HAM

Aktivis Syiah: Jika Menolak Perbedaan Pergilah Dari Indonesia

Thursday, 15 Mei 2014 | View : 759

JAKARTA-SBN.

Aktivis ajaran Syiah, Maysha mengaku kaget lantaran Indonesia menindas kaum minoritas. Padahal, Indonesia merupakan negara yang harus menjaga keberagaman beragama. "Saya pernah bekerja di Qatar dicap sesat. Awalnya saya bangga dengan Indonesia karena menghargai keberagaman, saya kaget ketika kembali ke Indonesia kaum minoritas ditindas," cetus Maysha di kantor KontraS, Kamis (15/5/2014). Komisi Untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan atau disingkat KontraS, yang berdiri pada 20 Maret 1998 merupakan gugus tugas yang dibentuk oleh sejumlah organisasi civil society dan tokoh masyarakat antara lain sejumlah LSM seperti LPHAM, ELSAM, CPSM, PIPHAM, AJI, dan sebuah organisasi mahasiswa PMII.

Menurut Masya, bayak tindakan intoleransi terhadap umat syiah di Indonesia. Padahal, ajaran syiah adalah tentang perdamaian. "Ada banyak demo bubarkan syiah-syiah. Dalam syiah yang didahulukan bukan seberapa banyak dia beribadah tapi bagaimana dia memperlakukan orang lain," terang dia.

Masih menurut dia, Indonesia harus menjaga keberagaman sebagai pondasi kebangsaan. Orang yang tidak mau menghargai perbedaan sebaiknya meninggalkan negara ini. "Jika saya di negeri wahabi itu saya bisa pahami. Tapi ini negara saya sendiri, jika tidak ingin keragaman dan menolak perbedaan pergilah dari Indonesia," ungkap dia.

Selain itu, dia menilai penegakan kebebasan beragama membutuhkan peran pemerintah. Selama ini pemerintahan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) abai terhadap hal itu. "Kalau tidak ada dukungan pemerintah itu tidak mungkin. Pemerintah sangat lalai, cuek jika lihat bintik-bintik perpecahan selama ini," pungkas dia. (mer/jos)

See Also

Ridwan Kamil Tegaskan Organisasi Massa Dilarang Halangi Dan Hambat Ibadah
Ridwan Kamil Minta Maaf Soal Penghentian KKR Natal Stephen Tong
Menteri Agama Sayangkan Penghentian KKR Natal Stephen Tong Di Bandung
Teror Bom Di Gereja Katolik Medan
Tempat Ibadah Klenteng Harus Tertib Administrasi
Polisi Tetapkan 4 Tersangka Eksploitasi Anak Di Blok M
Rumah Ibadah Tak Punya IMB, Bukan Alasan Untuk Dibakar
Ormas Islam Bekasi Tolak Pembangunan Gereja Katolik Santa Clara
Ormas Islam Protes Perayaan Paskah Digelar Di Stadion
Pemkot Bekasi Relokasi Jemaat Gereja Beribadat Di Kuburan
Wali Kota Bogor Tegaskan Tidak Ada Pembongkaran Gereja GKI Yasmin
Qaraqosh Kota Kristen Terbesar Irak Dikuasai ISIS
ISIS Singkirkan Salib Dan Bakar Ribuan Manuskrip Kuno
Menteri Agama Sebut Ideologi ISIS Berlawanan Dengan Pancasila
HMI Sebut WNI Pendukung ISIS Adalah Pengkhianat Bangsa
Menteri Agama Minta Muslim Indonesia Tak Terpengaruh ISIS
Lukman Hakim Saifuddin Tak Resmikan Bahai Sebagai Agama
Televisi Lebanon Pakai Huruf Nun Demi Solidaritas Warga Kristen Irak
Militan ISIS Ledakkan Makam Nabi Yunus
Pemerintah Kaji Agama Baru Bahai
Militan ISIS Di Irak Bakar Gereja Berusia 1.800 Tahun Di Mosul
Milisi ISIS Kuasai Gereja Tertua Di Irak
Diultimatum ISIS, Warga Kristen Irak Dipaksa Masuk Islam Atau Dibunuh
Bupati Wonosobo Kritisi Kemenag Soal Kebebasan Beragama
Kapolri Larang Ibadah Di Rumah
jQuery Slider

Comments

Arsip :2016201520142013
  •    •    •    •  
Copyright © 2013-2014 Siar Batavia News. All rights reserved. Visit: 7.538.526 Since: 05.03.13 | 0.1705 sec