Hukum

Jadi Tersangka TransJakarta, Ini Kekayaan Udar Pristono

JAKARTA-SBN.

Mantan Kepala Dinas Perhubungan (Kadishub) Pemprov DKI Jakarta, Udar Pristono ditetapkan Kejaksaan Agung (Kejagung) sebagai tersangka kasus dugaan korupsi proyek pengadaan Bus TransJakarta dan Bus Kota Terintegrasi Bus TransJakarta (BKTB) pada Dinas Perhubungan DKI Jakarta tahun 2013.

Berdasarkan data Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara yang dikumpulkan Komisi Pemberantasan Korupsi, Udar Pristono yang menjadi Pegawai Negeri Sipil (PNS) sejak 1986 ini sudah melaporkan harta kekayaannya sebesar Rp 26 miliar dan US$ 5.000 pada Juli 2012.

Nilai total harta kekayaan Udar Pristono itu naik sekitar 50 persen atau Rp 8,4 miliar dibandingkan dengan laporan harta tahun 2010. Pada 2010, total aset yang dimiliki Udar Pristono sekitar Rp 17,6 miliar dan US$ 3.000.

Udar Pristono tercatat memiliki sejumlah harta tidak bergerak berupa lahan dan bangunan yang tersebar di Jakarta, Tangerang, dan Bogor. Harga lahan dan bangunan yang dimiliki Udar Pristono itu naik sangat signifikan.

Pada tahun 2010 harga lahan dan bangunan bernilai Rp 13 miliar, sedangkan pada tahun 2012 sekitar Rp 21 miliar. Sebagian besar tanah dan bangunan milik Udar Pristono diperoleh dari warisan.

Selain itu, Udar Pristono memiliki harta bergerak berupa kendaraan mewah, Udar Pristono tercatat memiliki satu motor Honda Gold Wing senilai Rp 200 juta, dan dua Toyota Fortuner yang masing-masing nilainya sekitar Rp 290 juta. Udar Pristono juga mengoleksi logam mulia, batu mulia senilai Rp 270 juta.

Aset Udar Pristono lainnya yang tergolong besar berupa giro dan setara kas lainnya. Pada 2010, nilai giro dan setara kas yang dilaporkan Udar Pristono sekitar Rp 3 miliar dan US$ 3.000. Nilai giro dan setara kas lainnya ini bertambah sekitar Rp 800 juta dan US$ 2.000  dibandingkan pada pada 2012. Jadi total giro dan setara kasnya mencapai Rp 3,8 miliar dan US$ 5.000.

Udar Pristono telah ditetapkan sebagai tersangka oleh Kejaksaan Agung (Kejagung) terkait kasus pengadaan Bus TransJakarta asal China pada Tahun Anggaran (TA) 2013. Dia dijerat dengan Pasal 2 dan 3 Undang-Undang Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) lantaran dituding memperkaya diri sendiri.

Mantan Kepala Dinas Perhubungan (Kadishub) Pemprov DKI Jakarta, Udar Pristono resmi dinaikan statusnya dari semula saksi menjadi tersangka. Pria yang akrab disapa Udar itu disangkakan telah melakukan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) terkait pengadaan dan peremajaan armada Bus TransJakarta senilai Rp 1,5 triliun di Dinas Perhubungan DKI Jakarta pada Tahun Anggaran (TA) 2013.

Penetapan status tersangka kepada Udar Pristono memang terbilang tidak terduga. Karena selama dua kali pemanggilan guna menjalani pemeriksaan oleh penyidik Kejaksaan Agung (Kejagung) yakni pada tanggal 7 April 2014 dan 8 Mei 2014 lalu, pria yang merupakan anggota Tim Gubernur Untuk Percepatan Pembangunan (TGUPP) itu berstatus saksi.

Kepala Pusat Penerangan Umum Kejaksaan Agung, Setia Untung Arimuladi menyebutkan, penetapan status Udar Pristono sendiri dilakukan sejalan dengan proses penyelidikan kasus yang juga menyeret dua orang staf Udar Pristono, yakni Ketua Panitia pengadaan barang dan jasa Bidang Pekerjaan Konstruksi 1 Dinas Perhubungan DKI Jakarta, Setyo Tuhu dan Pejabat Pembuat Komitmen pengadaan bus, peremajaan angkutan umum reguler dan armada bus TransJakarta, R. Drajat Adhyaksa.

Keduanya telah ditetapkan menjadi tersangka sebelumnya pada tanggal 7 Mei 2014 lalu. Sehingga, sesuai dengan Surat Perintah Penyidikan Nomor Print-32/F.2/Fd.1/05/2014 per tanggal 9 Mei 2014, Udar Pristono resmi dinyatakan sebagai tersangka.

"Penyidik menambah jumlah tersangka berdasarkan Surat Perintah Penyidikan, sehingga UP (Udar Pristono) resmi dinyatakan sebagai tersangka," jelasnya dalam keterangan singkat pada Senin (12/5/2014). (tem/jos)

See Also

Bareskrim Polri Tetap Usut Korupsi PD Sarana Jaya
KPK Perpanjang Penahanan Kadis PUPR Mojokerto
Bareskrim Polri Tahan 7 Tersangka Terkait Kasus Praktik Bank Gelap Hanson International
KPK Perpanjang Penahanan Dirut PT. CMI Teknologi Rahardjo Pratjihno
KPK Geledah Rumah Anggota DPRD Tulungagung
Kasus PT. Asuransi Jiwasraya (Persero), Kejagung Periksa 27 Saksi Pemilik Rekening Saham
KPK Geledah Gedung DPRD Tulungagung
KPK Periksa Direktur Utama PT. Antam (Persero) Tbk
KPK Akui Adanya Aturan Melarang Pimpinan Temui Pihak Terkait Perkara
Polda Jatim Segera Ungkap TPPU Kasus Investasi Bodong MeMiles
Polda Jatim Bidik TPPU Kasus Investasi Bodong MeMiles
Reynhard Sinaga Ditahan Di Sel Maximum Security
Universitas Manchester Cabut 2 Gelar Magister Reynhard Sinaga
Kolaborasi Bareskrim Dan BNN Amankan 250 Kg Ganja Di Jakarta
Kasus Investasi Bodong MeMiles Segera Dilimpahkan Ke Kejati Jatim
Kasus Investasi Bodong MeMiles, Polda Jatim Periksa Siti Badriah
KPK Sita Rumah Dan Mobil Mantan Bupati Cirebon
Jaksa Teliti Berkas Tersangka Kasus Novel Baswedan
KPK Periksa Komisioner KPU
Polri Selidiki Negara Rakyat Nusantara
Jaksa Agung Sebut Kasus Jiwasraya Merugikan Negara Rp 13,7 Triliun
Bea Cukai Berkoordinasi Dengan Polda Metro Jaya Tangani Kasus Penyelundupan
Pengacara Yang Sukses Mengadakan MoU Dengan Negara Lain
Polda Metro Jaya Tahan Para Tersangka Kasus Penculikan WN Inggris
Presiden Joko Widodo Resmi Lantik Idham Azis Sebagai Kapolri Baru
jQuery Slider

Comments

Arsip :20202019201820172016201520142013
  •    •    •    •  
Copyright © 2013-2014 Siar Batavia News. All rights reserved. Visit: 8.188.296 Since: 05.03.13 | 0.2495 sec