Batavia News. All rights reserved. Visit: 7.542.089 Since: 05.03.13 | 0.164 sec