Nasional

Wali Kota Surabaya Murka Karena Acara Bagi-bagi Es Krim Walls Rusak Taman

Sunday, 11 Mei 2014 | View : 803

SURABAYA-SBN.

Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini datang ke Taman Bungkul, Kota Surabaya, provinsi Jawa Timur dengan raut wajah marah. Risma marah lantaran melihat tanaman yang berada di Taman Bungkul rusak dan taman yang menjadi batas ruas jalan di sepanjang Jalan Darmo diinjak-injak warga yang berebut es krim dalam acara bagi-bagi es krim oleh Wall’s. Wali Kota Surabaya, Tri Rismaharini marah besar setelah menyaksikan tanaman di Taman Bungkul rusak, Minggu (11/5/2014).

Dengan wajah penuh amarah, Risma mendatangi panitia penyelenggara acara bagi-bagi es krim Wall’s yang digelar sejak pukul 06.00 WIB. “Astagfirullah, rusak parah. Tahu enggak puluhan tahun kami bikin itu? Itu semua uang rakyat," teriak dia, Minggu (11/5/2014).

Setelah memarahi panitia, Risma yang mengenakan baju batik berwarna biru-putih langsung berkoordinasi dengan Dinas Pertamanan. Melalui handy talkie, dia meminta Dinas Pertamanan memperbaiki kerusakan taman itu dan menggantinya dengan tanaman baru.

Wali Kota terbaik ini juga ikut turun merapikan tanaman yang rusak. Dia memunguti tanaman itu. Bahkan, dia juga menyempatkan untuk menyiram tanaman pengganti dengan mobil penyemprot air.

Sampai pukul 17.30 WIB, Dinas Kebersihan dan Pertamanan Kota Surabaya yang dibantu oleh Dinas Kebakaran Kota Surabaya, Dinas Perhubungan, dan beberapa anggota Satpol PP serta Linmas merevitalisasi tanaman-tanaman yang rusak akibat injakan warga.

Berdasarkan pantauan wartawan, dua buah alat berat dioperasikan untuk mempercepat revitalisasi dan beberapa truk dari Dinas Kebersihan dan Pertamanan. Kondisi dari tanaman-tanaman yang rusak sendiri berada di sepanjang Jalan Darmo mulai dari depan KFC Darmo hungga Bank BTN cabang Darmo. Taman-taman tersebut merupakan pembatas dua ruas jalan Darmo yang dipercantik dengan ditanami sejumlah tanaman dan pohon.

Acara bagi-bagi es krim gratis ini merupakan bagian dari kegiatan yang digelar di sejumlah kota besar di Indonesia. Acara ini bertujuan untuk membukukan rekor bagi-bagi es krim. Acara ini mendapat antusiasme yang besar dari masyarakat.

Antrean yang sebelumnya berjalan tertib tiba-tiba diwarnai saling desak-desakan. Warga saling berebut, takut tidak kebagian. Akibatnya, tanaman yang berada di Taman Bungkul rusak terinjak-injak.

Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini murka mengetahui taman kota rusak akibat acara bagi-bagi es krim Wall's yang diselenggarakan PT. Unilever Indonesia. Pemerintah Kota Surabaya akan meminta pertanggungjawaban penyelenggara acara bagi-bagi es krim. Secara hukum akan dibahas apakah mereka akan dituntut secara pidana atau perdata. Mereka juga akan diminta mengganti kerugiannya, termasuk biaya perawatannya. Risma langsung menginstruksikan Bagian Hukum Pemkot Surabaya menggugat panitia acara secara pidana dan perdata. “Iya, ibu marah besar karena penyelenggara tidak memperhatikan risiko acara bagi-bagi sesuatu di hari Kartini. Bu Wali marah, meminta pemkot bagian hukum akan menggugat penyelenggara, secara pidana dan perdata, sekaligus ganti rugi,” cetus Kepala Bagian Humas Pemerintah Kota (Kabag Humas Pemkot) Surabaya Muhammad Fikser, Minggu (11/5/2014).

“Ibu tadi marah-marah karena melihat tanaman-tanaman di situ rusak parah apalagi tidak ada koordinasi yang baik," kata Kepala Bagian Humas Pemerintah Surabaya Muhammad Fikser saat dihubungi Minggu (11/5/2014).

"Taman ini kan salah satu ikon dari Surabaya dan dibangun tidak hanya dalam waktu satu atau dua hari kan," ujar Kepala Bagian Humas Pemerintah Kota Surabaya Muhammad Fikser saat dihubungi, Minggu (11/5/2014).

Pagi itu, Risma kebetulan ada agenda dengan warga Surabaya. Dia hendak langsung ke lokasi, tapi terjebak macet. Acara bagi-bagi es krim juga menyebabkan kemacetan jalan. Sesampainya di lokasi sekitar pukul 10.00 WIB, Risma langsung memarahi panitia acara.

