Politik

Mahfud MD Dijanjikan Jabatan Lebih Dari Menteri

Wednesday, 21 Mei 2014 | View : 1218

SIDOARJO-SBN.

Mantan Ketua Mahkamah Konstitusi (MK), Prof. Dr. Moh. Mahfud MD, S.H. menjelaskan dirinya dijanjikan jabatan lebih dari Menteri apabila bersedia bergabung menjadi tim sukses pemenangan pasangan Prabowo Subianto-Hatta Rajasa pada pemilihan presiden (pilpres) 2014. 

"Iya lebih dari Menteri lah tawaran jabatannya itu," ungkap Mahfud MD kepada wartawan saat mengunjungi Pondok Pesantren Bumi Sholawat rumah Agus Ali Mashuri Tulangan Sidoarjo, Selasa (20/5/2014) malam.

Menurut Mahfud MD., tawaran itu tidak perlu diperbincangkan karena tidak akan pernah menarik, pasalnya ketika meminang satu tokoh dalam politik pasti akan disertai dengan transaksi jabatan. Meskipun mereka bilang tidak ada transaksi jabatan, pasti dibalik penawaran itu sudah ada jabatan yang dijanjikan, hanya soal caranya saja yang berbeda. "Karena ini politik, jadi tidak mungkin dalam koalisi tidak ada transaksi," tukas dia.

Ditanya mana yang lebih baik antara kedua pasangan pilpres, dia menjawab sama saja tidak ada yang lebih baik karena dalam menentukan sikap dan memilih pasangan calon presiden dan calon wakil presiden selalu ada permainan dibelakang. "Sama saja mereka," cetus Mahfud MD.

Namun begitu, pada prinsipnya Mahfud MD. lebih menyukai pasangan Prabowo Subianto-Hatta Rajasa jika dilihat dari kualitas dan integritasnya dalam pemilihan capres dan cawapres. "Masalah suka atau tidak, itu wajar dalam politik," ketus dia.

Direktur MMD Initiative, Masduki Baidlowi, mengakui mantan Ketua Mahkamah Konstitusi (MK), Prof. Dr. Moh. Mahfud MD, S.H. mendapatkan tawaran untuk bergabung dengan capres Prabowo Subianto yang berpasangan dengan Hatta Rajasa. "Iya, ada tawaran terhormat bagi Pak Mahfud untuk sebuah posisi penting dan strategis dalam kabinet untuk merealisasikan cita-citanya memberantas korupsi dan menegakkan hukum," beber Masduki Baidlowi, di kantor MMD Initiative, Senin (19/5/2014).

Masduki Baidlowi mengakui tawaran itu terhormat dan tidak pernah didapat di tempat lain. Namun, lanjut Masduki Baidlowi, Mahfud MD masih ingin mendiskusikan tawaran tersebut bersama timnya, terutama meminta masukan dari para kyai yang selama ini mendukung mantan Menteri Pertahanan era Presiden KH Abdurrahman Wahid itu.

"Karena pada prinsipnya kita tidak mengejar jabatan, perlu didiskusikan lebih lanjut apa manfaat dan mudharatnya bagi rakyat, utamanya meminta masukan dan arahan dari kiai-kiai yang selama ini mendorong Pak Mahfud untuk berperan penting di pentas nasional," ujar pria yang akrab disapa Cak Duki itu.

Ia menjelaskan, Mahfud MD akan sowan ke beberapa kyai dalam beberapa hari ke depan. Di antaranya, Pengasuh Ponpes Sidogiri Pasuruan Kyai Nawawi Abdul Jalil, Gus Ali Masyhuri dari PP Bumi Shalawat Sidoarjo, Kyai Basyir di Sumenep, Rais Syuriah PBNU KH Hasyim Muzadi, KH Syukron Makmun dari PP Darul Rahman Jakarta, sesepuh PPP sejaligus pengasuh PP Al Anwar Rembang, Maimun Zubair, Kyai Dimyati Romli dan KH Shalahuddin Wahid di Jombang dan kyai-kyai lain di provinsi Jawa Tengah, Jawa Barat, dan provinsi Banten.

Dalam pandangan para kyai, Mahfud MD merupakan sosok yang jujur, tegas, dan tak pandang bulu dalam penegakan hukum.

