Politik

Partai Gerindra Sebut Hary Tanoesoedibjo Merapat Ke Prabowo Subianto

Monday, 19 Mei 2014 | View : 985

JAKARTA-SBN.

Partai Hati Nurani Rakyat (Hanura) mengancam akan memecat Hary Tanoesoedibjo (HT) sebagai kader partai. Hal itu terkait kabar dukungan bos MNC Group itu kepada calon presiden (capres) yang diusung Partai Gerindra, Prabowo Subianto.

Padahal, Partai Hanura telah menyatakan berkoalisi dengan Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP), Partai Nasional Demokrat (NasDem), dan Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) mendukung pasangan Joko Widodo-Jusuf Kalla. "Bagi kader yang "mbalelo" melanggar AD/ART partai tentunya akan diberi sanksi kalau pelanggarannya berat tidak mengikuti kebijakan partai bisa dicabut keanggotaannya alias dipecat," tukas Wasekjen Partai Hanura Kristiawanto ketika dikonfirmasi, Senin (19/5/2014).

Wasekjen Partai Hanura, Kristiawanto mengatakan Partai Hanura akan mengkonfirmasi HT mengenai kabar dukungannya kepada Ketua Dewan Pembina Partai Gerindra, Prabowo Subianto. Bila benar DPP Hanura akan segera mengambil tindakan, sesuai mekanisme partai.

Ia menyatakan Partai Hanura sudah memutuskan terkait koalisi dalam Rapimnas, yakni mengamanatkan sepenuhnya kepada Ketua Umum Wiranto bersama Sekjen Dossy Iskandar Prasetyo untuk memimpin arah koalisi. “Arah koalisi sudah diputuskan yakni mendukung pasangan Jokowi-JK artinya bagi semua kader disetiap tingkatan harus taat dan tunduk amanah Rapimnas, Rapimnas adalah forum tertinggi setelah Munas dalam mengambil kebijakan," paparnya.

Sementara itu, Hary Tanoesoedibjo sendiri merupakan mantan kader Partai Nasional Demokrat (NasDem). Hubungan Hary Tanoesoedibjo dan Surya Paloh sempat renggang hingga HT keluar dari Partai NasDem.

Hary Tanoesoedibjo sebelumnya adalah Ketua Badan Pemenangan Pemilu (Bapilu) Partai Hanura, sekaligus calon wakil presiden (cawapres) Partai Hanura. Hary Tanoesoedibjo disebut-sebut pecah kongsi dengan Ketua Umum Partai Hati Nurani Rakyat (Hanura) Wiranto, sejak perolehan suara Pileg 9 April lalu tak sesuai harapan.

Duet Wiranto-Hary Tanoesoedibjo (Win-HT) adalah pasangan capres yang pertama kali dideklarasikan oleh Partai Hati Nurani Rakyat (Hanura). Partai yang sebelumnya mencalonkan pasangan capres-cawapres Wiranto-Hary Tanoesoedibjo atau Win-HT ini hanya mampu mendulang 6.579.498 suara atau 5,26%. Namun, pengusungan Hary Tanoesoedibjo tidak bisa dilakukan, karena Partai Hanura mendapat peringkat paling bawah di anatara partai yang lolos ke parlemen pada pemilu legislatif (pileg) April 2014 lalu, yakni sekitar 5,26%.

Dengan perolehan suara 5,26%, jelas Partai  Hanura tidak dapat mengusung Win-HT yang sebelumnya digadang-gadang pasangan capres-cawapres pada Pilpres 9 Juli mendatang.

Sebab, Pasal 9 UU Nomor 42 Tahun 2008 tentang Pemilihan Umum Presiden dan Wakil Presiden menyebutkan, pasangan calon diusulkan oleh partai politik atau gabungan partai politik peserta Pemilu, harus memenuhi persyaratan perolehan kursi paling sedikit 20% dari jumlah kursi DPR RI atau memperoleh 25% dari suara sah nasional pada pemilihan legislatif (Pileg), sebelum pelaksanaan pemilihan presiden (Pilpres).

Kondisi itu diperkeruh dengan keputusan Wiranto dan Partai Hanura yang belakangan mendukung calon presiden (capres) PDIP Ir. H. Joko Widodo alias Jokowi sebagai capres. Ketua Umum Partai Hanura sekaligus calon presiden (capres) Partai Hanura, Wiranto, diketahui sudah menemui Ketua Umum DPP Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP), Megawati Soekarnoputri untuk memberikan dukungan kepada PDIP yang mengusung Ir. H. Joko Widodo yang akrab disapa ‘Jokowi’ yang merupakan saingan terberat Prabowo Subianto.

Partai Hanura yang dipimpin Wiranto telah merapat ke koalisi PDIP, Partai NasDem, dan PKB secara resmi telah mendukung pencapresan Ir. H. Joko Widodo yang akrab disapa ‘Jokowi’. Partai Hati Nurani Rakyat (Hanura) menjadi partai ketiga setelah Partai Nasional Demokrat (NasDem) dan Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) mendukung Ir. H. Joko Widodo yang akrab disapa ‘Jokowi’ sebagai calon presiden (capres).

