Politik

Luhut Panjaitan Berharap Partai Golkar Dukung PDIP

Friday, 16 Mei 2014 | View : 818

JAKARTA-SBN.

Wakil Ketua Dewan Pertimbangan Partai Golongan Karya (Golkar), Luhut Panjaitan mengaku secara pribadi mendukung calon presiden Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP), Ir. H. Joko Widodo atau yang akrab dipanggil ‘Jokowi’. Selain itu ia juga berharap Partai Golkar bisa berkoalisi dengan PDIP.

Kepada wartawan di Wisma Bakrie 2, Setiabudi, Jakarta Selatan, Jumat (16/5/2014), purnawirawan Jendral TNI Angkatan Darat itu mengatakan bahwa ia juga mengapresiasi pertemuan antara Ketua Umum DPP Partai Golkar, Aburizal Bakrie (ARB) atau Ical dengan Ketua Umum DPP PDIP, Megawati Soekarnoputri, Kamis (15/1/2014) kemarin.

Wakil Ketua Dewan Pertimbangan Partai Golkar, Luhut Panjaitan, menyebutkan Partai Golongan Karya (Golkar) sudah hampir pasti mendukung Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP), yang mengusung calon presiden (capres), Ir. H. Joko Widodo atau yang akrab dipanggil Jokowi.

Luhut Panjaitan kepada wartawan di Wisma Bakrie 2, Setiabudi, Jakarta Selatan, Jumat (16/5/2014), mengatakan Ketua Umum DPP Partai Golkar, Aburizal Bakrie (ARB) atau yang akrab dipanggil Ical bahkan sudah menemui Ketua Umum DPP PDIP, Megawati Soekarnoputri, Kamis (15/5/2014) kemarin.

Ketua DPP Partai Golongan Karya (Golkar), Aburizal Bakrie (ARB) atau yang akrab dipanggil Ical sudah menemui Ketua DPP Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP), Megawati Soekarnoputri, Kamis (15/5/2014). Keduanya sepakat untuk menjalin kerjasama, namun kesepakatan itu belum diresmikan hingga kini.

Wakil Ketua Dewan Pertimbangan Partai Golkar, Luhut Panjaitan, kepada wartawan di Wisma Bakrie 2, Setiabudi, Jakarta Selatan, Jumat (16/5/2014), mengatakan kesepakatan antara Ical dan Megawati Soekarnoputri tersebut tidak didasarkan praktik politik transaksional. "Menurut kami itu merupakan angin segar ditengah-tengah sikap pragmatisme dan permainan yang yang ditenggarai telah terjadi pada pileg lalu, dan menyebarnya isu tentang adanya mahar politik dan bagi-bagi kursi kekuasaan," katanya.

Bahkan keduanya tidak membicarakan soal calon presiden (capres) dan calon wakil presiden (cawapres). Kata Luhut Panjaitan, kedua petinggi partai itu sepakat untuk menjalani sebuah kerjasama, namun tidak membicarakan soal bagi-bagi kekuasaan. "Tidak berbicara posisi capwapres (calon wakil presiden) atau posisi kekuasaan lainnya," bebernya.

Dalam kesempatan itu Luhut Panjaitan juga menuturkan apresiasinya terhadap Partai Nasional Demokrat (NasDem) dan Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) yang juga mendukung Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP).

Menurut Luhut Panjaitan, dukungan kedua partai itu juga tidak didasari praktik politik transaksional. "Ini merupakan tonggak penting dalam pembangunan nilai-nilai demokrasi yang sehat dan berkualitas dan sangat baik untuk dijadikan model kerjasama di masa mendatang," terangnya.

Wakil Ketua Dewan Pertimbangan Partai Golkar Luhut Panjaitan juga mengatakan sikap tersebut akan memberi peluang yang luas pada presiden terpilih untuk membentuk sebuah kabinet profesional yang mampu memecahkan masalah bangsa ini dengan cepat. "Praktik transaksional bagi-bagi kursi dan pemberian uang mahar tidak boleh terjadi lagi di negeri kita tercinta, masyarakat tentu akan marah," tegas Luhut Panjaitan.

