Internasional

Kabinet Baru Mesir Terbentuk

KAIRO-SBN.

Pemerintah Mesir interim pada Selasa (16/7/2013) malam melantik dan mengambil sumpah 32 menteri dan 2 wakil perdana menteri merangkap menteri baru. Kabinet Mesir yang baru terbentuk mulai bekerja pada Rabu (17/7/2013). Kabinet baru ini dihadapkan pada sejumlah tantangan yang pelik termasuk harus memulihkan keamanan yang belum sepenuhnya kondusif karena kelompok Persaudaraan Muslim masih bersikukuh belum bisa menerima sepenuhnya pelengseran Mohamed Moursi dengan masih bertekad akan tetap melakukan demonstrasi.

“Salah satu agenda kerja kabinet yang baru terbentuk itu adalah pertemuan dengan Kepala Kebijakan luar negeri Uni Eropa (UE), Chaterine Ashton, yang dijadwalkan tiba di Kairo pada Rabu (17/7/2013),” demikian menurut agenda yang dilihat oleh AFP. Chaterine Ashton diprediksi akan menekankan soal krisis politik Mesir dan mendesak kembalinya demokrasi di Mesir. 

Chaterine Ashton mengadakan pertemuan dengan Presiden Mesir interim, Adly Mansour, Perdana Menteri interim, Hazem Al-Beblawi, Menteri Luar Negeri Nabil Fahmi, dan Panglima Militer Mesir, Abdel Fatah Al-Sisi, Jenderal yang berada di belakang kudeta militer yang melengserkan Mohamed Moursi pada tanggal 3 Juli silam.

“Saya akan datang ke Mesir untuk memperkuat pesan bahwa harus ada proses politik yang sangat inklusif yang membawa semua kelompok untuk mendukung demokrasi,” tegas Chaterine Ashton sebelum tiba di Kairo.

Momentum pelantikan menteri kabinet baru itu memancing kelompok Ikhwanul Muslimin (IM). Persaudaraan Muslim bersama dengan partai ultra-konservatif Islam Al Nur yang sebelumnya sudah ditawari untuk menduduki pos-pos di kabinet baru, telah menolak untuk mengambil bagian dan mengatakan bahwa mereka terus berdemonstrasi dan memulai babak baru protes pro-Moursi di Ibukota, Kairo pada Rabu (17/7/2013). 

Juru Bicara Persaudaraan Muslim, Gehad El-Haddad cepat dan tak ayal lagi sontak menolak mengakui terpilihnya jajaran menteri baru dalam kabinet yang diketuai oleh Perdana Menteri Mesir interim, Hazem Al-Beblawi itu ketika 34 anggota kabinet baru dilantik pada Selasa (16/7/2013) dengan mengatakan tidak sah di mana di dalam kabinet Jenderal Abdel Fatah Al-Sisi diangkat dan duduk dengan posisi sebagai Wakil Perdana Menteri Pertama dan Menteri Pertahanan. “Kami tidak mengakui legitimasi atau kewenangan kabinet,” tukas Gehad El-Haddad kepada AFP, Rabu (17/7/2013).

Pengambilan sumpah para menteri dan wakil PM merangkap menteri baru dilakukan hanya berselang dua pekan setelah militer yang dipimpin oleh Menteri Pertahanan dan pemimpin militer, Jenderal Abdul Fatah Al-Sisi mengkudeta Mohamed Moursi, pada hari Rabu (3/7/2013) lalu, sebelumnya militer telah mengepung pendukung Moursi dan para pemimpin Ikhwanul Muslimin.

“Saat ini, Mesir sedang bergelut menghadapi krisis masalah-masalah yang mendesak bagi pemerintah baru Mesir, di antaranya adalah krisis defisit anggaran Mesir, reformasi kementerian dalam negeri, menetapkan aturan hukum, dan memulihkan keamanan di Sinai,” ujar seorang analis politik dan ekonomi Mesir, Prof. Samer S. Shehata terkait pelantikan menteri baru. “Oleh karena itu, kenyataan ini menuntut segera diadakan reformasi dalam tubuh institusi kementerian dalam negeri, upaya maksimalisasi penegakan aturan hukum, serta ketegasan dalam memulihkan stabilitas keamanan di Semenanjung Sinai,” tutur Professor of Arab Politics pada the Center for Contemporary Arab Studies in the Edmund A. Walsh School of Foreign Service di Georgetown University, Samer S. Shehata. “Semenanjung Sinai yang bergolak, khususnya telah mengalami gelombang serangan, di mana enam tentara dan dua warga sipil terluka pada Selasa (16/7/2013),” demikian menurut sumber-sumber keamanan. “Bagaimana menangani para demonstran pengunjuk rasa di jalan-jalan ibu kota saat ini, itu juga merupakan masalah lain yang sangat serius dan tidak bisa dikesampingkan begitu saja,” ucap Prof. Samer S. Shehata, pakar politik Mesir dan the Muslim Brotherhood yang mengajar di Georgetown University, New York University, Columbia University, dan the American University di Kairo. “Itu semua adalah “pekerjaan rumah” tersulit yang harus dihadapi dan dituntaskan pemerintahan Mesir yang baru,” tukas Prof. Samer S. Shehata yang meraih gelar PhD dari the Politics Department di Princeton University pada tahun 2000 juga adalah Profesor Politik Timur Tengah pada Department of International and Area Studies di the University of Oklahoma.

