Hukum

Gubernur DKI Jakarta Enggan Tanggapi Mantan Kadishub Pemprov DKI Tersangka

Monday, 12 Mei 2014 | View : 628

JAKARTA-SBN.

Gubernur DKI Jakarta, Ir. H. Joko Widodo yang akrab disapa ‘Jokowi’ enggan memberi komentar terkait penetapan tersangka mantan Kepala Dinas Perhubungan (Kadishub) Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta, Udar Pristono oleh Kejaksaan Agung (Kejagung) RI atas dugaan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) terkait pengadaan armada bus TransJakarta dan Bus Kota Terintegrasi Busway (BKTB) di Dinas Perhubungan (Dishub) Provinsi DKI Jakarta Tahun Anggaran (TA) 2013. Mantan Wali Kota Solo tersebut enggan berkomentar banyak mengenai status tersangka Udar Pristono. "Ya itu kan wilayah hukum. Biar wilayah hukum dulu berjalan," ujar mantan Wali Kota Surakarta tersebut, Jokowi di Jakarta, Senin (12/5/2014).

Gubernur DKI Jakarta, Ir. H. Joko Widodo yang akrab disapa ‘Jokowi’ mengatakan jika hasil pemeriksaan inspektorat tersebut benar ditemukan 'kong-kalikong', maka Kepala Dinas Perhubungan (Kadihub( Pemprov  DKI Jakarta Udar Pristono harus bertanggung jawab. “Kalau ditemukan ya ada yang bertangung jawab. Siapa yang tanggung jawab. Kamu tahu sendiri," ucap Jokowi.

Dari pengembangan penyidikan kasus dugaan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) pengadaan armada bus TransJakarta senilai Rp 1 triliun dan pengadaan bus untuk peremajaan angkutan umum reguler senilai Rp 5 triliun oleh Dinas Perhubungan DKI Jakarta Tahun Anggaran (TA) 2013, yang terindikasi terjadi penggelembungan atau "mark up", maka hari ini Kejaksaan Agung memutuskan dua tersangka baru yakni mantan Kepala Dinas Perhubungan (Kadishub) Pemprov DKI Jakarta Udar Pristono dan Direktur Pusat Teknologi Industri dan Sistem Transportasi di Bidang Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT), Prawoto.

Sedangkan, terkait bagaimana posisi Udar Pristono di Tim Gubernur Untuk Percepatan Pembangunan (TGUPP) pascapenetapan tersangka, Jokowi mengaku belum memutuskan hal tersebut. Lebih lanjut, Jokowi mengatakan belum memutuskan untuk menon-aktifkan Udar Pristono yang saat ini menjabat sebagai Tim Gubernur Untuk Percepatan Pembangunan (TGUPP).

Pasalnya, Jokowi belum menerima surat pemberitahuan secara resmi mengenai status tersangka Udar Pristono dari Kejakgung “Ya kan belum diputuskan benar atau salah. Ini kan belum divonis. Baru ngerti tadi. Nanti, kalau sudah tahu dapat surat tertulis baru saya komentar," kata bakal calon presiden (capres) dari Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) itu.

Jokowi juga enggan berkomentar terkait upaya pemberian bantuan hukum pada Udar Pristono. "Ini baru kan. Kalau sudah komplit terima laporan tertulisnya baru saya tanggapi," katanya.

Sebelumnya, dua tersangka telah ditetapkan Kejaksaan Agung yakni Drajat Adhyaksa dan Setyo Tuhu yang merupakan PNS di Dinas Perhubungan DKI Jakarta. Drajat Adhyaksa yang diketahui adalah PNS pada Dinas Perhubungan  DKI Jakarta dalam kapasitasnya selaku Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Pengadaan Bus Peremajaan Angkutan Umum Reguler dan Kegiatan Pengadaan Armada Bus TransJakarta. Selain itu tersangka lain adalah Setyo Tuhu yang berprofesi sebagai PNS pada Dinas Perhubungan DKI Jakarta selaku Ketua Panitia Pengadaan Barang atau Jasa Bidang Pekerjaan Konstruksi 1 Dinas Perhubungan DKI Jakarta.

