Politik

Megawati Soekarnoputri Bertemu ARB Di Bali?

JAKARTA-SBN.

Ketua Umum DPP Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Megawati Soekarnoputri dikabarkan mengadakan pertemuan rahasia dengan Ketua Umum Partai Golongan Karya (Golkar) Aburizal Bakrie (ARB) alias Ical. Megawati Soekarnoputri disebut telah bertemu dengan Ketua Umum Partai Golongan Karya (Golkar) Aburizal Bakrie (ARB) alias Ical di Bali pada hari Minggu (11/5/2014).

Politisi Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Eva Kusuma Sundari menegaskan ada pertemuan antara Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri dengan Ketua Umum Partai Golongan Karya (Golkar) Aburizal Bakrie (ARB) alias Ical di Bali akhir pekan lalu. "Iya (ketemunya) di Bali doang," ungkap anggota Komisi III DPR RI, Eva Kusuma Sundari di Gedung DPR RI, Senayan, Jakarta, Senin (12/5/2014).

Keduanya membahas wacana koalisi banteng dengan beringin. Pertemuan kedua tokoh politik itu digelar dalam rangka komunikasi politik menjajaki peluang koalisi menghadapi Pemilu Presiden (pilpres) 2014.

Politisi PDIP, Eva Kusuma Sundari, mengatakan, dirinya berharap ada hasil positif yang diperoleh dari pertemuan tersebut. Eva Kusuma Sundari berharap pertemuan Aburizal Bakrie (Ical) dengan Megawati Soekarnoputri ada harapan. Ia meyakini, ketokohan Megawati Soekarnoputri dan Ical akan memunculkan bahan diskusi yang dapat memantapkan posisi Ir. H. Joko Widodo yang akrab disapa ‘Jokowi’ dalam memenangkan Pemilu Presiden (pilpres) 2014. "Yah, mudah-mudahan (Golkar) gabung (PDIP) deh. Mudah-mudahan. Pokoknya mereka sudah bertemu (Ical). Pak Ical sama-sama negarawan seperti Bu Mega," papar Eva Kusuma Sundari di Gedung DPR RI, Jakarta, Senin (12/5/2014).

Sementara itu, Eva Kusuma Sundari menegaskan Ical tidak membidik posisi calon presiden (Capres) atau calon wakil presiden (Cawapres) tetapi memberangkatkan kader yang terbaik untuk mendampingi Ir. H. Joko Widodo yang akrab disapa ‘Jokowi’ sebagai calon Presiden (capres). Eva Kusuma Sundari mengaku optimistis Ical menyodorkan nama terbaik dari Partai Golongan Karya (Golkar) sebagai pendamping bakal capres PDIP, Ir. H. Joko Widodo yang akrab disapa ‘Jokowi’. “Jadi, tidak membidik posisi, tapi memberangkatkan kader yang terbaik untuk mendampingi Pak Jokowi," beber Eva Kusuma Sundari di Kompleks Gedung Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (12/5/2014).

Eva Kusuma Sundari tak mengungkapkan lebih detail informasi mengenai pertemuan tersebut.

Namun, lanjut Eva Kusuma Sundari, saat ini Megawati sudah tidak lagi berada di Bali. Karena ada urusan pribadi di Singapura dan akan kembali ke Indonesia. Hanya, menurut dia, setelah bertemu Ical di Bali, Eva Kusuma Sundari menegaskan dari Bali, Megawati Soekarnoputri langsung menuju ke Singapura dan rencananya dijadwalkan akan pulang kembali ke Jakarta sore hari ini. "Ada acara pribadi dan lobi-lobi. Kalau di Singapura urusan pribadi. Nanti sore balik ke Indonesia," jelas Eva Kusuma Sundari.

Namun ketika ditanya siapa cawapres pendamping Jokowi yang disodorkan Ical, Juru Bicara Jokowi ini mengaku tidak tahu-menahu. Lalu siapa Cawapres yang disodorin Ical sebagai Cawapres? "Nggak tahu, kalau itu nggak tahu," jawabnya.

Kabar pertemuan itu pun diamini oleh calon presiden (capres) PDIP Ir. H. Joko Widodo yang akrab disapa ‘Jokowi’ di sela kunjungannya di Makassar, Minggu (11/5/2014). Dia mengakui  sudah mendapat informasi soal rencana pertemuan Megawati Soekarnoputri dengan Aburizal Bakrie di Bali.

Mantan Wali Kota Solo ini, Jokowi memastikan pertemuan itu takkan membahas ARB sebagai bakal calon wakil presiden (cawapres) untuk dipasangkan dengan dirinya. “Kami tidak mau bicara (cawapres) itu, percayalah. Kalau bicara itu, sudahlah, akan kembali ke masa lalu,” ujar mantan Wali Kota Surakarta tersebut, Jokowi di Makassar, Minggu (11/5/2014).

Gubernur DKI Jakarta ini, Ir. H. Joko Widodo mengatakan bila ada pertemuan, maka akan membicarakan langkah-langkah politik ke depan. Yang pasti, lanjut mantan Wali Kota Surakarta itu, PDIP terus menjalin komunikasi dengan partai politik lain. Namun, Jokowi menekankan, sekalipun menggelar pertemuan, belum dapat dipastikan ada kesepakatan yang ketemu.

