HAM

Ketua KPK Tuai Simpati Jemaat GKJ Pondok Indah

JAKARTA-SBN.

Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Dr. Abraham Samad, S.H., M.H. menjadi pembicara di hadapan ratusan jemaat Gereja Kristen Jawa (GKJ) Nehemia, Pondok Indah, Jakarta, Sabtu (17/5/2014).

Berbicara di hadapan sekitar 700 jemaat Gereja Kristen Jawa (GKJ) Nehemia, Pondok Indah Jakarta, Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Dr. Abraham Samad, S.H., M.H., Sabtu (17/5/2014) pagi ini banyak menuai pujian dan tepuk tangan. Sebagai narasumber dalam seminar bertema Partisipasi Umat Kristen dalam Pemberantasan Korupsi, jemaat menilai paparannya tentang pemberantasan korupsi di Tanah Air sangat memuaskan.

Ketika moderator menyebutkan bahwa Abraham Samad layak menjadi calon wakil presiden (wapres), secara serentak jemaat yang hadir bertepuk tangan dengan riuh.

Dalam paparannya, Abraham Samad mengatakan korupsi di Indonesia sangat memprihatinkan dalam jumlah maupun modusnya.

Menurut dia, praktik korupsi mengalami evolusi dan pelakunya juga mengalami metamorfosa. Dulu, menurut dia, korupsi yang banyak dikenal hanya yang bersifat pungli dalam pengurusan KTP dan izin lainnya. Sekarang korupsi justru dilakukan dengan modus yang canggih oleh mereka yang dianggap pintar dan berkerah putih. "Dulu korupsi dilakukan oleh orang tua usia 40 tahun keatas, sekarang umur 29 tahun pun sudah korupsi," papar Abraham Samad.

Ketua lembaga antirasuah tersebut, Abraham Samad menekankan bahwa pemberantasan korupsi di Indonesia selain menekankan penindakan, juga pencegahan.

Abraham Samad mengatakan setidaknya ada dua penyebab korupsi. Yaitu dikarenakan alasan moralitas, sedangkan hal lain dikarenakan oleh sistem.

Ketua KPK ini mencontohkan korupsi di Kementerian Agama. Menurut dia, korupsi di instansi itu terus berulang. Setelah satu pelaku ditangkap, korupsi tersebut masih terus berulang lagi. "Sebentar lagi juga masih akan ada yang jadi tersangka," tambah dia.

Saat ini, sambung Abraham, ada tiga sektor yang menjadi prioritas KPK. Ketiga sektor itu adalah pangan, energi dan pajak sebagai sumber penerimaan negara. Yang terakhir ini penting, lanjut Abraham Samad, karena korupsi di sektor pajak mengancam APBN yang selanjutnya akan mengancam pemberantasan kemiskinan. "Jumlah orang miskin di Indonesia sudah mencapai 28 juta orang. Itu sama dengan jumlah penduduk Malaysia," urai Abraham Samad.

Dua anggota jemaat GKJ pada kesempatan itu menanyakan kepada Abraham Samad dua isu yang saat ini banyak dibicarakan orang. Pertama, ialah perihal kasus bailout Bank Century. Kepada Abraham Samad ditanyakan apakah menurut dia, ketika terjadi kasus tersebut, perekonomian kita tengah dilanda krisis atau tidak, sebab hal inilah yang memicu silang pendapat antara mantan Wapres, Jusuf Kalla dengan Wapres Boediono.

Pertanyaan kedua, ialah mengenai langkah KPK menjadikan sejumlah pejabat menjadi tersangka korupsi setelah pensiun. Diantara yang disebutkan adalah mantan Ketua BPK, Hadi Poernomo, mantan Walikota Makassar, dan mantan Ketua Komisi VII DPR RI, Soetan Bhatoegana, yang semuanya dijadikan tersangka setelah tidak menjabat.

Terkait dengan itu, kepada Abraham Samad ditanyakan, nanti setelah tanggal 20 Oktober, ketika Indonesia memiliki presiden baru, apakah KPK akan menetapkan seseorang menjadi tersangka korupsi.

Abraham Samad yang pagi ini mengenakan kemeja batik berwarna biru berlurik coklat, tersenyum ketika akan menjawab pertanyaan-pertanyaan tersebut. "Untuk pertanyaan pertama, karena perkaranya masih sedang berlangsung, saya terikat pada kode etik untuk tidak bisa menjawabnya," terang Abraham Samad, yang segera disambut oleh tepuk tangan riuh oleh jemaat.

