Politik

Wanda Hamidah Dukung Jokowi/JK

Monday, 19 Mei 2014 | View : 759

JAKARTA-SBN.

Berbeda sikap dengan partainya dan tak satu suara dengan partainya, politikus Partai Amanat Nasional (PAN) Wanda Hamidah malah memilih mendukung pasangan calon presiden (capres) dan calon wakil presiden (cawapres), Ir. H. Joko Widodo yang akrab disapa ‘Jokowi’ dan Jusuf Kalla (JK) dalam pemilihan umum presiden (pilpres) Juli 2014 mendatang yang merupakan rival partainya dalam pilpres 2014.

Meski Partai Amanat Nasional (PAN) mendukung Prabowo Subianto sebagai calon presiden (capres), tak demikian dengan Wanda Hamidah, politisi partai berlambang matahari terbit yang Ketua Umumnya Hatta Rajasa menjadi pendamping Ketua Dewan Pembina Partai Gerindra Prabowo Subianto.

Sikap politisi Partai Amanat Nasional (PAN) yang kini masih tercatat sebagai anggota Fraksi PAN DPRD DKI Jakarta itu, Wanda Hamidah menyatakan dirinya mendukung pasangan Jokowi-Jusuf Kalla sebagai capres-cawapres yang diusung poros Partai Demokrasi Indoneisa Perjuangan (PDIP) tentu berseberangan dengan keputusan partai yang akhinya memajukan Ketua Umum PAN Hatta Rajasa sebagai cawapres mendampingi Ketua Dewan Pembina Partai Gerindra Prabowo Subianto.

Pasalnya, alasannya ogah mendukung Prabowo Subianto, lantaran dia menilai, calon presiden (capres) Prabowo Subianto yang diusung Partai Gerindra dan didukung PAN merupakan sosok yang diduga terlibat dalam kasus pelanggaran Hak Asasi Manusia (HAM), khususnya kasus kerusuhan Mei 1998. “Kemarin, saya deklarasi di Twitter dukung Jokowi-Jusuf Kalla. Memang, tidak ada pemimpin yang sempurna, tapi kita harus pilih yang terbaik,” kata Wanda Hamidah dalam diskusi publik bertajuk 'Mengingat dan Mengupas Kasus Mei 1998' yang dihelat Forum Mahasiswa Ciputat (Formaci) bekerjasama dengan Freedom Institute di Cikini, Jakarta Pusat, Senin (19/5/2014).

Wanda Hamidah yang juga anggota Fraksi PAN DPRD DKI Jakarta menyatakan itu dalam diskusi publik bertajuk "Mengingat dan Mengupas Kasus Mei 1998" yang diselenggarakan Forum Mahasiswa Ciputat (Formaci) bekerjasama dengan Freedom Institute di Cikini Jakarta, Senin (19/5/2014).

Terkait sikap resmi PAN yang mengusung Hatta Rajasa sebagai cawapres Prabowo Subianto, Wanda Hamidah kurang sependapat.

Itu lantaran, sedari awal, dirinya memutuskan terjun ke dunia politik salah satu alasannya adalah untuk turut mendesak penuntasan kasus pelanggaran HAM masa. Dia katakan, dirinya masuk ke gelanggang politik antara lain bertujuan untuk mendorong penuntasan kasus-kasus pelanggaran HAM masa lalu.

Wanda Hamidah beralasan, sosok Prabowo Subianto yang didukung partainya merupakan tokoh yang diduga terlibat dalam pelanggaran HAM 1998. Bahkan Wanda Hamidah merasa sangat terluka dengan keputusan partai. Wanda Hamidah mengaku hatinya terluka atas sikap PAN yang mendukung pencapresan Prabowo Subianto.

Politisi Partai Amanat Nasional (PAN) yang juga mantan aktivis 98, Wanda Hamidah, terang-terangan mengaku hatinya terluka lantaran partainya berkoalisi dengan Partai Gerindra dan mengusung Prabowo Subianto sebagai calon presiden (capres) yang dinilainya sebagai sosok yang diduga terlibat dalam kasus pelanggaran Hak Asasi Manusia (HAM), terkait tragedi kerusuhan Mei 1998 yang memakan banyak korban, termasuk sejumlah aktivis yang diculik dan belum diketahui keberadaannya hingga saat ini. “Dan saat ini, ketika Ketua Umum saya lakukan koalisi, ini menjadi luka yang harus saya telan dalam-dalam. Saya terluka. Saya tetap tidak bisa menerimanya. Idealisme itu, di mana pun mereka berada para aktivis 98, idealisme itu tetap akan mereka bawa," ucap wanita yang berprofesi sebagai artis itu, Wanda Hamidah dalam diskusi publik bertajuk 'Mengingat dan Mengupas Kasus Mei 1998' yang diselenggarakan Forum Mahasiswa Ciputat (Formaci) bekerja sama dengan Freedom Institute di Cikini, Jakarta Pusat, Senin (19/5/2014).

Dengan tegas Wanda Hamidah mengatakan, semua pihak atau aparat penegak hukum yang diduga terlibat dalam kasus pelanggaran HAM 1998, baik itu dari kalangan TNI maupun Polri, haruslah mempertanggungjawabkan perbuatannya di depan pengadilan. Dia kecewa, lantaran hingga saat ini pengusutan tragedi pelanggaran HAM tahun 1998 belum juga tuntas. Dan, hingga saat ini, penuntasan kasus pelanggaran HAM masih jauh dari harapan.

