Hukum

Mantan Kadishub Pemprov DKI Jakarta Tersangka Korupsi TransJakarta

Monday, 12 Mei 2014 | View : 787

JAKARTA-SBN.

Setelah dua kali diperiksa akhirnya Kejaksaan Agung (Kejagung) secara resmi telah menetapkan dua tersangka baru dalam kasus dugaan korupsi terkait pengadaan armada bus TransJakarta dan Bus Kota Terintegrasi Busway (BKTB) di Dinas Perhubungan (Dishub) Provinsi DKI Jakarta Tahun Anggaran (TA) 2013.

Kedua tersangka baru itu adalah mantan Kepala Dinas Perhubungan (Kadishub) Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta, Udar Pristono dan Direktur Pusat Teknologi Industri dan Sistem Transportasi di Bidang Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) Prawoto sebagai tersangka dalam kasus dugaan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) pengadaan, dan peremajaan sejumlah bus TransJakarta. “Tim Penyidik kembali menambah dua tersangka,” papar Juru Bicara Kejagung Setia Untung Arimuladi, Senin (12/5/2014).

Mantan Kepala Dinas Perhubungan (Kadishub) Pemprov. DKI Jakarta, Udar Pristono dijadikan tersangka dalam kasus dugaan mark up pengadaan bus TransJakarta senilai Rp 1 triliun dan peremajaan Angkutan Umum Reguler senilai Rp 500 miliar Tahun Anggaran (TA) 2013.

Menurut Kepala Pusat Penerangan Umum Kejaksaan Agung, Setia Untung Arimuladi, penetapan tersebut dilakukan setelah penyidik Tindak Pidana Khusus beberapa kali memintai keterangan Udar Pristono. Kadishub Pemprov DKI Jakarta, Udar Pristono telah diperiksa sebanyak dua kali di Gedung Bundar, yakni pada 7 April 2014 dan 8 Mei 2014 sebelum statusnya ditingkatkan sebagai tersangka.

Penetapan status tersangka tersebut tertuang dalam Surat Perintah Penyidikan Nomor: Print-32/F.2/ Fd.1/05/2014, tanggal 09 Mei 2014. Demikian disampaikan Kepala Pusat Penerangan dan Hukum (Kapuspenkum) Setia Untung Arimuladi di kantornya, Jakarta, Senin (12/5/2014). “Penyidik menambah jumlah tersangka, yang bersangkutan, UP (Udar Pristono) selaku mantan Kadishub DKI Jakarta berdasarkan Surat Perintah Penyidikan (Sprindik) Nomor: Print-32/F.2/Fd.1/05/2014, tanggal 9 Mei 2014 telah ditetapkan sebagai tersangka,” beber Kepala Pusat Penerangan Hukum (Kapuspenkum) Kejagung Setia Untung Arimuladi dalam siaran pers yang diterima wartawan, di Jakarta, Senin (12/5/2014).

Bersamaan dengan selain Udar Pristono, Kejagung juga menetapkan satu tersangka lagi yakni Direktur Pusat Teknologi Industri dan Sistem Transportasi di Bidang Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) Prawoto berdasarkan Sprindik Nomor: Print-33/F.2/Fd.1/05/2014, tanggal 9 Mei 2014.

Selain Udar Pristono, tambah Kapuspenkum Setia Untung Arimuladi, ada pejabat dari dinas perhubungan lain yang statusnya dinaikkan dari saksi menjadi tersangka, yaitu Prawoto. Dia adalah Pegawai Negeri Sipil (PNS) atau Direktur Pusat Teknologi Industri dan Sistem Transportasi di Bidang Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT).

Penetapan Udar Pristono sebagai tersangka, jelas Kapuspenkum Setia Untung Arimuladi, berdasarkan Surat Perintah Penyidikan (Sprindik) nomor: Print-32/F.2/Fd.1/05/2014, tanggal 9 Mei 2014. Sedangkan Prawoto berdasarkan Sprindik nomor: Print-33/F.2/Fd.1/05/2014, tanggal 9 Mei 2014.

Diberitakan sebelumnya, penetapan Udar Pristono sebagai tersangka, sebagai pengembangan penyidikan pengadaan bus TransJakarta sebesar Rp 1 triliun dan pengadaan bus untuk Peremajaan Angkutan Umum Reguler sebesar Rp 500 miliar yang dilakukan oleh Dinas Perhubungan DKI Jakarta Tahun Anggaran (TA) 2013. “Penetapan keduanya sebagai tersangka berdasarkan hasil pengembangan penyidikan kasus ini, yang terindikasi terjadi penggelembungan (mark up)" ungkapnya. “Dari nilai itu, ada indikasi mark up atas dua tersangka lainnya, yaitu DA dan ST,” tandas Kapuspenkum Setia Untung Arimuladi.