Sepak terjang Mahfud selama menjadi Ketua MK mendapat apresiasi dari berbagai kalangan, tertutama para kyai dari Jawa Timur hingga Banten.

Melihat track record itu, calon presiden (capres) yang diusung Partai Gerindra yang juga Ketua Dewan Pembina Partai Gerindra Prabowo Subianto pun ingin mengajak Mahfud MD untuk merealisasikan cita-citanya dalam membenahi penegakan hukum dan keamanan.

Selain terlibat dalam pemerintahan mendatang, dengan bergabungnya Mahfud MD diharapkan ikut memenangkan pasangan yang diusung enam partai politik (Parpol) yakni Partai Gerindra, PKS, PPP, PBB, Partai Golkar, dan PAN. "Karena, untuk merealisasikan cita-cita itu tentu perlu kemenangan dalam menghadapi Pilpres mendatang ini. Karena itu, Pak Mahfud juga diminta untuk memimpin tim nasional pemenangan pasangan Prabowo-Hatta," tutup Cak Duki.

Sementara itu, Mahfud MD sejak kemarin sudah mendatangi beberapa ulama di Jawa Timur untuk konsultasi dan pamitan untuk mendukung pasangan Prabowo Subianto-Hatta Rajasa.

Seperti dikabarkan, bakal calon presiden (capres) dari Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Ir. H. Joko Widodo yang akrab disapa ‘Jokowi’ mengatakan sering melakukan komunikasi dengan calon presiden (capres) dari Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Mahfud MD.

Namun, Jokowi membantah jika pertemuan itu membicarakan jabatan ataupun soal calon wakil presiden (cawapres). “Kita itu tidak pernah ngobrol masalah jabatan, masalah menteri. Kita tidak pernah membicarakan itu. Saya tidak mau membawa pada suasana itu," jelas Jokowi di rumah dinas Gubernur DKI Jakarta, Jalan Taman Suropati No.7, Menteng, Jakarta Pusat, Rabu (30/4/2014).

Jokowi mengungkapkan, lebih senang membicarakan tentang langkah-langkah mencari solusi bangsa ke depan. Selain itu, dia juga lebih senang membicarakan tentang pekerjaan.

Sedangkan, mengenai pertemuan yang dilakukan Mahfud MD dan Partai Nasional Demokrat (NasDem), Jokowi enggan meresponsnya.

Dia malah meminta kepada pewarta untuk menanyakan kepada Mahfud MD dan Partai NasDem yang melakukan pertemuan. "Ya gak papa. Ketemu-temu aja. Kamu tanyakan pada mereka yang ketemu dong," jelasnya.

Sebelumnya, calon presiden (capres) dari Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Mahfud MD bertandang ke markas DPP Partai NasDem, Gondangdia, Jakarta Pusat. Kedatangannya dalam rangka pertemuan dengan Ketua Umum Partai NasDem Surya Paloh.

Mahfud MD tiba di lokasi pada pukul 10.55 WIB, dijamu oleh Politisi Partai NasDem Elman Saragih. Mahfud MD yang memakai kemeja biru muda dan berdasi hitam, nampak ditemani lima orang simpatisannya.

Ketika ditodong pertanyaan soal kedatangannya, mantan ketua Mahkamah Konstitusi (MK) ini enggan berkomentar banyak. Dirinya segera menuju ke ruangan Surya Paloh.

Sementara itu, mantan Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Hasyim Muzadi menyarankan Mahfud MD untuk tidak terlibat praktis dalam tim sukses pemenangan capres dan cawapres 2014. Baik itu tim sukses Prabowo Subianto-Hatta Rajasa atau tim pemenangan Jokowi-Jusuf Kalla. "Karena kerjaan tim sukses adalah operasional yang cukup dijabat anak-anak muda, dan tidak perlu orang sekaliber Pak Mahfud," kata Hasyim Muzadi dalam keterangan tertulisnya, Jakarta, Rabu (21/5/2014).

Sebagai mantan Ketua PBNU, Hasyim Muzadi tidak merekomendasikan Mahfud MD untuk menjadi tim sukses pasangan manapun. Baik itu untuk pemenangan Prabowo Subianto-Hatta Rajasa atau Jokowi-Jusuf Kalla.

