Hukum

KPK Tetapkan Presdir PT. KPI Artha Merish Simbolon Tersangka

JAKARTA-SBN.

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menetapkan tersangka dalam kasus dugaan korupsi pemberian hadiah kepada Kepala SKK Migas terhadap Presiden Direktur PT. Kaltim Parna Industri (KPI), Artha Merish Simbolon. Ia dijerat karena diduga sebagai salah satu pihak yang memberi suap kepada pejabat SKK Migas, Rudi Rubiandini. “Hasil gelar perkara telah ditemukan sedikitnya dua alat bukti permulaan yang cukup, dengan adanya dugaan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) terkait dugaan pemberian kepada Kepala SKK Migas yang diduga diberikan tersangka AMS selaku Presiden Direktur (Presdir) PT. KPI," ungkap Juru Bicara KPK, Johan Budi Sapto Prabowo di kantornya, plaza Gedung KPK, Jalan HR Rasuna Said, Kuningan, Jakarta Selatan, Rabu (14/5/2014).

Dalam kasus ini, ditetapkannya Artha Merish Simbolon sebagai tersangka adalah hasil dari proses pengembangan perkara kasus dugaan suap di lingkungan SKK Migas. Menurut Johan Budi SP., ini adalah perkembangan kasus dugaan suap di lingkungan SKK Migas, yang sebelumnya sudah mendera mantan Kepala Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) juga mantan Wakil Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) pada Kabinet Indonesia Bersatu jilid II, Prof. Dr-Ing. Ir. Rudi Rubiandini R.S. (R.R).

Diketahui dalam persidangan mantan Kepala Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) juga mantan Wakil Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) pada Kabinet Indonesia Bersatu jilid II, Prof. Dr-Ing. Ir. Rudi Rubiandini R.S. (R.R). beberapa waktu lalu, Jaksa Penuntut Umum (JPU) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) sempat memutar rekaman hasil sadapan permintaan Presiden Direktur PT. Kaltim Parna Industri (KPI), Artha Merish Simbolon agar Rudi Rubiandini membantu menurunkan harga gas.

Artha Merish Simbolon meminta Deviardi alias Ardi menyampaikan agar Rudi Rubiandini memaksimalkan negosiasi penurunan formula harga gas dengan PT. Kaltim Pasific Amoniak (KPA). Dia bahkan ingin memastikan Rudi Rubiandini turun tangan sendiri membantu penurunan formula harga gas dengan PT. KPA.

Menanggapi permintaan tersebut, Deviardi alias Ardi menyatakan anak buah Rudi Rubiandini di SKK Migas, Popi Ahmad Nafis sudah memaksimalkan negosiasi. Deviardi alias Ardi menjanjikan Popi Ahmad Nafis memegang semua teknis agar tidak terlalu banyak campur tangan.

Status tersangka untuk Artha Merish Simbolon terkait putusan Majelis Hakim Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Jakarta dalam kasus dugaan suap di SKK Migas yang menjerat mantan Kepala Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) juga mantan Wakil Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) pada Kabinet Indonesia Bersatu jilid II, Prof. Dr-Ing. Ir. Rudi Rubiandini R.S. (R.R).

Dalam putusan tersebut, Rudi Rubiandini dinilai terbukti menerima uang dari Artha Merish Simbolon sebesar US$ 522.500.

Dalam surat dakwaan, mantan Kepala Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) juga mantan Wakil Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) pada Kabinet Indonesia Bersatu jilid II, Prof. Dr-Ing. Ir. Rudi Rubiandini R.S. (R.R). disebut menerima US$ 522,5 ribu dari Artha Merish Simbolon. Uang itu diberikan oleh Artha Merish Simbolon agar Rudi Rubiandini memberikan rekomendasi atau persetujuan untuk menurunkan formula harga gas untuk PT. Kaltim Parna Industri (KPI) kepada Menteri ESDM. ‎Peristiwa ini bermula dari pertemuan Rudi Rubiandini dan orangtua Artha Merish Simbolon, Marihad Simbolon awal tahun 2013. “Tersangka AMS selaku Presdir PT. KPI diduga memberi hadiah atau janji kepada penyelenggara negara dengan maksud supaya penyelenggara negara tersebut berbuat atau tidak berbuat sesuatu dalam jabatannya, yang bertentangan dengan kewajibannya terkait rekomendasi yang diberikan untuk PT. KPI,” jelas Juru Bicara KPK, Johan Budi SP.