Sedangkan untuk pertanyaan kedua, Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Abraham Samad, hanya menjawab secara diplomatis ketika ratusan jemaat Gereja Kristen Jawa (GKJ) Nehemia Pondok Indah menunggu jawabannya mengenai kesiapannya menjadi calon wakil presiden RI. Saat seminar bertajuk 'Partisipasi Umat Kristiani Melawan Korupsi' di GKJ Nehemia, seorang jemaat menanyakan apakah ada kejutan dari Abraham Samad pada 20 Mei 2014. Tanggal 20 Mei adalah hari terakhir pendaftaran calon presiden (capres) dan calon wakil presiden (cawapres) di Komisi Pemilihan Umum (KPU). Abraham Samad bercerita bahwa ketika masih remaja ia menjalani pendidikan di sekolah Katolik dan diajar oleh pendeta maupun pastor. Menurut dia, para pendeta dan pastor itu setiap bertemu dengannya, selalu berkata bahwa nama dirinya, Abraham, itu memiliki arti bapak segala bangsa. "Dan untuk pertanyaan itu. Dulu saya sekolah di SMA Katolik di Makassar. Guru-guru saya ada pendeta dan pastor. Dia bilang 'Abraham, nama kamu itu Abraham itu artinya bapak segala bangsa. Saya hanya ingin mengatakan bahwa arti dari nama Abraham adalah bapak segala bangsa. Jadi jawabannya begitu aja pak," jawab Abraham Samad dengan singkat.

Abraham Samad pun nampaknya tidak mau memperpanjang pembahasan mengenai posisi calon wakil presiden (cawapres). Dia tetap tidak mau menjawab eksplisit.

Seusai menjawab pertanyaan tersebut, Abraham Samad meninggalkan tempat karena harus pergi ke luar kota. Sebelum beranjak, ia sempat mengucapkan salam Syalom, yang disambut dengan tepuk tangan seluruh jemaat sambil berdiri, mengiringi langkah Abraham Samad meninggalkan gedung Gereja.

Saat meninggalkan GKJ Nehemia, Abraham Samad pun tidak mau memberikan keterangan kepada wartawan. Abraham Samad menolak berkomentar tentang apapun dengan dalih sedang terburu-buru mengejar penerbangan.

Sekedar informasi, nama Abraham Samad melambung menjadi calon wakil presiden (cawapres) ketika diwacanakan menjadi Cawapres Ketua Dewan Pembina Partai Gerindra Prabowo Subianto. Terakhir, nama Abraham Samad juga disebut-sebut sebagai pendamping dari bakal presiden dari Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP), Ir. H. Joko Widodo yang akrab disapa ‘Jokowi’. (jos/jn)

See Also

Ridwan Kamil Tegaskan Organisasi Massa Dilarang Halangi Dan Hambat Ibadah
Ridwan Kamil Minta Maaf Soal Penghentian KKR Natal Stephen Tong
Menteri Agama Sayangkan Penghentian KKR Natal Stephen Tong Di Bandung
Teror Bom Di Gereja Katolik Medan
Tempat Ibadah Klenteng Harus Tertib Administrasi
Polisi Tetapkan 4 Tersangka Eksploitasi Anak Di Blok M
Rumah Ibadah Tak Punya IMB, Bukan Alasan Untuk Dibakar
Ormas Islam Bekasi Tolak Pembangunan Gereja Katolik Santa Clara
Ormas Islam Protes Perayaan Paskah Digelar Di Stadion
Pemkot Bekasi Relokasi Jemaat Gereja Beribadat Di Kuburan
Wali Kota Bogor Tegaskan Tidak Ada Pembongkaran Gereja GKI Yasmin
Qaraqosh Kota Kristen Terbesar Irak Dikuasai ISIS
ISIS Singkirkan Salib Dan Bakar Ribuan Manuskrip Kuno
Menteri Agama Sebut Ideologi ISIS Berlawanan Dengan Pancasila
HMI Sebut WNI Pendukung ISIS Adalah Pengkhianat Bangsa
Menteri Agama Minta Muslim Indonesia Tak Terpengaruh ISIS
Lukman Hakim Saifuddin Tak Resmikan Bahai Sebagai Agama
Televisi Lebanon Pakai Huruf Nun Demi Solidaritas Warga Kristen Irak
Militan ISIS Ledakkan Makam Nabi Yunus
Pemerintah Kaji Agama Baru Bahai
Militan ISIS Di Irak Bakar Gereja Berusia 1.800 Tahun Di Mosul
Milisi ISIS Kuasai Gereja Tertua Di Irak
Diultimatum ISIS, Warga Kristen Irak Dipaksa Masuk Islam Atau Dibunuh
Bupati Wonosobo Kritisi Kemenag Soal Kebebasan Beragama
Kapolri Larang Ibadah Di Rumah
jQuery Slider

Comments

Arsip :2016201520142013
  •    •    •    •  
Copyright © 2013-2014 Siar Batavia News. All rights reserved. Visit: 7.538.547 Since: 05.03.13 | 0.1442 sec