Internasional

Nasib PM Thailand Ditentukan Hari Ini

Wednesday, 07 Mei 2014 | View : 907

BANGKOK-SBN.

Mahkamah Konstitusi (MK) Thailand hari ini, Rabu (7/5/2014), akan memutuskan apakah Perdana Menteri (PM) Yingluck Shinawatra terbukti menyalahgunaan kekuasaan sehingga harus dicopot dari jabatannya. Putusan MK itu bakal makin menenggelamkan negara ke dalam krisis politik.

Yingluck Shinawatra muncul di pengadilan pada Selasa (6/5/2014) untuk membantah tuduhan, yang diajukan sekelompok senator.

Menurut mereka, kepala keamanan nasional Thawil Pliensri dicopot setelah Yingluck Shinawatra terpilih pada 2011 demi kepentingan partainya.

Ketua MK Thailand Charoon Intachan mengatakan, sembilan anggota hakim telah cukup mendengarkan bukti-bukti dan siap mengambil keputusan. “Persidangan sudah cukup dan pengadilan memutuskan untuk menjatuhkan vonis pada 7 Mei siang hari,” cetus dia.

Kasus ini, salah satu dari dua langkah hukum yang berpotensi menggoyang posisi Yingluck Shinawatra sebagai Perdana Menteri (PM) negeri Gajah Putih tersebut, muncul ketika krisis politik di Thailand mencapai titik kritis.

Para demonstran antipemerintah terus turun ke jalan-jalan Bangkok meski jumlahnya sudah berkurang.

Sedangkan, para pendukung Yingluck Shinawatra juga mengancam untuk menggelar unjuk rasa demi membela dirinya. “Saya tidak melanggar undang-undang apa pun. Saya tidak mendapat keuntungan apa pun dari mandat ini,” terang Yingluck Shinawatra di hadapan pengadilan.

Berdasarkan Undang-undang Dasar (UUD) Thailand yang berjalan sejak kudeta 2006 yang menggulingkan miliarder sekaligus kakak Yingluck Shinawatra, Thaksin Shinawatra dari posisi Perdana Menteri dan kejahatan semacam itu bisa membuat dirinya juga dicopot dari jabatan.

Pengadilan juga bisa memperluas putusannya kepada para anggota kabinet yang mendukung keputusan untuk menyingkirkan Thawil Pliensri.

Langkah tersebut akan berimbas kepada pimpinan partai berkuasa yang memiliki hubungan dengan Thaksin Shinawatra. Tokoh ini tinggal di luar negeri demi menghindari hukuman penjara karena terbukti melakukan korupsi.

Kelompok pro-pemerintah ‘Kaos Merah’ berjanji untuk membela Yingluck Shinawatra dari pemakzulan.

Keputusan apa pun untuk menyingkirkan sang Perdana Menteri Yingluck Shinawatra dikhawatirkan mengobarkan bentrokan berdarah antarkubu politik yang sedang berkonflik.

Seperti dikabarkan sebelumnya, setidaknya sudah 25 orang tewas dan ratusan lebih lainnya terluka dalam kekerasan politik terkait demonstrasi selama enam bulan terakhir.

Jika hanya Yingluck Shinawatra yang diberhentikan, Wakil Perdana Menteri dapat menggantikannya sampai pemerintahan baru terbentuk melalui pemilihan umum (pemilu).

Tapi, kalangan pengamat mengatakan keputusan untuk memberhentikan Yingluck Shinawatra dan kabinetnya bisa mengirim kerajaan ini ke dalam krisis yang belum pernah dialami. “Thailand akan memasuki ketidakpastian hukum. Tak akan ada kabinet, perdana menteri, dan tak ada majelis rendah. Hanya Senat,” tutur Direktur Riset Institute of South East Asian Affairs di Universitas Chiang Mai, Paul Chambers.

Senat Thailand sebagian ditunjuk, sebagian terpilih, dan tidak jelas pihak mana yang akan memegang kekuasaan atasnya yang akan berperan dalam penunjukan PM yang baru.

Mahkamah Konstitusi (MK) Thailand memainkan peran sentral dalam bab-bab terbaru politik negara.

Kalangan pengkritik menuding lembaga ini buru-buru memproses kasus Yingluck Shinawatra dan majelis sebelumnya bias politik terhadap keluarga Shinawatra.

Pada tahun 2008, MK Thailand memaksa dua PM terkait Thaksin Shinawatra turun dari jabatannya.

MK pada Februari 2014 juga membatalkan pemilu yang digelar oleh Yingluck Shinawatra dengan alasan maraknya korupsi. “Kami Kaos Merah tidak akan membiarkan perubahan tak demokratis di negara ini,” tukas pimpinan kelompok tersebut, Jatuporn Prompan. (afp)

See Also

Boris Johnson Terpilih Sebagai PM Inggris Baru
Menlu Inggris Ancam Iran
Laut China Selatan Tegang
Presiden AS Pecat Direktur Dinas Rahasia
Kapal China Dekati Pulau Filipina
Thailand Dilanda Badai Pabuk
Warga Kelas Menengah Australia Akan Kian Sulit Dapat Kredit Perumahan
Donald Trump Kunjungi Militer AS Di Irak
Kota Surabaya Raih Guangzhou Awards 2018
Teleskop NASA Temukan 2 Planet Baru
Najib Razak Ditahan SPRM
Mantan PM Malaysia Ditahan
Najib Razak Ditahan KPK Malaysia
Turki Adakan Pemilu Hari Ini
Arab Saudi Resmi Mencabut Larangan Perempuan Menyetir
Gempa Guncang Osaka
Amerika Serikat Keluar Dari Dewan HAM PBB
Suriah Berhasil Usir ISIS
Kementerian Pertanian Cegah Rock Melon Australia Masuk Indonesia
Perwakilan Nahdlatul Ulama Dan Wahid Foundation Temui Dubes Amerika Serikat
Polri Benarkan Penangkapan WNI Isteri Tokoh ISIS Marawi
Sultan Selangor Kecewa Terhadap Mahathir Mohamad Soal Bugis
China Meminjamkan Sepasang Panda Ke Indonesia
Spanyol Buru Sopir Pelaku Teror Di Barcelona
Serangan Teror Di Barcelona
jQuery Slider
Arsip :2019201820172016201520142013
  •    •    •    •  
Copyright © 2013-2014 Siar Batavia News. All rights reserved. Visit: 7.541.980 Since: 05.03.13 | 0.1716 sec