Namun, kini pasangan Win-HT terbelah dua, keduanya memilih dua kubu yang berbeda di pemilihan umum presiden (Pilpres) 2014. Ternyata Ketua Dewan Pertimbangan Partai Hanura Hary Tanoesoedibjo bertemu dengan merapat ke Partai Gerindra.

Diketahui, Wakil Ketua Umum Partai Gerindra, Fadli Zon menyebutkan, Ketua Badan Pemenangan Pemilu (Bapilu) Partai Hanura, Hary Tanoesoedibjo turut mendukung duet Prabowo Subianto dengan Hatta Rajasa sebagai calon presiden (capres) dan calon wakil presiden (cawapres) di pemilihan umum presiden (Pilpres) 2014.

Kehadiran Hary Tanoesoedibjo tersebut dibenarkan oleh Waketum Partai Gerindra Fadli Zon. “Benar," beber Fadli Zon mengonfirmasi merapatnya Hary Tanoesoedibjo ke kubunya. "Iya benar (akan bergabung). Kita sudah bertemu," tambah Fadli Zon, di Rumah Polonia, Jatinegara, Jakarta Timur, Senin (19/5/2014). Hal ini disampaikannya di Rumah Polonia, Cawang, Jakarta Timur, Senin (19/5/2014).

Kepada wartawan di Rumah Polonia, Jatinegara, Jakarta Timur, tempat pasangan Prabowo Subianto-Hatta Rajasa akan dideklarasikan, Senin (19/5/2014), Fadli Zon mengaku partainya sudah membuka komunikasi dengan Hary Tanoesoedibjo, dan belum ada keputusan resmi soal itu. "Rencananya begitu (Hary Tanoe akan bergabung)," ungkapnya.

Kata dia, pertemuan dengan Hary Tanoesoedibjo terakhir dilakukan kemarin, Minggu (18/5/2014), di Hotel Dharmawangsa, Jakarta Selatan. Fadli Zon menuturkan pertemuan dengan Hary Tanoesoedibjo digelar Minggu (18/5/2014) kemarin di Hotel Dharmawangsa. Di hotel itu juga petinggi Partai Gerindra menggelar pertemuan dengan petinggi Partai Amanat Nasional (PAN), Partai Keadilan Sejahtera (PKS), dan petinggi Partai Persatuan Pembangunan (PPP), untuk memutuskan pasangan Prabowo Subianto-Hatta Rajasa. Hary Tanoesoedibjo ikut dalam rapat koalisi pendukung Prabowo Subianto bersama PPP, PAN, dan PKS. "Iya, dia hadir," ujar Fadli Zon saat dikonfirmasi.

Namun demikian, Fadly Zon enggan memaparkan terkait pertemuan petinggi partai koalisi yang dilakukan di Hotel Dharmawangsa, dimana mantan Cawapres Partai Hanura, Hary Tanoesoedibjo juga hadir ditempat tersebut. "Saya gak bisa bilang, tapi saya membenarkan jika beliau dukung kami," jelasnya. (jos)

See Also

Ketika Ahli IT Dan Master Di Bidang Hukum Menolak Korupsi
Kami Peduli Kejahatan Pornografi
Ketua MUI Tak Sependapat Indonesia Bubar 2030
Mukernas II PPP Hasilkan Sejumlah Ketetapan
PAN Walk Out Dari Paripurna RUU Pemilu
Pengamat LIPI Sebut Fenomena Ahok Bikin Parpol Panik
Gubernur DKI Jakarta Tunggu Menteri Sebelum Konsep Baru Raperda Reklamasi
Fadli Zon Akan Sidak Lokasi RS Sumber Waras
Mekanisme Pemilihan CaGub Dan CaWaGub DKI Jakarta Dari PDIP
Presiden Joko Widodo Melantik Agus Widjojo Sebagai Gubernur Lemhannas
Ahok Kecam Cuitan Yusron Ihza Mahendra Yang Rasis
Bicara Kalimat Rasis, Kemlu Minta Yusron Ihza Mahendra Fokus Jalankan Tugas
Ahok Hadiri Pelantikan Pengurus Partai NasDem DKI Jakarta
Muhammadiyah Ingatkan Sistem Politik Tidak Boleh Memiskinkan Rakyat
Tujuh Rekomendasi Mukernas PKB
Agung Laksono Tegaskan Munaslub Partai Golkar Harus Oleh Tim Transisi
Setya Novanto Mundur
Mayoritas Anggota MKD DPR RI Putuskan Setya Novanto Langgar Kode Etik
Ibu Yang Dimarahi Ahok Soal KJP Mengadu Ke DPRD DKI Jakarta
MenkoPolhukam Bersaksi
Sejumlah Calon Petahana Menangkan Pilkada
Maroef Sjamsoeddin Ibaratkan Setya Novanto Seperti Henry Kissinger
Prabowo Subianto Juru Kampanye Maya Rumantir/Glenny Kairupan
Tiga Paslon Bupati Dan Wakil Bupati Blora Sampaikan Program Dan Visi Misi
Haedar Nashir Terpilih Menjadi Ketua Umum PP Muhammadiyah
jQuery Slider
Arsip :2019201820172016201520142013
  •    •    •    •  
Copyright © 2013-2014 Siar Batavia News. All rights reserved. Visit: 7.538.479 Since: 05.03.13 | 0.1366 sec