Dia mendorong sepatutnya negara turut bertanggungawab atas penuntasan kasus-kasus dugaan pelanggaran HAM tersebut. Anggota Fraksi PAN DPRD DKI Jakarta itu mengaku, kalau nantinya pasangan Jokowi-JK terpilih menjadi presiden dan wakil presiden di pilpres 2014 mendatang maka akan meminta Jokowi-JK wajib untuk berkomitmen menuntaskan kasus-kasus dugaan pelanggaran HAM masa lalu. “Siapa pun yang terpilih nanti, jangan jadikan kasus ini sebagai komoditas politik. Meski, saya dukung Jokowi-JK, nanti saya akan tagih, komitmen Anda atas kasus Mei 98 ini seperti apa? Tetap akan saya tagih nanti,” cetus Wanda Hamidah.

Wanda Hamidah pun berharap jika nantinya pasangan Jokowi-JK terpilih menang untuk memimpin bangsa dan pemerintahan lima tahun ke depan, dirinya akan mendesak agar menuntaskan dan mampu menyelesaikan pelanggaran HAM masa lalu. "Saya akan meminta Jokowi-JK untuk berkomitmen menuntaskan kasus-kasus dugaan pelanggaran HAM yang terjadi selama ini,” imbuhnya.

Sementara itu, Koordinator Komisi untuk Orang Hilang dan Tindak Kekerasan (KontraS), Haris Azhar, kembali menyuarakan sikapnya menolak pencapresan Prabowo Subianto. Koordinator Komisi untuk Orang Hilang dan Tindak Kekerasan (KontraS), Haris Azhar mengatakan, sangat sulit mengharapkan calon presiden (capres) Prabowo Subianto dapat menuntaskan kasus-kasus HAM masa lalu.

Dikatakan, Prabowo Subianto jika menjadi presiden, maka tidak akan bisa diharapkan mau menuntaskan kasus-kasus HAM masa lalu.

Haris Azhar beralasan, karena, ia merupakan bagian dari produk dan rezim Orde Baru (Orba) yang diduga turut terlibat dalam kasus-kasus tersebut. Terlebih, pada saat kasus Mei 1998 terjadi, Prabowo Subianto menjabat sebagai Panglima Kostrad (Pangkostrad). “Terlebih, pada saat kasus Mei 1998 terjadi, Prabowo menjabat sebagai Panglima Kostrad (Pangkostrad)," terang Haris Azhar. “Untuk urusan HAM, yang saya concern betul hari ini, saya tidak mau kurangi daya kritis saya, saya tetap perhatian semua kejahatan itu harus diungkap kebenarannya," pinta Haris Azhar.

Senada dengan Wanda Hamidah, Haris Azhar mendesak siapa pun presiden mendatang harus punya komitmen menuntaskan kasus-kasus dugaan pelanggaran HAM masa lalu, termasuk kasus dugaan pelanggaran HAM 1998. "Siapa yang terlibat harus diadili,” cetusnya.

Haris Azhar menambahkan, siapapun presidennya nanti, dia berjanji akan terus mengkritisi agar kasus HAM masa lalu dituntaskan. "Semua kejahatan harus diungkap kebenarannya," imbuhnya. (rep/jpnn/jos)

See Also

Ketika Ahli IT Dan Master Di Bidang Hukum Menolak Korupsi
Kami Peduli Kejahatan Pornografi
Ketua MUI Tak Sependapat Indonesia Bubar 2030
Mukernas II PPP Hasilkan Sejumlah Ketetapan
PAN Walk Out Dari Paripurna RUU Pemilu
Pengamat LIPI Sebut Fenomena Ahok Bikin Parpol Panik
Gubernur DKI Jakarta Tunggu Menteri Sebelum Konsep Baru Raperda Reklamasi
Fadli Zon Akan Sidak Lokasi RS Sumber Waras
Mekanisme Pemilihan CaGub Dan CaWaGub DKI Jakarta Dari PDIP
Presiden Joko Widodo Melantik Agus Widjojo Sebagai Gubernur Lemhannas
Ahok Kecam Cuitan Yusron Ihza Mahendra Yang Rasis
Bicara Kalimat Rasis, Kemlu Minta Yusron Ihza Mahendra Fokus Jalankan Tugas
Ahok Hadiri Pelantikan Pengurus Partai NasDem DKI Jakarta
Muhammadiyah Ingatkan Sistem Politik Tidak Boleh Memiskinkan Rakyat
Tujuh Rekomendasi Mukernas PKB
Agung Laksono Tegaskan Munaslub Partai Golkar Harus Oleh Tim Transisi
Setya Novanto Mundur
Mayoritas Anggota MKD DPR RI Putuskan Setya Novanto Langgar Kode Etik
Ibu Yang Dimarahi Ahok Soal KJP Mengadu Ke DPRD DKI Jakarta
MenkoPolhukam Bersaksi
Sejumlah Calon Petahana Menangkan Pilkada
Maroef Sjamsoeddin Ibaratkan Setya Novanto Seperti Henry Kissinger
Prabowo Subianto Juru Kampanye Maya Rumantir/Glenny Kairupan
Tiga Paslon Bupati Dan Wakil Bupati Blora Sampaikan Program Dan Visi Misi
Haedar Nashir Terpilih Menjadi Ketua Umum PP Muhammadiyah
jQuery Slider
Arsip :2019201820172016201520142013
  •    •    •    •  
Copyright © 2013-2014 Siar Batavia News. All rights reserved. Visit: 7.538.874 Since: 05.03.13 | 0.1537 sec