Hukum

Siswa KB Saint Monica Sunter Alami Pelecehan Asusila

Friday, 16 Mei 2014 | View : 1145

JAKARTA-SBN.

Bocah dibawah lima tahun (Balita) yang bersekolah di Pendidikan Anak usia dini (PAUD) Saint Monica Jakarta School, Jalan Danau Indah Raya Blok C-2 No.1, RT10/RW13, Sunter Agung, Tanjung Priok, Jakarta Utara 14350, trauma berat setelah mengalami pelecehan seksual di sekolah. Orangtua korban yang tak terima, langsung melaporkan kasus ini ke Sentra Pelayanan Kepolisian Daerah (Polda) Metro Jaya.

Untuk diketahui, pada sang Ibunda (B), Ibu korban, B mengatakan, putranya mengaku dilecehkan oleh seorang guru disekolahnya. Korban yang berinisial L mengaku kepada sang Ibu kalau dirinya bagian duburnya kerap dicolok atau ditusuk jari tangan sang guru tari berinisial Miss S.

Menurut B, Ibunya korban, anaknya tersebut mengeluh sakit di bagian duburnya setiap setelah buang air besar. "Jadi anak saya sering kesakitan kalau dibersihkan setelah buang air besar," ungkap B. saat mendatangi Polda Metro Jaya untuk melaporkan kasus tersebut, Selasa (13/5/2014).

Kekerasan seksual yang diterima putranya, L. tersebut terjadi saat L sedang mengikuti ekstra kulikuler dance yang dilaksanakan di sekolah yang terletak di Sunter, Jakarta Utara. "Sekolahnya hanya tiga kali satu pekan yakni, Senin, Rabu, dan Jumat. Kalau ekskulnya setiap hari Selasa," paparnya di Polda Metro Jaya. Menurutnya, untuk sekolah anaknya hanya dua jam sedangkan untuk ekskul satu jam.

Menurut B, anaknya L mengeluh sakit dan tidak mau sekolah lagi.

Setelah mendapat pengakuan dari sang putra, dia kemudian melakukan pemeriksaan di RSCM. Lalu setelah memeriksakan L ke RSCM dan ditemukan kalau duburnya L memang terluka akibat kekerasan benda tumpul. “Perubahan anak saya sudah terjadi sejak enam bulan lalu. Dia mengeluh sakit, tapi saya masih menganggapnya biasa saja. Baru tiga bulan terakhir ini ada perubahan cukup drastis," terang B.

Dikatakan B, anaknya tidak mau memakai celana karena sakit dan tidak mau sekolah. Hingga akhirnya L bercerita mengenai apa yang dialaminya.

Penyidik Polda Metro Jaya sudah menerima hasil visum terhadap siswa di Sekolah Saint Monica Jakarta School, Jakarta Utara, inisial L berumur 3,5 tahun. L Diduga dicabuli gurunya inisial HR alias S. "Hasil visumnya menyatakan ada luka lecet pada anusnya, dan kasus ini sudah dilaporkan ke Polres Jakarta Utara dan Polda Metro Jaya," ungkap Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol. Rikwanto, Jumat (16/5/2014).

Mendapati kondisi tersebut, dia langsung menghubungi pihak sekolah. Namun, dirinya malah mendapat bantahan dari sekolah. Menurut sekolah, tidak mungkin guru-guru Saint Monica Jakarta School melakukan perbuatan tersebut.

Mendapat bantahan tersebut, dirinya kemudian mencari informasi terkait guru yang mengajar putranya. Ia kemudian bertanya kepada anaknya sambil menunjukkan foto-foto gurunya. L pun menunjuk guru ekskul tarinya berinisial S. "Saya akhirnya mendapat foto guru yang mengajar anak saya, dari tiga foto anak saya menunjuk satu orang yang bernama Miss S.," tuturnya.

Penyidik Polda Metro Jaya bergerak cepat mengangani laporan bocah 3,5 tahun berinisial L, murid PAUD di Sekolah Saint Monica Sunter Jakarta School, Jakarta Utara yang menjadi korban kekerasan seksual dari guru tarinya, Miss S.

Seorang Ibu berinisial B, beber Kombes Pol. Rikwanto, melaporkan dugaan pelecehan seksual yang dialami anaknya L., ke Polres Jakarta Utara dan Polda Metro Jaya. Pelakunya, diduga guru perempuan di sekolah Saint Monica Jakarta School, HR alias S. S dilaporkan telah menusuk-nusuk anus korban dengan jarinya, hingga menyebabkan luka.

Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes. Pol. Rikwanto mengatakan pihaknya sudah menerima laporan dari Ibu korban dengan Nomor 854/K/V/2014/PMJ/Resju tanggal 2 Mei 2014.

Dimana dalam laporan itu, Ibu korban melaporkan Miss S. dengan dugaan perbuatan cabul terhadap dan atau penganiayaan terhadap anak, sesuai Pasal 82 dan Pasal 80 UU RI No.23 Tahun 2002 tentang Perlindungan anak.

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes. Pol. Rikwanto menegaskan, saat ini laporannya masih diproses. “Laporannya baru kami terima dan masih diproses,” tegasnya. Seandainya memang terbukti akan kita lanjutkan dan menangkap pelakunya. “Ibu korban melaporkan anaknya L mengalami pelecehan seksual yang dilakukan terduga seorang guru di sekolah Saint Monica inisial HR alias S," pungkasnya.

