Hukum

Tak Lolos Ke DPR RI, KPK Tetapkan Sutan Bhatoegana Juga Sebagai Tersangka

Wednesday, 14 Mei 2014 | View : 712

JAKARTA-SBN.

Komisi Pemilihan Umum (KPU) hari ini, Rabu (14/5/2014), melansir hasil perhitungan kursi partai peserta pemilu legislatif (pileg) 2014. Dari perhitungan ini, Komisi Pemilihan Umum (KPU) juga memastikan nama-nama calon legislator (caleg) yang melenggang menuju gedung DPR Senayan.

Salah satu anggota DPR RI yang kembali mencalonkan diri dan dipastikan tidak lolos sebagai anggota Dewan periode 2014-2009 adalah Sutan Bhatoegana, calon legislator Partai Demokrat (PD) daerah pemilihan (dapil) Sumatera Utara 1. Dari dapil itu, ada sepuluh caleg yang lolos menuju ke Senayan. Partai Demokrat hanya mendapat satu kursi, yang diisi oleh Ruhut Poltak Sitompul.

Diketahui, bukan hanya tak lolos ke Senayan, hari ini kabar buruk bagi Sutan Bhatoegana juga datang dari Gedung Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), yang resmi menetapkan Sutan Bhatoegana, Ketua Komisi VII bidang Energi Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI, sebagai tersangka kasus dugaan korupsi terkait pembahasan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) perubahan Tahun Anggaran (TA) 2013 di Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM). Kasus ini merupakan pengembangan kasus suap terdakwa mantan Kepala Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) juga mantan Wakil Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) pada Kabinet Indonesia Bersatu jilid II, Prof. Dr-Ing. Ir. Rudi Rubiandini R.S. (R.R). “Dari penyelidikan yang dilakukan dan ditemukan dua bukti sudah cukup. Dan kemudian disimpulkan telah terjadi tindak pidana korupsi yang diduga dilakukan oleh Bapak SB dalam kapasitasnya sebagai anggota DPR Komisi VII,” beber Juru Bicara KPK, Johan Budi Sapto Prabowo, di Gedung KPK, Jakarta, Selasa (14/5/2014).

Dalam kasus SKK Migas ini, Sutan Bhatoegana ditetapkan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menjadi tersangka karena diduga menerima hadiah atau janji yang berkaitan dengan pembahasan APBN Perubahan tersebut dalam kapasitasnya sebagai Ketua Komisi VII DPR RI. "Ada dugaan terjadi tindak pidana korupsi terkait pembahasan anggaran APBN 2013 di Kementerian ESDM dengan tersangka SB (Sutan Bhatoegana) selaku Ketua Komisi VII DPR 2009-2014," ungkap Juru Bicara Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Johan Budi Sapto Prabowo di Jakarta, Rabu (14/5/2014).

Tapi Johan Budi SP. tak menjelaskan lebih lanjut bentuk hadiah yang diterima Sutan Bhatoegana. Mengenai jumlah uang yang diterima Sutan Bhatoegana, Johan Budi SP. mengaku belum tahu. “Belum ada info detail," tambahnya.

Menurut Johan Budi SP., kasus ini pengembangan dari kasus SKK Migas. Menurut Johan Budi SP., penetapan Sutan Bhatoegana sebagai tersangka merupakan hasil pengembangan kasus suap SKK Migas yang menjerat terdakwa mantan Kepala Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) juga mantan Wakil Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) pada Kabinet Indonesia Bersatu jilid II, Prof. Dr-Ing. Ir. Rudi Rubiandini R.S. (R.R). “Pengembangan perkara SKK Migas telah ditemukan sedikitnya dua bukti terjadinya TPK dengan tersangka SB (Sutan Bhatoegana)," kata Juru Bicara KPK Johan Budi SP. saat jumpa pers di kantornya, Jakarta, Rabu (14/5/2014).