Pengadaan dan peremajaan bus TransJakarta tahun 2013 digagas pada masa Gubernur DKI Jakarta Fauzi Bowo, namun baru dieksekusi pada masa kepemimpinan Gubernur Ir. H. Joko Widodo yang akrab disapa ‘Jokowi’.

Dalam pengadaannya, digelontorkan anggaran sebesar Rp 1 triliun, sedangkan untuk peremajaan bus TransJakarta dikeluarkan dana Rp 500 miliar.

Indikasi penyimpangan pengadaan bus TransJakarta ini mencuat pada awal Februari lalu, ketika ditemukan banyak kerusakan pada sebagian dari 90 bus baru yang disimpan di pool Unit Pengelola TransJakarta di Cawang, Jakarta Timur tersebut.

Kerusakan-kerusakan itu antara lain, banyak komponen berkarat, berjamur, dan beberapa instalasi tampak tidak dibaut. Bahkan, ada bus yang tidak dilengkapi dengan fanbelt mesin dan AC.

Kondisi itu memicu tidak beroperasinya sejumlah unit bus seusai diluncurkan Jokowi beberapa waktu lalu itu.

Banyak mesin bus yang cepat panas, mesin sulit dinyalakan, proses kelistrikan sulit karena korosi di kepala aki dan persoalan lain.

Kasus tersebut pun sempat ditangani Inspektorat Pemprov DKI Jakarta.

Beberapa pejabat yang terlibat pengadaan bus telah diperiksa, antara lain mantan Kepala Dinas Perhubungan (Kadishub) Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta, Udar Pristono dan Sekretaris Dinas Perhubungan Drajat Adhyaksa. (jos)

See Also

Bareskrim Polri Tetap Usut Korupsi PD Sarana Jaya
KPK Perpanjang Penahanan Kadis PUPR Mojokerto
Bareskrim Polri Tahan 7 Tersangka Terkait Kasus Praktik Bank Gelap Hanson International
KPK Perpanjang Penahanan Dirut PT. CMI Teknologi Rahardjo Pratjihno
KPK Geledah Rumah Anggota DPRD Tulungagung
Kasus PT. Asuransi Jiwasraya (Persero), Kejagung Periksa 27 Saksi Pemilik Rekening Saham
KPK Geledah Gedung DPRD Tulungagung
KPK Periksa Direktur Utama PT. Antam (Persero) Tbk
KPK Akui Adanya Aturan Melarang Pimpinan Temui Pihak Terkait Perkara
Polda Jatim Segera Ungkap TPPU Kasus Investasi Bodong MeMiles
Polda Jatim Bidik TPPU Kasus Investasi Bodong MeMiles
Reynhard Sinaga Ditahan Di Sel Maximum Security
Universitas Manchester Cabut 2 Gelar Magister Reynhard Sinaga
Kolaborasi Bareskrim Dan BNN Amankan 250 Kg Ganja Di Jakarta
Kasus Investasi Bodong MeMiles Segera Dilimpahkan Ke Kejati Jatim
Kasus Investasi Bodong MeMiles, Polda Jatim Periksa Siti Badriah
KPK Sita Rumah Dan Mobil Mantan Bupati Cirebon
Jaksa Teliti Berkas Tersangka Kasus Novel Baswedan
KPK Periksa Komisioner KPU
Polri Selidiki Negara Rakyat Nusantara
Jaksa Agung Sebut Kasus Jiwasraya Merugikan Negara Rp 13,7 Triliun
Bea Cukai Berkoordinasi Dengan Polda Metro Jaya Tangani Kasus Penyelundupan
Pengacara Yang Sukses Mengadakan MoU Dengan Negara Lain
Polda Metro Jaya Tahan Para Tersangka Kasus Penculikan WN Inggris
Presiden Joko Widodo Resmi Lantik Idham Azis Sebagai Kapolri Baru
jQuery Slider

Comments

Arsip :20202019201820172016201520142013
  •    •    •    •  
Copyright © 2013-2014 Siar Batavia News. All rights reserved. Visit: 8.188.257 Since: 05.03.13 | 0.2095 sec