Nasional

Alasan Wali Kota Depok Tak Turun Dari Mobil Dinasnya Saat Tabrakan Terjadi

Tuesday, 20 Mei 2014 | View : 755

DEPOK-SBN.

Wali Kota Depok ke-6 untuk yang kedua kalinya periode 2010-2015, Dr. Ir. H. Nur Mahmudi Ismail, M.Sc. (52 tahun) mengakui bahwa dirinya tidak turun dari mobil dinasnya, menabrak sepeda motor merek Yamaha Vega dengan nomor polisi B 6200 ELW, yang dikendarai Tasman Rosyid (44) seorang buruh bangunan hingga mengalami luka serius di jari kaki dan dadanya.

"Saya tidak turun dari mobil, bukan berarti saya arogan. Sebab tidak semestinya saya turun. Dalam tata acara, selama kejadian sudah ada yang menangani, maka tidak perlu saya turun," cetus alumnus program S2 Master of Science (M.Sc.) Food and Science Technology, Texas A & M University, Amerika Serikat (AS), Nur Mahmudi Ismail kepada wartawan di Balai Kota, Depok, Senin (19/5/2014).

Menurut ilmuwan pangan dan politikus Indonesia dari Partai Keadilan kini Partai Keadilan Sejahtera (PKS) ini, Nur Mahmudi Ismail, saat mengetahui mobil dinasnya menabrak sepeda motor, rombongan mereka berhenti.

"Sudah ada yang menangani korban. SOP sudah kami lakukan, jadi saya tidak harus turun. Kami juga ada tamu lain, saya tidak turun karena ada polisi. Yang melakukan semuanya polisi, yang menentukan saya jalan atau tidak itu, polisi," tukas mantan Presiden Partai Keadilan ke-1 dengan masa jabatan 9 Agustus 1998 hingga 16 April 2000.

Mantan Menteri Kehutanan dan Perkebunan RI ke-6 dalam Kabinet Persatuan Nasional pada 23 Oktober 1999 hingga 23 Agustus tahun 2000 masa pemerintahan Presiden Abdurrahman Wahid ini, Nur Mahmudi Ismail mengaku sudah memerintahkan staf dan jajarannya untuk mengurusi korban dan sepeda motornya. Menurutnya beberapa personil kepolisian dan dishub sudah turun dan memberikan pertolongan ke korban.

"Korban dipinggirkan, begitu juga sepeda motornya. Selanjutnya unit pertolongan Dishub panggil pertolongan dan berikan pelayanan. Sepeda motor dibawa ke bengkel dan selanjutnya tim medis beri pertolongan ke korban untuk mendapatkan perawatan yang tepat pada luka-luka korban," tandas pendiri dan Presiden Partai Keadilan.

Menurut alumnus program S3 Doctor of Philosophy (Ph.D.) Science Food and Science Technology, Texas A & M University, Amerika Serikat (AS), Nur Mahmudi Ismail yang perlu disadari semua pihak adalah rangkaian kendaraan rombongannya itu dilindungi Undang-undang.

"Jadi perlu saling menghormati dan bukan untuk arogansi. Jika polisi sudah beri isyaraat maka semua harus beri jalan. Ini adalah rangkaian resmi," pungkasnya.

Mandor proyek bangunan yang menjadi korban tabrak iring-iringan mobil rombongan Wali Kota Depok, Nur Mahmudi Ismail di Jalan Raya Sawangan, Depok, Tasman Rosyid, 44 tahun, meminta pemerintah kota (pemkot) Depok cepat tanggap terhadap korban kecelakaan.

Meski dirinya telah mengaku bersalah pada insiden itu, Tasman Rosyid tetap membutuhkan biaya pengobatan akibat luka tabrak itu.

Tasman Rosyid yang ditemui wartawan di rumahnya di Gang Rukun III RT03/RW22 Nomor 57, Kampung Sidamukti, Cilodong, Depok mengaku baru mendapat bantuan pengobatan pada empat hari setelah kejadian, pada Senin (12/5/2014).

"Mohon kepada Wali Kota agar jika ada kecelakaan seperti ini cepat ditangani, agar mereka yang sakit cepat sembuh," ucapnya, Selasa (20/5/2014).

Terutama bagi orang seperti dirinya yang merupakan tulang punggung keluarga. "Saya kan tulang punggung keluarga, harus kerja,” ketusnya.

Lelaki yang saat ini menjadi mandor proyek perumahan di Taman Sari Puri Bali, Bojong Sari itu tidak dapat masuk kerja sejak kecelakaan itu.

