Hukum

Pasca Dibekukan, Pihak Saint Monica Mulai Membuka Diri

Saturday, 17 Mei 2014 | View : 1466

JAKARTA-SBN.

Kegiatan belajar dan mengajar di kelas kelompok bermain (Play Group) Saint Monica, Sunter Agung, Tanjung Priok, Jakarta Utara, dinyatakan berhenti sementara per hari Kamis (15/5/2014). Hal ini diungkapkan oleh Kepala Sudin Pendidikan Menengah Jakarta Utara Mustafa Kemal usai menemui Lydia W. selaku Kepala Sekolah Saint Monica Jakarta School.

Dinas Pendidikan DKI Jakarta menerbitkan surat berisi keputusan pemberhentian sementara aktivitas di Pendidikan Anak usia dini (PAUD) Sekolah Saint Monica Jakarta School, Jalan Danau Indah Raya Blok C-2 No.1, RT10/RW13, Sunter Agung, Tanjung Priok, Jakarta Utara 14350, Jumat (16/5/2014).

Kepala Suku Dinas (Kasudin) Pendidikan Menengah (Dikmen) Jakarta Utara Mustafa Kemal, menyebutkan total ada lima perintah yang harus dijalankan agar sekolah Saint Monica dapat kembali beroperasi.

Perintah tersebut yakni:

1. Yayasan Pendidikan Mulia Bakti (sekolah Saint Monica) menghentikan kegiatan playgroup terhitung tanggal 16 Mei 2014.

2. Yayasan menyalurkan peserta didik ke lembaga pendidikan anak terdekat atau dikembalikan kepada orang tua.

3. Yayasan menghentikan sementara guru yang diduga melakukan pelecehan seksual sampai ada keputusan hukum tetap.

4. Yayasan meneliti kembali kualifikasi dan kompetensi guru playgroup sesuai dengan Permendiknas Nomor 58 Tahun 2009.

5. Yayasan dipersilakan mengurus kelengkapan izin sesuai dengan Permendikbud Nomor 81 Tahun 2013.

Sebelumnya, ketika meninjau sekolah tersebut pada hari Rabu (14/5/2014) lalu, Dinas Pendidikan DKI mendapati playgroup Saint Monica tidak berizin. Selain itu, Mustafa Kemal juga hadir untuk meminta klarifikasi soal dugaan pelecehan seksual yang dilakukan seorang guru tari di Saint Monica kepada L., siswa sekolah itu. "Izin dipersilakan diurus sampai tenggat waktu yang tidak ditentukan,” tutur Mustafa Kemal di depan area sekolah, Jumat (16/5/2014).

Namun, sekalipun kelima perintah itu sudah berlaku, sekolah itu tetap beraktivitas seperti biasa. Sejumlah murid dan pengasuh ataupun pengantarnya masih bisa terlihat jelas sekalipun penjagaan di gerbang sekolah itu berubah.

Pemberian sanksi hukuman yang diberikan kepada Kelompok Bermain (KB) atau Play Group Saint Monica Jakarta School untuk menghentikan kegiatan belajar-mengajar oleh Dinas Pendidikan Jakarta Utara membuat pihak sekolah mulai membuka diri. Lydia W. selaku Kepala Sekolah Saint Monica, Sabtu (17/5/2014) hari ini, melakukan klarifikasi terhadap pemberitaan yang ada di media selama ini.

Lydia W. menjelaskan bahwa pihak sekolah saat ini sedang mengurus izin ke dinas pendidikan Jakarta Utara perihal izin KB Santa Monica Jakarta School. "Kita ikutin prosedur dari dinas pendidikan, kami ikuti saja apa yang mereka perintahkan, mengenai siswa KB kita akan tutup sampai ijin dari dinas keluar," terang Lydia W.

Dia  mengaku pihak sekolah akan kooperatif terhadap pemeriksaan yang dilakukan KPAI dan Kepolisian.

Saat ditanya mengenai pendapat sekolah terhadap isu yang berkembang baik di media cetak dan televisi, Lydia W. menampik pemberitaan tersebut. "Itu tidak terjadi di tempat kita. Kami semua percaya terhadap Miss H (yang dituduh melecehkan L), dia tidak mungkin melakukan hal tersebut," terang Lydia W.

