Hukum

SBY Hanya Diam Ketika JK Laporkan Bailout Bank Century

JAKARTA-SBN.

Mantan Wakil Presiden RI, M. Jusuf Kalla yang akrab disapa JK membenarkan sudah melaporkan pemberian dana talangan Rp 2,7 triliun kepada Presiden Susilo Bambang Yudhoyo (SBY) hingga akhirnya dana membengkak jadi Rp 6,7 triliun. Mantan Wakil Presiden (Wapres) Jusuf Kalla yang akrab dipanggil JK menyatakan pernah melaporkan ihwal pemberian bailout Bank Century kepada Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) pada tahun 2009. Mantan Wakil Presiden (Wapres) Jusuf Kalla (JK) mengaku telah melaporkan kebijakan pemberian bailout (dana talangan) ke Bank Century yang nilai akhirnya mencapai Rp 6,7 triliun kepada Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) pada tahun 2009.

Menurutnya, laporan itu disampaikan sepulang Presiden SBY dari Amerika Serikat pada 26 November 2008. Tetapi, diakui oleh JK sapaan akrab bagi Jusuf Kalla, bahwa Presiden SBY hanya mendengarkan dan tidak mengambil langkah apapun.

Mantan Wapres RI ini, JK menjelaskan, dirinya menyampaikan perihal bailout senilai Rp 2,7 triliun ke Bank Century pada tanggal 26 Nopember 2008 pagi, tepat ketika Presiden SBY kembali dari tugas di luar negeri. Tetapi ketika itu, dikatakan JK, Presiden SBY hanya mendengarkan dan tidak memberi arahan atau perintah. “Iya saya laporkan setelah presiden pulang. Beliau pada waktu itu (dilaporkan) hanya mendengarkan dan mengatakan nanti akan dibicarakan. Seperti itu," beber JK saat bersaksi untuk terdakwa mantan Deputi Gubernur Bank Indonesia (BI) Bidang Pengelolaan Moneter, Budi Mulya (BM) dalam sidang kasus Bank Century di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor), Jakarta, Kamis (8/5/2014).

Pengakuan JK ini berawal saat Hakim Anggota Djoko Subagyo menanyakan kepada JK, apakah selaku Wapres melaporkan pengucuran dana tersebut ke Presiden SBY.

Hakim Djoko Subagyo penasaran atas pengakuan JK, apakah Boediono dan Sri Mulyani Indrawati melaporkan pengucuran kedua, ketiga, dan keempat setelah pengucuran pertama Rp 2,7 triliun, sehingga total dana PMS Rp 6,7 triliun. “Apakah saudara laporkan juga pengucuran setelahnya ke presiden?" tanya Hakim Djoko Subagyo.

Mantan Ketua Umum Partai Golongan Karya (Golkar) itu mengaku tidak lagi melaporkan kepada Presiden SBY. "Saya tidak laporkan lagi setelah itu, karena sudah ada Presiden. Jadi tugas saya sudah selesai dalam hal seperti ini," tegasnya.

Bahkan, diakui JK bahwa jauh setelah pelaporan tersebut, yaitu sampai tahun 2009, tidak ada juga tindakan lanjut laporan itu dari Presiden SBY. Hingga, dana talangan dikucurkan yang diberikan ke Bank Century jumlahnya mencapai Rp 6,7 triliun.

Pada kesempatan sama, sebelumnya, JK juga mengaku sempat kaget ketika mendengar laporan dari Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati dan Gubernur Bank Indonesia (BI) Boediono bahwa ada pemberian bailout Rp 2,7 triliun ke Bank Century, pada tanggal 25 November 2008.

Sebelumnya, JK setelah mendapat laporan dari Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati dan Gubernur Bank Indonesia (BI) Boediono, setelah empat hari dana talangan (bailout) sebesar Rp 2,7 triliun diberikan ke Bank Century, JK langsung mengambil tindakan tegas.

Kemudian, lanjut JK, ketika ditanyakan kenapa sampai diberikan bailout, dilaporkan Sri Mulyani Indrawati dan Boediono, bahwa Bank Century sudah rusak karena kriminalisasi pemiliknya. Ia mendapat jawaban bahwa telah terjadi perampokan Bank Century oleh pemiliknya sendiri.

