Hukum

Mantan Kadishub Pemprov DKI Jakarta Tersangka Korupsi TransJakarta

Monday, 12 Mei 2014 | View : 744

JAKARTA-SBN.

Setelah dua kali diperiksa akhirnya Kejaksaan Agung (Kejagung) secara resmi telah menetapkan dua tersangka baru dalam kasus dugaan korupsi terkait pengadaan armada bus TransJakarta dan Bus Kota Terintegrasi Busway (BKTB) di Dinas Perhubungan (Dishub) Provinsi DKI Jakarta Tahun Anggaran (TA) 2013.

Kedua tersangka baru itu adalah mantan Kepala Dinas Perhubungan (Kadishub) Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta, Udar Pristono dan Direktur Pusat Teknologi Industri dan Sistem Transportasi di Bidang Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) Prawoto sebagai tersangka dalam kasus dugaan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) pengadaan, dan peremajaan sejumlah bus TransJakarta. “Tim Penyidik kembali menambah dua tersangka,” papar Juru Bicara Kejagung Setia Untung Arimuladi, Senin (12/5/2014).

Mantan Kepala Dinas Perhubungan (Kadishub) Pemprov. DKI Jakarta, Udar Pristono dijadikan tersangka dalam kasus dugaan mark up pengadaan bus TransJakarta senilai Rp 1 triliun dan peremajaan Angkutan Umum Reguler senilai Rp 500 miliar Tahun Anggaran (TA) 2013.

Menurut Kepala Pusat Penerangan Umum Kejaksaan Agung, Setia Untung Arimuladi, penetapan tersebut dilakukan setelah penyidik Tindak Pidana Khusus beberapa kali memintai keterangan Udar Pristono. Kadishub Pemprov DKI Jakarta, Udar Pristono telah diperiksa sebanyak dua kali di Gedung Bundar, yakni pada 7 April 2014 dan 8 Mei 2014 sebelum statusnya ditingkatkan sebagai tersangka.

Penetapan status tersangka tersebut tertuang dalam Surat Perintah Penyidikan Nomor: Print-32/F.2/ Fd.1/05/2014, tanggal 09 Mei 2014. Demikian disampaikan Kepala Pusat Penerangan dan Hukum (Kapuspenkum) Setia Untung Arimuladi di kantornya, Jakarta, Senin (12/5/2014). “Penyidik menambah jumlah tersangka, yang bersangkutan, UP (Udar Pristono) selaku mantan Kadishub DKI Jakarta berdasarkan Surat Perintah Penyidikan (Sprindik) Nomor: Print-32/F.2/Fd.1/05/2014, tanggal 9 Mei 2014 telah ditetapkan sebagai tersangka,” beber Kepala Pusat Penerangan Hukum (Kapuspenkum) Kejagung Setia Untung Arimuladi dalam siaran pers yang diterima wartawan, di Jakarta, Senin (12/5/2014).

Bersamaan dengan selain Udar Pristono, Kejagung juga menetapkan satu tersangka lagi yakni Direktur Pusat Teknologi Industri dan Sistem Transportasi di Bidang Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) Prawoto berdasarkan Sprindik Nomor: Print-33/F.2/Fd.1/05/2014, tanggal 9 Mei 2014.

Selain Udar Pristono, tambah Kapuspenkum Setia Untung Arimuladi, ada pejabat dari dinas perhubungan lain yang statusnya dinaikkan dari saksi menjadi tersangka, yaitu Prawoto. Dia adalah Pegawai Negeri Sipil (PNS) atau Direktur Pusat Teknologi Industri dan Sistem Transportasi di Bidang Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT).

Penetapan Udar Pristono sebagai tersangka, jelas Kapuspenkum Setia Untung Arimuladi, berdasarkan Surat Perintah Penyidikan (Sprindik) nomor: Print-32/F.2/Fd.1/05/2014, tanggal 9 Mei 2014. Sedangkan Prawoto berdasarkan Sprindik nomor: Print-33/F.2/Fd.1/05/2014, tanggal 9 Mei 2014.

Diberitakan sebelumnya, penetapan Udar Pristono sebagai tersangka, sebagai pengembangan penyidikan pengadaan bus TransJakarta sebesar Rp 1 triliun dan pengadaan bus untuk Peremajaan Angkutan Umum Reguler sebesar Rp 500 miliar yang dilakukan oleh Dinas Perhubungan DKI Jakarta Tahun Anggaran (TA) 2013. “Penetapan keduanya sebagai tersangka berdasarkan hasil pengembangan penyidikan kasus ini, yang terindikasi terjadi penggelembungan (mark up)" ungkapnya. “Dari nilai itu, ada indikasi mark up atas dua tersangka lainnya, yaitu DA dan ST,” tandas Kapuspenkum Setia Untung Arimuladi.

