Politik

PAN Koalisi Dengan Partai Gerindra, Hatta Rajasa Siap Dampingi Prabowo Subianto

Tuesday, 13 Mei 2014 | View : 763

JAKARTA-SBN.

Ketua Umum PAN Hatta Rajasa bertemu Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) untuk mengajukan pengunduran diri sebagai Menko Perekonomian.

Hatta Rajasa dikabarkan akan menjadi cawapres mendampingi calon presiden (capres) dari Partai Gerindra, Prabowo Subianto.

Soal koalisi PAN dengan Partai Gerindra, Hatta Rajasa baru akan mengungkapkan sore nanti. "Nanti setelah pukul 17.00 WIB. Jadi jelas posisinya. PAN dan Gerindra. Bahwa kalau (koalisi) konfirmasi kita dikukuhkan dalam aturan PAN," beber Hatta Rajasa di kantor presiden, Jakarta, Selasa (13/5/2014).

Sinyal duet Prabowo Subianto/Hatta Rajasa ini semakin kuat dengan rencana kedatangan Prabowo Subianto dalam Rapimnas PAN mendatang.

Wakil Ketua Umum DPP Partai Gerindra Fadli Zon membenarkan rencana kedatangan Prabowo tersebut. Adapun Wakil Ketua Umum PAN Dradjad Wibowo mengatakan bahwa duet Prabowo Subianto/Hatta Rajasa tinggal menunggu "ijab-kabul".

Jika koalisi dengan PAN terwujud, Partai Gerindra menambah kekuatan poros koalisinya setelah Partai Persatuan Pembangunan (PPP) secara resmi menyatakan dukungannya terhadap Prabowo Subianto.

Partai Gerindra sendiri juga telah mendapat dukungan resmi dari Partai Persatuan Pembangunan (PPP). Hal itu diputuskan melalui rapat pimpinan nasional yang digelar partai berlambang Kaabah Minggu (11/5/2014) lalu dan berakhir Senin (12/5/2014) dinihari. Dukungan tersebut diputuskan dengan suara bulat. PPP melepaskan dukungan ke calon presiden (capres) dari Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP), Ir. H. Joko Widodo alias Jokowi, lantaran partai itu tak kunjung memastikan Jusuf Kalla sebagai calon wakil presiden (cawapres).

Dukungan PPP sendiri memastikan Prabowo Subianto bisa mengajukan diri sebagai calon presiden (capres). Partai Gerindra ditaksir meraup 73 kursi legislatif, sedangkan PPP meraup 39 kursi. Jika digabungkan, perolehan kursi kedua partai mencapai 112, atau sama dengan ambang batas minimal kursi yang diperlukan untuk mengajukan calon presiden (capres) dan wakil presiden (wapres).

Adapun gabungan kursi Partai Gerindra, PAN, dan PKS juga melampaui ambang batas yang ditentukan. PAN ditaksir memperoleh 49 kursi dan PKS memperoleh 40 kursi. Tambahan dukungan dari kedua partai membuat koalisi trisula Partai Gerindra, PAN, dan PKS mengumpulkan 122 kursi.

Dengan kehadiran tiga partai itu, Prabowo Subianto diperkirakan akan didukung oleh 25,93 persen suara gabungan dari tiga partai tersebut. Jumlah ini sudah cukup untuk mengantarkan Prabowo Subianto masuk dalam bursa pemilihan presiden (pilpres) dan menantang bakal calon presiden (capres) dari Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI), Ir. H. Joko Widodo yang akrab disapa ‘Jokowi’.

PDIP telah mendapat Partai NasDem dan Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) untuk mencalonkan Gubernur DKI Jakarta tersebut, Ir. H. Joko Widodo yang akrab disapa ‘Jokowi” sebagai presiden.

Sebelumnya, tanda-tanda koalisi antara PAN dengan Partai Gerindra semakin menguat sejak pembicaraan koalisi dengan PDIP tidak membuahkan hasil.

Gubernur DKI Jakarta, Ir. H. Joko Widodo yang akrab disapa ‘Jokowi’ lebih melirik Jusuf Kalla dan Abraham Samad sebagai calon pendampingnya.

PAN sendiri kemudian mengalihkan arah koalisi ke kubu Prabowo Subianto. Gayung pun bersambut, karena sosok Hatta Rajasa oleh Partai Gerindra dinilai berpengalaman dalam urusan pemerintahan.

Sore ini, Prabowo Subianto dan Hatta Rajasa juga dijadwalkan menemui Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) di Istana Negara.

Partai Amanat Nasional (PAN) dipastikan akan berkoalisi dengan Partai Gerindra. Hal itu dikatakan Ketua DPP PAN Tjatur Sapto Edi di Gedung DPR, Jakarta, Selasa (13/5/2014). "PAN berkoalisi dengan Gerindra fix," tutur Tjatur Sapto Edi.