Artha Merish Simbolon diduga melanggar Pasal 5 ayat (1) huruf a atau Pasal 5 ayat (1) huruf b atau Pasal 13 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Korupsi Korupsi sebagaimana diubah dengan UU Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) jo Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHPidana. Oleh KPK, Artha Merish Simbolon disangkakan melanggar Pasal 5 ayat (1) huruf a atau Pasal 5 ayat (1) huruf b atau Pasal 13 UU Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) jo Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHPidana.

Johan Budi SP. mengatakan, Artha Merish Simbolon diduga melanggar Pasal 5 ayat (1) huruf a atau Pasal 5 ayat (1) huruf b atau Pasal 13 Undang-undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Korupsi sebagaimana diubah dengan UU Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) jo Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHPidana.

Sekitar Februari 2013, Artha Merish Simbolon menyerahkan uang US$ 250 ribu kepada Rudi Rubiandini melalui Deviardi alias Ardi yang merupakan pelatih golf pribadinya Rudi Rubiandini.‎ Selang beberapa bulan, Artha Merish Simbolon kembali menyerahkan uang US$ 22,5 ribu, US$ 200 ribu, dan US$ 50 ribu secara bertahap kepada Rudi Rubiandini melalui Deviardi alias Ardi.

Deviardi alias Ardi melaporkan penerimaan uang itu kepada Rudi Rubiandini. Rudi Rubiandini meminta agar uang itu disimpan dulu. Uang tersebut akhirnya disimpan di safe deposit box milik Deviardi alias Ardi di CIMB Niaga.

Deviardi alias Ardi sendiri adalah orang dekat Rudi Rubiandini, yang kini juga sudah berstatus narapidana dalam kasus sama. (tri/jos)

See Also

Keterangan Ahli Di Sidang Praperadilan Terkait Eksekusi Penahanan Matheus Mangentang
Peras Mantan Petinggi Polri, Hukuman Sisca Dewi Diperberat
LBH Ansor Jateng Apresiasi Penangkapan Cepat Polres Kebumen Terhadap Pelaku Kekerasan Seksual
Kapolres Bitung Perintahkan Pelaku Kejahatan Ditembak Di Tempat
Reserse Polres Bitung Bekuk Residivis Sadis Pembegal Motor
Satuan Reskrim Polres Bitung Tangkap Dua Tersangka Curanmor
Mahasiswa Unesa Sorot Penggunaan Dana Pembelian Mebel Di Kampus
KPK Tetapkan Dirut PT. Rohde And Schwarz Indonesia Sebagai Tersangka
KPK Akan Segera Periksa Saksi Dan Tersangka Suap KONI
KPK Cekal Robert Tantular Ke Luar Negeri
Tim Resmob Dan Tarsius Bitung Lumpuhkan Pencuri Kambuhan
Mahkamah Agung Hukum Alfian Tanjung 2 Tahun Penjara
Polda Jatim Duga Ada Kesalahan Teknis Proyek Berujung Jalan Gubeng Ambles
KPAI Apresiasi Langkah Cepat Polri Proses Bahar Bin Smith
Polri Sebut Penahanan Tersangka Bahar Bin Smith Murni Kasus Hukum
Polri Koordinasi Dengan LPSK Amankan 2 Remaja Korban Bahar Bin Smith
Usai OTT KPK, Kemenpora Lanjutkan Program SEA Games-Olimpiade
KPK Sita Miliaran Rupiah Terkait OTT Pejabat Kemenpora Dan KONI
Polri Kantongi Bukti Penganiayaan Oleh Bahar Bin Smith
KPK OTT Pejabat Kemenpora Dan Pengurus KONI
Polres Metro Jakarta Selatan Buru Pembunuh Perempuan Muda Di Kebagusan City
Pembunuh Keji Sopir Taksi Online Divonis 10 Tahun Penjara
Uang Pengganti E-KTP, KPK Sita Rp 862 Juta Dari Setya Novanto
Keterangan Ahli Ketua DPD KAI DKI Jakarta Pada Sidang Lanjutan Julius Lobiua
TNI AL Ringkus Pelaku Narkoba Di Tanjung Ahus
jQuery Slider

Comments

Arsip :2019201820172016201520142013
  •    •    •    •  
Copyright © 2013-2014 Siar Batavia News. All rights reserved. Visit: 7.538.795 Since: 05.03.13 | 0.1871 sec