Hukum

Jadi Tersangka Korupsi Haji, Suryadharma Ali Dicekal Ke Luar Negeri

Thursday, 22 Mei 2014 | View : 770

JAKARTA-SBN.

Lembaga antirasuah, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) telah menetapkan Menteri Agama (Menag) Suryadharma Ali atau SDA sebagai tersangka pada kasus dugaan korupsi penyelenggaraan ibadah haji tahun 2012-2013. Tak hanya itu, begitu resmi jadi tersangka, Menteri Agama (Menag) Suryadharma Ali langsung dilarang mengadakan perjalanan ke luar negeri. Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengeluarkan surat cegah bagi tersangka korupsi penyelenggaran dana haji itu terhitung hari ini.

Lembaga yang kini dipimpin Abraham Samad tersebut, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) juga telah meminta Direktorat Jenderal Imigrasi Kemenkumham untuk melakukan pencegahan bepergian ke luar negeri terhadap Menteri Agama (Menag) Suryadharma Ali (SDA) yang telah ditetapkan sebagai tersangka dugaan korupsi dana penyelenggaraan haji. KPK sudah mengajukan surat permohonan pencegahan bepergian ke luar negeri terhadap SDA kepada Direktorat Jenderal Imigrasi Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia. Pencegahan ini setelah lembaga anti korupsi ini menetapkan Suryadharma Ali sebagai tersangka pengadaan barang dan jasa dalam pelaksanaan haji 2012-213 di Kementerian Agama.

Direktorat Jenderal Imigrasi Kemenkumham menerbitkan surat pencegahan ke luar negeri terhadap Menteri Agama Suryadharma Ali. Surat tersebut dikeluarkan menyusul permohonan KPK, yang juga sudah menetapkan politikus PPP itu sebagai tersangka dugaan korupsi pengadaan barang dan jasa penyelenggaraan Haji.

Adanya permintaan ini disampaikan oleh Wakil Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Denny Indrayana. Menurutnya, Direktorat Jenderal Imigrasi Kemenkumham mencegah berdasarkan SKEP No.KEP-720/01/05/2014 tgl 22 Mei 2014. Adapun pencegahan dilakukan untuk enam bulan ke depan tersebut dilakukan sejak hari ini. Suryadharma Ali dicegah bepergian ke luar negeri selama enam bulan ke depan untuk kepentingan penyidikan. Wakil Menteri Hukum dan HAM Denny Indrayana mengatakan bahwa pencegahan dilakukan terkait dengan penyidikan perkara Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) penyelenggaraan ibadah haji tahun 2012-2013.

Informasi yang diperoleh Kamis (22/5/2014), pencegahan berdasarkan SKEP No.KEP-720/01/05/2014 tertanggal 22 Mei 2014. Disebutkan dalam surat cegah itu, bahwa Suryadharma Ali yang lahir di Jakarta pada 19 September 1956, dicegah terkait proses penyidikan perkara tindak pidana korupsi penyelenggaraan ibadah haji tahun 2012-2013. “Menginfokan cegah baru dari KPK. Dicegah berdasarkan SKEP No.KEP-720/01/05/2014 tanggal 22 Mei 2014 atas nama: SDA (Suryadharma Ali), TTL: Jakarta, 19 September 1956, Pekerjaan selaku Menteri Agama RI. Dilakukan tindakan pencegahan terkait proses penyidikan perkara tindak pidana korupsi penyelenggaraan ibadah haji tahun 2012-2013,” ungkap Wamenkumham Denny Indrayana melalui pesan singkatnya yang diterima wartawan di Jakarta, Kamis (22/5/2014). "Cegah berlaku 6 bulan," tulis surat pencegahan itu.

Menurut Wakil Menteri Hukum dan HAM, pencegahan terhadap SDA begitu sapaan Suryadharma Ali yang juga Ketua Umum Partai Persatuan Pembangunan (PPP) ini, berlaku terhitung sejak hari ini, 22 Mei 2014 hingga enam bulan ke depan. "Cegah berlaku enam bulan," tegas Wamenkumham, Denny Indrayana menambahkan.

