Hukum

Jadi Tersangka Korupsi Haji, Suryadharma Ali Dicekal Ke Luar Negeri

Thursday, 22 Mei 2014 | View : 825

JAKARTA-SBN.

Lembaga antirasuah, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) telah menetapkan Menteri Agama (Menag) Suryadharma Ali atau SDA sebagai tersangka pada kasus dugaan korupsi penyelenggaraan ibadah haji tahun 2012-2013. Tak hanya itu, begitu resmi jadi tersangka, Menteri Agama (Menag) Suryadharma Ali langsung dilarang mengadakan perjalanan ke luar negeri. Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengeluarkan surat cegah bagi tersangka korupsi penyelenggaran dana haji itu terhitung hari ini.

Lembaga yang kini dipimpin Abraham Samad tersebut, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) juga telah meminta Direktorat Jenderal Imigrasi Kemenkumham untuk melakukan pencegahan bepergian ke luar negeri terhadap Menteri Agama (Menag) Suryadharma Ali (SDA) yang telah ditetapkan sebagai tersangka dugaan korupsi dana penyelenggaraan haji. KPK sudah mengajukan surat permohonan pencegahan bepergian ke luar negeri terhadap SDA kepada Direktorat Jenderal Imigrasi Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia. Pencegahan ini setelah lembaga anti korupsi ini menetapkan Suryadharma Ali sebagai tersangka pengadaan barang dan jasa dalam pelaksanaan haji 2012-213 di Kementerian Agama.

Direktorat Jenderal Imigrasi Kemenkumham menerbitkan surat pencegahan ke luar negeri terhadap Menteri Agama Suryadharma Ali. Surat tersebut dikeluarkan menyusul permohonan KPK, yang juga sudah menetapkan politikus PPP itu sebagai tersangka dugaan korupsi pengadaan barang dan jasa penyelenggaraan Haji.

Adanya permintaan ini disampaikan oleh Wakil Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Denny Indrayana. Menurutnya, Direktorat Jenderal Imigrasi Kemenkumham mencegah berdasarkan SKEP No.KEP-720/01/05/2014 tgl 22 Mei 2014. Adapun pencegahan dilakukan untuk enam bulan ke depan tersebut dilakukan sejak hari ini. Suryadharma Ali dicegah bepergian ke luar negeri selama enam bulan ke depan untuk kepentingan penyidikan. Wakil Menteri Hukum dan HAM Denny Indrayana mengatakan bahwa pencegahan dilakukan terkait dengan penyidikan perkara Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) penyelenggaraan ibadah haji tahun 2012-2013.

Informasi yang diperoleh Kamis (22/5/2014), pencegahan berdasarkan SKEP No.KEP-720/01/05/2014 tertanggal 22 Mei 2014. Disebutkan dalam surat cegah itu, bahwa Suryadharma Ali yang lahir di Jakarta pada 19 September 1956, dicegah terkait proses penyidikan perkara tindak pidana korupsi penyelenggaraan ibadah haji tahun 2012-2013. “Menginfokan cegah baru dari KPK. Dicegah berdasarkan SKEP No.KEP-720/01/05/2014 tanggal 22 Mei 2014 atas nama: SDA (Suryadharma Ali), TTL: Jakarta, 19 September 1956, Pekerjaan selaku Menteri Agama RI. Dilakukan tindakan pencegahan terkait proses penyidikan perkara tindak pidana korupsi penyelenggaraan ibadah haji tahun 2012-2013,” ungkap Wamenkumham Denny Indrayana melalui pesan singkatnya yang diterima wartawan di Jakarta, Kamis (22/5/2014). "Cegah berlaku 6 bulan," tulis surat pencegahan itu.

Menurut Wakil Menteri Hukum dan HAM, pencegahan terhadap SDA begitu sapaan Suryadharma Ali yang juga Ketua Umum Partai Persatuan Pembangunan (PPP) ini, berlaku terhitung sejak hari ini, 22 Mei 2014 hingga enam bulan ke depan. "Cegah berlaku enam bulan," tegas Wamenkumham, Denny Indrayana menambahkan.

KPK hari ini, pada hari Kamis (22/5/2014), resmi menetapkan Suryadharma Ali sebagai tersangka. Penetapan Ketua Umum Partai Persatuan Pembangunan (PPP) itu berdasarkan ekspose atau gelar perkara yang dilakukan KPK, beberapa waktu lalu. “Sudah naik penyidikan. Dengan SDA (Suryadharma Ali) dkk sebagai tersangka," beber Wakil Ketua KPK Busyro Muqoddas melalui pesan singkat di Jakarta, Kamis (22/5/2014) ini.

Ketua Umum Partai Persatuan Pembangunan (PPP) itu diduga melakukan perbuatan melawan hukum dan penyalahgunaan wewenang terkait penyelenggaraan haji. Suryadharma Ali dijerat melanggar Pasal 2 dan Pasal 3 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana diubah dengan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor). Sebagaimana dalam dua pasal tersebut, Suryadharma Ali terancam hukuman pidana maksimal 20 tahun penjara dan denda maksimal sebesar Rp 1 miliar. (jos)

See Also

Bareskrim Polri Tetap Usut Korupsi PD Sarana Jaya
KPK Perpanjang Penahanan Kadis PUPR Mojokerto
Bareskrim Polri Tahan 7 Tersangka Terkait Kasus Praktik Bank Gelap Hanson International
KPK Perpanjang Penahanan Dirut PT. CMI Teknologi Rahardjo Pratjihno
KPK Geledah Rumah Anggota DPRD Tulungagung
Kasus PT. Asuransi Jiwasraya (Persero), Kejagung Periksa 27 Saksi Pemilik Rekening Saham
KPK Geledah Gedung DPRD Tulungagung
KPK Periksa Direktur Utama PT. Antam (Persero) Tbk
KPK Akui Adanya Aturan Melarang Pimpinan Temui Pihak Terkait Perkara
Polda Jatim Segera Ungkap TPPU Kasus Investasi Bodong MeMiles
Polda Jatim Bidik TPPU Kasus Investasi Bodong MeMiles
Reynhard Sinaga Ditahan Di Sel Maximum Security
Universitas Manchester Cabut 2 Gelar Magister Reynhard Sinaga
Kolaborasi Bareskrim Dan BNN Amankan 250 Kg Ganja Di Jakarta
Kasus Investasi Bodong MeMiles Segera Dilimpahkan Ke Kejati Jatim
Kasus Investasi Bodong MeMiles, Polda Jatim Periksa Siti Badriah
KPK Sita Rumah Dan Mobil Mantan Bupati Cirebon
Jaksa Teliti Berkas Tersangka Kasus Novel Baswedan
KPK Periksa Komisioner KPU
Polri Selidiki Negara Rakyat Nusantara
Jaksa Agung Sebut Kasus Jiwasraya Merugikan Negara Rp 13,7 Triliun
Bea Cukai Berkoordinasi Dengan Polda Metro Jaya Tangani Kasus Penyelundupan
Pengacara Yang Sukses Mengadakan MoU Dengan Negara Lain
Polda Metro Jaya Tahan Para Tersangka Kasus Penculikan WN Inggris
Presiden Joko Widodo Resmi Lantik Idham Azis Sebagai Kapolri Baru
jQuery Slider

Comments

Arsip :20202019201820172016201520142013
  •    •    •    •  
Copyright © 2013-2014 Siar Batavia News. All rights reserved. Visit: 8.215.064 Since: 05.03.13 | 0.2318 sec