Politik

Rapimnas PPP Resmi Bulat Dukung Capres Prabowo Subianto

JAKARTA-SBN.

Rapimnas II Partai Persatuan Pembangunan (PPP) resmi menyatakan dukungan untuk calon presiden (capres) dari Partai Gerindra Prabowo Subianto. Hal ini dilakukan setelah melalui perdebatan panjang di internal partai. "Rapimnas II PPP mendukung Prabowo sebagai capres. Pengambilan keputusan ini berdasarkan pertimbangan sangat matang," ungkap Ketua Umum Suryadharma Ali usai Rapimnas di Apartemen Aston Jakarta, Senin (12/5/2014) dini hari tadi.

Ketua Umum PPP Suryadharma Ali menyampaikan alasan akhirnya partai kabah itu bulat mendukung Prabowo Subianto bukan Gubernur DKI Jakarta Ir. H. Joko Widodo yang akrab disapa ‘Jokowi’. "Pertimbangannya karena beliau memiliki kapabilitas yang memadai memimpin Indonesia ke depan. Konsep-konsepnya juga," papar Ketua Umum Suryadharma Ali usai Rapimnas di Apartemen Aston Jakarta, Senin (12/5/2014) dini hari tadi.

Suryadharma Ali menggelar jumpa pers didampingi Wakil Ketua Umum (Waketum) PPP Emron Pangkapi, Wakil Ketua Umum PPP Suharso Manoarfa, dan Sekjen DPP PPP periode 2011-2015 yang terpilih dalam Muktamar VII PPP tahun 2011, juga Ketua Komisi IV DPR RI, Mochammad Romahurmuziy. Keputusan mendukung Prabowo Subianto ini bulat disepakati seluruh jajaran.

Rapimnas PPP kali ini ditujukan untuk menentukan koalisi dan dukungan Calon Presiden (Capres) pada Pemilu Presiden (Pilpres) 9 Juli mendatang. “Alhamdullilah terbit kesepakatan yang bulat dari seluruh peserta Rapimnas. Mudah-mudahan keputusan ini mendapat Ridho dari Allah SWT. Dan PPP telah mengambil ikhtihad yang sah bagi Indonesia kedepan," ungkap Ketua Umum PPP, Suryadharma Ali kepada wartawan di The Bridge Function Room, Kompeks Hotel Aston, Jakarta, Senin (12/5/2014) dini hari.

Selain itu, tegas Ketua Umum PPP Suryadharma Ali, DPW PPP seluruh Indonesia menyatakan kesiapannya untuk mengambil bagian yang signifikan dalam rangka memenangkan pencalonan Prabowo Subianto sebagai Presiden. Baik pada masa kampanye maupun pada saat pemilihan umum presiden (Pilpres) yang akan datang. “DPW juga mengambil posisi untuk memenangkan Prabowo baik pada masa kampanye maupun pilpres yang akan datang," tutur Ketum Suryadharma Ali.

Akhirnya, secara aklamasi Partai Persatuan Pembangunan (PPP) bulat menetapkan arah dukungannya mendukung Prabowo Subianto sebagai Calon Presiden (Capres) dalam Pemilu Presiden (Pilpres) 9 Juli 2014 mendatang.

Hal ini ditempuh PPP setelah selama dua hari menggelar Rapimnas yang digelar oleh partai berlambang Ka`bah tersebut guna memutuskan arah koalisi sejak Sabtu (10/5/2014) sore. Rapimnas ini sempat diskors 27 jam pada Minggu (11/5/2014) dini hari dan baru dilanjutkan kembali pada Minggu (11/5/2014) sekitar pukul 20.45 WIB malam hingga Senin (12/5/2014) pukul 02.00 WIB dini hari.

Menurut Ketum Suryadharma Ali, kata dia, perlu dicatat, bahwa PPP adalah partai yang pertama kali memberikan dukungan kepada Prabowo Subianto, yaitu tepatnya sejak pada tanggal 23 Maret 2014 silam di Gelora Bung Karno (GBK). Kini PPP juga kembali telah mengulangi dukungannya dengan dukungan non-transaksional setelah melalui kisruh dan polemik internal. “Dengan demikian PPP telah memberikan dorongan yang paling kuat bagi Haji Prabowo Subianto untuk menjadi Capres RI. Dan secara formal PPP juga adalah partai yang paling pertama pada hari ini, tanggal 12 Mei 2014, tepatnya pada pukul 02.00 WIB dini hari, secara resmi memberikan dukungan kepada Haji Prabowo Subianto sebagai Capres," tandas Ketum Suryadharma Ali.

