Politik

Poppy Dharsono Gugat Hasil Pemilu Ke MK

Monday, 12 Mei 2014 | View : 1441

JAKARTA-SBN.

Calon Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI, Poppy Dharsono, hari ini Senin (12/5/2014) mendaftarkan gugatan Perselisihan Hasil Pemilihan Umum (PHPU) 2014 ke Mahkamah Konstitusi (MK).

Seorang pengusaha dan desainer Indonesia yang menjabat sebagai anggota DPD RI periode 2009-2014 untuk Jawa Tengah, Poppy Dharsono yang mencalonkan dirinya di daerah pemilihan (dapil) Jawa Tengah (Jateng) mengungkapkan pelanggaran yang terjadi di pemilu 2014 bukanlah cuma sekedar kecurangan tetapi lebih nampak layaknya kejahatan.

"Kita mau laporkan adanya praktik kecurangan di dapil saya. Ini lebih dalam dari sebuah kecurangan, ini kejahatan nyata dan akan kami buktikan di Mahkamah Konstitusi (MK)," ungkap Poppy Dharsono usai mendaftarkan gugatannya di MK, Jakarta, Senin (12/5/2014).

Penasihat hukum Poppy Dharsono, Hermawan, menambahkan setidaknya ada beberapa poin yang menjadi keberatan Poppy Dharsono, desainer kelahiran Garut pada 8 Juli 1951.

Antaran lain hilangnya suara, adanya suara yang dibayar, dan keterlibatan camat dan kepala desa (Kades) yang diduga mengintervensi melalui program sosialisasi selama proses pemilihan.

Pengacara Hermawan mengungkapkan bahkan ada pihak yang menawari Poppy Dharsono untuk melakukan pembelian suara dengan harga lima ribu rupiah untuk satu suara. "Kami pun mendapat laporan dari beberapa tokoh di lapangan yang memang menyebutkan kalau suara ibu Poppy banyak yang hilang, akan kami buktikan," papar dia.

Ketika ditanya mengenai suara yang hilang tersebut, baik Poppy Dharsono dan advokat Hermawan tidak menyebutkannya. Mereka beralasan hingga saat ini data form C1 yang berada di Komisi Pemilihan Umum (KPU) tidak lengkap dan sulit untuk diakses.

"Sampai hari ini kami tidak bisa mendapatkan formulir C1. Sudah kami coba download tapi tidak bisa juga. Jadi kami tidak bisa tahu berapa jumlah suara kami yang hilang. Kami juga menemukan adanya jual beli suara di dapil kami di Jawa Tengah," elak pengusaha dan desainer itu yang sempat diberitakan karena hubungannya sebagai istri mantan Mensesneg rezim Soeharto, Moerdiono.

Sekedar informasi, Poppy Dharsono yang maju lagi sebagai calon anggota DPD RI untuk periode 2014-2019 mendapatkan perolehan suara 500 ribu lebih. Jumlah tersebut jauh berkurang dibandingkan dengan Pemilu 2009 yang berhasil meraup 1,2 juta suara. (tri/jos)

See Also

Ketika Ahli IT Dan Master Di Bidang Hukum Menolak Korupsi
Kami Peduli Kejahatan Pornografi
Ketua MUI Tak Sependapat Indonesia Bubar 2030
Mukernas II PPP Hasilkan Sejumlah Ketetapan
PAN Walk Out Dari Paripurna RUU Pemilu
Pengamat LIPI Sebut Fenomena Ahok Bikin Parpol Panik
Gubernur DKI Jakarta Tunggu Menteri Sebelum Konsep Baru Raperda Reklamasi
Fadli Zon Akan Sidak Lokasi RS Sumber Waras
Mekanisme Pemilihan CaGub Dan CaWaGub DKI Jakarta Dari PDIP
Presiden Joko Widodo Melantik Agus Widjojo Sebagai Gubernur Lemhannas
Ahok Kecam Cuitan Yusron Ihza Mahendra Yang Rasis
Bicara Kalimat Rasis, Kemlu Minta Yusron Ihza Mahendra Fokus Jalankan Tugas
Ahok Hadiri Pelantikan Pengurus Partai NasDem DKI Jakarta
Muhammadiyah Ingatkan Sistem Politik Tidak Boleh Memiskinkan Rakyat
Tujuh Rekomendasi Mukernas PKB
Agung Laksono Tegaskan Munaslub Partai Golkar Harus Oleh Tim Transisi
Setya Novanto Mundur
Mayoritas Anggota MKD DPR RI Putuskan Setya Novanto Langgar Kode Etik
Ibu Yang Dimarahi Ahok Soal KJP Mengadu Ke DPRD DKI Jakarta
MenkoPolhukam Bersaksi
Sejumlah Calon Petahana Menangkan Pilkada
Maroef Sjamsoeddin Ibaratkan Setya Novanto Seperti Henry Kissinger
Prabowo Subianto Juru Kampanye Maya Rumantir/Glenny Kairupan
Tiga Paslon Bupati Dan Wakil Bupati Blora Sampaikan Program Dan Visi Misi
Haedar Nashir Terpilih Menjadi Ketua Umum PP Muhammadiyah
jQuery Slider
Arsip :2019201820172016201520142013
  •    •    •    •  
Copyright © 2013-2014 Siar Batavia News. All rights reserved. Visit: 7.539.428 Since: 05.03.13 | 0.1469 sec