Polda Metro Jaya akan akan melakukan pemeriksaan terhadap H alias S, guru di PAUD Saint Monica Jakarta School, Sunter, Jakarta Utara, dalam kasus kekerasan seksual terhadap salah seorang muridnya.

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol. Rikwanto mengatakan, S. rencananya akan diperiksa pada pekan depan. Sebelumnya guru perempuan itu dilaporkan telah melakukan kekerasan seksual terhadap L, salah seorang muridnya. "S yang dilaporkan telah melakukan kekerasan seksual, kami akan melakukan pemeriksaan. Sampai saat ini penyidik masih akan melakukan pemeriksaan terhadap terlapor, statusnya juga belum tersangka," ungkapnya.

Terkait kasus ini, lanjut dia, penyidik sudah memeriksa tiga orang saksi yakni Ibu korban, dan dua orang guru di sekolah tersebut. Mantan Wakapolwil Banyumas ini, Kombes Pol. Rikwanto melanjutkan, sampai saat ini penyidik telah memeriksa tiga orang saksi terkait kasus pelecehan itu, yakni Ibu korban, dan dua orang guru di PAUD Saint Monica Jakarta School. “Kejadian terjadi pada 29 April 2014 sekitar pukul 08:00 WIB di sekolah tersebut. Saksi pelapor dan korban sudah diperiksa," kata Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes. Pol. Rikwanto pada wartawan, Rabu (14/5/2014).

Selain itu, untuk kepentingan penyidikan, Kombes Pol. Rikwanto mengatakan pihak penyidik telah memeriksa tiga orang saksi dari pihak sekolah yakni dua orang suster dan satu guru di sekolah tersebut. “Selain memeriksa tiga orang dari pihak sekolah. Kami juga periksa baby sister korban atas nama Soleha," urai Kombes Pol. Rikwanto.

Selain itu penyidik juga sedang berupaya meminta rekaman gambar CCTV di ruang kelas atau tempat kejadian perkara. "Saat ini kami juga sedang berupaya mengambil atau menyita CCTV yang ada di kelas terkait kasus ini," katanya.

Mantan Kapolres Klaten, Kombes Pol. Rikwanto menyampaikan, pihak sekolah Saint Monica Jakarta School harus terbuka dan kooperatif agar kasus ini bisa segera terungkap. "Kalau tertutup atau tidak kooperatif, malah semakin menimbulkan kecurigaan masyarakat," tegasnya. (sin/met/jos)

See Also

Keterangan Ahli Di Sidang Praperadilan Terkait Eksekusi Penahanan Matheus Mangentang
Peras Mantan Petinggi Polri, Hukuman Sisca Dewi Diperberat
LBH Ansor Jateng Apresiasi Penangkapan Cepat Polres Kebumen Terhadap Pelaku Kekerasan Seksual
Kapolres Bitung Perintahkan Pelaku Kejahatan Ditembak Di Tempat
Reserse Polres Bitung Bekuk Residivis Sadis Pembegal Motor
Satuan Reskrim Polres Bitung Tangkap Dua Tersangka Curanmor
Mahasiswa Unesa Sorot Penggunaan Dana Pembelian Mebel Di Kampus
KPK Tetapkan Dirut PT. Rohde And Schwarz Indonesia Sebagai Tersangka
KPK Akan Segera Periksa Saksi Dan Tersangka Suap KONI
KPK Cekal Robert Tantular Ke Luar Negeri
Tim Resmob Dan Tarsius Bitung Lumpuhkan Pencuri Kambuhan
Mahkamah Agung Hukum Alfian Tanjung 2 Tahun Penjara
Polda Jatim Duga Ada Kesalahan Teknis Proyek Berujung Jalan Gubeng Ambles
KPAI Apresiasi Langkah Cepat Polri Proses Bahar Bin Smith
Polri Sebut Penahanan Tersangka Bahar Bin Smith Murni Kasus Hukum
Polri Koordinasi Dengan LPSK Amankan 2 Remaja Korban Bahar Bin Smith
Usai OTT KPK, Kemenpora Lanjutkan Program SEA Games-Olimpiade
KPK Sita Miliaran Rupiah Terkait OTT Pejabat Kemenpora Dan KONI
Polri Kantongi Bukti Penganiayaan Oleh Bahar Bin Smith
KPK OTT Pejabat Kemenpora Dan Pengurus KONI
Polres Metro Jakarta Selatan Buru Pembunuh Perempuan Muda Di Kebagusan City
Pembunuh Keji Sopir Taksi Online Divonis 10 Tahun Penjara
Uang Pengganti E-KTP, KPK Sita Rp 862 Juta Dari Setya Novanto
Keterangan Ahli Ketua DPD KAI DKI Jakarta Pada Sidang Lanjutan Julius Lobiua
TNI AL Ringkus Pelaku Narkoba Di Tanjung Ahus
jQuery Slider

Comments

Arsip :2019201820172016201520142013
  •    •    •    •  
Copyright © 2013-2014 Siar Batavia News. All rights reserved. Visit: 7.539.424 Since: 05.03.13 | 0.1876 sec