Hukum

PAUD Sekolah Saint Monica Sunter Ditutup

Friday, 16 Mei 2014 | View : 1232

JAKARTA-SBN.

Seperti diketahui sebelumnya, seorang balita siswa PAUD di Saint Monica Jakarta School, Jalan Danau Indah Raya Blok C-2 No.1, RT10/RW13, Sunter Agung, Tanjung Priok, Jakarta Utara 14350, berinisial L menjadi korban pelecehan seksual oleh guru ekstrakurikuler menari. Keluarga L telah melapor ke ke Sentra Pelayanan Kepolisian Daerah (Polda) Metro Jaya pada Selasa (13/5/2014).

Sekolah Saint Monica Jakarta School, Jalan Danau Indah Raya Blok C-2 No.1, RT10/RW13, Sunter Agung, Tanjung Priok, Jakarta Utara 14350, mendapat kunjungan dari Suku Dinas Pendidikan Menengah Jakarta Utara.

Dari hasil pertemuan tersebut diambil keputusan kegiatan belajar dan mengajar di kelas Kelompok Bermain (KB) akan ditutup untuk sementara waktu, sampai pihak sekolah mengurus izinnya. Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) di Sekolah Saint Monica Jakarta School, Sunter, Jakarta Utara resmi ditutup. Pasalnya, sekolah tersebut belum melengkapi izin penyelenggaraan PAUD.

Keputusan ini bermula dari tindakan pelecehan seksual yang dialami L siswa Kelompok Bermain (KB) oleh guru menarinya S dengan cara mencolokkan jari ke dubur korban.

Mustafa Kemal mengatakan, tindakan ini berdasarkan instruksi Kepala Dinas Pendidikan DKI Jakarta, Lasro Marbun. "Ini perintah dari Kepala Dinas Pendidikan DKI Jakarta. Playgroup Saint Monica diberhentikan untuk sementara," jelas Mustafa Kemal saat meninjau Sekolah Saint Monica Jakarta School pada Rabu (14/5/2014).

Kepala Suku Dinas (Kasudin) Pendidikan Menengah Jakarta Utara Mustafa Kemal yang datang berkunjung ke sekolah tersebut pada Rabu (14/5/2014) pagi mengatakan akan melakukan monitoring izin. “Kami datang kesini untuk membawa instrumen untuk disebar ke guru, terkait masalah hukum hal tersebut menjadi ranah polisi," cetus Kasudin Pendidikan Menengah Jakarta Utara Mustafa Kemal.

Kasudin Pendidikan Menengah Jakarta Utara Mustafa Kemal mengatakan izin yang dimiliki Saint Monica Jakarta School hanya untuk Sekolah Dasar dan Taman Kanak-kanak (TK). "Untuk yang kelompok bermain belum ada izin, maka akan distop mulai besok kegiatan ajar-mengajarnya, mereka diharuskan mengurus izin terlebih dahulu," tukas Mustafa Kemal.

Kasudin Pendidikan Menengah Jakarta Utara Mustafa Kemal mengatakan, berdasarkan instrumen kelengkapan izin operasionalnya, Yayasan Pendidikan Mulia Bakti (Saint Monica) belum memiliki izin PAUD. “Terhitung hari ini Paud tersebut ditutup. Kami sudah sarankan yayasan untuk menyalurkan peserta didik ke Lembaga PAUD terdekat atau dikembalikan kepada orangtuanya," katanya kepada wartawan, Jumat (16/5/2014).

Mustafa Kemal menambahkan nasib anak-anak yg bersekolah di Kelompok Bermain (KB) nantinya menjadi tanggung jawab pihak yayasan kepada orang tua murid. "Saya akan berkoordinasi dengan kepala dinas Pendidikan DKI untuk monitoring sekolah-sekolah seperti ini dan sekolah internasional, saat ini ada 441 kelompok bermain atau paud yang ada di Jakarta Utara," urai Mustafa Kemal.

Menurut Mustafa Kemal, Dikmen akan memberikan sanksi lisan dan tertulis yang akan diberikan kepada mereka bila masih beroperasi. "Untuk proses pengurusan perijinan membutuhkan waktu bulanan tergantung kemampuan sekolah untuk menyelenggarakan pendidikan," jelas Mustafa Kemal.

Kasudin Pendidikan Menengah Jakarta Utara Mustafa Kemal juga mengakui pihak sekolah sudah lalai dalam menyeleksi guru yang bekerja di sekolah tersebut. "Guru harus memiliki kemampuan untuk melihat perkembangan jiwa anak dan bukan sekedar mengajarkan pelajaran saja," terang Mustafa Kemal.

Menanggapi pertanyaan apakah Sekolah Santa Monica akan ditutup, Mustafa Kemal mengatakan tidak perlu sampai menutup secara keseluruhan. "Karena yang bermasalah hanya kelompok bermainnya, maka untuk TK dan SD nya masih boleh beroperasi, mengenai kepala sekolah Lidya akan dicopot atau tidak itu tergantung yayasan" ungkap Mustafa Kemal.

