Hukum

PPP Tunggu Penetapan Resmi Suryadharma Ali Jadi Tersangka

Thursday, 22 Mei 2014 | View : 684

JAKARTA-SBN.

Sekretaris Jenderal Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Muchammad Romahurmuziy atau yang akrab disapa Romi belum mengetahui Ketua Umum PPP Suryadharma Ali ditetapkan tersangka kasus dugaan korupsi penyelenggaraan haji oleh lembaga antirasuah, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). “Ah kapan, belum dapat informasi apa-apa ini," kata Romi di rumah Polonia, Jl. Cipinang Cempedak, Jakarta Timur, Kamis (22/5/2014).

Sekretaris Jenderal PPP M. Romahurmuziy mengaku belum mendengar kabar detil penetapan Suryadharma Ali sebagai tersangka. Dia mengatakan akan melakukan pengecekan terlebih dulu terkait hal tersebut. "Saya mau pastikan dulu, nanti saya telepon dulu," bilang Sekjen PPP, M. Romahurmuziy.

Kabar tersebut, diungkapkan Wakil Ketua KPK M. Busyro Muqoddas, S.H., M.Hum. melalui pesan singkatnya kepada wartawan, Kamis (22/5/2014). "Sudah naik penyidikan dengan SDA dkk (dan kawan-kawan) sebagai tersangka," beber Busyro Muqoddas.

Partai Persatuan Pembangunan (PPP) masih menunggu keputusan resmi Komisi Pemberantasan Korupsi soal Suryadharma Ali. “Sementara kita tunggu pengumuman resmi KPK," kata Wasekjen PPP Syaifullah Tamliha ketika dikonfirmasi, Kamis (22/5/2014).

Syaifullah Tamliha mengatakan pihaknya akan menghormati proses hukum yang ada di KPK. Namun, tetap partai berlambang Ka'bah itu menunggu pernyataan resmi KPK.

Mengenai sikap PPP yang akan diambil terkait persoalan SDA, Syaifullah Tamliha belum dapat berkomentar banyak. "Kami tidak ingin berandai-andai setelah ada keputusan KPK baru kami tentukan sikap," imbuh anggota Komisi I DPR RI itu.

Sebelumnya, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) disebutkan telah menetapkan Menteri Agama (Menag) yang juga Ketua Umum PPP itu, Suryadharma Ali (SDA) pada hari ini, Kamis (22/5/2014) dijerat sebagai tersangka dugaan korupsi terkait pengadaan barang dan jasa haji di Kementerian Agama Tahun Anggaran (TA) 2012-2013.

Ketua Umum Partai Persatuan Pembangunan (PPP) itu diduga melakukan perbuatan melawan hukum dan penyalahgunaan wewenang terkait penyelenggaraan haji. Suryadharma Ali disangkakan melanggar Pasal 2 dan Pasal 3 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana diubah dengan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor). Sebagaimana dalam dua pasal tersebut, Suryadharma Ali terancam hukuman pidana maksimal 20 tahun penjara dan denda maksimal sebesar Rp 1 miliar. (tri/jos)

See Also

Bareskrim Polri Tetap Usut Korupsi PD Sarana Jaya
KPK Perpanjang Penahanan Kadis PUPR Mojokerto
Bareskrim Polri Tahan 7 Tersangka Terkait Kasus Praktik Bank Gelap Hanson International
KPK Perpanjang Penahanan Dirut PT. CMI Teknologi Rahardjo Pratjihno
KPK Geledah Rumah Anggota DPRD Tulungagung
Kasus PT. Asuransi Jiwasraya (Persero), Kejagung Periksa 27 Saksi Pemilik Rekening Saham
KPK Geledah Gedung DPRD Tulungagung
KPK Periksa Direktur Utama PT. Antam (Persero) Tbk
KPK Akui Adanya Aturan Melarang Pimpinan Temui Pihak Terkait Perkara
Polda Jatim Segera Ungkap TPPU Kasus Investasi Bodong MeMiles
Polda Jatim Bidik TPPU Kasus Investasi Bodong MeMiles
Reynhard Sinaga Ditahan Di Sel Maximum Security
Universitas Manchester Cabut 2 Gelar Magister Reynhard Sinaga
Kolaborasi Bareskrim Dan BNN Amankan 250 Kg Ganja Di Jakarta
Kasus Investasi Bodong MeMiles Segera Dilimpahkan Ke Kejati Jatim
Kasus Investasi Bodong MeMiles, Polda Jatim Periksa Siti Badriah
KPK Sita Rumah Dan Mobil Mantan Bupati Cirebon
Jaksa Teliti Berkas Tersangka Kasus Novel Baswedan
KPK Periksa Komisioner KPU
Polri Selidiki Negara Rakyat Nusantara
Jaksa Agung Sebut Kasus Jiwasraya Merugikan Negara Rp 13,7 Triliun
Bea Cukai Berkoordinasi Dengan Polda Metro Jaya Tangani Kasus Penyelundupan
Pengacara Yang Sukses Mengadakan MoU Dengan Negara Lain
Polda Metro Jaya Tahan Para Tersangka Kasus Penculikan WN Inggris
Presiden Joko Widodo Resmi Lantik Idham Azis Sebagai Kapolri Baru
jQuery Slider

Comments

Arsip :20202019201820172016201520142013
  •    •    •    •  
Copyright © 2013-2014 Siar Batavia News. All rights reserved. Visit: 8.215.086 Since: 05.03.13 | 0.2717 sec