Hukum

Merasa Disudutkan, Mantan Anak Buah Akan Polisikan Wagub DKI Jakarta

Wednesday, 21 Mei 2014 | View : 687

JAKARTA-SBN.

Setelah ditetapkan sebagai tersangka kasus korupsi pengadaan bus TransJakarta oleh Kejaksaan Agung, mantan Kepala Dinas Perhubungan (Kadishub) Pemprov DKI Jakarta Udar Pristono menggalang perlawanan terhadap bosnya. Udar Pristono akan melaporkan Wakil Gubernur DKI Basuki Tjahaja Purnama yang akrab disapa ‘Ahok’ karena dianggap telah menyudutkannya.

Melalui penasihat hukumnya Faisal Taha, Udar Pristono menyatakan akan melaporkan Basuki Tjahaja Purnama ke Mabes Polri atas ucapan dan perlakuan politikus Gerindra itu yang dirasa telah menyudutkan. Udar Pristono akan melaporkan politisi Partai Gerindra tersebut dengan pasal tindakan tidak menyenangkan. "Dia banyak berargumen menyudutkan sehingga klien kami dicopot, ini pembunuhan karakter. Menghina klien, kami sudah menyusun laporkan oknum personal pemda dengan tuduhan Pasal 310 dan 311 ke Mabes Polri," cetus advokat Faisal Taha di Warung Daun, Jakarta, Rabu (21/5/2014).

Pengacara Faisal Taha pun meminta Wakil Gubernur DKI Jakarta tersebut, Basuki Tjahaja Purnama menghentikan opini yang menyudutkan kliennya. "Hentikan opini yang mendiskreditkan klien kami hentikan perilaku berteriak, menuduh, mengintimidasi hentikan itu. Sebagai Pak wagub ini bilang begini begitu tidak etis," tukas advokat Faisal Taha.

Faisal Taha tidak merinci ucapan mantan Bupati Belitung Timur itu mana yang membuat kliennya merasa disudutkan. Begitu pula kapan pastinya Udar Pristono akan melaporkan mantan anggota DPR RI, Basuki Tjahaja Purnama ke Mabes Polri.

Pada 12 Mei 2014 lalu, Kejaksaan Agung (Kejagung) secara resmi telah menetapkan mantan Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Pemprov DKI Jakarta Udar Pristono sebagai tersangka dalam penyidikan kasus dugaan korupsi pengadaan bus TransJakarta tahun 2013. Udar Pristono diduga terlibat dalam kasus dugaan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) pengadaan armada bus TransJakarta senilai Rp 1 triliun dan pengadaan bus untuk peremajaan angkutan umum reguler senilai Rp 500 miliar Tahun Anggaran (TA) 2013.

Menanggapi hal itu, Wakil Gubenur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama yang akrab disapa ‘Ahok’ mengaku menyerahkan penyelesaian persoalan kasus itu ke ranah hukum kepada penegak hukum. "Kami enggak mau campuri urusan hukum lah ya. Kami tunggu saja proses hukum bagaimana. Saya nggak mau urusan hukumlah" ujarnya di Balai Kota, DKI, Jakarta, Senin (12/5/2014). "Status sebagai tersangka kan masih ada proses hukum lagi. Kita tunggu saja," tutur Basuki Tjahaja Purnama.

Mantan Bupati Belitung Timur ini memastikan tidak akan melimpahkan kasus ini ke Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) lantaran dia yakin betul Kejaksaan Agung (Kejagung) akan menindak lanjuti kasus tersebut secara profesional. "Saya tidak tahu mau ke KPK atau tidak. Saya tidak mau urus hukumlah," ujar dia.

Disinggung mengenai kesiapan petinggi DKI Jakarta itu jika dipanggil oleh Kejagung sebagai saksi, Basuki Tjahaja Purnama menegaskan kesiapannya. Mantan anggota DPR RI ini berjanji akan memberikan keterangan jika diperlukan. Namun, dia mengatakan kurang paham soal teknis pengadaan TransJakarta. Menurutnya, yang mendalami kasus tersebut adalah Inspektorat DKI Jakarta. "Kalau dipanggil jadi saksi, kita datang dong. Kami juga enggak tahu banyak kan. Kami hanya sebatas kebijakannya kan. Kami enggak tahu banyak pengadaannya. Yang banyak tahu kan, Inspektorat yang tahu banyak kali, BPKP (Badan Pemeriksa Keuangan Provinsi ) lebih tahu," paparnya. Ahok demikian Basuki Tjahaja Purnama disapa mengatakan bahwa dirinya tidak pernah bersenang-senang di atas penderitaan orang lain. "Aku tidak pernah harapkan orang masuk penjara, bersih-bersih saja," pungkasnya. (wb/mer/jos)

See Also

Keterangan Ahli Di Sidang Praperadilan Terkait Eksekusi Penahanan Matheus Mangentang
Peras Mantan Petinggi Polri, Hukuman Sisca Dewi Diperberat
LBH Ansor Jateng Apresiasi Penangkapan Cepat Polres Kebumen Terhadap Pelaku Kekerasan Seksual
Kapolres Bitung Perintahkan Pelaku Kejahatan Ditembak Di Tempat
Reserse Polres Bitung Bekuk Residivis Sadis Pembegal Motor
Satuan Reskrim Polres Bitung Tangkap Dua Tersangka Curanmor
Mahasiswa Unesa Sorot Penggunaan Dana Pembelian Mebel Di Kampus
KPK Tetapkan Dirut PT. Rohde And Schwarz Indonesia Sebagai Tersangka
KPK Akan Segera Periksa Saksi Dan Tersangka Suap KONI
KPK Cekal Robert Tantular Ke Luar Negeri
Tim Resmob Dan Tarsius Bitung Lumpuhkan Pencuri Kambuhan
Mahkamah Agung Hukum Alfian Tanjung 2 Tahun Penjara
Polda Jatim Duga Ada Kesalahan Teknis Proyek Berujung Jalan Gubeng Ambles
KPAI Apresiasi Langkah Cepat Polri Proses Bahar Bin Smith
Polri Sebut Penahanan Tersangka Bahar Bin Smith Murni Kasus Hukum
Polri Koordinasi Dengan LPSK Amankan 2 Remaja Korban Bahar Bin Smith
Usai OTT KPK, Kemenpora Lanjutkan Program SEA Games-Olimpiade
KPK Sita Miliaran Rupiah Terkait OTT Pejabat Kemenpora Dan KONI
Polri Kantongi Bukti Penganiayaan Oleh Bahar Bin Smith
KPK OTT Pejabat Kemenpora Dan Pengurus KONI
Polres Metro Jakarta Selatan Buru Pembunuh Perempuan Muda Di Kebagusan City
Pembunuh Keji Sopir Taksi Online Divonis 10 Tahun Penjara
Uang Pengganti E-KTP, KPK Sita Rp 862 Juta Dari Setya Novanto
Keterangan Ahli Ketua DPD KAI DKI Jakarta Pada Sidang Lanjutan Julius Lobiua
TNI AL Ringkus Pelaku Narkoba Di Tanjung Ahus
jQuery Slider

Comments

Arsip :2019201820172016201520142013
  •    •    •    •  
Copyright © 2013-2014 Siar Batavia News. All rights reserved. Visit: 7.537.483 Since: 05.03.13 | 0.1803 sec