Menurut dia, orang tua siswa sangat mendukung pihak sekolah dan guru-gurunya, serta sudah membuat petisi yang mengatakan tidak percaya dengan pemberitaan media. "Sampai sekarang guru tersebut masih mengajar di sini, karena kami tidak percaya dengan pemberitaan yang ada di media," tandas Lydia W.

Meski tengah diguncang kasus kekerasan seksual dan Kepala Suku Dinas Pendidikan Menengah (Dikmen) Jakarta Utara telah meminta Kelompok Bermain (KB) sekolah Saint Monica dihentikan karena tidak memiliki izin Pendidikan Anak Usia Dini, (PAUD). Namun, Jumat (16/05/2014) pagi, kegiatan belajar mengajar masih berlangsung normal. Sejumlah orang tua kelompok bermain masih mengantarkan anak mereka ke sekolah.

Sejak pagi hari tadi, orang tua siswa tampak mengantarkan anak mereka untuk menuntut ilmu di sekolah nasional plus dan internasional Saint Monica, Sunter, Jakarta Utara. Diantara mereka terdapat siswa kelompok bermain atau play group. Padahal sekolah tersebut tengah diguncang kekerasan seksual yang menimpa salah satu siswanya oleh seorang guru. Kelompok bermain juga telah ditutup oleh Suku Dinas Pendidikan Menengah (Dikmen) Jakarta Utara yang mendapati sekolah hanya memiliki izin untuk Sekolah Dasar (SD) dan Taman Kanak-anak (TK).

Kasus kekerasan seksual tersebut membuat orang tua khawatir akan keselamatan anaknya. Terlebih, pihak sekolah cenderung bersikap tertutup terhadap kasus tersebut. Orang tua hanya bisa meminta anaknya untuk lebih berhati-hati. (sin/jos/tem)

See Also

Keterangan Ahli Di Sidang Praperadilan Terkait Eksekusi Penahanan Matheus Mangentang
Peras Mantan Petinggi Polri, Hukuman Sisca Dewi Diperberat
LBH Ansor Jateng Apresiasi Penangkapan Cepat Polres Kebumen Terhadap Pelaku Kekerasan Seksual
Kapolres Bitung Perintahkan Pelaku Kejahatan Ditembak Di Tempat
Reserse Polres Bitung Bekuk Residivis Sadis Pembegal Motor
Satuan Reskrim Polres Bitung Tangkap Dua Tersangka Curanmor
Mahasiswa Unesa Sorot Penggunaan Dana Pembelian Mebel Di Kampus
KPK Tetapkan Dirut PT. Rohde And Schwarz Indonesia Sebagai Tersangka
KPK Akan Segera Periksa Saksi Dan Tersangka Suap KONI
KPK Cekal Robert Tantular Ke Luar Negeri
Tim Resmob Dan Tarsius Bitung Lumpuhkan Pencuri Kambuhan
Mahkamah Agung Hukum Alfian Tanjung 2 Tahun Penjara
Polda Jatim Duga Ada Kesalahan Teknis Proyek Berujung Jalan Gubeng Ambles
KPAI Apresiasi Langkah Cepat Polri Proses Bahar Bin Smith
Polri Sebut Penahanan Tersangka Bahar Bin Smith Murni Kasus Hukum
Polri Koordinasi Dengan LPSK Amankan 2 Remaja Korban Bahar Bin Smith
Usai OTT KPK, Kemenpora Lanjutkan Program SEA Games-Olimpiade
KPK Sita Miliaran Rupiah Terkait OTT Pejabat Kemenpora Dan KONI
Polri Kantongi Bukti Penganiayaan Oleh Bahar Bin Smith
KPK OTT Pejabat Kemenpora Dan Pengurus KONI
Polres Metro Jakarta Selatan Buru Pembunuh Perempuan Muda Di Kebagusan City
Pembunuh Keji Sopir Taksi Online Divonis 10 Tahun Penjara
Uang Pengganti E-KTP, KPK Sita Rp 862 Juta Dari Setya Novanto
Keterangan Ahli Ketua DPD KAI DKI Jakarta Pada Sidang Lanjutan Julius Lobiua
TNI AL Ringkus Pelaku Narkoba Di Tanjung Ahus
jQuery Slider

Comments

Arsip :2019201820172016201520142013
  •    •    •    •  
Copyright © 2013-2014 Siar Batavia News. All rights reserved. Visit: 7.537.396 Since: 05.03.13 | 0.1425 sec