Namun, PAN masih tidak menutup kemungkinan berkoalisi dengan partai lain termasuk Partai Demokrat. Ia mengatakan pihaknya masih terbuka hingga Rakernas yang diadakan pada besok, Rabu (14/5/2014). PAN akan memutuskan koalisi serta dukungan terhadap calon presiden (capres) dan wakil presiden (wapres) pada forum tersebut.

Mengenai mundurnya Ketua Umum PAN Hatta Rajasa dari jabatannya sebagai Menteri Koordinator Perekonomian, ia mengatakan hal tersebut sebagai contoh dan pembelajaran demokrasi yang baik. "Bahwa Hatta tidak haus jabatan, dan bertanggung jawab, jangan ambil aman kalau maju dan kalah bisa balik lagi menjadi Menteri. Kalau maju pilpres tapi masih punya jabatan kan bisa konflik of interest," terangnya.

Dalam kesempatan tersebut, Tjatur Sapto Edi juga mengungkapkan dukungan pihaknya kepada Prabowo Subianto, meskipun mantan Danjen Kopassus itu kerap dikaitkan dengan isu HAM. "Pengadilan sudah digelar, kenapa waktu jadi cawapres Mega tidak diributkan," tukas Tjatur Sapto Edi.

Ketua Umum Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra) Suhardi mengatakan partainya akan segera memfinalkan koalisi yang mereka pimpin untuk mengusung Ketua Dewan Pembina Prabowo Subianto sebagai calon presiden (capres). "Dalam satu-dua hari ini sudah kelihatan bentuk koalisi kami," beber Suhardi saat dihubungi wartawan, Senin (12/5/2014).

Koalisi yang bakal dibentuk Partai Gerindra, sambung Suhardi, akan terdiri atas Partai Amanat Nasional (PAN) dan Partai Keadilan Sejahtera (PKS).

Dia menegaskan pembicaraan politik dengan dua partai politik tersebut sudah sangat mengerucut.

Ketua Umum Partai Gerindra, Suhardi mengatakan jalinan koalisi partainya dengan PAN dan PKS dipastikan melalui tim pelobi Partai Gerindra yang rajin berkomunikasi dengan perwakilan dua partai itu.

Selain PAN dan PKS, dia menambahkan, partainya juga tengah melakukan komunikasi intensif dengan Partai Hati Nurani Rakyat (Hanura). "Ada kemungkinan Hanura bergabung," ungkapnya lagi. (tem/kom/jos)

See Also

Ketika Ahli IT Dan Master Di Bidang Hukum Menolak Korupsi
Kami Peduli Kejahatan Pornografi
Ketua MUI Tak Sependapat Indonesia Bubar 2030
Mukernas II PPP Hasilkan Sejumlah Ketetapan
PAN Walk Out Dari Paripurna RUU Pemilu
Pengamat LIPI Sebut Fenomena Ahok Bikin Parpol Panik
Gubernur DKI Jakarta Tunggu Menteri Sebelum Konsep Baru Raperda Reklamasi
Fadli Zon Akan Sidak Lokasi RS Sumber Waras
Mekanisme Pemilihan CaGub Dan CaWaGub DKI Jakarta Dari PDIP
Presiden Joko Widodo Melantik Agus Widjojo Sebagai Gubernur Lemhannas
Ahok Kecam Cuitan Yusron Ihza Mahendra Yang Rasis
Bicara Kalimat Rasis, Kemlu Minta Yusron Ihza Mahendra Fokus Jalankan Tugas
Ahok Hadiri Pelantikan Pengurus Partai NasDem DKI Jakarta
Muhammadiyah Ingatkan Sistem Politik Tidak Boleh Memiskinkan Rakyat
Tujuh Rekomendasi Mukernas PKB
Agung Laksono Tegaskan Munaslub Partai Golkar Harus Oleh Tim Transisi
Setya Novanto Mundur
Mayoritas Anggota MKD DPR RI Putuskan Setya Novanto Langgar Kode Etik
Ibu Yang Dimarahi Ahok Soal KJP Mengadu Ke DPRD DKI Jakarta
MenkoPolhukam Bersaksi
Sejumlah Calon Petahana Menangkan Pilkada
Maroef Sjamsoeddin Ibaratkan Setya Novanto Seperti Henry Kissinger
Prabowo Subianto Juru Kampanye Maya Rumantir/Glenny Kairupan
Tiga Paslon Bupati Dan Wakil Bupati Blora Sampaikan Program Dan Visi Misi
Haedar Nashir Terpilih Menjadi Ketua Umum PP Muhammadiyah
jQuery Slider
Arsip :2019201820172016201520142013
  •    •    •    •  
Copyright © 2013-2014 Siar Batavia News. All rights reserved. Visit: 7.538.530 Since: 05.03.13 | 0.1409 sec