Ia menegaskan, begitu juga dengan guru yang diduga melakukan pelecehan seksual, yayasan harus menghentikannya sampai ada keputusan hukun yang tetap," kata Mustafa Kemal kemarin.

Mustafa Kemal menjelaskan, sesuai peraturan kementrian pendidikan dan kebudayaan (Kemendibud), dalam izin play group (PAUD) dan Taman Kanak-kanak (TK) itu berbeda. Untuk itu, Yayasan dipersilahkan untuk mengurus kelengkapan ijin operasional sesuai dengan Permendikbud No.81 Tahun 2013.

Selain itu, sambung Mustafa Kemal, yayasan juga harus meneliti kembali kualifikasi dan kompetensi guru yang harus sesuai dengan Permendiknas No.58 Tahun 2009. "Selama ini telah terjadi kesalah pahaman dan ketidaktahuan izin antara Taman Kanak-kanak dan PAUD," ujarnya.

Menurut Mustafa Kemal dalam minggu ini akan dibentuk tim sidak monitoring ke sekolah-sekolah internasional dan swasta di Jakarta Utara, dalam monitoring kita akan membawa kuisioner dengan isi instrumen menyangkut penghasilan dimana ada perbedaan antara gaji guru lokal dan asing. "Instrumen terdiri dari tiga lembar dan kurang lebih ada puluhan pertanyaan, hasil instrumen ini untuk menilai apakah sekolah tersebut layak menyelenggarakan pendidikan atau tidak," kata Mustafa Kemal.

"Guru turut andil menanamkan bibit-bibit kekerasan. Misalkan guru melempar pake kapur, anak dibentak, dimaki, di diskriminasikan, hal ini bisa membentuk kepribadian anak pada saat ia dewasa. Intinya orang tua harus bisa mengawasi anak," jelas Mustafa Kemal.

Mustafa Kemal mengatakan keputusan penutupan Kelompok Bermain di sekolah Santa Monica Jakarta School efektif berlaku mulai Kamis (15/5/2014) dan pihak sekolah dilarang melakukan aktifitas kegiatan untuk kelas Kelompok Bermain (KB). (sin/jos)

See Also

Keterangan Ahli Di Sidang Praperadilan Terkait Eksekusi Penahanan Matheus Mangentang
Peras Mantan Petinggi Polri, Hukuman Sisca Dewi Diperberat
LBH Ansor Jateng Apresiasi Penangkapan Cepat Polres Kebumen Terhadap Pelaku Kekerasan Seksual
Kapolres Bitung Perintahkan Pelaku Kejahatan Ditembak Di Tempat
Reserse Polres Bitung Bekuk Residivis Sadis Pembegal Motor
Satuan Reskrim Polres Bitung Tangkap Dua Tersangka Curanmor
Mahasiswa Unesa Sorot Penggunaan Dana Pembelian Mebel Di Kampus
KPK Tetapkan Dirut PT. Rohde And Schwarz Indonesia Sebagai Tersangka
KPK Akan Segera Periksa Saksi Dan Tersangka Suap KONI
KPK Cekal Robert Tantular Ke Luar Negeri
Tim Resmob Dan Tarsius Bitung Lumpuhkan Pencuri Kambuhan
Mahkamah Agung Hukum Alfian Tanjung 2 Tahun Penjara
Polda Jatim Duga Ada Kesalahan Teknis Proyek Berujung Jalan Gubeng Ambles
KPAI Apresiasi Langkah Cepat Polri Proses Bahar Bin Smith
Polri Sebut Penahanan Tersangka Bahar Bin Smith Murni Kasus Hukum
Polri Koordinasi Dengan LPSK Amankan 2 Remaja Korban Bahar Bin Smith
Usai OTT KPK, Kemenpora Lanjutkan Program SEA Games-Olimpiade
KPK Sita Miliaran Rupiah Terkait OTT Pejabat Kemenpora Dan KONI
Polri Kantongi Bukti Penganiayaan Oleh Bahar Bin Smith
KPK OTT Pejabat Kemenpora Dan Pengurus KONI
Polres Metro Jakarta Selatan Buru Pembunuh Perempuan Muda Di Kebagusan City
Pembunuh Keji Sopir Taksi Online Divonis 10 Tahun Penjara
Uang Pengganti E-KTP, KPK Sita Rp 862 Juta Dari Setya Novanto
Keterangan Ahli Ketua DPD KAI DKI Jakarta Pada Sidang Lanjutan Julius Lobiua
TNI AL Ringkus Pelaku Narkoba Di Tanjung Ahus
jQuery Slider

Comments

Arsip :2019201820172016201520142013
  •    •    •    •  
Copyright © 2013-2014 Siar Batavia News. All rights reserved. Visit: 7.538.502 Since: 05.03.13 | 0.1378 sec