Kepala Bagian Humas Pemerintah Kota Surabaya Muhammad Fikser bercerita Risma sebetulnya pada pagi hari itu memiliki agenda dengan warga dan mengunjungi taman yang berada di dekat Siola. Sekitar pukul 10.00 WIB, sambung dia, Risma datang ke Taman Bungkul dan langsung marah-marah kepada pihak penyelenggara. Kemarahan Risma muncul secara spontan. "Sebetulnya, Bu Risma tidak menyangka taman sepanjang lokasi tersebut rusak parah akhirnya Bu Risma langsung marah-marah ke pihak penyelenggara," ungkap Muhammad Fikser.

"Taman sekitar Taman Bungkul rusak, sepanjang pulau jalan mulai, sebelum CFC sudah ada yang rusak, sampai perempatan Al-Falah, rusak semuanya. Yang ikut katanya ada ratusan ribu orang," tutur Muhammad Fikser.

"Yang beliau sampaikan, pertama, 'taman ini dibangun dengan dana APBD, itu uang rakyat. Taman ini dibangun dalam waktu yang cukup lama.' Beliau sampaikan, 'bukan hanya uang, tapi juga keringat orang-orang yang telah melakukan sesuatu, ini hilang semua. Tapi anda tidak menghiraukan itu.' Seperti itu ibu marahnya," kata Muhammad Fikser.

Surabaya tidak memiliki sumber daya alam yang baik, kata Muhammad Fikser menirukan Risma, tapi dengan keindahan taman kota ini orang mau datang ke Surabaya. Oleh sebab itu, Muhammad Fikser melanjutkan, Wali Kota perempuan pertama di Surabaya itu meminta pertanggungjawaban panitia. "Sepertinya ada rasa tanggung jawab. Tapi kita (pemkot) tetap akan terus mendesak, sebab (taman) itu bagian dari fasum yang rusak. Sebab dia (penyelenggara) juga tidak melakukan perizinan acara, padahal dihadiri ratusan ribu orang," terang Muhammad Fikser menegaskan.

Acara bagi-bagi es krim ini diselenggarakan pagi tadi, tepat saat ada acara car free day. Konsentrasi massa sedang banyak. Acara bagi-bagi es krim itu langsung membetot perhatian warga yang datang, sementara penyelenggara tidak berkoordinasi dengan Pemkot Surabaya. Acara bagi-bagi es krim tersebut, lanjut dia, bersamaan dengan car free day yang biasanya dilaksanakan sepanjang Jalan Raya Darmo. Seharusnya acara tersebut memiliki izin kepada pihak Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya. "Seharusnya ada izinnya tetapi pemerintah tidak mengeluarkan izin, apalagi melibatkan massa yang banyak jadi ya harus dipertimbangkan yang baik," imbuhnya. (tem/jos)

See Also

Seleksi Program Magang Ke Jepang, PPMKP Adakan Pelatihan Petani Muda Di P4S Al Mawaddah
Demi Meriahkan Penutupan TMMD Grup Seni Kentongan Berlatih Hingga Larut Malam
Agar Lebih Dekat Dengan Warga, Satgas TMMD Juga Ikut Ronda Malam
Arswendo Atmowiloto Meninggal Dunia
Ini Talud TMMD Versi Tentara Kodim 0716/Demak
Jalan TMMD Akan Buka Jalur Alternatif Sumberejo
Ketika Para Santri Ikut Bekerja Di Lokasi TMMD
Senang Bisa Bekerja Dengan Pak Tentara
Luangkan Waktu Cek Lokasi TMMD
Terus Didengungkan TMMD Kalikondang Ke Seantero Demak
Tiada Hari Tanpa Sosialisasi TMMD
Progres Pekerjaan Talud TMMD Menggembirakan
Galang Kekuatan Kaum Muda Untuk Sukseskan TMMD Kalikondang
Sortir Material TMMD Dilakukan Sejak Dari Toko
Sudah Tersusun Jadwal Kerja Bhakti Warga Di TMMD
Terima Kasih Sejumlah RTLH Warga Saya Sudah Mulai Dibangun TNI
Terus Dipoles Lapangan Untuk Upacara Pembukaan TMMD
Ajari Anak-Anak Di Desa TMMD Tentang Kebersihan Lingkungan
Permudah Media Akses Berita, Dirikan Posko Penerangan Di Lokasi TMMD
Balai Desa Kalikondang Disiapkan Sebagai Poskotis TMMD Reguler Ke-105
Sosok Tenaga Teknis Yang Akan Menyukseskan TMMD
Maturnuwun Pak Tentara, Jalan Beton Ini Sudah Ditunggu Warga
Excavator Menjadi Pusat Perhatian Anak-Anak Pada TMMD Kodim 0716/Demak
Pedagang Es Tebu Raup Untung, Berkat TMMD
Dibalik Layar TMMD Reg Ke-105 Kodim 0716/Demak
jQuery Slider
Arsip :2019201820172016201520142013
  •    •    •    •  
Copyright © 2013-2014 Siar Batavia News. All rights reserved. Visit: 7.539.472 Since: 05.03.13 | 0.1578 sec