Menurut Johan Budi SP., Sutan Bhatoegana menerima suap terkait pembahasan anggaran APBN-P 2013 dengan Kementerian ESDM “Berawal dari kasus SKK Migas yang kemudian dilakukan penyelidikan lebih lanjut, setelah penyelidikan disimpulkan ada dugaan terjadi Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) yang diduga dilakukan SB, apa kapasitasnya selaku anggota DPR," ucap Juru Bicara KPK, Johan Budi SP.

Sebelumnya, penyidik KPK sudah menggeledah rumah mewah Sutan Bhatoegana di Bogor.

Politisi Partai Demokrat (PD) itu, Sutan Bhatoegana dijerat pasal penerimaan suap atau gratifikasi. Ketua Komisi VII DPR RI Sutan Bhatoegana ditetapkan sebagai tersangka penerimaan gratifikasi di Kementerian ESDM oleh KPK. Sutan Bhatoegana disangka melanggar Pasal 12 huruf a atau b atau Pasal 11 dan Pasal 12 B Undang-Undang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Juncto Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHPidana.

Sutan Bhatoegana sendiri mengaku belum mendengar dan menerima surat penetapannya sebagai tersangka. "Saya belum tahu tuh," kata Sutan Bhatoegana kepada wartawan, Rabu (14/5/2014).

Ketika ditanya langkahnya lebih jauh soal penetapan tersangka dirinya, Sutan Bhatoegana ogah komentar. "No comment dulu ya," singkat Sutan Bhatoegana.

Usai ditetapkan menjadi tersangka kasus penerimaan suap di Kementerian ESDM oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Ketua Komisi VII DPR RI, Sutan Bhatoegana mengirimkan pesan melalui BlackBerry Messenger. Pesan tersebut dikirim Sutan Bhatoegana melalui fasilitas broadcast message dan diterima wartawan, Rabu (14/5/2014). “Sesungguhnya Dia yang mengujimu dengan sedikit adalah dia yang selama ini membanjirimu dengan lautan nikmat. Maka berbaik sangkalah kepada-NYA. Jika beban yang engkau rasakan saat ini begitu memberatkan pundakmu maka berbahagialah, karena Dia telah percaya pundakmu akan kuat memikulnya. Jika harapanmu tak terwujud maka berbahagialah karena dia telah percaya kita akan tegar menerimanya," tulis Sutan Bhatoegana.

Dalam pesan tersebut Sutan Bhatoegana juga mengutip salah satu surat dari kitab suci Al-Quran yakni surat Ar Rahman dan meminta semua yang menerima pesan membacanya sebanyak 31 kali. “Fabi Ayyi 'Alla Rabbikuma Tukajjibaan. Maka nikmat Tuhanmu yang manakah yang kamu dustakan? Sebanyak 31 kali Allah mengulang kata-kata ini didalam Al Quran, (Surah Ar Rahman)," tulis Sutan Bhatoegana.

Sebelumnya, sejumlah saksi di persidangan Rudi Rubiandini mengungkapkan Sutan Bhatoegana menerima dana sebesar US$ 200 ribu dari Widodo Ratanachaitong, pemilik PT. Kernel Oil Private Limited (KOPL) Indonesia, yang dititipkan ke Rudi Rubiandini. Uang itu diserahkan Rudi Rubiandini melalui pelatih golf pribadinya, Deviardi alias Ardi, kemudian diserahkan ke Sutan Bhatoegana melalui anggota Komisi Energi yang juga politikus Partai Demokrat (PD), Tri Yulianto.

KPK menduga uang itu diberikan terkait dengan pembahasan anggaran pendapatan dan belanja negara (APBN) perubahan Tahun Anggaran (TA) 2013 di Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM).

Ketika diperiksa KPK dan menjadi saksi di persidangan Rudi Rubiandini, keduanya membantah menerima uang yang merupakan tunjangan hari raya (THR) itu.

