Hukum

Putra Menteri Resmi Jadi Tersangka Korupsi Videotron

Friday, 16 Mei 2014 | View : 811

JAKARTA-SBN.

Setelah sempat tertunda, akhirnya Kejaksaan Tinggi DKI Jakarta resmi menetapkan putra Menteri Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (UKM) Syarief Hasan, yang juga adalah Direktur Utama PT. Rifuel, Riefan Avrian, sebagai tersangka, pada Jumat (16/5/2014).

Putra Menteri Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (Menkop-UKM) sekaligus Ketua Harian Partai Demokrat Syariefuddin Hassan itu ditetapkan sebagai tersangka kasus dugaan korupsi proyek pengadaan dan pemasangan videotron di Kemenkop UKM Tahun Anggaran (TA) 2012.

"Penyidik telah menemukan dua alat bukti yang cukup untuk menjerat RA (Riefan Avrian) selaku Direktur Utama PT. Rifuel sebagai tersangka. Surat perintah penyidikan (sprindik) telah kami tanda tangani hari ini 16 Mei 2014," kata Kepala Kejaksaan Tinggi (Kajati) DKI Jakarta M. Adi Toegarisman di kantornya, Kuningan, Jakarta, Jumat (16/5/2014).

Dalam penjelasannya, Adi mengatakan bahwa penetapan Riefan Avrian sebagai tersangka salah satunya adalah merupakan hasil pengembangan dari persidangan terdakwa Hendra Saputra. Hendra Saputra adalah pesuruh atau office boy di perusahaan Riefan Avrian yang diangkat menjadi Direktur Utama (Dirut) PT. Imaji Media. “RA (Riefan Avrian) telah kami tetapkan sebagai tersangka dan surat perintah penyidikan (sprindik) telah kami tanda tangani hari ini 16 Mei 2014,” tambah M. Adi Toegarisman.

Terhadap Riefan Avrian diduga melakukan pekerjaan proyek videotron tidak sebagaimana mestinya. Serta, dia juga diduga menarik uang mencapai Rp 21 miliar yang berkaitan dengan kontrak kerja atas surat kuasa yang dibuat Hendra Saputra.

Atas perbuatannya, Riefan Avrian dijerat dengan Pasal 2 ayat (1) atau Pasal 3 UU Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) jo Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP. Dengan ancaman hukuman maksimal 20 tahun penjara.

Lebih lanjut, dia mengatakan, guna melengkapi berkas perkara, Riefan Avrian selanjutnya akan diperiksa sebagai tersangka pada Senin (19/5/2014) pukul 09.00 WIB. “Surat penggilannya sudah kami kirimkan pada hari ini, 16 Mei 2014,” ungkap M. Adi Toegarisman.

Selain itu, sambung dia, Kejati DKI Jakarta juga akan melayangkan surat pencegahan ke luar negeri terhadap Riefan Avrian ke Direktorat Jenderal Imigrasi Kementerian Hukum dan HAM (Kemenkum HAM).

Surat pencegahan tersebut dimaksudkan agar yang bersangkutan jika dibutuhkan keterangannya sedang tidak berada di luar negeri. “Hari ini, 16 Mei 2014, saya kirim surat untuk minta pencegahan melalui Kejaksaan Agung (Kejakgung),” ucap dia.

Kejati DKI Jakarta, M. Adi Toegarisman membantah jika ada tekanan politik dalam mengusut kasus-kasus tersebut. M. Adi Toegarisman mengklaim sudah sesuai prosedur menyidik kasus yang merugikan keuangan negara senilai Rp 4,78 miliar itu. “Saya tegaskan, tidak ada namanya tekanan politik. Kami berjalan sesuai dengan prosedur hukum yang ada,” kata M. Adi Toegarisman.

M. Adi Toegarisman mengklaim baru ditetapkannya Riefan Avrian sebagai tersangka karena pihaknya baru menemukan bukti kuat bahwa Riefan Avrian turut terlibat.

Padahal, dalam dakwaan Hendra Saputra yang telah dibacakan di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi ( Tipikor) Jakarta, Riefan Avrian ditulis didakwa bersama-sama dalam berkas terpisah. “Kalau ada kesan katanya ditunda-tunda, saya sampaikan untuk penuntutan seseorang sebagai tersangka saya harus punya minimal dua alat bukti,” terang M. Adi Toegarisman.

Seperti diketahui, dalam surat dakwaan Hendra Saputra disebut bahwa dalam melakukan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) bersama-sama dengan Riefan Avrian yang dijerat dalam berkas terpisah.