Tasman Rosyid masih terbaring di tempat tidurnya karena mengalami luka sakit di tulang rusuk iga dan patah tulang di atas dua jari kaki kirinya. Meski begitu, dirinya sudah bisa jalan pelan menggunakan tongkat. Saat ini, rusuknya masih balut dengan kain, jari kakinya juga masih diperban.

Menurut Tasman Rosyid, bantuan pengobatan dari pemerintah hanyalah pendampingan dan pembebasan biaya ketika dia melakukan check up di RSUD Depok.

Sementara untuk pengobatan alternatif dia bayar sendiri. Pada Senin (19/5/2014) kemarin, Tasman Rosyid kembali dibawa oleh pihak Dinas Kesehatan (dinkes) kota Depok ke RSUD. "Pihak Dinkes minta dioperasi, tapi saya tidak mau," katanya.

Tasman Rosyid menyayangkan terlambatnya respon bantuan pengobatan dari pemerintah kota. Soalnya, sehari setelah kejadian dia kembali menghubungi petugas yang menolongnya saat kecelakaan. "Saya sudah kasih tahu pak Ari (nama petugas itu), tapi susah responnya," katanya. Sementara, Ari sendiri mengatakan kepada Tasman Rosyid hanya menanggung perbaikan motornya saja.

Sepeti diketahui, Tasman Rosyid (44) ditabrak mobil yang ditumpangi Wali Kota Depok Nur Mahmudi Ismail saat dia menyalip angkutan kota yang berhenti.

Tasman Rosyid saat itu mengabaikan suara sirine yang diberikan patroli pengawal (Patwal). "Sekarang semua (urusan)nya sudah selesai," katanya.

Sementara itu, Wali Kota Depok Nur Mahmudi Ismail menandaskan, tabrakan itu terjadi lantaran Tasman Rosyid tidak mengindahkan suara sirine. Seharusnya, tegas dia, saat itu Tasman Rosyid berhenti di belakang mobil angkot yang berhenti. "Seharusnya, posisi dia seperti itu harus mengerem dan berhenti di belakang angkot. Tapi dia bukan berhenti, tapi pindah ke sisi kanan akhirnya dia menyenggol mobil yang kami pakai," pungkas mantan anggota Komisi Fatwa Majelis Ulama Indonesia (MUI) Pusat, Nur Mahmudi Ismail. (tem/jos)

See Also

Seleksi Program Magang Ke Jepang, PPMKP Adakan Pelatihan Petani Muda Di P4S Al Mawaddah
Demi Meriahkan Penutupan TMMD Grup Seni Kentongan Berlatih Hingga Larut Malam
Agar Lebih Dekat Dengan Warga, Satgas TMMD Juga Ikut Ronda Malam
Arswendo Atmowiloto Meninggal Dunia
Ini Talud TMMD Versi Tentara Kodim 0716/Demak
Jalan TMMD Akan Buka Jalur Alternatif Sumberejo
Ketika Para Santri Ikut Bekerja Di Lokasi TMMD
Senang Bisa Bekerja Dengan Pak Tentara
Luangkan Waktu Cek Lokasi TMMD
Terus Didengungkan TMMD Kalikondang Ke Seantero Demak
Tiada Hari Tanpa Sosialisasi TMMD
Progres Pekerjaan Talud TMMD Menggembirakan
Galang Kekuatan Kaum Muda Untuk Sukseskan TMMD Kalikondang
Sortir Material TMMD Dilakukan Sejak Dari Toko
Sudah Tersusun Jadwal Kerja Bhakti Warga Di TMMD
Terima Kasih Sejumlah RTLH Warga Saya Sudah Mulai Dibangun TNI
Terus Dipoles Lapangan Untuk Upacara Pembukaan TMMD
Ajari Anak-Anak Di Desa TMMD Tentang Kebersihan Lingkungan
Permudah Media Akses Berita, Dirikan Posko Penerangan Di Lokasi TMMD
Balai Desa Kalikondang Disiapkan Sebagai Poskotis TMMD Reguler Ke-105
Sosok Tenaga Teknis Yang Akan Menyukseskan TMMD
Maturnuwun Pak Tentara, Jalan Beton Ini Sudah Ditunggu Warga
Excavator Menjadi Pusat Perhatian Anak-Anak Pada TMMD Kodim 0716/Demak
Pedagang Es Tebu Raup Untung, Berkat TMMD
Dibalik Layar TMMD Reg Ke-105 Kodim 0716/Demak
jQuery Slider
Arsip :2019201820172016201520142013
  •    •    •    •  
Copyright © 2013-2014 Siar Batavia News. All rights reserved. Visit: 7.538.543 Since: 05.03.13 | 0.1437 sec