Jokowi  mengaku tahu pertemuan Megawati Soekarnoputri dengan ARB, dan tahu kalau dua pemimpin partai itu membicarakan kemungkinan koalisi. Walaupun demikian, Jokowi tidak mengetahui sejauh apa pembicaraan antara Megawati Soekarnoputri dan ARB, karena memang belum diberi tahu.

Ketika ditanya kemungkinan dirinya akan menyusul Megawati Soekarnoputri di Pulau Dewata usai menyelesaikan safari  politiknya di Makassar, Jokowi mengaku langsung bertolak ke Jakarta bukan ke Bali. “Pulang. Kembali ke Jakarta. Kok ke Bali? Kembali. Bukan ke Bali. Kem-bali,” tegas Jokowi bernada canda.

Ical disebutkan memang berada di Pulau Dewata untuk menghadiri undangan pernikahan di salah satu hotel di Nusa Dua, Bali.

Pernyataan Eva Kusuma Sundari soal pertemuan Ical dan Megawati Soekarnoputri berbeda dengan pernyataan Wakil Ketua Umum Partai Golongan Karya (Golkar) Fadel Muhammad yang sebelumnya menegaskan tidak ada pertemuan kedua tokoh itu di Bali.

Meskipun Fadel Muhammad mengakui Ical ada di Bali bersama Megawati Soekarnoputri dan kehadiran Ical di Bali disebutnya untuk menghadiri undangan pernikahan sahabat Ical.

Saat dikonfirmasi, Wakil Sekretaris Jenderal DPP Partai Golongan Karya (Golkar) Tantowi Yahya mengaku tak mengetahui ada pertemuan antara Megawati Soekarnoputri dan Ical di Bali. Menurut dia, kalaupun kedua tokoh itu sama-sama berada di Bali, keperluannya ialah agenda pribadi dan bukan dalam rangka menjajaki peluang berkoalisi.

Seperti dikabarkan sebelumnya, bakal calon presiden (capres) Ir. H. Joko Widodo yang akrab disapa ‘Jokowi’ telah lebih dulu bertemu dengan Ical. Pertemuan itu merupakan penjajakan koalisi kedua partai pada pemilihan presiden (Pilpres) 2014.

Namun, sampai saat ini, belum ada kepastian ke mana arah koalisi partai berlambang pohon beringin ini, Partai Golongan Karya (Golkar).

Keputusan mengenai pemilihan presiden (pilpres) akan diambil dalam rapimnas mendatang.

Adapun Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) telah mendapat dukungan dari Partai Nasional Demokrat (NasDem) dan Partai Kebangkitan Bangsa (PKB). (mer/jos)

See Also

Ketika Ahli IT Dan Master Di Bidang Hukum Menolak Korupsi
Kami Peduli Kejahatan Pornografi
Ketua MUI Tak Sependapat Indonesia Bubar 2030
Mukernas II PPP Hasilkan Sejumlah Ketetapan
PAN Walk Out Dari Paripurna RUU Pemilu
Pengamat LIPI Sebut Fenomena Ahok Bikin Parpol Panik
Gubernur DKI Jakarta Tunggu Menteri Sebelum Konsep Baru Raperda Reklamasi
Fadli Zon Akan Sidak Lokasi RS Sumber Waras
Mekanisme Pemilihan CaGub Dan CaWaGub DKI Jakarta Dari PDIP
Presiden Joko Widodo Melantik Agus Widjojo Sebagai Gubernur Lemhannas
Ahok Kecam Cuitan Yusron Ihza Mahendra Yang Rasis
Bicara Kalimat Rasis, Kemlu Minta Yusron Ihza Mahendra Fokus Jalankan Tugas
Ahok Hadiri Pelantikan Pengurus Partai NasDem DKI Jakarta
Muhammadiyah Ingatkan Sistem Politik Tidak Boleh Memiskinkan Rakyat
Tujuh Rekomendasi Mukernas PKB
Agung Laksono Tegaskan Munaslub Partai Golkar Harus Oleh Tim Transisi
Setya Novanto Mundur
Mayoritas Anggota MKD DPR RI Putuskan Setya Novanto Langgar Kode Etik
Ibu Yang Dimarahi Ahok Soal KJP Mengadu Ke DPRD DKI Jakarta
MenkoPolhukam Bersaksi
Sejumlah Calon Petahana Menangkan Pilkada
Maroef Sjamsoeddin Ibaratkan Setya Novanto Seperti Henry Kissinger
Prabowo Subianto Juru Kampanye Maya Rumantir/Glenny Kairupan
Tiga Paslon Bupati Dan Wakil Bupati Blora Sampaikan Program Dan Visi Misi
Haedar Nashir Terpilih Menjadi Ketua Umum PP Muhammadiyah
jQuery Slider
Arsip :2019201820172016201520142013
  •    •    •    •  
Copyright © 2013-2014 Siar Batavia News. All rights reserved. Visit: 7.537.453 Since: 05.03.13 | 0.1431 sec