Penetapan tersangka itu, lanjut Kapuspenkum Setia Untung Arimuladi, mengingat terdapat bukti permulaan yang cukup adanya perbuatan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) yang dilakukan secara bersama-sama. “Mengingat terdapat bukti permulaan yang cukup adanya perbuatan tidak pidana korupsi tersebut dilakukan secara bersama-sama," papar Kapuspenkum Setia Untung Arimuladi.

Bersama-sama yang dimaksud Kapuspenkum Setia Untung Arimuladi yakni, baik Udar Pristono dan Prawoto terbukti melakukan korupsi bersama-sama dengan dua pejabat Dishub yakni Drajat Adhyaksa dan Setyo Tuhu yang lebih dahulu ditetapkan sebagai tersangka.

Lebih lanjut, Kapuspenkum Setia Untung Arimuladi menyebutkan, selain menetapkan tersangka baru, pada hari yang sama Kejakgung juga menjebloskan ke sel tahanan dan dicegah bepergian keluar negeri terhadap dua orang yang telah terlebih dahulu ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus yang sama.

Sebelumnya, Penyidik Kejagung sudah menjerat status tersangka DA (Drajat Adhyaksa) yang diketahui adalah PNS pada Dinas Perhubungan  DKI Jakarta dalam kapasitasnya sebagai Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Pengadaan Bus Peremajaan Angkutan Umum Reguler dan Kegiatan Pengadaan Armada Bus TransJakarta. Selain itu, ST (Setyo Tuhu) yang berprofesi sebagai PNS pada Dinas Perhubungan DKI Jakarta selaku Ketua Panitia Pengadaan Barang atau Jasa Bidang Pekerjaan Konstruksi 1 Dinas Perhubungan DKI Jakarta.

Seperti diberitakan sebelumnya, bus baru yang didatangkan ke Jakarta pada akhir Desember 2013 lalu sudah mulai rusak. Komponen bus yang dipakai untuk operasional TransJakarta dan BKTB itu banyak yang berkarat. Padahal, bus buatan China itu belum genap dua bulan ada di Ibu Kota. (ant/jos)

See Also

Bareskrim Polri Tetap Usut Korupsi PD Sarana Jaya
KPK Perpanjang Penahanan Kadis PUPR Mojokerto
Bareskrim Polri Tahan 7 Tersangka Terkait Kasus Praktik Bank Gelap Hanson International
KPK Perpanjang Penahanan Dirut PT. CMI Teknologi Rahardjo Pratjihno
KPK Geledah Rumah Anggota DPRD Tulungagung
Kasus PT. Asuransi Jiwasraya (Persero), Kejagung Periksa 27 Saksi Pemilik Rekening Saham
KPK Geledah Gedung DPRD Tulungagung
KPK Periksa Direktur Utama PT. Antam (Persero) Tbk
KPK Akui Adanya Aturan Melarang Pimpinan Temui Pihak Terkait Perkara
Polda Jatim Segera Ungkap TPPU Kasus Investasi Bodong MeMiles
Polda Jatim Bidik TPPU Kasus Investasi Bodong MeMiles
Reynhard Sinaga Ditahan Di Sel Maximum Security
Universitas Manchester Cabut 2 Gelar Magister Reynhard Sinaga
Kolaborasi Bareskrim Dan BNN Amankan 250 Kg Ganja Di Jakarta
Kasus Investasi Bodong MeMiles Segera Dilimpahkan Ke Kejati Jatim
Kasus Investasi Bodong MeMiles, Polda Jatim Periksa Siti Badriah
KPK Sita Rumah Dan Mobil Mantan Bupati Cirebon
Jaksa Teliti Berkas Tersangka Kasus Novel Baswedan
KPK Periksa Komisioner KPU
Polri Selidiki Negara Rakyat Nusantara
Jaksa Agung Sebut Kasus Jiwasraya Merugikan Negara Rp 13,7 Triliun
Bea Cukai Berkoordinasi Dengan Polda Metro Jaya Tangani Kasus Penyelundupan
Pengacara Yang Sukses Mengadakan MoU Dengan Negara Lain
Polda Metro Jaya Tahan Para Tersangka Kasus Penculikan WN Inggris
Presiden Joko Widodo Resmi Lantik Idham Azis Sebagai Kapolri Baru
jQuery Slider

Comments

Arsip :20202019201820172016201520142013
  •    •    •    •  
Copyright © 2013-2014 Siar Batavia News. All rights reserved. Visit: 8.189.908 Since: 05.03.13 | 0.2572 sec