Hukum

Kwik Kian Gie: Bank Century Tak Layak Diselamatkan

Monday, 12 Mei 2014 | View : 808

JAKARTA-SBN.

Bank Century dinilai tidak layak diselamatkan baik lewat pemberian Fasilitas Pendanaan Jangka Pendek (FPJP) maupun Penyertaan Modal Sementara (PMS) atau bailout.

Bank Century yang kini berubah nama menjadi Bank Mutiara itu dinilai tidak akan memberikan dampak sistemik terhadap sistem perbankan Indonesia jika tidak diselamatkan. “Tidak ada indikasi Bank Century harus diselamatkan,” papar mantan Menteri Perekonomian Kwik Kian Gie saat dihadirkan sebagai saksi ahli dalam kasus dugaan korupsi terkait pemberian Fasilitas Pendanaan Jangka Pendek (FPJP) dan penetapan Bank Century sebagai bank gagal berdampak sistemik untuk terdakwa mantan Deputi Gubernur Bank Indonesia (BI) Budi Mulya di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor), Jakarta, Senin (12/5/2014).

Menurut Kwik Kian Gie, jika Bank Century tidak diselamatkan, tidak akan terjadi apa yang disebut dengan dampak sistemik dimana kerusakan satu bank akan menyeret bank lain dan menyebabkan hancurnya sistem perbankan Indonesia.

Dia menilai, krisis global pada tahun 2008 yang dijadikan dasar penyelamatan Bank Century sesungguhnya tidak terlalu mempengaruhi perekonomian Indonesia. Kesimpulan itu didapat Kwik Kian Gie setelah berinteraksi dengan pengusaha menengah dan besar di Indonesia. “Berpengaruh iya. Tapi terlampau kecil, sehingga tidak perlu melakukan tindakan besar. Tidak ada perusahaan dan bank yang merasa gugup,” papar Kwik Kian Gie.

Kwik Kian Gie menilai kekhawatiran Wapres Boediono soal kegentingan cenderung berlebihan, tidak beralasan dan tidak didasari oleh bukti kuat. "Saya heran, dalam hal genting, psikologis dijadikan faktor, nggak pernah didiskusikan dengan ahli psikologi massa. Mengapa tidak pernah mencari pendapat pengusaha, genting atau tidak," tukas Kwik Kian Gie.

Mantan Menteri Perekonomian Kwik Kian Gie menyebut mantan Gubernur Bank Indonesia (BI) Boediono sebagai profesor kodok yang tidak mengetahui apa yang terjadi di lapangan.

Hal itu dikatakan Kwik Kian Gie terkait mantan Gubernur BI Boediono yang menggunakan argumen psikologis untuk menyelamatkan dan memberikan dana talangan kepada Bank Century.

Wapres Boediono menilai adanya akan adanya kegentingan dunia usaha jika Bank Century tidak segera diberikan kucuran dana.

"Kalau boleh saya agak kasar, menurut pendapat saya itu adalah pendapat seorang profesor kodok yang tidak mengetahui lapangan," ungkap Kwik Kian Gie saat bersaksi di sidang kasus dugaan korupsi pemberian Fasilitas Pendanaan Jangka Pendek (FPJP) dan penetapan Bank Century sebagai bank gagal berdampak sistemik, di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Jakarta, Senin (12/5/2014).

Terlebih lagi, Kwik Kian Gie menduga pendirian Bank Century hanya ditujukan buat merampok dana masyarakat yang dihimpun. Hal itu ditandai dengan adanya aset-aset yang ditengarai palsu dan sulit dijual saat butuh pasokan dana. (jos)

See Also

Bareskrim Polri Tetap Usut Korupsi PD Sarana Jaya
KPK Perpanjang Penahanan Kadis PUPR Mojokerto
Bareskrim Polri Tahan 7 Tersangka Terkait Kasus Praktik Bank Gelap Hanson International
KPK Perpanjang Penahanan Dirut PT. CMI Teknologi Rahardjo Pratjihno
KPK Geledah Rumah Anggota DPRD Tulungagung
Kasus PT. Asuransi Jiwasraya (Persero), Kejagung Periksa 27 Saksi Pemilik Rekening Saham
KPK Geledah Gedung DPRD Tulungagung
KPK Periksa Direktur Utama PT. Antam (Persero) Tbk
KPK Akui Adanya Aturan Melarang Pimpinan Temui Pihak Terkait Perkara
Polda Jatim Segera Ungkap TPPU Kasus Investasi Bodong MeMiles
Polda Jatim Bidik TPPU Kasus Investasi Bodong MeMiles
Reynhard Sinaga Ditahan Di Sel Maximum Security
Universitas Manchester Cabut 2 Gelar Magister Reynhard Sinaga
Kolaborasi Bareskrim Dan BNN Amankan 250 Kg Ganja Di Jakarta
Kasus Investasi Bodong MeMiles Segera Dilimpahkan Ke Kejati Jatim
Kasus Investasi Bodong MeMiles, Polda Jatim Periksa Siti Badriah
KPK Sita Rumah Dan Mobil Mantan Bupati Cirebon
Jaksa Teliti Berkas Tersangka Kasus Novel Baswedan
KPK Periksa Komisioner KPU
Polri Selidiki Negara Rakyat Nusantara
Jaksa Agung Sebut Kasus Jiwasraya Merugikan Negara Rp 13,7 Triliun
Bea Cukai Berkoordinasi Dengan Polda Metro Jaya Tangani Kasus Penyelundupan
Pengacara Yang Sukses Mengadakan MoU Dengan Negara Lain
Polda Metro Jaya Tahan Para Tersangka Kasus Penculikan WN Inggris
Presiden Joko Widodo Resmi Lantik Idham Azis Sebagai Kapolri Baru
jQuery Slider

Comments

Arsip :20202019201820172016201520142013
  •    •    •    •  
Copyright © 2013-2014 Siar Batavia News. All rights reserved. Visit: 8.000.301 Since: 05.03.13 | 0.2048 sec