KPK hari ini, pada hari Kamis (22/5/2014), resmi menetapkan Suryadharma Ali sebagai tersangka. Penetapan Ketua Umum Partai Persatuan Pembangunan (PPP) itu berdasarkan ekspose atau gelar perkara yang dilakukan KPK, beberapa waktu lalu. “Sudah naik penyidikan. Dengan SDA (Suryadharma Ali) dkk sebagai tersangka," beber Wakil Ketua KPK Busyro Muqoddas melalui pesan singkat di Jakarta, Kamis (22/5/2014) ini.

Ketua Umum Partai Persatuan Pembangunan (PPP) itu diduga melakukan perbuatan melawan hukum dan penyalahgunaan wewenang terkait penyelenggaraan haji. Suryadharma Ali dijerat melanggar Pasal 2 dan Pasal 3 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana diubah dengan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor). Sebagaimana dalam dua pasal tersebut, Suryadharma Ali terancam hukuman pidana maksimal 20 tahun penjara dan denda maksimal sebesar Rp 1 miliar. (jos)

See Also

Keterangan Ahli Di Sidang Praperadilan Terkait Eksekusi Penahanan Matheus Mangentang
Peras Mantan Petinggi Polri, Hukuman Sisca Dewi Diperberat
LBH Ansor Jateng Apresiasi Penangkapan Cepat Polres Kebumen Terhadap Pelaku Kekerasan Seksual
Kapolres Bitung Perintahkan Pelaku Kejahatan Ditembak Di Tempat
Reserse Polres Bitung Bekuk Residivis Sadis Pembegal Motor
Satuan Reskrim Polres Bitung Tangkap Dua Tersangka Curanmor
Mahasiswa Unesa Sorot Penggunaan Dana Pembelian Mebel Di Kampus
KPK Tetapkan Dirut PT. Rohde And Schwarz Indonesia Sebagai Tersangka
KPK Akan Segera Periksa Saksi Dan Tersangka Suap KONI
KPK Cekal Robert Tantular Ke Luar Negeri
Tim Resmob Dan Tarsius Bitung Lumpuhkan Pencuri Kambuhan
Mahkamah Agung Hukum Alfian Tanjung 2 Tahun Penjara
Polda Jatim Duga Ada Kesalahan Teknis Proyek Berujung Jalan Gubeng Ambles
KPAI Apresiasi Langkah Cepat Polri Proses Bahar Bin Smith
Polri Sebut Penahanan Tersangka Bahar Bin Smith Murni Kasus Hukum
Polri Koordinasi Dengan LPSK Amankan 2 Remaja Korban Bahar Bin Smith
Usai OTT KPK, Kemenpora Lanjutkan Program SEA Games-Olimpiade
KPK Sita Miliaran Rupiah Terkait OTT Pejabat Kemenpora Dan KONI
Polri Kantongi Bukti Penganiayaan Oleh Bahar Bin Smith
KPK OTT Pejabat Kemenpora Dan Pengurus KONI
Polres Metro Jakarta Selatan Buru Pembunuh Perempuan Muda Di Kebagusan City
Pembunuh Keji Sopir Taksi Online Divonis 10 Tahun Penjara
Uang Pengganti E-KTP, KPK Sita Rp 862 Juta Dari Setya Novanto
Keterangan Ahli Ketua DPD KAI DKI Jakarta Pada Sidang Lanjutan Julius Lobiua
TNI AL Ringkus Pelaku Narkoba Di Tanjung Ahus
jQuery Slider

Comments

Arsip :2019201820172016201520142013
  •    •    •    •  
Copyright © 2013-2014 Siar Batavia News. All rights reserved. Visit: 7.542.035 Since: 05.03.13 | 0.156 sec