Rapat Pimpinan Nasional (Rapimnas) Partai Persatuan Pembangunan (PPP) akhirnya memutuskan untuk berkoalisi mengusung Prabowo Subianto sebagai calon Presiden (capres).  "Akhirnya hari ini tanggal 12 Mei 2014 pada pukul 02.00 WIB dini hari, secara resmi Rapimnas II PPP telah menetapkan secara bulat dan aklamasi mendukung Haji Prabowo Subianto sebagai Calon Presiden," tegas Ketua Umum PPP Suryadharma Ali seusai rapimnas di Jakarta, Senin (12/5/2014) dini hari.

Menurut Ketum Suryadharma Ali, hubungan antara PPP dan Prabowo Subianto lebih dekat dibanding capres lain. Prabowo Subianto pun tak segan meminta saran atau masukan dari PPP.

Apakah ada tawaran dari Prabowo Subianto pada SDA untuk jadi cawapres? "Kalau untuk cawapres belum," elak Ketum Suryadharma Ali.

Dalam rapimnas II PPP, sebelumnya muncul tiga opsi, pertama opsi mendukung Prabowo Subianto, kedua mendukung Ir. H. Joko Widodo alias Jokowi, dan ketiga berkoalisi dengan Aburizal Bakrie dan menempatkan Wakil Ketua Umum PPP Lukman Hakim Saefuddin menjadi calon wakil presiden (cawapres).

Sebelum rapimnas digelar, dalam internal PPP sempat terjadi kericuhan, saat Ketua Umum Suryadharma Ali ikut mendatangi kampanye Partai Gerindra dan kemudian menyatakan dukungannya ke Prabowo Subianto.

Namun dukungan tersebut ditolak sebagian pihak PPP karena dinilai tidak sesuai dengan AD/ART PPP dan sempat menimbulkan ketegangan dan aksi saling pecat.

Konflik tersebut kemudian reda setelah dilakukan islah melalui mukernas di Bogor, Jawa Barat, dan kemudian bersepakat untuk menggunakan rapimnas sebagai forum pengambilan keputusan arah koalisi.

Sebelumnya diberitakan mayoritas suara DPW Partai Persatuan Pembangunan (PPP) mengarah ke Partai Gerindra dengan mendukung Calon Presiden (Capres) Prabowo Subianto dalam Pemilu Presiden (Pilpres) 9 Juli mendatang.

Hal itu terlihat dari hasil komposisi suara DPW dalam Rapimnas PPP, Senin (12/5/2014) dini hari. Suara DPW PPP ini didapat melalui proses pemaparan pandangan tiap-tiap Wilayah. "Sebanyak 20 DPW ke Prabowo. 3 Abstain, 10 minta musyawarah agar mufakat, belum menentukan pilihan. Tidak ke Jokowi, tidak ke Prabowo," ungkap Wakil Sekjen PPP, Syaifullah Tamliha, di sela Rapimnas PPP, di The Bridge Function Room, Kompeks Hotel Aston, Jakarta, Senin (12/5/2014) dini hari.

Syaifullah Tamliha katakan, sebenarnya Rapimnas sudah ketuk palu. Tapi, guna membulatkan hasil, maka diberi waktu kepada DPW-DPW untuk mengutarakan pandangan-pandangannya mengenai koalisi PPP. "Ya kita kasih kesempatan lagi. Pandangan, aspirasi dari daerah itu seperti apa. Disampaikan satu per satu. Mekanisme rapat kan mesti ada musyawarah mufakat," tuturnya.

Akan tetapi, dia tegaskan, hari ini juga akan diperoleh hasil bulat mengenai kemana arah koalisi PPP menghadapi pemilihan umum presiden (Pilpres) mendatang. Mekanisme suara terbanyak atau voting bisa saja ditempuh sebagai langkah terakhir jika masih belum ada kebulatan suara didapat melalui musyawarah. “Bulat atau enggak ya mesti diputuskan malam ini. Kalau masih enggak bulat, ya voting. Bisa terbuka dan terturup. Kalau voting ya ke Prabowo," tandasnya.