Dalam persidangan untuk terdakwa mantan Kepala Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) juga mantan Wakil Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) pada Kabinet Indonesia Bersatu jilid II, Prof. Dr-Ing. Ir. Rudi Rubiandini R.S. (R.R)., Majelis Hakim menyebut uang yang diserahkan ke Sutan Bhatoegana merupakan bagian duit yang diterima Rudi Rubiandini dari bos Kernel Oil Pte. Ltd. (KOPL) Singapura, Widodo Ratanachaitong, yakni US$ 300 ribu.

Dalam amar putusannya terhadap Rudi Rubiandini pada 29 April lalu, Majelis Hakim menyebutkan, Rudi Rubiandini pernah menyerahkan US$ 200.000 kepada Ketua Komisi VII DPR RI Sutan Bhatoegana.

Uang itu merupakan bagian dari suap yang diberikan oleh Komisaris Kernel Oil Pte Ltd (KOPL)  Simon Gunawan Tanjaya kepada Rudi Rubiandini.

Suap diberikan Simon Gunawan Tanjaya melalui pelatih golf pribadi Deviardi alias Ardi.

Dalam persidangan juga muncul keterangan terkait penerimaan uang oleh Rudi Rubiandini, antara lain karena dia didesak membantu Sekretaris Jenderal Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Waryono Karno memuluskan pembahasan anggaran ESDM di Komisi VII DPR RI. (tri/jos/mer)

See Also

Keterangan Ahli Di Sidang Praperadilan Terkait Eksekusi Penahanan Matheus Mangentang
Peras Mantan Petinggi Polri, Hukuman Sisca Dewi Diperberat
LBH Ansor Jateng Apresiasi Penangkapan Cepat Polres Kebumen Terhadap Pelaku Kekerasan Seksual
Kapolres Bitung Perintahkan Pelaku Kejahatan Ditembak Di Tempat
Reserse Polres Bitung Bekuk Residivis Sadis Pembegal Motor
Satuan Reskrim Polres Bitung Tangkap Dua Tersangka Curanmor
Mahasiswa Unesa Sorot Penggunaan Dana Pembelian Mebel Di Kampus
KPK Tetapkan Dirut PT. Rohde And Schwarz Indonesia Sebagai Tersangka
KPK Akan Segera Periksa Saksi Dan Tersangka Suap KONI
KPK Cekal Robert Tantular Ke Luar Negeri
Tim Resmob Dan Tarsius Bitung Lumpuhkan Pencuri Kambuhan
Mahkamah Agung Hukum Alfian Tanjung 2 Tahun Penjara
Polda Jatim Duga Ada Kesalahan Teknis Proyek Berujung Jalan Gubeng Ambles
KPAI Apresiasi Langkah Cepat Polri Proses Bahar Bin Smith
Polri Sebut Penahanan Tersangka Bahar Bin Smith Murni Kasus Hukum
Polri Koordinasi Dengan LPSK Amankan 2 Remaja Korban Bahar Bin Smith
Usai OTT KPK, Kemenpora Lanjutkan Program SEA Games-Olimpiade
KPK Sita Miliaran Rupiah Terkait OTT Pejabat Kemenpora Dan KONI
Polri Kantongi Bukti Penganiayaan Oleh Bahar Bin Smith
KPK OTT Pejabat Kemenpora Dan Pengurus KONI
Polres Metro Jakarta Selatan Buru Pembunuh Perempuan Muda Di Kebagusan City
Pembunuh Keji Sopir Taksi Online Divonis 10 Tahun Penjara
Uang Pengganti E-KTP, KPK Sita Rp 862 Juta Dari Setya Novanto
Keterangan Ahli Ketua DPD KAI DKI Jakarta Pada Sidang Lanjutan Julius Lobiua
TNI AL Ringkus Pelaku Narkoba Di Tanjung Ahus
jQuery Slider

Comments

Arsip :2019201820172016201520142013
  •    •    •    •  
Copyright © 2013-2014 Siar Batavia News. All rights reserved. Visit: 7.539.490 Since: 05.03.13 | 0.1603 sec