Politik

Partai Golkar Akan Pecat Kader Muda Yang Dukung Jokowi-JK

JAKARTA-SBN.

Puluhan kader muda Partai Golongan Karya (Golkar) yang menamakan diri Forum Paradigma Gerakan Muda Indonesia (FPGMI) menyatakan mendukung kepada pasangan calon presiden (capres) dan calon wakil presiden (cawapres) yang juga merupakan Gubernur DKI Jakarta saat ini, Ir. H. Joko Widodo kerap disapa ‘Jokowi” dan mantan Wakil Presiden periode 2004-2009, Jusuf Kalla.

"Kami mendukung pasangan capres-cawapres ini, karena Pak JK (Jusuf Kalla) adalah kader Partai Golkar," kata kader muda Partai Golkar Andi Sinulingga di Jakarta, Selasa (20/5/2014).

Menurut dia, banyak kader muda Partai Golkar yang bingung dan kecewa terhadap keputusan politik Ketua Umum Partai Golkar Aburizal Bakrie (ARB) alias Ical yang memutuskan mendukung pasangan capres-cawapres Prabowo Subianto-Hatta Rajasa, tanpa melibatkan pengurus DPP maupun ormas dan organisasi sayapnya.

Keputusan Aburizal Bakrie (ARB) alias Ical bergabung dengan koalisi Partai Gerindra untuk mendukung pasangan Prabowo Subianto-Hatta Rajasa, menurut dia, hanya melibatkan sedikit elite di DPP Partai Golkar.

"Karena itu, kami kecewa atas keputusan politik yang diambil oleh ketua umum. Dari diskusi dengan sesama kader muda yang lain, kami memiliki pandangan yang sama, untuk mendukung Pak JK," katanya.

Padahal, sambung dia, keputusan Rapat Pimpinan Nasional (Rapimnas) Partai Golkar, di Jakarta, Minggu (18/5/2014), memutuskan, Aburizal Bakrie (ARB) alias Ical sebagai calon presiden (capres) atau calon wakil presiden (cawapres) dari Partai Golkar.

Sementara pada pasangan capres-cawapres PrabowoSubianto-Hatta Rajasa, lanjut dia, tidak ada kader Partai Golkar.

Dari dua pasangan capres-cawapres yang maju pada pemilu presiden 2014, tambah dia, kader Partai Golkar, justru ada pada pasangan Jokowi-Jusuf Kalla. "Tapi, kenapa Aburizal tidak mendukung pasangan Jokowi-JK?" katanya.

Ketua Badan Litbang Partai Golkar Indra J. Piliang mengatakan tidak tahu jika Aburizal Bakrie (ARB), setelah usai Rapimnas Partai Golkar terus bergabung dengan koalisi Partai Gerindra.

Menurut Indra J. Piliang, dia baru tahu kalau Aburizal Bakrie (ARB) membawa DPP Partai Golkar bergabung dengan koalisi Partai Gerindra, pada keesokan harinya, Senin (19/5/2014).

Namun, dia sedih dan kecewa karena dari berita yang muncul menyebutkan, Partai Golkar bergabung ke Partai Gerindra, karena adanya transaksional soal kursi menteri kabinet.

Ketua DPP Partai Golkar, Agus Gumiwang Kartasasmita mengatakan, kader-kader muda Partai Golkar yang bingung, gelisah, dan kecewa, kemudian saling berdiskusi untuk bertukar pikiran.

Dari diskusi tersebut, katanya, mereka sepakat membentuk forum komunikasi yakni FPGMI dan menyalurkan afiliasi politiknya untuk kader senior Partai Golkar Jusuf Kalla.

Sementara itu, Ketua DPP Partai Golkar Mahyuddin mengatakan seluruh kader Partai Golkar harus mematuhi keputusan Rapimnas yang dilaksanakan Minggu (18/5/2014).

