Ekonomi

Direksi Dan Komisaris BCA Serempak Beli Saham BCA

Monday, 12 Mei 2014 | View : 3408

JAKARTA-SBN.

Pembelian saham perseroan oleh komisaris dan jajaran direksi PT. Bank Central Asia Tbk. tersebut diperkirakan untuk membentuk harga. Enam direksi dan satu komisaris PT. Bank Central Asia Tbk. (BBCA) pada Jumat (2/5/2014) melakukan pembelian saham perseroan, dengan bertujuan untuk investasi jangka panjang.

Ketujuh petinggi PT. BCA Tbk. tersebut yakni enam direksi dan satu komisaris tersebut serempak membeli saham BBCA dengan harga Rp 10.910,78 per saham. Demikian mengutip keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia (BEI).

Berikut komisaris dan direksi BBCA yang melakukan pembelian saham perseroan:

1. Presiden Direktur Jahja Setiaatmadja menambah kepemilikan saham menjadi 9.817.715 saham dengan membeli 278.021 lembar saham.

2. Wakil Presiden Direktur Eugene Keith Galbraith yang berkenegaraan Amerika membeli saham sebanyak 195.143 dan jumlah kepemilikan saham BBCA setelah transaksi jadi 907.126 lembar.

3. Direktur Dhalia M. Ariotedjo membeli 181.777 lembar saham dan kini memiliki 6.441.563 saham BBCA.

4. Direktur Erwan Yuris Ang mengeksekusi 117.620 saham dan saat ini memiliki saham BBCA sebanyak 1.135.145 lembar saham BBCA.

5. Direktur Henry Koenaifi membeli sebanyak 173.757 saham, sehingga kini kepemilikan sahamnya menjadi 502.809 lembar.

6. Direktur Anthony Brent Elam kepemilikan sahamnya menjadi 8.367.709 lembar setelah membeli 176.431 lembar.

Sedangkan komisaris perseroan yang membeli saham BBCA yakni Tonny Kusnadi sebanyak 87.092 lembar dan kini menjadi 255.215 lembar saham.

Seperti dikabarkan sebelumnya, PT. Bank Central Asia Tbk (BCA) menggelar Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) di Jakarta, Senin (7/4/2014). RUPST yang dihadiri jajaran direksi dan komisaris menyepakati untuk memberikan persetujuan pembayaran dividen untuk tahun buku 2013 sebesar Rp 120 per saham atau sebesar 20,7% dari laba yang diperoleh pada 2013. Nilai dividen yang dibagikan tersebut naik Rp 5,50 dari dividen tahun lalu yang sebesar Rp 114,50 per saham.

Pemegang saham PT. Bank Central Asia Tbk., yang dimiliki oleh orang terkaya di Indonesia, Bos PT. Djarum, Robert Budi Hartono dan Michael Bambang Hartono, merombak jajaran direksi BCA.

Dalam rapat umum pemegang saham tahunan (RUPST) yang digelar Senin (7/4/2014), rapat menyetujui pengunduran diri Ronaldo Hector Barros yang sebelumnya menjabat direktur. Pengunduran diri akan efektif pada 1 Juni 2014 dan akan digantikan oleh Rudy Susanto.

"Pengunduran diri per 31 Mei 2014, dan direktur yang baru akan berlaku efektif menunggu fit and propertest Otoritas Jasa Keuangan," kata Direktur Utama BCA Jahja Setiaatmadja.

Pemegang saham juga mengangkat Rudy Susanto sebagai direktur yang efektif per 1 Juni 2014. Erwan Yuris Ang juga ditetapkan sebagai direktur independen dan telah mendapatkan Surat Keputusan PT. Bursa Efek Indonesia pada 20 Januari 2014.

Berikut susunan dewan komisaris dan direksi setelah RUPST:

Dewan Komisaris

-Presiden Komisaris: Djohan Emir Setijoso.

-Komisaris: Tonny Kusnadi.

-Komisaris Independen: Cyrillus Harinowo.

-Komisaris Independen: Raden Pardede.