Penetapan tersangka itu, lanjut Kapuspenkum Setia Untung Arimuladi, mengingat terdapat bukti permulaan yang cukup adanya perbuatan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) yang dilakukan secara bersama-sama. “Mengingat terdapat bukti permulaan yang cukup adanya perbuatan tidak pidana korupsi tersebut dilakukan secara bersama-sama," papar Kapuspenkum Setia Untung Arimuladi.

Bersama-sama yang dimaksud Kapuspenkum Setia Untung Arimuladi yakni, baik Udar Pristono dan Prawoto terbukti melakukan korupsi bersama-sama dengan dua pejabat Dishub yakni Drajat Adhyaksa dan Setyo Tuhu yang lebih dahulu ditetapkan sebagai tersangka.

Lebih lanjut, Kapuspenkum Setia Untung Arimuladi menyebutkan, selain menetapkan tersangka baru, pada hari yang sama Kejakgung juga menjebloskan ke sel tahanan dan dicegah bepergian keluar negeri terhadap dua orang yang telah terlebih dahulu ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus yang sama.

Sebelumnya, Penyidik Kejagung sudah menjerat status tersangka DA (Drajat Adhyaksa) yang diketahui adalah PNS pada Dinas Perhubungan  DKI Jakarta dalam kapasitasnya sebagai Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Pengadaan Bus Peremajaan Angkutan Umum Reguler dan Kegiatan Pengadaan Armada Bus TransJakarta. Selain itu, ST (Setyo Tuhu) yang berprofesi sebagai PNS pada Dinas Perhubungan DKI Jakarta selaku Ketua Panitia Pengadaan Barang atau Jasa Bidang Pekerjaan Konstruksi 1 Dinas Perhubungan DKI Jakarta.

Seperti diberitakan sebelumnya, bus baru yang didatangkan ke Jakarta pada akhir Desember 2013 lalu sudah mulai rusak. Komponen bus yang dipakai untuk operasional TransJakarta dan BKTB itu banyak yang berkarat. Padahal, bus buatan China itu belum genap dua bulan ada di Ibu Kota. (ant/jos)

See Also

Keterangan Ahli Di Sidang Praperadilan Terkait Eksekusi Penahanan Matheus Mangentang
Peras Mantan Petinggi Polri, Hukuman Sisca Dewi Diperberat
LBH Ansor Jateng Apresiasi Penangkapan Cepat Polres Kebumen Terhadap Pelaku Kekerasan Seksual
Kapolres Bitung Perintahkan Pelaku Kejahatan Ditembak Di Tempat
Reserse Polres Bitung Bekuk Residivis Sadis Pembegal Motor
Satuan Reskrim Polres Bitung Tangkap Dua Tersangka Curanmor
Mahasiswa Unesa Sorot Penggunaan Dana Pembelian Mebel Di Kampus
KPK Tetapkan Dirut PT. Rohde And Schwarz Indonesia Sebagai Tersangka
KPK Akan Segera Periksa Saksi Dan Tersangka Suap KONI
KPK Cekal Robert Tantular Ke Luar Negeri
Tim Resmob Dan Tarsius Bitung Lumpuhkan Pencuri Kambuhan
Mahkamah Agung Hukum Alfian Tanjung 2 Tahun Penjara
Polda Jatim Duga Ada Kesalahan Teknis Proyek Berujung Jalan Gubeng Ambles
KPAI Apresiasi Langkah Cepat Polri Proses Bahar Bin Smith
Polri Sebut Penahanan Tersangka Bahar Bin Smith Murni Kasus Hukum
Polri Koordinasi Dengan LPSK Amankan 2 Remaja Korban Bahar Bin Smith
Usai OTT KPK, Kemenpora Lanjutkan Program SEA Games-Olimpiade
KPK Sita Miliaran Rupiah Terkait OTT Pejabat Kemenpora Dan KONI
Polri Kantongi Bukti Penganiayaan Oleh Bahar Bin Smith
KPK OTT Pejabat Kemenpora Dan Pengurus KONI
Polres Metro Jakarta Selatan Buru Pembunuh Perempuan Muda Di Kebagusan City
Pembunuh Keji Sopir Taksi Online Divonis 10 Tahun Penjara
Uang Pengganti E-KTP, KPK Sita Rp 862 Juta Dari Setya Novanto
Keterangan Ahli Ketua DPD KAI DKI Jakarta Pada Sidang Lanjutan Julius Lobiua
TNI AL Ringkus Pelaku Narkoba Di Tanjung Ahus
jQuery Slider

Comments

Arsip :2019201820172016201520142013
  •    •    •    •  
Copyright © 2013-2014 Siar Batavia News. All rights reserved. Visit: 7.542.086 Since: 05.03.13 | 0.1499 sec