Terhadap Hendra Saputra diduga melakukan korupsi proyek videotron sehingga telah memperkaya diri sendiri dan Riefan Avrian.

Dalam kasus ini, Riefan Avrian disebut-sebut merupakan otak dari kasus dugaan korupsi tersebut. Pasalnya, Riefan Avrian dengan sengaja mengangkat Hendra Saputra yang merupakan pesuruh dan supir di perusahaannya tersebut sebagai Dirut PT. Imaji Media.

Dalam surat dakwaan disebut jelas peran Riefan Avrian, yaitu mengangkat Hendra Saputra yang hanya mengenyam pendidikan sampai kelas 3 Sekolah Dasar (SD) sebagai Direktur Utama PT. Imaji Media.

Diduga pengangkatan Hendra Saputra sebagai Dirut PT. Imaji Media oleh Riefan Avrian hanya untuk mengikuti lelang pengadaan dua unit videotron di Kementerian yang dipimpin bapaknya sendiri tersebut.

Padahal, patut diduga perusahaan tersebut sengaja didirikan untuk mendapatkan proyek videotron di Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (Kemenkop UKM).

Kemudian, dalam pembayaran proyek videotron masuk ke rekening Hendra Saputra selaku Dirut PT. Imaji Media. Namun, rekening ini juga dikuasai oleh Riefan Avrian. Dari Riefan Avrian, Hendra Saputra kemudian mendapat bagian Rp 19 juta.

Kasus ini terungkap setelah Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) melakukan pemeriksaan pada Februari-Mei 2013. BPK menemukan adanya kelebihan pembayaran yang tidak sesuai spesifikasi teknis sebesar Rp 2,695 miliar.

Belakangan diketahui, proyek senilai Rp 23 miliar itu ternyata tidak dilaksanakan sebagaimana mestinya, sehingga negara dirugikan sebesar Rp 4,7 miliar. Berdasarkan hasil audit Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP), kasus ini telah merugikan keuangan negara sebesar Rp 4.780.298.943. (ant/jos)

See Also

Keterangan Ahli Di Sidang Praperadilan Terkait Eksekusi Penahanan Matheus Mangentang
Peras Mantan Petinggi Polri, Hukuman Sisca Dewi Diperberat
LBH Ansor Jateng Apresiasi Penangkapan Cepat Polres Kebumen Terhadap Pelaku Kekerasan Seksual
Kapolres Bitung Perintahkan Pelaku Kejahatan Ditembak Di Tempat
Reserse Polres Bitung Bekuk Residivis Sadis Pembegal Motor
Satuan Reskrim Polres Bitung Tangkap Dua Tersangka Curanmor
Mahasiswa Unesa Sorot Penggunaan Dana Pembelian Mebel Di Kampus
KPK Tetapkan Dirut PT. Rohde And Schwarz Indonesia Sebagai Tersangka
KPK Akan Segera Periksa Saksi Dan Tersangka Suap KONI
KPK Cekal Robert Tantular Ke Luar Negeri
Tim Resmob Dan Tarsius Bitung Lumpuhkan Pencuri Kambuhan
Mahkamah Agung Hukum Alfian Tanjung 2 Tahun Penjara
Polda Jatim Duga Ada Kesalahan Teknis Proyek Berujung Jalan Gubeng Ambles
KPAI Apresiasi Langkah Cepat Polri Proses Bahar Bin Smith
Polri Sebut Penahanan Tersangka Bahar Bin Smith Murni Kasus Hukum
Polri Koordinasi Dengan LPSK Amankan 2 Remaja Korban Bahar Bin Smith
Usai OTT KPK, Kemenpora Lanjutkan Program SEA Games-Olimpiade
KPK Sita Miliaran Rupiah Terkait OTT Pejabat Kemenpora Dan KONI
Polri Kantongi Bukti Penganiayaan Oleh Bahar Bin Smith
KPK OTT Pejabat Kemenpora Dan Pengurus KONI
Polres Metro Jakarta Selatan Buru Pembunuh Perempuan Muda Di Kebagusan City
Pembunuh Keji Sopir Taksi Online Divonis 10 Tahun Penjara
Uang Pengganti E-KTP, KPK Sita Rp 862 Juta Dari Setya Novanto
Keterangan Ahli Ketua DPD KAI DKI Jakarta Pada Sidang Lanjutan Julius Lobiua
TNI AL Ringkus Pelaku Narkoba Di Tanjung Ahus
jQuery Slider

Comments

Arsip :2019201820172016201520142013
  •    •    •    •  
Copyright © 2013-2014 Siar Batavia News. All rights reserved. Visit: 7.538.494 Since: 05.03.13 | 0.1752 sec