-Komisaris Independen: Sigit Pramono.

Dewan Direksi

-Presiden Direktur: Jahja Setiaatmadja.

-Wakil Presiden Direktur: Eugene Keith Galbraith.

-Direktur: Dhalia Mansor Ariotedjo.

-Direktur: Anthony Brent Elam.

-Direktur: Suwignyo Budiman.

-Direktur (merangkap Direktur Kepatuhan): Tan Ho Hien/Subur.

-Direktur: Renaldo Hector Barros.

-Direktur: Henry Koenafi.

-Direktur: Armand Wahyudi Hartono.

-Direktur Independen: Erwan Yuris Ang.

-Direktur: Rudy Susanto.

Untuk diketahui, penetapan status tersangka terhadap mantan Ketua Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) yang juga mantan Dirjen Pajak, Hadi Poernomo dalam kaitan dengan pembayaran pajak PT. Bank Central Asia Tbk. (BBCA) memberi dampak buruk kepada saham emiten tersebut. Dalam perdagangan di Bursa Efek Indonesia Selasa (22/4/2014), nilai saham emiten berkode BBCA itu turun 125 poin (1,12 persen) menjadi Rp 11.050 per lembar.

Penurunan tersebut bertolak belakang dengan kenaikan harga saham emiten bank berkapitalisasi besar, seperti PT. BRI Tbk. yang naik 150 poin (1,49 persen) menjadi Rp 10.200 dan PT. Bank Mandiri Tbk. yang naik 25 poin (0,25 persen) menjadi Rp 9.850. Saham PT. BCA Tbk. yang berpindah tangan sebanyak 226.074 lot atau jauh di atas rata-rata tiga bulan sebanyak 168.966 lot. (tri/tem/jos)

See Also

Ditunggu Warga, Pensertifikatan Tanah Massal Di TMMD Kalikondang
Bursa Asia Ditutup Bervariasi
Semangat Babinsa Koramil 09/Karangtengah Dampingi Panen Perdana MT I
Kontrol Hasil Panen, Babinsa 03/Wonosalam Lakukan Pengubinan Padi
Bersama Warga, Babinsa 06/Wedung Siap Sukseskan Swasembada Pangan
Mendesa Klaim Bank Dunia Contoh Indonesia Terkait Penganggaran Dana Desa
Mulai Hari Ini Harga Pertamina Dex, Dexlite, Pertamax, Pertalite Turun
Bursa Asia Dan AS Menguat
Menko Maritim Sebut Bandara Kulonprogo Mulai Layani Penerbangan April 2019
Kodim 0716/Demak Buka Stand Pasar Murah
Babinsa Kodim 0716/Demak Perkuat Alsintan Dengan Diklat
Mengoptimalkan LTT Dengan Pemanfaatan Alsintan
Awas Tamu Tak Diundang Di Saat Panen Tiba
Demak Panen Raya Perdana Jagung Hibrida
Dandim 0716/Demak Jamin Demplot Kodim Kualitas Dan Produktivitasnya Panen Bagus
Generasi Muda Didorong Untuk Kreatif
Bursa Nikkei Dibuka Menguat
Menteri Perindustrian Bertemu Menteri Ekonomi Pendidikan Riset Swiss, Bahas Kerja Sama Dua Negara
Presiden Joko Widodo Terima Kunjungan Menteri Ekonomi Pendidikan Riset Swiss
Babinsa Pendampingan Nyemprot Tanaman Padi
7,23 Juta Wajib Pajak Yang Sudah Lapor SPT
Koperasi Kodim 0716/Demak Ikuti Pasar Murah
Babinsa Koramil 10/Kradenan Bersama Petani Panen Jagung
Babinsa Koramil 05/Cepu Bantu Petani Bajak Sawah
Persit Ranting 9/Kedungtuban Semangati Suami Tanam Padi
jQuery Slider

Comments

Arsip :2019201820172016201520142013
  •    •    •    •  
Copyright © 2013-2014 Siar Batavia News. All rights reserved. Visit: 7.537.464 Since: 05.03.13 | 0.1333 sec