Dalam Rapimnas diputuskan bahwa partai memberikan mandat penuh kepada Ketum Partai Golkar Aburizal Bakrie (ARB) alias Ical. "Keputusan tertinggi munas. Rapimnas putuskan mandat penuh ke ketua umum untuk koalisi pilpres. Seluruh kader harus taat keputusan partai," terang Mahyuddin di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (20/5/2014).

Mahyuddin mengatakan, kader Partai Golkar yang tidak mengikuti keputusan Rapimnas dianggap melanggar aturan, termasuk dukungan kepada pasangan Jokowi-Jusuf Kalla. Pengenaan sanksi akan dilakukan setelah menjalani beberapa tahap prosedural. "Yang tidak mengikuti melanggar aturan partai, keputusan Rapimnas, DPP akan evaluasi, inventarisasi, keluarkan sanksi pencabutan keanggotaan partai Golkar," jelas Mahyuddin.

Namun, sebelum memberikan sanksi kader yang melanggar akan terlebih dahulu dimintai kejelasan terkait alasan pelanggaran. "Kalau ada kesalahan klarifikasi yang bersangkutan. Kalau benar apa alasannya, kita akan keluarkan keputusan partai. Kalau melawan cabut keanggotaan, hak melekat juga dilepas," tutup Mahyuddin.

Seperti dikabarkan sebelumnya, Partai Golongan Karya (Golkar) akan berkoalisi dengan Partai Gerindra, yang mengusung pasangan Prabowo Subianto-Hatta Rajasa. Hal itu dipastikan oleh Wakil Ketua Umum DPP Partai Gerindra, Fadli Zon. (tri/mer/ant)

See Also

Ketika Ahli IT Dan Master Di Bidang Hukum Menolak Korupsi
Kami Peduli Kejahatan Pornografi
Ketua MUI Tak Sependapat Indonesia Bubar 2030
Mukernas II PPP Hasilkan Sejumlah Ketetapan
PAN Walk Out Dari Paripurna RUU Pemilu
Pengamat LIPI Sebut Fenomena Ahok Bikin Parpol Panik
Gubernur DKI Jakarta Tunggu Menteri Sebelum Konsep Baru Raperda Reklamasi
Fadli Zon Akan Sidak Lokasi RS Sumber Waras
Mekanisme Pemilihan CaGub Dan CaWaGub DKI Jakarta Dari PDIP
Presiden Joko Widodo Melantik Agus Widjojo Sebagai Gubernur Lemhannas
Ahok Kecam Cuitan Yusron Ihza Mahendra Yang Rasis
Bicara Kalimat Rasis, Kemlu Minta Yusron Ihza Mahendra Fokus Jalankan Tugas
Ahok Hadiri Pelantikan Pengurus Partai NasDem DKI Jakarta
Muhammadiyah Ingatkan Sistem Politik Tidak Boleh Memiskinkan Rakyat
Tujuh Rekomendasi Mukernas PKB
Agung Laksono Tegaskan Munaslub Partai Golkar Harus Oleh Tim Transisi
Setya Novanto Mundur
Mayoritas Anggota MKD DPR RI Putuskan Setya Novanto Langgar Kode Etik
Ibu Yang Dimarahi Ahok Soal KJP Mengadu Ke DPRD DKI Jakarta
MenkoPolhukam Bersaksi
Sejumlah Calon Petahana Menangkan Pilkada
Maroef Sjamsoeddin Ibaratkan Setya Novanto Seperti Henry Kissinger
Prabowo Subianto Juru Kampanye Maya Rumantir/Glenny Kairupan
Tiga Paslon Bupati Dan Wakil Bupati Blora Sampaikan Program Dan Visi Misi
Haedar Nashir Terpilih Menjadi Ketua Umum PP Muhammadiyah
jQuery Slider
Arsip :2019201820172016201520142013
  •    •    •    •  
Copyright © 2013-2014 Siar Batavia News. All rights reserved. Visit: 7.538.801 Since: 05.03.13 | 0.1835 sec