Aburizal Bakrie alias Ical dan Megawati Soekarnoputri sepakat untuk merealisasikan kerjasama antara kedua partai itu, setelah Partai Golongan Karya (Golkar) menggelar Rapat Pimpinan Nasional (Rapimnas) pada Minggu (18/5/2014), yang akan menentukan arah Partai Golongan Karya (Golkar) pada pemilu presiden (pilpres) tahun ini.

Kata dia, keduanya sudah sepakat bekerja sama. Namun demikian, pendeklarasian dukungan itu harus menunggu Rapat Kerja Nasional (Rakernas) Partai Golongan Karya (Golkar) pada 18 Mei 2014 mendatang. “Mereka paham bahwa keputusan sepihak oleh seorang ketua umum, pastilah akan menimbulkan perlawanan internal dari lingkungan partai sendiri,” papar Luhut Panjaitan.

Wakil Ketua Dewan Pertimbangan Partai Golkar, Luhut Panjaitan memprediksi deklarasi dukungan Partai Golongan Karya (Golkar) untuk PDIP akan dilakukan pada hari Minggu (18/5/2014) malam, usai Rapimnas, atau pada Senin (19/5/2014) pagi.

Jadi, dengan demikian, tambah dia, pintu bagi Partai Gerindra yang mengusung calon presiden (capres) Prabowo Subianto, sudah tertutup. Padahal, Aburizal Bakrie (ARB) alias Ical juga sudah beberapa kali menemui Prabowo Subianto yang merupakan saingan terberat Gubernur DKI Jakarta, Ir. H. Joko Widodo alias Jokowi. "Soal (kemungkinan koalisi) Gerindra-Golkar saya kira sudah lewat," jelasnya.

Hal yang sama ia tuturkan tentang kemungkinan Partai Golkar membentuk poros ke tiga dengan Partai Demokrat (PD). Luhut Panjaitan mengaku sudah memperhitungkan soal kemungkinan koalisi antara kedua partai, menurutnya hal itu susah direalisasikan. (tri/jos)

See Also

Ketika Ahli IT Dan Master Di Bidang Hukum Menolak Korupsi
Kami Peduli Kejahatan Pornografi
Ketua MUI Tak Sependapat Indonesia Bubar 2030
Mukernas II PPP Hasilkan Sejumlah Ketetapan
PAN Walk Out Dari Paripurna RUU Pemilu
Pengamat LIPI Sebut Fenomena Ahok Bikin Parpol Panik
Gubernur DKI Jakarta Tunggu Menteri Sebelum Konsep Baru Raperda Reklamasi
Fadli Zon Akan Sidak Lokasi RS Sumber Waras
Mekanisme Pemilihan CaGub Dan CaWaGub DKI Jakarta Dari PDIP
Presiden Joko Widodo Melantik Agus Widjojo Sebagai Gubernur Lemhannas
Ahok Kecam Cuitan Yusron Ihza Mahendra Yang Rasis
Bicara Kalimat Rasis, Kemlu Minta Yusron Ihza Mahendra Fokus Jalankan Tugas
Ahok Hadiri Pelantikan Pengurus Partai NasDem DKI Jakarta
Muhammadiyah Ingatkan Sistem Politik Tidak Boleh Memiskinkan Rakyat
Tujuh Rekomendasi Mukernas PKB
Agung Laksono Tegaskan Munaslub Partai Golkar Harus Oleh Tim Transisi
Setya Novanto Mundur
Mayoritas Anggota MKD DPR RI Putuskan Setya Novanto Langgar Kode Etik
Ibu Yang Dimarahi Ahok Soal KJP Mengadu Ke DPRD DKI Jakarta
MenkoPolhukam Bersaksi
Sejumlah Calon Petahana Menangkan Pilkada
Maroef Sjamsoeddin Ibaratkan Setya Novanto Seperti Henry Kissinger
Prabowo Subianto Juru Kampanye Maya Rumantir/Glenny Kairupan
Tiga Paslon Bupati Dan Wakil Bupati Blora Sampaikan Program Dan Visi Misi
Haedar Nashir Terpilih Menjadi Ketua Umum PP Muhammadiyah
jQuery Slider
Arsip :2019201820172016201520142013
  •    •    •    •  
Copyright © 2013-2014 Siar Batavia News. All rights reserved. Visit: 7.539.491 Since: 05.03.13 | 0.1571 sec