Hukum

Kwik Kian Gie: Bank Century Tak Layak Diselamatkan

Monday, 12 Mei 2014 | View : 759

JAKARTA-SBN.

Bank Century dinilai tidak layak diselamatkan baik lewat pemberian Fasilitas Pendanaan Jangka Pendek (FPJP) maupun Penyertaan Modal Sementara (PMS) atau bailout.

Bank Century yang kini berubah nama menjadi Bank Mutiara itu dinilai tidak akan memberikan dampak sistemik terhadap sistem perbankan Indonesia jika tidak diselamatkan. “Tidak ada indikasi Bank Century harus diselamatkan,” papar mantan Menteri Perekonomian Kwik Kian Gie saat dihadirkan sebagai saksi ahli dalam kasus dugaan korupsi terkait pemberian Fasilitas Pendanaan Jangka Pendek (FPJP) dan penetapan Bank Century sebagai bank gagal berdampak sistemik untuk terdakwa mantan Deputi Gubernur Bank Indonesia (BI) Budi Mulya di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor), Jakarta, Senin (12/5/2014).

Menurut Kwik Kian Gie, jika Bank Century tidak diselamatkan, tidak akan terjadi apa yang disebut dengan dampak sistemik dimana kerusakan satu bank akan menyeret bank lain dan menyebabkan hancurnya sistem perbankan Indonesia.

Dia menilai, krisis global pada tahun 2008 yang dijadikan dasar penyelamatan Bank Century sesungguhnya tidak terlalu mempengaruhi perekonomian Indonesia. Kesimpulan itu didapat Kwik Kian Gie setelah berinteraksi dengan pengusaha menengah dan besar di Indonesia. “Berpengaruh iya. Tapi terlampau kecil, sehingga tidak perlu melakukan tindakan besar. Tidak ada perusahaan dan bank yang merasa gugup,” papar Kwik Kian Gie.

Kwik Kian Gie menilai kekhawatiran Wapres Boediono soal kegentingan cenderung berlebihan, tidak beralasan dan tidak didasari oleh bukti kuat. "Saya heran, dalam hal genting, psikologis dijadikan faktor, nggak pernah didiskusikan dengan ahli psikologi massa. Mengapa tidak pernah mencari pendapat pengusaha, genting atau tidak," tukas Kwik Kian Gie.

Mantan Menteri Perekonomian Kwik Kian Gie menyebut mantan Gubernur Bank Indonesia (BI) Boediono sebagai profesor kodok yang tidak mengetahui apa yang terjadi di lapangan.

Hal itu dikatakan Kwik Kian Gie terkait mantan Gubernur BI Boediono yang menggunakan argumen psikologis untuk menyelamatkan dan memberikan dana talangan kepada Bank Century.

Wapres Boediono menilai adanya akan adanya kegentingan dunia usaha jika Bank Century tidak segera diberikan kucuran dana.

"Kalau boleh saya agak kasar, menurut pendapat saya itu adalah pendapat seorang profesor kodok yang tidak mengetahui lapangan," ungkap Kwik Kian Gie saat bersaksi di sidang kasus dugaan korupsi pemberian Fasilitas Pendanaan Jangka Pendek (FPJP) dan penetapan Bank Century sebagai bank gagal berdampak sistemik, di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Jakarta, Senin (12/5/2014).

Terlebih lagi, Kwik Kian Gie menduga pendirian Bank Century hanya ditujukan buat merampok dana masyarakat yang dihimpun. Hal itu ditandai dengan adanya aset-aset yang ditengarai palsu dan sulit dijual saat butuh pasokan dana. (jos)

See Also

Keterangan Ahli Di Sidang Praperadilan Terkait Eksekusi Penahanan Matheus Mangentang
Peras Mantan Petinggi Polri, Hukuman Sisca Dewi Diperberat
LBH Ansor Jateng Apresiasi Penangkapan Cepat Polres Kebumen Terhadap Pelaku Kekerasan Seksual
Kapolres Bitung Perintahkan Pelaku Kejahatan Ditembak Di Tempat
Reserse Polres Bitung Bekuk Residivis Sadis Pembegal Motor
Satuan Reskrim Polres Bitung Tangkap Dua Tersangka Curanmor
Mahasiswa Unesa Sorot Penggunaan Dana Pembelian Mebel Di Kampus
KPK Tetapkan Dirut PT. Rohde And Schwarz Indonesia Sebagai Tersangka
KPK Akan Segera Periksa Saksi Dan Tersangka Suap KONI
KPK Cekal Robert Tantular Ke Luar Negeri
Tim Resmob Dan Tarsius Bitung Lumpuhkan Pencuri Kambuhan
Mahkamah Agung Hukum Alfian Tanjung 2 Tahun Penjara
Polda Jatim Duga Ada Kesalahan Teknis Proyek Berujung Jalan Gubeng Ambles
KPAI Apresiasi Langkah Cepat Polri Proses Bahar Bin Smith
Polri Sebut Penahanan Tersangka Bahar Bin Smith Murni Kasus Hukum
Polri Koordinasi Dengan LPSK Amankan 2 Remaja Korban Bahar Bin Smith
Usai OTT KPK, Kemenpora Lanjutkan Program SEA Games-Olimpiade
KPK Sita Miliaran Rupiah Terkait OTT Pejabat Kemenpora Dan KONI
Polri Kantongi Bukti Penganiayaan Oleh Bahar Bin Smith
KPK OTT Pejabat Kemenpora Dan Pengurus KONI
Polres Metro Jakarta Selatan Buru Pembunuh Perempuan Muda Di Kebagusan City
Pembunuh Keji Sopir Taksi Online Divonis 10 Tahun Penjara
Uang Pengganti E-KTP, KPK Sita Rp 862 Juta Dari Setya Novanto
Keterangan Ahli Ketua DPD KAI DKI Jakarta Pada Sidang Lanjutan Julius Lobiua
TNI AL Ringkus Pelaku Narkoba Di Tanjung Ahus
jQuery Slider

Comments

Arsip :2019201820172016201520142013
  •    •    •    •  
Copyright © 2013-2014 Siar Batavia News. All rights reserved. Visit: 7.538.544 Since: 05.03.13 | 0.1396 sec