JK mengaku mempertanyakan kepada Bank Indonesia (BI) terkait pengucuran dana talangan tersebut. Menurutnya, telah terjadi kriminalisasi perbankan, JK spontan menyebut terjadi perampokan. “Saya tanya kenapa Anda (Gubernur BI) keluarkan (bailout) apa yang salah? tanya JK kepada Boediono. “Pemiliknya mengambil dana,” dijawab Gubernur BI, terjadi kriminalisasi perbankan. Saya katakan ini perampokan," papar JK.

Ketua PMI ini mengaku bertanya kepada Gubernur Bank Indonesia (BI) perihal bailout Bank Century. Bahkan, JK memerintahkan untuk menangkap Robert Tantular. "Saya bertanya ke Gubernur BI kenapa terjadi? Karena pemiliknya yang mengambil uang. Saya bilang kenapa tidak tangkap, katanya tidak ada dasar hukum," terangnya.

Menanggapi pernyataan tersebut, diakui JK bahwa ia langsung meminta Kapolri untuk menangkap Robert Tantular selaku pemilik Bank Century saat itu. Lantas JK menelepon Kapolri waktu itu supaya segera menangkap Robert Tantular. "Saya menelepon Kapolri untuk menangkap Robert Tantular, dua jam kemudian ditangkap," tegas JK. (jos)

See Also

Keterangan Ahli Di Sidang Praperadilan Terkait Eksekusi Penahanan Matheus Mangentang
Peras Mantan Petinggi Polri, Hukuman Sisca Dewi Diperberat
LBH Ansor Jateng Apresiasi Penangkapan Cepat Polres Kebumen Terhadap Pelaku Kekerasan Seksual
Kapolres Bitung Perintahkan Pelaku Kejahatan Ditembak Di Tempat
Reserse Polres Bitung Bekuk Residivis Sadis Pembegal Motor
Satuan Reskrim Polres Bitung Tangkap Dua Tersangka Curanmor
Mahasiswa Unesa Sorot Penggunaan Dana Pembelian Mebel Di Kampus
KPK Tetapkan Dirut PT. Rohde And Schwarz Indonesia Sebagai Tersangka
KPK Akan Segera Periksa Saksi Dan Tersangka Suap KONI
KPK Cekal Robert Tantular Ke Luar Negeri
Tim Resmob Dan Tarsius Bitung Lumpuhkan Pencuri Kambuhan
Mahkamah Agung Hukum Alfian Tanjung 2 Tahun Penjara
Polda Jatim Duga Ada Kesalahan Teknis Proyek Berujung Jalan Gubeng Ambles
KPAI Apresiasi Langkah Cepat Polri Proses Bahar Bin Smith
Polri Sebut Penahanan Tersangka Bahar Bin Smith Murni Kasus Hukum
Polri Koordinasi Dengan LPSK Amankan 2 Remaja Korban Bahar Bin Smith
Usai OTT KPK, Kemenpora Lanjutkan Program SEA Games-Olimpiade
KPK Sita Miliaran Rupiah Terkait OTT Pejabat Kemenpora Dan KONI
Polri Kantongi Bukti Penganiayaan Oleh Bahar Bin Smith
KPK OTT Pejabat Kemenpora Dan Pengurus KONI
Polres Metro Jakarta Selatan Buru Pembunuh Perempuan Muda Di Kebagusan City
Pembunuh Keji Sopir Taksi Online Divonis 10 Tahun Penjara
Uang Pengganti E-KTP, KPK Sita Rp 862 Juta Dari Setya Novanto
Keterangan Ahli Ketua DPD KAI DKI Jakarta Pada Sidang Lanjutan Julius Lobiua
TNI AL Ringkus Pelaku Narkoba Di Tanjung Ahus
jQuery Slider

Comments

Arsip :2019201820172016201520142013
  •    •    •    •  
Copyright © 2013-2014 Siar Batavia News. All rights reserved. Visit: 7.538.522 Since: 05.03.13 | 0.1475 sec