Politik

PAN: Duet Prabowo Subianto/Hatta Rajasa Dipastikan Dalam Rakernas

Sunday, 11 Mei 2014 | View : 489

JAKARTA-SBN.

Politisi Partai Amanat Nasional (PAN) Viva Yoga Mauladi mengungkapkan kesepakatan untuk mengusung duet Prabowo Subianto/Hatta Rajasa di pemilihan umum presiden (Pilpres) 2014 akan dipastikan dalam rapat kerja nasional (Rakernas) PAN 14 Mei 2014 mendatang. “Informasi nanti 14 Mei 2014 ada Rakernas untuk mengambil mekanisme tertinggi setelah kongres,” beber politikus PAN tersebut, Viva Yoga Mauladi dalam diskusi "Pasca Real Count: Ke mana Arah Parpol?" di Jakarta, Minggu (11/5/2014).

Menurut dia, dalam Rakernas tersebut akan ada beberapa agenda. Pertama, menetapkan format platform koalisi yaitu ke mana arah partainya dalam menjalin koalisi.

"Kedua, menetapkan Hatta Rajasa sebagai cawapres. Ketiga, Prabowo Subianto akan hadir. Nah dari situ udah jelas kan?" papar dia.

Viva Yoga Mauladi menyebutkan, partainya mengusung Hatta Rajasa sebagai calon wakil presiden (cawapres) karena beliau seorang teknokrat berpengalaman dalam pemerintahan. "Sudah tiga kali menjadi menteri dan sudah mengetahui hambatan dan tantangan kepada bangsa Indonesia ke depan," urai dia.

Hatta Rajasa, lanjutnya, juga merupakan seorang ekonom yang mempunyai jaringan begitu luas di internasional.

"Selain itu beliau juga seorang yang mempunyai visi ekonomi dan itu menjadi "added value" untuk bisa disandingkan sebagai cawapres. Itu terserah kepada Capres Prabowo Subianto maupun koalisi Indonesia Raya," sambung dia.

Dalam format koalisi, menurut dia, PAN akan mengajukan beberapa langkah. Pertama, melaksanakan Pancasila dan UUD 1945 khususnya Pasal 33 dan Pasal 34 segera direalisasikan. "Kedua, PAN akan terus agenda reformasi kedua untuk mewujudkan Indonesia Baru. Jadi nanti format koalisi ini kita dorong agar partai secara sosiologis yang merupakan pengejawantahan dari berbagai suku tapi berhimpun dalam parpol dan itu akan menjadi kekuatan besar," tambah dia.

Viva Yoga Mauladi mengharapkan pemilihan umum presiden (Pilpres) ini merupakan momentum untuk mempererat Indonesia raya dan partai politik lainnya itu segera memutuskan koalisi agar suasana publiknya tidak berteka-teki terus. "Tapi saya yakin setelah tanggal 9 mei, akan ada eskalasi percepatan soal penentuan koalisi ke mana," pungkas dia lagi. (ant)

See Also

Ketika Ahli IT Dan Master Di Bidang Hukum Menolak Korupsi
Kami Peduli Kejahatan Pornografi
Ketua MUI Tak Sependapat Indonesia Bubar 2030
Mukernas II PPP Hasilkan Sejumlah Ketetapan
PAN Walk Out Dari Paripurna RUU Pemilu
Pengamat LIPI Sebut Fenomena Ahok Bikin Parpol Panik
Gubernur DKI Jakarta Tunggu Menteri Sebelum Konsep Baru Raperda Reklamasi
Fadli Zon Akan Sidak Lokasi RS Sumber Waras
Mekanisme Pemilihan CaGub Dan CaWaGub DKI Jakarta Dari PDIP
Presiden Joko Widodo Melantik Agus Widjojo Sebagai Gubernur Lemhannas
Ahok Kecam Cuitan Yusron Ihza Mahendra Yang Rasis
Bicara Kalimat Rasis, Kemlu Minta Yusron Ihza Mahendra Fokus Jalankan Tugas
Ahok Hadiri Pelantikan Pengurus Partai NasDem DKI Jakarta
Muhammadiyah Ingatkan Sistem Politik Tidak Boleh Memiskinkan Rakyat
Tujuh Rekomendasi Mukernas PKB
Agung Laksono Tegaskan Munaslub Partai Golkar Harus Oleh Tim Transisi
Setya Novanto Mundur
Mayoritas Anggota MKD DPR RI Putuskan Setya Novanto Langgar Kode Etik
Ibu Yang Dimarahi Ahok Soal KJP Mengadu Ke DPRD DKI Jakarta
MenkoPolhukam Bersaksi
Sejumlah Calon Petahana Menangkan Pilkada
Maroef Sjamsoeddin Ibaratkan Setya Novanto Seperti Henry Kissinger
Prabowo Subianto Juru Kampanye Maya Rumantir/Glenny Kairupan
Tiga Paslon Bupati Dan Wakil Bupati Blora Sampaikan Program Dan Visi Misi
Haedar Nashir Terpilih Menjadi Ketua Umum PP Muhammadiyah
jQuery Slider
Arsip :2019201820172016201520142013
  •    •    •    •  
Copyright © 2013-2014 Siar Batavia News. All rights reserved. Visit: 7.539.406 Since: 05.03.13 | 0.1997 sec