Internasional

Demonstran Thai Pawai Untuk Runtuhkan Rezim Pro-Thaksin Shinawatra

Friday, 09 Mei 2014 | View : 692

BANGKOK-SBN.

Ribuan demonstran pro-kerajaan membanjiri seantero Ibu Kota Thailand hari ini, Jumat (9/5/2014) untuk menumbangkan pemerintahan sementara setelah pengadilan memutuskan Perdana Menteri Yingluck Shinawatra harus mundur, sedangkan lembaga pemberantasan korupsi mendakwanya dengan tuduhan teledor.

Partai berkuasa Puea Thai telah menggantikan Yingluck Shinawatra dengan Niwattumrong Boonsongpaisan dan menargetkan pemilihan umum (pemilu) pada 20 Juli 2014 untuk mengakhiri krisis politik yang sudah berlangsung enam bulan. Krisis ini berpotensi menyebabkan negara kerajaan tersebut tanpa pemerintahan yang berfungsi penuh sehingga bisa merugikan perekonomian Thailand.

Tapi, MK Thailand sudah memberhentikan tiga PM yang terkait dengan keluarga Yingluck Shinawatra. Keluarga Shinawatra memenangi semua pemilu sejak 2001. Pemerintahan yang terkait dengan Shinawatra selalu memenangi pemilu sejak tahun 2001.

Pemerintahan sementara ingin menyelenggarakan Pemilu 20 Juli yang mungkin akan dimenangkannya, namun demonstran ingin pemerintah turun, Pemilu ditunda dan reformasi mengakhiri pengaruh abang Yingluck Shinawatra, mantan perdana menteri Thaksin Shinawatra.

Massa antipemerintah menginginkan penunjukan Dewan Rakyat untuk menjalankan reformasi. Proses ini juga bertujuan untuk mengikis pengaruh Thaksin Shinawatra dalam perpolitikan Thailand.

Koordinator demonstrasi Suthep Thaugsuban, di depan para pendukungnya di taman kota, mendesak para demonstran berunjukrasa di luar gedung parlemen, kantor perdana menteri dan lima stasiun televisi agar tidak digunakan pemerintah. "Kami akan menyapu puing-puing rezim Thaksin keluar dari negara ini," cetus Suthep Thaugsuban yang mantan wakil perdana menteri di bawah rezim partai Demokrat.

Thaksin Shinawatra dianggap musuh-musuhnya sebagai kapitalis korup, namun dia mendapatkan kesetiaan dari warga pedesaan dan masyarakat miskin lewat kebijakan-kebijakan populisnya ketika dia menjadi perdana menteri dari 2001 sampai ditumbangkan kudeta 2006.

Militer Thailand sudah menyingkirkan kakak Yingluck Shinawatra, Thaksin Shinawatra, dalam kudeta berdarah pada tahun 2006 dan sejak itu negara ini jatuh ke dalam kekacauan politik. Kakak Yingluck Shinawatra, Thaksin Shinawatra mengasingkan diri di luar negeri untuk menghindari hukuman penjara dalam kasus korupsi yang menurutnya bermotif politik, setelah dia digulingkan lewat kudeta militer pada tahun 2006. Dia tinggal di pengasingan untuk menghindari tuntutan penjara tahun 2008 karena penyalahgunaan kekuasaan namun menjadi orang di belakang layar pemerintahan adiknya.

Puluhan ribu pendukung baju merah yang marah karena penggulingan Yingluck Shinawatra, juga tengah menuju Bangkok untuk demonstrasi hari Sabtu (10/5/2014). Mereka menggantungkan harapan pada pemerintahan sementara untuk memenangi Pemilu Juli dan mengembalikan kekuasaan Shinawatra.

Kemungkinan bentroknya kedua kubu demonstran telah menimbulkan kekhawatiran bakal terjadinya keributan. Kedua kubu punya aktivis bersenjatanya masing-masing.

25 orang terbunuh sejak demonstrasi antipemerintah dimulai November lalu dan kekecauan lebih dalam akan makin melanda negara berperekonomian terbesar kedua di Asia Tenggara ini, demikian Reuters. (reuters)

See Also

Boris Johnson Terpilih Sebagai PM Inggris Baru
Menlu Inggris Ancam Iran
Laut China Selatan Tegang
Presiden AS Pecat Direktur Dinas Rahasia
Kapal China Dekati Pulau Filipina
Thailand Dilanda Badai Pabuk
Warga Kelas Menengah Australia Akan Kian Sulit Dapat Kredit Perumahan
Donald Trump Kunjungi Militer AS Di Irak
Kota Surabaya Raih Guangzhou Awards 2018
Teleskop NASA Temukan 2 Planet Baru
Najib Razak Ditahan SPRM
Mantan PM Malaysia Ditahan
Najib Razak Ditahan KPK Malaysia
Turki Adakan Pemilu Hari Ini
Arab Saudi Resmi Mencabut Larangan Perempuan Menyetir
Gempa Guncang Osaka
Amerika Serikat Keluar Dari Dewan HAM PBB
Suriah Berhasil Usir ISIS
Kementerian Pertanian Cegah Rock Melon Australia Masuk Indonesia
Perwakilan Nahdlatul Ulama Dan Wahid Foundation Temui Dubes Amerika Serikat
Polri Benarkan Penangkapan WNI Isteri Tokoh ISIS Marawi
Sultan Selangor Kecewa Terhadap Mahathir Mohamad Soal Bugis
China Meminjamkan Sepasang Panda Ke Indonesia
Spanyol Buru Sopir Pelaku Teror Di Barcelona
Serangan Teror Di Barcelona
jQuery Slider
Arsip :2019201820172016201520142013
  •    •    •    •  
Copyright © 2013-2014 Siar Batavia News. All rights reserved. Visit: 7.538.860 Since: 05.03.13 | 0.1789 sec