Rapimnas II Partai Persatuan Pembangunan (PPP) resmi menyatakan dukungan untuk calon presiden dari Partai Gerindra Prabowo Subianto, bukan untuk Ir. H. Joko Widodo alias Jokowi dan PDIP.

Sekjen DPP PPP periode 2011-2015 yang terpilih dalam Muktamar VII PPP tahun 2011, Mochammad Romahurmuziy mengaku tak terpengaruh isu yang menyebut Prabowo Subianto tersandung kasus HAM pada era 1998. "Yang termuat dalam satu bab laporan di PBB bahwa sejumlah perwira tinggi TNI bertugas atas nama merah putih saat itu. Kasus yang menimpa pak Prabowo tidak harus dibandingkan secara apple to apple," jelas cucu Menteri Agama ketujuh RI K.H. M. Wahib Wahab, Romi usai Rapimnas di Apartemen Aston Jakarta, Senin (12/5/2014).

Ketua Komisi IV DPR RI mewakili Fraksi PPP ini membidangi masalah pertanian, kehutanan, Bulog, dan kelautan, Romi menilai artinya saat itu Prabowo Subianto bertindak atas perintah dan untuk negara.

Romi putra K.H. Prof. Dr. M. Tolchah Mansoer, S.H., yang merupakan pendiri IPNU (Ikatan Pelajar NU), anggota DPR-GR mewakili Partai NU DIY zaman Orde Lama, dan Rois Syuriah PBNU 1984-1986, menambahkan PPP tidak ingin mencatat kekurangan-kekurangan Prabowo Subianto. Yang harus ditonjolkan adalah program dan apa konsep Prabowo Subianto untuk memajukan Indonesia. "Butuh pemimpin yang memiliki prioritas perbaikan moral bangsa sebelum meletakkan pada sendi-sendi lainnya," terang Romi sapaan akrabnya Mochammad Romahurmuziy. (mer/jos)

See Also

Ketika Ahli IT Dan Master Di Bidang Hukum Menolak Korupsi
Kami Peduli Kejahatan Pornografi
Ketua MUI Tak Sependapat Indonesia Bubar 2030
Mukernas II PPP Hasilkan Sejumlah Ketetapan
PAN Walk Out Dari Paripurna RUU Pemilu
Pengamat LIPI Sebut Fenomena Ahok Bikin Parpol Panik
Gubernur DKI Jakarta Tunggu Menteri Sebelum Konsep Baru Raperda Reklamasi
Fadli Zon Akan Sidak Lokasi RS Sumber Waras
Mekanisme Pemilihan CaGub Dan CaWaGub DKI Jakarta Dari PDIP
Presiden Joko Widodo Melantik Agus Widjojo Sebagai Gubernur Lemhannas
Ahok Kecam Cuitan Yusron Ihza Mahendra Yang Rasis
Bicara Kalimat Rasis, Kemlu Minta Yusron Ihza Mahendra Fokus Jalankan Tugas
Ahok Hadiri Pelantikan Pengurus Partai NasDem DKI Jakarta
Muhammadiyah Ingatkan Sistem Politik Tidak Boleh Memiskinkan Rakyat
Tujuh Rekomendasi Mukernas PKB
Agung Laksono Tegaskan Munaslub Partai Golkar Harus Oleh Tim Transisi
Setya Novanto Mundur
Mayoritas Anggota MKD DPR RI Putuskan Setya Novanto Langgar Kode Etik
Ibu Yang Dimarahi Ahok Soal KJP Mengadu Ke DPRD DKI Jakarta
MenkoPolhukam Bersaksi
Sejumlah Calon Petahana Menangkan Pilkada
Maroef Sjamsoeddin Ibaratkan Setya Novanto Seperti Henry Kissinger
Prabowo Subianto Juru Kampanye Maya Rumantir/Glenny Kairupan
Tiga Paslon Bupati Dan Wakil Bupati Blora Sampaikan Program Dan Visi Misi
Haedar Nashir Terpilih Menjadi Ketua Umum PP Muhammadiyah
jQuery Slider
Arsip :2019201820172016201520142013
  •    •    •    •  
Copyright © 2013-2014 Siar Batavia News. All rights reserved. Visit: 7.538.482 Since: 05.03.13 | 0.1453 sec