Lebih lanjut, Hasyim Muzadi menilai Mahfud MD lebih pantas sebagai konsultan politik. Hal itu didasarkan pada pengamalan Mahfud MD. "Saya menyarankan agar Pak Mahfud MD bermaqom sebagai konsultan capres cawapres yang ada. Karena Pak Mahfud adalah tokoh yang pernah menjadi anggota legislatif, eksekutif dan yudikatif sekaligus," terangnya.

Seperti diberitakan sebelumnya, Mahfud MD sudah dihubungi serta diajak oleh Prabowo Subianto untuk menjadi tim suksesnya dalam pemilihan presiden mendatang. Namun, Mahfud MD belum bisa memastikan kesiapannya untuk mendukung pasangan Prabowo Subianto-Hatta Rajasa karena ingin meminta pendapat dari beberapa ulama di Jawa Timur, sehingga sampai saat ini pihak Prabowo Subianto masih menunggu kepastian Mahfud MD untuk mendukungnya. Kabarnya Mahfud MD akan mengumumkan kesiapannya secara resmi dalam waktu dekat ini.

Akhirnya, Mahfud MD ditunjuk menjadi ketua tim pemenangan pasangan Prabowo Subianto-Hatta Rajasa. Meski sudah resmi, Mahfud MD memilih irit bicara ketika ditanya soal ini.

Calon presiden (capres) Prabowo Subianto mengatakan, banyak alasan menunjuk Mahfud MD untuk mengemban tugas berat ini. Dengan rekam jejak sebagai mantan Menteri, Ketua MK, Mahfud MD diyakini memiliki kapasitas dan berintegritas. "Beliau orang yang berpengalaman dan punya jaringan sang sangat luas. Kita yakin beliau akan memperjuangkan kami," tegas Ketua Dewan Pembina Partai Gerindra, Prabowo Subianto. (tem/mer/jos)

See Also

Ketika Ahli IT Dan Master Di Bidang Hukum Menolak Korupsi
Kami Peduli Kejahatan Pornografi
Ketua MUI Tak Sependapat Indonesia Bubar 2030
Mukernas II PPP Hasilkan Sejumlah Ketetapan
PAN Walk Out Dari Paripurna RUU Pemilu
Pengamat LIPI Sebut Fenomena Ahok Bikin Parpol Panik
Gubernur DKI Jakarta Tunggu Menteri Sebelum Konsep Baru Raperda Reklamasi
Fadli Zon Akan Sidak Lokasi RS Sumber Waras
Mekanisme Pemilihan CaGub Dan CaWaGub DKI Jakarta Dari PDIP
Presiden Joko Widodo Melantik Agus Widjojo Sebagai Gubernur Lemhannas
Ahok Kecam Cuitan Yusron Ihza Mahendra Yang Rasis
Bicara Kalimat Rasis, Kemlu Minta Yusron Ihza Mahendra Fokus Jalankan Tugas
Ahok Hadiri Pelantikan Pengurus Partai NasDem DKI Jakarta
Muhammadiyah Ingatkan Sistem Politik Tidak Boleh Memiskinkan Rakyat
Tujuh Rekomendasi Mukernas PKB
Agung Laksono Tegaskan Munaslub Partai Golkar Harus Oleh Tim Transisi
Setya Novanto Mundur
Mayoritas Anggota MKD DPR RI Putuskan Setya Novanto Langgar Kode Etik
Ibu Yang Dimarahi Ahok Soal KJP Mengadu Ke DPRD DKI Jakarta
MenkoPolhukam Bersaksi
Sejumlah Calon Petahana Menangkan Pilkada
Maroef Sjamsoeddin Ibaratkan Setya Novanto Seperti Henry Kissinger
Prabowo Subianto Juru Kampanye Maya Rumantir/Glenny Kairupan
Tiga Paslon Bupati Dan Wakil Bupati Blora Sampaikan Program Dan Visi Misi
Haedar Nashir Terpilih Menjadi Ketua Umum PP Muhammadiyah
jQuery Slider
Arsip :2019201820172016201520142013
  •    •    •    •  
Copyright © 2013-2014 Siar Batavia News. All rights reserved. Visit: 7.538.781 Since: 05.03.13 | 0.1441 sec