Politik

Tanggapi Penolakan, Ketum PAN Siap Lepaskan Cawapres

Friday, 16 Mei 2014 | View : 510

JAKARTA-SBN.

Ketua Umum Partai Amanat Nasional (PAN) Hatta Rajasa menanggapi adanya penolakan terhadap dirinya dari koalisi Partai Gerindra lainnya, Partai Persatuan Pembangunan (PPP) dan Partai Keadilan Sejahtera (PKS).

Hatta Rajasa menjelaskan apabila Ketua Dewan Pembina Partai Gerindra Prabowo Subianto atau pihak lain merasa dirinya tak cocok berdampingan dengan Prabowo Subianto, calon presiden (capres) dari Partai Gerindra itu, maka Hatta Rajasa mengatakan akan menerima hal itu.

"Enggak khawatir. Hari ini dibatalkan juga saya siap. Kita tidak bisa membuat semua orang setuju. That's life," cetus Hatta Rajasa di kompleks Kepresidenan, Jakarta, Jumat (16/5/2014) siang.

Namun menurut Hatta Rajasa, kritik dan ketidaksukaan itu biasa dalam berpolitik. Ditambahkannya, apabila Partai Persatuan Pembangunan (PPP) maupun Partai Keadilan Sejahtera (PKS) yang juga mulai merapat ke Partai Gerindra mengajukan calon wakil presiden (cawapres) masing-masing, merupakan hal wajar. Namun yang menentukan adalah Prabowo Subianto sendiri,yang merupakan calon presiden (capres).

"Pada akhirnya keputusan ada pada capres. Buat saya diteruskan oke, tidak diteruskan juga enggak apa-apa. Sama saja. Jabatan kok diuber-uber. Sudahlah," lanjut Hatta Rajasa yang juga Menteri Koordinator Perekonomian yang baru mundur tersebut. Pun, sambung dia, tidak perlu ada lobi dari PAN ke PPP.

Hal itu disampaikan Hatta Rajasa menyusul penolakan Majelis Syariah PPP terhadap rencana pengusungan Hatta Rajasa sebagai calon wakil presiden (cawapres) mendampingi Prabowo Subianto. Partai Persatuan Pembangunan (PPP) menilai sebaiknya Prabowo Subianto melirik calon dari partainya.

Beberapa hari lalu, Ketua Dewan Pembina Partai Gerindra Prabowo Subianto sendiri datang ke kantor presiden dan bersama-sama dengan Hatta Rajasa meminta persetujuan presiden untuk melepaskan menteri koordinator perekonomiannya itu. (ant/jos)

See Also

Ketika Ahli IT Dan Master Di Bidang Hukum Menolak Korupsi
Kami Peduli Kejahatan Pornografi
Ketua MUI Tak Sependapat Indonesia Bubar 2030
Mukernas II PPP Hasilkan Sejumlah Ketetapan
PAN Walk Out Dari Paripurna RUU Pemilu
Pengamat LIPI Sebut Fenomena Ahok Bikin Parpol Panik
Gubernur DKI Jakarta Tunggu Menteri Sebelum Konsep Baru Raperda Reklamasi
Fadli Zon Akan Sidak Lokasi RS Sumber Waras
Mekanisme Pemilihan CaGub Dan CaWaGub DKI Jakarta Dari PDIP
Presiden Joko Widodo Melantik Agus Widjojo Sebagai Gubernur Lemhannas
Ahok Kecam Cuitan Yusron Ihza Mahendra Yang Rasis
Bicara Kalimat Rasis, Kemlu Minta Yusron Ihza Mahendra Fokus Jalankan Tugas
Ahok Hadiri Pelantikan Pengurus Partai NasDem DKI Jakarta
Muhammadiyah Ingatkan Sistem Politik Tidak Boleh Memiskinkan Rakyat
Tujuh Rekomendasi Mukernas PKB
Agung Laksono Tegaskan Munaslub Partai Golkar Harus Oleh Tim Transisi
Setya Novanto Mundur
Mayoritas Anggota MKD DPR RI Putuskan Setya Novanto Langgar Kode Etik
Ibu Yang Dimarahi Ahok Soal KJP Mengadu Ke DPRD DKI Jakarta
MenkoPolhukam Bersaksi
Sejumlah Calon Petahana Menangkan Pilkada
Maroef Sjamsoeddin Ibaratkan Setya Novanto Seperti Henry Kissinger
Prabowo Subianto Juru Kampanye Maya Rumantir/Glenny Kairupan
Tiga Paslon Bupati Dan Wakil Bupati Blora Sampaikan Program Dan Visi Misi
Haedar Nashir Terpilih Menjadi Ketua Umum PP Muhammadiyah
jQuery Slider
Arsip :2019201820172016201520142013
  •    •    •    •  
Copyright © 2013-2014 Siar Batavia News. All rights reserved. Visit: 7.538.841 Since: 05.03.13 | 0.1489 sec