Saat ini, Mesir dipimpin oleh Perdana Menteri interim, Hazem Al-Beblawi, yang dikenal sebagai sosok ekonom berpaham liberal. Pemerintah Mesir interim yang baru terbentuk tersebut terdiri dari 34 menteri, setelah Ahmed Sultan menolak untuk menerima pencalonan sebagai menteri transportasi.

Mayoritas dari total ke-34 menteri dan dua wakil Perdana Menteri yang dilantik pemerintah Mesir interim terdiri dari para teknokrat dan perwakilan komponen masyarakat. Tidak ada satu pun menteri yang berasal dari kelompok ultrakonservatif Islam, seperti kelompok Ikhwanul Muslimin dan Partai Salafi. Di dalam jajaran kabinet baru tersebut, terdapat dua wakil Perdana Menteri. Jabatan wakil Perdana Menteri sekaligus merangkap Menteri Pertahanan Mesir dipegang oleh Jenderal Abdel Fatah Al-Sisi. Satu jabatan wakil perdana menteri merangkap Menteri Kerjasama Internasional dipegang oleh Ziad Bahaa-Eldin. Komposisi kabinet Mesir dalam pemerintahan sementara Mesir saat ini agak lebih longgar dibandingkan kabinet pemerintahan sebelumnya karena terdapat tiga menteri perempuan dan tiga menteri beragama Kristen Koptik. 

Upacara pelantikan dilangsungkan pada Selasa (16/7/2013), hanya beberapa jam setelah bentrokan berdarah yang mematikan semalam (16/7/2013) antara pasukan keamanan dan pendukung Moursi di Kairo dan di dekat Giza. (afp/rtr)

See Also

Pengadilan Rusia Perintahkan Perempuan Yang Kabur Dari Karantina Balik Ke RS
Virus Korona Tewaskan Direktur Rumah Sakit Di Wuhan
Penembakan Di Century Plaza Bangkok
Jeff Bezos Donasi USD 10 Miliar Untuk Penelitian Iklim
Korban Tewas Akibat Virus Korona Total Jadi 1.868
1.789 Korban Tewas Akibat Virus Korona
Warga Kanada Di Kapal Pesiar Diamond Princess Segera Dievakuasi
Arab Saudi Larang Warganya Ke China
Dokter Pengungkap Virus Korona Meninggal Dunia
Korban Jiwa Virus Korona Bertambah Jadi 634
Jepang Karantina Seluruh Penumpang Kapal Pesiar Diamond Princess Terkait Virus Corona
Ratusan Warga Negara Malaysia Dan Keluarganya Dipulangkan Dari Wuhan
Penembakan Di Asrama Kampus Texas A & M University
7 Fakta Rumah Sakit Kilat Pasien Korban Virus Corona Wuhan
Singapura Umumkan 6 Kasus Baru Virus Korona
Rumah Sakit Kilat Virus Corona Wuhan Mulai Beroperasi
Penembakan Dalam Bus Greyhound Di California
Korban Meninggal Virus Korona Bertambah Jadi 362
TNI Siap Bantu Kebakaran Hutan Di Australia
Rudal Kenai Objek Di Langit Iran Saat Pesawat Ukraina Jatuh
Iran Sebut Pesawat Ukraina Terbakar Sebelum Jatuh
Pejabat AS Sebut Pesawat Ukraina Kemungkinan Kena Rudal Iran
Bencana Kebakaran Lahan Di Australia
Kapal Induk Kedua China Resmi Diluncurkan
PBB Sebut 7 Ribu Demonstran Iran Ditahan Akibat Protes Kenaikan BBM
jQuery Slider
Arsip :20202019201820172016201520142013
  •    •    •    •  
Copyright © 2013-2014 Siar Batavia News. All rights reserved. Visit: 7.875.130 Since: 05.03.13 | 0.1973 sec